Dampak Negatif Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Indonesia

Infokekinian.com – Berikut adalah informasi mengenai dampak negatif perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia. Simak artikel ini hingga selesai u ntuk mengetahui informasinya lebih lengkap dan jelas.

Perdagangan yang terjadi antar pihak dari berbagai negara disebut sebagai perdagangan internasional.

Selain itu, kontrak yang menguraikan perdagangan disepakati bersama. Perusahaan, pemerintah, atau orang pribadi dapat menjadi pihak dalam perdagangan.

Sejarah Perdagangan Internasional

kamu dapat membuat berbagai barang impor dari berbagai jenis. Jenis jenis barang tersebut antara lain tas, kosmetik, pakaian, dan berbagai barang lainnya.

Selain jenis barang tersebut, banyak makanan yang biasanya dikonsumsi masyarakat berasal dari negara lain.

Nah, proses perdagangan internasional inilah yang membuat barang-barang impor tersedia di Indonesia.

Sejarah Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu, mungkin ribuan tahun sebelum masehi.

Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya artefak Sumeria yang dibuat di Mesir atau Babilonia yang ditemukan di pantai Mediterania.

Itu digunakan sebagai bukti transaksi atau perdagangan antar kerajaan. kemungkinan besar Pada periode itu, barter atau swapping adalah metode utama dalam menjalankan bisnis.

Berbeda dengan hari ini, ketika nilai uang digunakan. Terlepas dari kenyataan bahwa beberapa orang pada saat itu sudah memiliki mata yang terbuat dari logam atau perak.

Wilayah perdagangan tetap cukup kecil bahkan di zaman kuno. Alasan utamanya adalah karena masih sedikitnya pilihan transportasi.

Baik itu perjalanan udara, darat, atau laut. Karena kemajuan teknologi dan transportasi itu sendiri yang mendorong tumbuhnya perdagangan internasional.

Kemudian pada masa berikutnya, yaitu sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi, perdagangan di Eropa kadang-kadang berkembang, terutama pada abad ke-12 dan ke-13.

Untuk menjaga perdagangan jarak jauh, mereka bahkan membuat organisasi dengan nama asosiasi.

Produk sebenarnya terbuat dari bahan baku seperti kulit, wol, kayu, rempah-rempah dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk kemudian diolah menjadi barang melalui proses produksi.

Perdangan internasional tersebut senantiasa berjalan dan berkembang sejak era penjelajahan samudera, pada masa revolusi industri, pada masa perang dunia, hingga pada masa informasi yang terus berlanjut hingga hari ini.

Teori Perdagangan Internasional

Umumnya, ada dua teori yang mendasari perdagangan internasional ini. Berikut rincian dari teori tersebut:

1. Teori Keunggulan Mutlak

Teori ini mengatakan bahwa suatu perdagangan internasional akan memberikan suatu keuntungan terhadap Negara yang memproduksi barang dengan harga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang sudah ditetapkan di Negara yang lain.

Ilustrasi nya begini, dikarenakan Negara A mempunyai efisiensi di dalam memproduksi barang berupa buku, sedangkan Negara B mempunyai efisiensi di dalam memproduksi barang berupa pensil.

Maka perdagangan yang dilakukan antara kedua Negara A dan B tersebut akan memberikan keuntungan jika A menjual buku dan B menjual pensil.

2. Teori Keunggulan Komparatif

Teori yang kedua adalah Teori Keunggulan Komparatif dimana berdasar pada teori satu ini, sebuah Negara tidak mempunyai keunggulan mutlak di dalam memproduksi suatu barang tertentu.

Negara tersebut bisa melakukan suatu perdagangan internasional pada barang yang dianggap paling efisien dan produktif untuk diproduksi.

Apabila dilihat secara lebih luas, sebenarnya Negara A mempunyai kelebihan di dalam bidang produksi pensil dan buku.

Namun demikian, biaya pensil yang diproduksi di Negara A cenderung lebih besar dibandingkan dengan Negara B. Maka bisa saja kedua Negara tersebut melakukan perdagangan.

Bentuk Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional sendiri memiliki beberapa bentuk. Di antaranya adalah sebagai berikut ini:

Bentuk Perdagangan Internasional

1. Perdagangan Bilateral

Yang dimaksud dengan perdagangan bilateral adalah perdagangan yang dilakukan oleh dua Negara.

2. Perdagangan Regional

Selanjutnya adalah perdagangan regional yang merupakan bentuk perdagangan yang dilaksanakan oleh negara-negara yang berlokasi di lingkup tertentu. Misalnya lingkup ASEAN, Negara Uni Eropa dan lain sebagainya.

3. Perdagangan Multilateral

Bentuk perdagangan internasional yang ketiga adalah perdagangan multilateral yang merupakan suatu perdagangan antar Negara tanpa adanya batasan kawasan tertentu.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Ketersediaan Sumber Daya Alam

Ketersediaan sumber daya alam adalah faktor pertama yang menjadi faktor pendorong perdagangan internasional. Mengingat tidak semua Negara mampu menghasilkan rempah-rempah.

Dan tidak semua Negara pula mampu menghasilkan bahan tambang. Oleh karena itu, perdagangan internasional menjadi hal yang niscaya.

2. Adanya Perbedaan Faktor Produksi

Selanjutnya, faktor yang memicu munculnya perdagangan internasional adalah adanya perbedaan faktor produksi.

Sekalipun sebuah Negara memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun tidak seluruh Negara memiliki modal serta pengetahuan untuk mengolah sumber daya yang ada tersebut/

3. Diperlukan untuk Memenuhi Keperluan Dalam Negeri

Diakui atau tidak, tidak semua keperluan di dalam negeri bisa dipenuhi atau dicukupi dengan produksi dalam negeri. Sehingga perdagangan internasional menjadi tidak dihindarkan.

4. Memperoleh Keuntungan dari Perdagangan yang Dilakukan

Dengan adanya perdagangan antar Negara, keuntungan yang didapatkan tentu saja akan meningkat lantaran pangsa pasarnya juga semakin besar untuk sasaran barang produksinya.

5. Adanya Keinginan untuk Memperluas Pasar

Selain beberapa hal di atas, faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional selanjutnya adalah adanya keinginan untuk memperluas pasar.

Perluasan pasar tersebut dibutuhkan untuk bisa mencapai skala ekonomis di dalam proses produksi.

6. Adanya Keinginan untuk Bekerja Sama dengan Negara lain

Perdagangan internasional sesungguhnya bisa menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mempererat hubungan antara Negara sehingga tercipta pula kerja sama di bidang yang lain.

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional memiliki beberapa manfaat di dalamnya, baik itu untuk Negara ataupun untuk rakyat secara umum.

Manfaat Perdagangan Internasional

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari perdagangan internasional yang akan kamu peroleh:

1. Bisa mendapatkan barang yang di negaranya sendiri tidak diproduksi

Manfaat pertama dari perdagangan internasional adalah kamu bisa mendapatkan barang yang tidak diproduksi di Negara kamu.

Misalnya saja masyarakat Indonesia bisa menikmati rasanya kurma meski pohon tersebut tidak tumbuh di Negara ini.

Karena diakui atau tidak, ada banyak produk atau barang yang tidak ada di Indonesia sementara manusia memiliki keinginan untuk mengkonsumsi atau menggunakannya.

2. Bisa memperluas pasar sehingga efisiensi produksi menjadi meningkat

Selanjutnya, adanya perdagangan internasional juga bisa memperluas pasar kamu. Karena dengan perdagangan internasional tersebut pasar untuk barang produksi di sebuah Negara akan mengalami peningkatan sehingga skala ekonomi pun akan semakin meningkat. Selain itu, biaya produksinya juga akan semakin murah.

3. Mendapatkan keuntungan dari adanya spesialisasi

Meskipun Negara A bisa memproduksi barang X yang juga diproduksi oleh Negara B. Namun Negara A tetap saja bisa melakukan spesialisasi pada barang yang lain yang notabene lebih efisien untuk diproduksi dan melakukan impor barang dari Negara B.

4. Sebagai sumber dari devisa Negara

Perdagangan internasional juga bisa memberikan devisa untuk Negara yang menjual barang ke luar negeri.

Devisa tersebut dipakai untuk pembelian barang di luar Negara yang dipakai untuk memenuhi keperluan di dalam negeri.

5. Mendorong alih teknologi

Dengan adanya perdagangan internasional dengan Negara yang notabene sudah maju, Negara yang masih berkembang bisa mempelajari teknologi yang dipakai di Negara tersebut.

Sehingga itu bisa meningkatkan pengetahuan mengenai teknologi bagi Negara berkembang.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional memang sangat membantu masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Karena itulah ada banyak keuntungan dan manfaat dari perdagangan internasional tersebut. Namun, di samping memberikan manfaat, perdagangan internasional juga memiliki dampak negatif tersendiri.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari perdagangan internasional tersebut:

1. Menghambat tumbuhnya industri dalam negeri

Dampak negatif dari perdagangan internasional yang pertama adalah ia mampu menghambat pertumbuhan dari industry dalam negeri sendiri.

Ketika terjadi perdagangan internasional, otomatis produk impor akan masuk ke dalam negeri. Dan itu menjadikan penawaran mengalami peningkatan dan sangat berpengaruh kepada permintaan dari konsumen dalam negeri.

Apalagi jika ternyata masyarakat lebih suka dan gemar dengan produk impor tersebut. Sehingga, industry di Indonesia yang memproduksi berbagai produk akan mengalami kemerosotan.

Walaupun sebenarnya sudah ada banyak kebijakan untuk mengurangi impor, yakni dengan tarif bea masuk, pemberian subsidi dan juga kuota.

2. Menyebabkan ketergantungan dengan Negara maju

Selanjutnya, perdagangan internasional ternyata juga menyebabkan adanya ketergantungan terhadap Negara maju.

Adanya pemasukan produk impor dari Negara maju yang notabene lebih murah akan menyebabkan masyarakat semakin terlena dan tidak mau berusaha untuk memproduksi produk serupa di dalam negeri sendiri.

Karena itulah masyarakat akan selalu melakukan impor barang dan ketergantungan terhadap produk Negara lain.

3. Timbulnya sifat konsumerisme

Selain beberapa dampak perdagangan internasional yang disebutkan di atas, dampak lain yang kemungkinan ditimbulkan adalah munculnya sifat konsumerisme.

Produk impor hasil Negara lain yang sangat mudah untuk didapati di dalam negeri akan memunculkan gejala konsumerisme di tengah masyarakat.

Terlebih, adanya anggapan bahwa produk hasil impor kualitasnya biasanya lebih bagus dari pada produk negeri sendiri.

Kadang anggapan semacam ini memang ada benarnya juga dan itu bisa memicu produksi dalam negeri supaya mampu meningkatkan kualitas diri.

4. Berpengaruh kepada neraca pembayaran

Perdagangan internasional ternyata juga bisa mendorong muncunya perusahaan multinasional di dalam suatu Negara.

Perusahaan multinasional sendiri merupakan suatu perusahaan yang cakupan usahanya tidak hanya sebatas di dalam satu Negara saja.

Adanya perusahaan jenis ini, membuat keuntungan yang mereka hasilkan tidak hanya ada di satu negeri.

Maka hal itu sangat berdampak pada neraca pembayaran. Hal itu lantaran akan banyak uang yang tidak bisa dipakai untuk pembangunan perekonomian sebuah Negara.

5. Sektor keuangan menjadi tidak stabil

Selanjutnya, perdagangan internasional menyebabkan sektor keuangan menjadi kurang stabil. Hal itu lantaran perdagangan internasional mendorong adanya aliran investasi yang datang dari Negara lain dan itu sangat berpengaruh kepada keadaan pasar modal itu sendiri.

Sehingga neraca pembayaran dan juga sektor keuangan menjadi semakin bertambah. Alhasil, sektor keuangan menjadi tidak stabil.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai perdagangan internasional yang bisa kamu manfaatkan untuk menambah wawasan kamu.

Dengan mengetahui berbagai hal tentang perdagangan internasional, tentu saja bisa mendorong kamu untuk semakin maju dan berwawasan global.

Demikianlah artikel mengenai Dampak Negatif Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Indonesia dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */