Contoh Perubahan Sosial Di Lingkungan Masyarakat

Infokekinian.com – Berikut adalah informasi mengenai contoh perubahan sosial di lingkungan masyarakat, untuk mengetahui informasinya lebih lengkap dan jelas silahkan simak artikel ini hingga selesai.

Sebagai manusia tentunya tidak bisa lepas dari manusia lainnya. Hal ini terjadi karena manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi satu sama lain.

Berkomunikasi dengan orang lain adalah manusiawi melalui penggunaan bahasa yang sama. Salah satu faktor munculnya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah penggunaan bahasa ini untuk berkomunikasi.

Perubahan Sosial sebagai Konsep

Namun, kamu mungkin belum mengetahui hal ini. Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial? Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Setiap manusia tentunya menginginkan suatu perubahan menjadi lebih baik dalam hidupnya atau kelompok masyarakatnya.

Terutama dalam bidang sosial yang lebih mudah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Nah untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan lengkap mengenai pengertian perubahan sosial, beberapa teori tentang perubahan sosial, faktor-faktor yang mempengaruhi adanya perubahan sosial dan dampak dari perubahan sosial. Penasaran seperti apa? Simak ulasan berikut ini!

Perubahan Sosial sebagai Konsep

Pada umumnya manusia manusia berusaha untuk memperbaiki perubahannya. Disengaja atau tidak disengaja, perubahan ini dapat terjadi. Hal yang sama juga berlaku di masyarakat.

Perubahan sosial secara umum adalah perubahan norma, nilai dan berbagai pola kehidupan yang terjadi dalam masyarakat.

Besar atau kecilnya perubahan akan berdampak pada manusia yang terlibat dan masyarakat pada umumnya.

Beberapa melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi, sementara yang lain bergerak dengan kecepatan yang lebih santai. Pola pikir dan kemampuan setiap orang atau kelompok berperan dalam hal ini.

Pengertian perubahan sosial juga dikemukakan oleh para ahli. Diantaranya adalah sebagai berikut:

William F Ogburn

Menurut William F Ogburn adalah kebudayaan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non-material yang menekankan adanya pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur non-material.

Samoel Koenig

Perubahan sosial merupakan modifikasi dari pola kehidupan masyarakat.

Kingsley Davis

Perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi suatu masyarakat

Raja

Segala perubahan yang terjadi pada lembaga masyarakat yang kemudian dapat mempengaruhi suatu sistem sosial

Karl Marx

Karl Marx merupakan pencetus dari teori kapitalisme sehingga Karl Marx juga menghubungkan antara kelas sosial di masyarakat dengan kegiatan ekonomi.

Sementara pengertian menurut Karl Marx adalah perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada lembaga masyarakat yang kemudian dapat mempengaruhi suatu sistem sosial.

Selo Soemarjan

Selo Soemarjan

Segala perubahan yang terjadi pada berbagai lembaga masyarakat dalam suatu lingkungan termasuk dalam hal nilai sosial, sikap, dan pola perilaku antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Gillin

Perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima sebab adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun melalui difusi atau pertemuan-pertemuan baru dalam masyarakat.

Emile Dukheim

Perubahan sosial bisa terjadi sebagai hasil faktor-faktor ekologis dan demografis, yang dapat merubah kehidupan masyarakat dari kondisi yang tradisional yang masih sangat kental dengan nilai-nilai solidaritas mekanis ke dalam kondisi masyarakat modern yang kental dengan nilai solidaritas organik.

Mac Iver

perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

Robert M.I Lawang

perubahan sosial menurut Robert M.I Lawang adalah proses ketika dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu

Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi

perubahan sosial menurut Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi adalah suatu proses perubahan, modifikasi, atau penyesuaian-penyesuaian yang terjadi dalam pola hidup masyarakat.

Yang mencakup nilai-nilai budaya, pola perilaku kelompok masyarakat, hubungan-hubungan sosial ekonomi, serta kelembagaan-kelembagaan masyarakat, baik dalam aspek kehidupan material maupun non-materi.

Teori Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah suatu keadaan dimana telah terjadi perubahan dalam masyarakat, baik kondisi sosial, nilai-nilai tatanan masyarakat maupun ideologi. Ada berbagai teori, antara lain sebagai berikut:

1. Teori Evolusi

Mendengar teori Evolusi tentunya Anda sudah tidak asing lagi bukan? Teori ini berdasarkan teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin.

Namun, di dalam teori evolusi Darwin sebenarnya masih terpengaruh dengan teori yang dikemukakan oleh Herbert Spencer.

Teori evolusi dalam perubahan sosial telah mempengaruhi pemikiran Emile Dukheim dan juga Ferdinand Tonnies.

Menurut Emile Dukheim, sebuah perubahan akan terjadi apabila terdapat evolusi yang mempengaruhi perorganisasian masyarakat terlebih dalam menjalin hubungan kerja.

Sementara menurut Ferdinan Tonnies, perubahan sosial terjadi dari masyarakat yang cenderung sederhana menjadi masyarakat yang lebih besar berdasarkan hubungan terspesialisasi dan impersonal.

Secara umum, perubahan sosial memiliki arah yang tetap dan juga pasti akan dialami oleh semua masyarakat.

Perubahan ini akan terjadi secara perlahan dan bertahap dengan melewati proses yang panjang dari awal hingga akhir.

2. Teori Siklus atau Siklis

Teori Siklus atau Siklis

Tokoh yang mendukung adanya teori siklik ini adalah Oswald Spenger dan juga Arnold Toynbee. Oswald Spenger menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi seperti perkembangan masyarakat yang melalui empat tahap, seperti halnya manusia yang melalui tahap anak-anak, remaja, dewasa dan masa tua.

Sementara menurut Arnold Tynbee, perubahan sosial terjadi di masyarakat baik yang baik maupun yang buruk dapat dijelaskan dengan konsep-konsep kemasyarakatan yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya yaitu tantangan dan tanggapan.

3. Teori Konflik

Tokoh yang mendukung Teori ini adalah Ralf Dahrendord dan Karl Max. Menurut Rafl Dahrendord sebuah perubahan sosial terjadi merupakan hasil dari konflik kelas sosial di suatu masyarakat.

Sementara menurut Karl Marx, konflik sosial menjadi faktor terjadinya perubahan sosial yang menjadi sumber yang paling penting.

Sebuah konflik terjadi karena terdapat sebuah pertentangan antara kelas atas dengan kelas bawah atau kelompok minoritas yang tertindas yang kemudian berhasil mempengaruhi adanya perubahan sosial.

4. Teori Fungsionalis

Pendukung dari teori fungsionalis adalah William Ogburn. Dimana William menjelaskan bahwa unsur-unsur yang terdapat di dalam suatu masyarakat saling berhubungan satu sama lain, akan tetapi kecepatan dari perubahan tersebut berbeda-beda atau tidaklah sama.

Menurut teori fungsional semua unsur perubahan sosial menghasilkan keuntungan dan manfaat bagi kehidupan di masyarakat.

Teori ini menjelaskan bahwasanya perubahan sosial terjadi hanya mengambil unsur-unsur yang menguntungkan atau bermanfaat saja bagi masyarakat.

Faktor-Faktor Pendorong

Terjadinya perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor. faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial secara umum dibedakan menjadi dua bagian.

Yakni, faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar kelompok masyarakat atau individu.

Sementara faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam individu atau kelompok masyarakat itu sendiri:

1. Faktor Eksternal

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya faktor eksternal terjadinya perubahan sosial adalah faktor-aktor yang berasal dari luar masyarakat atau individu.

Beberapa hal yang termasuk ke dalam faktor eksternal antara lain adalah sebagai berikut:

1. Peperangan

Peperangan terjadi karena adanya kelompok masyarakat atau daerah yang saling bertentangan sehingga terjadi sebuah peperangan.

Peperangan

Peperangan ini secara langsung atau tidak langsung akan merubah tatanan sosial yang ada di dalam lingkungan masyarakat, bahkan terjadinya peperangan dapat merusak fisik maupun non fisik di suatu masyarakat.

2. Bencana Alam

Bencana alam merupakan sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan sosial. Bencana alam secara langsung dapat merusak non fisik maupun fisik dalam masyarakat.

Adanya sebuah bencana mengharuskan masyarakat untuk melakukan tatanan sosial kembali setelah mengalami berbagai macam hal kerusakan.

3. Kebudayaan Asing

Kebudayaan orang asing juga menjadi salah satu faktor eksternal terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Disadari maupun tidak, masyarakat sering kali menyerap kebudayaan dari masyarakat asing.

4. Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi secara canggih ternyata juga mampu merubah berbagai tatanan yang sudah ada di masyarakat. Mau tidak mau masyarakat telah mengikuti perkembangan teknologi dan informasi tersebut, bahkan bisa berlangsung secara cepat.

2. Faktor Internal

Selain faktor eksternal yang dapat mempengaruhi adanya perubahan sosial di masyarakat, ternyata faktor internal juga mempengaruhi perubahan sosial tersebut.

Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam kelompok masyarakat atau individu itu sendiri.

1. Sikap Toleransi

Sikap toleransi dari dalam diri seseorang bisa memicu terjadinya perubahan sosial. Sikap toleransi mendorong seseorang cenderung terbuka dan saling menghargai satu sama lain.

Termasuk adanya kebudayaan dari luar yang dapat mempengaruhi perubahan sosial di masyarakat.

2. Orientasi Hidup Masa Depan

Seseorang yang memiliki orientasi di masa depan tentunya akan melakukan hal-hal yang mendukung untuk kehidupannya yang lebih baik di masa depan.

Hal inilah yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial. Usaha yang dilakukan bisa berupa menempuh pendidikan yang lebih baik ataupun cara bekerja yang berbeda untuk bisa mencapai orientasinya tersebut.

3. Kondisi Masyarakat yang Majemuk

Susunan dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan budaya yang majemuk ternyata juga bisa mempengaruhi terjadinya perubahan sosial.

Kondisi Masyarakat yang Majemuk

Keberagaman masyarakat yang saling bersentuhan menghasilkan adanya sebuah percampuran kebudayaan di masyarakat.

Faktor yang Menghambat

Di era kemajuan zaman yang seperti sekarang ini ternyata masih saja ada masyarakat yang tertinggal dan tidak mengikuti perkembangan yang ada.

Hal ini terjadi karena tidak adanya perubahan sosial di masyarakat. Beberapa faktor yang menghambat terjadinya antara lain adalah sebagai berikut:

1. Adat Istiadat yang Sangat Kental

Sebuah kelompok masyarakat yang sangat mengagungkan adat istiadat akan cenderung bersikap tertutup terhadap kebudayaan baru.

Mereka akan berusaha untuk melestarikan adat istiadat yang dimilikinya. Sehingga mereka akan menolak masuknya kebudayaan baru yang berusaha masuk ke kelompok masyarakat tersebut.

2. Masyarakat Tradisional

Masyarakat dengan pola hidup yang masih tradisional juga seringnya menolak adanya kebudayaan baru yang masuk dan cenderung melakukan kebiasaannya yang selama ini sudah dilakukan.

Sehingga mereka akan semakin tertinggal terhadap perkembangan dunia luar. Biasanya terletak di pelosok daerah yang jauh dari kota.

3. Ideologi yang Kuat

Ideologi atau pandangan hidup sebuah kelompok yang sangat kuat juga cukup menjadi penghambat terjadinya perubahan sosial di masyarakat.

Kelompok masyarakat dengan ideologi yang kuat akan berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan ideologi yang dianutnya tersebut.

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang tengah terjadi di suatu masyarakat ternyata bisa dikenali dari ciri-cirinya. Adapun ciri-ciri dari perubahan sosial antara lain adalah sebagai berikut:

1. Dilakukan Dengan Sengaja

Seringkali tidak disadari bahwa perubahan yang terjadi di suatu masyarakat berlangsung dengan cara yang tidak sengaja.

Dilakukan Dengan Sengaja

Namun dalam hal ini perubahan sosial biasanya terjadi atau dilakukan secara sengaja. Misalnya berinovasi dari kendaraan sepeda motor yang didesain secara lebih efisien dan nyaman.

2. Proses Berkelanjutan

Terjadinya di masyarakat berlangsung secara terus-menerus sehingga sebuah kelompok masyarakat akan mengalami perubahan secara terus-menerus baik secara lambat maupun berlangsung dengan cepat.

Hal ini terjadi karena masyarakat cenderung bersifat dinamis yang selalu mengalami perubahan dalam menjalani kehidupannya.

3. Terjadi di Berbagai Tempat

Perubahan sosial terjadi di semua tempat. Baik mereka yang tinggal di kota maupun tinggal di desa.

Namun pada umumnya masyarakat di desa akan mengalami perubahan sosial lebih lambat jika dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di kota.

4. Adanya Hubungan Kausalitas

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak bisa hidup seorang diri tanpa bantuan makhluk lainnya. Sesama manusia melakukan interaksi sosial satu sama lain.

Hubungan timbal balik ini biasanya akan memicu kekacauan sementara di dalam masyarakat yang nantinya akan mengubah struktur di masyarakat.

5. Bersifat Imitatif

Perubahan sosial ditandai dengan sifatnya yang imitatif, imitatif disini maksudnya adalah adanya ketergantungan atau saling meniru atau mempengaruhi antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya. Misalnya trend gaya rambut atau fashion.

Bentuk Perubahan Sosial

Keragaman bentuk dari masyarakat ternyata juga menghasilkan bentuk-bentuk perubahan sosial yang berbeda-beda.

Nah berikut ini adalah berbagai bentuk dari perubahan sosial, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Perubahan Struktural

Salah satu bentuk yang sering terjadi adalah perubahan struktural. Perubahan structural ini menjadi perubahan yang paling mendasar yang terjadi di dalam suatu masyarakat.

Namun meskipun demikian, perubahan structural ini mampu mengubah kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Salah satu contohnya adalah adanya perubahan sistem pemerintahan, misalnya dari bentuk demokrasi menjadi monarki dan lain sebagainya.

Tentunya hal ini akan mempengaruhi perubahan kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Bentuk perubahan sosial lainnya adalah perubahan kecil maupun perubahan besar. Perubahan kecil atau perubahan besar nantinya juga akan menimbulkan pengaruh di dalam suatu masyarakat.

Misalnya perubahan kecil dalam masyarakat adalah perubahan gaya pakaian masyarakat yang mengikuti trend dari luar. Lama kelamaan juga bisa menimbulkan perubahan sosial.

Sementara perubahan besar misalnya adalah proses industrialisasi yang merubah masyarakat agraris ke masyarakat industri.

3. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

Perubahan sosial yang dikehendaki adalah perubahan sosial yang direncanakan masyarakat sementara perubahan sosial yang tidak dikehendaki adalah perubahan sosial yang berlangsung tidak disengaja atau tanpa rencana, misalnya terjadi bencana alam.

4. Perubahan Cepat dan Lambat

Perubahan sosial ada yang berlangsung secara cepat ada pula yang berlangsung secara lambat. Perubahan secara cepat berlangsung dalam waktu yang singkat, sementara perubahan lambat adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang lama.

Dampak Perubahan Sosial

Adanya perubahan sosial yang terjadi di masyarakat ternyata memiliki dampak yang negatif dan juga dampak yang positif.

Salah satu dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat adalah meningkatnya taraf pendidikan masyarakat.

Ilmu pengetahuan yang semakin berkembang membuat masyarakat memiliki orientasi hidup yang lebih baik di masa yang akan datang.

Hal inilah yang memotivasi untuk bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya.

Jika pada zaman dahulu kebanyakan orang hanya mengenyam pendidikan hanya sampai pada taraf sekolah dasar.

Berbeda pada zaman modern seperti sekarang ini, yang menganggap pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting.

Sehingga banyak masyarakat yang berlomba-lomba untuk memperoleh pendidikan yang tinggi dan lebih baik untuk bisa menjadi manusia yang terbaik.

Taraf kehidupan masyarakat pun meningkat seiring dengan perubahan di masyarakat. Sementara dampak negatif dari perubahan sosial adalah lunturnya adat istiadat yang sudah dilestarikan sejak lama.

Padahal adat istiadat merupakan salah satu kekayaan bangsa itu sendiri yang harus dijaga.Bahkan adat istiadat merupakan sebuah jati diri sebuah bangsa.

Jika sampai adanya perubahan sosial menghilangkan jati diri sebuah bangsa. Jati diri yang sebenarnya harus dijaga sebagai identitas bangsa.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai teori yang mendukung perubahan sosial dan faktor yang mempengaruhinya serta dampak yang terjadi di dalam suatu masyarakat.

Demikianlah artikel mengenai Contoh Perubahan Sosial Di Lingkungan Masyarakat dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */