Komponen-Komponen Pembentuk Ekosistem, Ini Penjelasannya

InfoKekinian.com – Pada kesempatan kali ini, kami akan mengenalkan komponen-komponen pembentuk ekosistem yang ada di lingkungan sekitar kita.

Kita pasti sering mendengar bahwa petani mengalami kesulitan panen karena serangan serangga.

Tetapi hama di lahan pertanian tidak sepenuhnya dihilangkan, meskipun faktanya mereka sering merugikan petani.

Pengertian Komponen Pembentuk Ekosistem
Hal ini benar karena hama juga merupakan bagian dari ekosistem. Keseimbangan sistem ekologi mungkin terganggu jika hama ini dihilangkan.

Untuk mengetahui informasi mengenai pengertian serta komponen-komponen pembentuk ekosistem lainnya, simak artikel ini hingga selesai.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah sistem ekologi yang diciptakan oleh interaksi timbal balik makhluk hidup dan lingkungannya.

Istilah “ekosistem” juga dapat merujuk pada pengaturan faktor lingkungan yang terkoordinasi dan mencakup semua yang berinteraksi satu sama lain.

Ada berbagai macam ekosistem di bumi ini, dari darat hingga ekosistem laut. Organisme yang membentuk semua sistem biologis sangat penting bagi mereka.

Komponen Ekosistem

Sistem ekologi terbentuk karena adanya komponen-komponen pembentuk ekosistem yang signifikan, seperti yang terlihat dari pemahamannya.

Komponen ekosistem tersusun atas komponen biotik dan abiotik, sesuai dengan uraian dalam buku “Biologi SMA/MA Kelas X”.

Berikut adalah penjelasan mengenai komponen-komponen pembentuk ekosistem:

1. Komponen Biotik

Komponen hidup, atau yang juga dikenal sebagai komponen biotik karena adanya makhluk hidup di dalam kelompok ini.

Organisme yang terdapat di dalamnya tentu mempunyai peran tersendiri dan saling berhubungan satu sama lainnya. Berikut adalah beberapa kategori komponen biotik berdasarkan peran serta fungsinya:

Produsen

Produsen adalah organisme yang mampu mensintesis senyawa organik dari zat anorganik untuk digunakan sebagai makanan.

Organisme dalam kategori produsen mampu menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri dan organisme lain.

Oleh karena itu, produsen juga dikenal sebagai autotrof. Makhluk penghasil termasuk tumbuhan, ganggang biru-hijau, bakteri, dan organisme lain yang mengandung klorofil.

Konsumen

Komponen Konsumen
Sebaliknya, konsumen adalah antitesis dari produsen. Kelompok ini tidak mampu memproduksi makanannya sendiri dan karenanya membutuhkan fungsi produsen. Heterotrof juga dikenal sebagai konsumen.

Berdasarkan jenis makanan, konsumen dikategorikan menjadi tiga kelompok yang berbeda. Karnivora atau pemakan daging adalah yang pertama.

Kedua, herbivora atau hewan pemakan tumbuhan. Ketiga, omnivora atau pemakan semua makanan (daging dan tumbuhan).

Pengurai

Komponen terakhir dari kehidupan biotik adalah pengurai atau dekomposer. Pengurai adalah makhluk yang mampu menguraikan sampah dan sisa-sisa organisme yang telah mati.

Pengurai juga berfungsi sebagai penghubung antara konsumen dan produsen.

Melalui proses pembusukan, zat yang diambil konsumen dari produsen akan dikembalikan ke produsen dengan bantuan dekomposer.

Prosedur ini akan menghasilkan senyawa anorganik sederhana, yang dibutuhkan oleh produsen makanan.

Pengurai dicirikan oleh ukurannya yang kecil. Pengurai dapat ditemukan di darat, di air, dan bahkan di udara. Contohnya adalah jamur dan bakteri.

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik, di sisi lain, adalah komponen ekosistem yang terdiri dari benda mati. Namun, komponen ini juga penting untuk menjaga keseimbangan sistem ekologi.

Apa yang termasuk kategori komponen abiotik? Berikut penjelasan selengkapnya:

Air

Air merupakan komponen abiotik yang vital bagi kehidupan. Manfaat air lebih dari sekadar menjaga kesehatan manusia dan menopang pertumbuhan tanaman.

Namun, air juga merupakan habitat bagi alga dan spesies lain yang habitat aslinya adalah di air.

Udara

Makhluk hidup membutuhkan udara untuk bernapas dengan baik. Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk respirasi dan proses metabolisme. Karbon dioksida diperlukan untuk fotosintesis oleh tanaman.

Cahaya Matahari

Mungkin banyak dari kita yang mengeluh saat terkena sinar matahari. Namun, ternyata cahaya sinar matahari juga merupakan komponen abiotik yang penting.

Bagi tumbuhan, sinar matahari merupakan sumber energi. Hal ini tentunya karena membutuhkan cahaya untuk fotosintesis dan untuk menciptakan makanan sebagai produsen utama.

Sementara manusia dan hewan membutuhkan sinar matahari untuk kehangatan dan untuk mendukung proses metabolisme, sinar matahari juga penting untuk fotosintesis.

Bahkan vitamin D dalam tubuh manusia dapat dirangsang oleh sinar matahari pagi. Selain itu, sinar matahari akan menstabilkan suhu udara.

Dengan demikian, iklim tetap terjaga dan planet ini dapat dihuni dengan nyaman.

Tanah

Tanah juga termasuk ke dalam bagian terpenting dari komponen ekosistem karena tanah berfungsi baik sebagai pijakan dan sumber kehidupan, terutama bagi kelompok produsen.

Bumi menyediakan banyak nutrisi bagi tanaman sehingga kehadiran nutrisi penting untuk mendorong pertumbuhan tanaman yang sehat.

Letak Geografis

Letak GeografisLetak geografis adalah letak atau posisi suatu daerah tertentu di permukaan bumi. Letak geografis ini ditentukan oleh faktor astronomi, geologi, dan sosial budaya.

Perbedaan letak geografis akan mengakibatkan perbedaan jenis dan persebaran makhluk hidup. Dengan kata lain, lokasi geografis mempengaruhi penyebaran organisme dan ekosistem.

Iklim

Kondisi cuaca rata-rata di wilayah yang luas selama periode waktu yang lama merupakan iklim. Biasanya disebabkan oleh kombinasi kelembaban udara, suhu, curah hujan, dan sinar matahari.

Hubungan antara iklim dan perburuan tanah dan produktivitas tanaman sangat erat. Umumnya, daerah berhutan lebat biasanya memiliki tanah yang subur.

Hal ini terbukti karena di hutan hujan tropis Indonesia yang subur, yang merupakan rumah bagi banyak spesies.

pH (derajat keasaman)

pH, atau derajat keasaman, menunjukkan apakah tanah bersifat asam atau basa. pH memiliki dampak yang signifikan terhadap ekosistem.

Biasanya, setiap organisme hidup membutuhkan pH normal untuk bertahan hidup di lingkungannya.

Fungsi Ekosistem

Menurut pemahamannya, ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang berperan penting dalam mempertahankan kehidupan.

Faktor-faktor berikut dapat digunakan untuk menganalisis fungsi ekosistem:

1. Lingkaran Energi

Menurut prinsip energi, energi tidak dapat dihilangkan, dimusnahkan, atau diciptakan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Oleh karena itu, semua energi yang memasuki tubuh atau populasi hidup (ekosistem) disimpan atau dibuang.

2. Rantai Makanan

Rantai makanan terdiri dari pergerakan energi makanan dari sumber tumbuhan ke tingkat makanan. Semakin pendek rantai makanan, semakin besar jumlah energi yang dapat dikirimkan.

3. Perkembangan dan Evolusi

Jika lingkungan fisik membaik, maka proses keanekaragaman hayati dalam suatu ekosistem akan terfasilitasi. Sehingga dapat mendukung populasi yang berkembang pesat.

4. Pengendalian

Suatu organisme dapat beradaptasi dengan lingkungannya, dan juga dapat memodifikasi lingkungannya untuk memenuhi persyaratan biologisnya.

Tumbuhan yang dapat dipengaruhi oleh keberadaannya di tanah tempat mereka tumbuh dan berkembang adalah contohnya.

Jenis-Jenis Ekosistem

Masih mengutip dari Modul Pembelajaran Biologi SMA Kelas X, jenis-jenis ekosistem sering dikategorikan ke dalam kategori berikut:

Ekosistem Darat

Ekosistem terestrial adalah ekosistem dengan lingkungan fisik berbasis daratan. Ekosistem darat dibagi menjadi banyak bioma berdasarkan lokasi geografisnya atau garis lintang.

Bioma adalah ekosistem terestrial yang unik untuk wilayah tertentu dan dibedakan oleh jenis tumbuhan yang lazim di wilayah itu. Ecotone adalah batas antara dua ekosistem yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa contoh bioma:

1. Bioma Gurun

Ada bioma gurun dan semi-gurun di Amerika Utara, Afrika, Australia, dan Asia Barat.

Berikut ini adalah ciri-ciri bioma gurun:

  1. Curah hujan tahunan berkurang 25 cm
  2. Laju penguapan air lebih cepat dari laju presipitasi
  3. Sangat sedikit kelembaban yang ada di udara
  4. Kontras antara suhu siang dan malam sangat signifikan, biasanya suhu siang hari bisa mencapai 45°C sedangkan suhu malam hari bisa turun di bawah 0°C
  5. Tanah menjadi begitu tandus karena tidak dapat menyimpan air
  6. Flora: vegetasi yang dapat beradaptasi dengan kondisi kering (tanaman serofit), seperti kaktus, dapat tumbuh
  7. Hewan besar yang tinggal di gurun, seperti unta, seringkali mampu menghemat air. Makhluk kecil, seperti kadal, ular, tikus, dan semut, biasanya hanya aktif di pagi hari dan menghabiskan hari bersembunyi di lubang-lubang.

2. Bioma Padang Rumput

Bioma padang rumput membentang dari negara-negara tropis hingga beriklim sedang, termasuk Hongaria, Rusia selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, dan Australia.

Berikut adalah ciri-ciri bioma padang rumput:

  1. Di beberapa daerah padang rumput, curah hujan tahunan bisa mendekati 100 cm. Curah hujan tahunan berkisar antara 25 hingga 50 cm
  2. Curah hujan yang relatif rendah turun dengan secara tidak teratur
  3. Porositas dan drainase yang buruk akibat curah hujan yang tidak teratur membuat tanaman sulit menyerap air
  4. Flora: Rumput mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase yang buruk, namun ada tanaman lain yang tumbuh subur di sana juga. Padang rumput dinamakan demikian karena rumput merupakan tumbuhan utama kehidupan. Padang rumput memiliki berbagai nama, termasuk stepa di Rusia selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara, dan pampa di Argentina
  5. Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru di Australia. Juga terdapat karnivora seperti hewan singa, serigala, anjing pembohong, dan cheetah.

3. Bioma Hutan Tropis

Bioma Hutan Tropis
Bioma hutan tropis memiliki keanekaragaman spesies hewan dan tumbuhan terbesar.

DAS Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan cekungan Kongo di Afrika termasuk.

Berikut ini adalah ciri-ciri bioma hutan tropis:

  1. Curah hujan melimpah dan merata sepanjang tahun, rata-rata antara 200 dan 225 sentimeter setiap tahun
  2. Matahari bersinar 365 hari setahun
  3. Perubahan suhu dari satu bulan ke bulan berikutnya cukup kecil
  4. Di bawah kanopi atau tudung pohon, selalu gelap, sehingga suhu tidak berfluktuasi antara siang dan malam
  5. Iklim mikro adalah iklim di sekitar organisme
  6. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian antara 20 dan 40 meter, dengan cabang-cabang berdaun lebat menghasilkan tudung atau kanopi.
  7. Tumbuhan khas termasuk liana dan epifit yang merupakan tumbuhan yang membungkus diri di sekitar lantai hutan, seperti rotan.
  8. Misalnya, anggrek dan paku-pakuan sarang burung walet adalah epifit, atau tumbuhan yang menempel pada batang pohon tanpa merusak pohon.

4. Bioma Hutan Gugur

Ciri unik dari bioma hutan gugur ini adalah dengan daunnya yang rontok ketika musim dingin. Bioma ini terdapat di Chili, Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Asia Timur.

Ciri-ciri hutan gugur adalah sebagai berikut:

  1. Curah hujan merata sepanjang tahun, berkisar antara 75 sampai 100 cm
  2. Ada empat musim yang berbeda seperti, musim panas, musim dingin, musim gugur, dan musim semi
  3. Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan hutan tropis
    Ada rusa, beruang, rubah, tupai, burung pelatuk, dan rakun di hutan gugur.

5. Bioma Taiga

Bioma ini sebagian besar terletak di antara daerah subtropis dan kutub, termasuk Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada.

Berikut ini adalah ciri-ciri bioma taiga:

  1. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin sangat signifikan, dengan suhu musim panas yang relatif tinggi dan suhu musim dingin yang sangat dingin
  2. Durasi pertumbuhan tanaman sepanjang musim panas adalah antara tiga dan enam bulan.

Ekosistem Perairan

Berikut adalah beberapa ekosistem perairan:

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Fluktuasi suhu tidak terlihat
  2. Transmisi cahaya berkurang, dan dipengaruhi oleh kondisi iklim dan cuaca.

Organisme diklasifikasikan dengan cara berikut berdasarkan pola hidupnya:

  1. Fitoplankton dan zooplankton adalah blok bangunan plankton, yang biasanya mengapung atau bergerak pasif ke arah aliran air
  2. Nekton adalah organisme akuatik seperti ikan yang aktif berenang di air
  3. Serangga air adalah contoh organisme yang mengapung, berenang, atau hidup di permukaan air, menurut Neuston
  4. Perifiton adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tanaman atau hewan yang terkait atau bergantung pada tanaman atau benda lain, seperti siput. Benthos adalah makhluk dan tumbuhan yang menghuni sedimen atau dasar laut
  5. Benthos, seperti cacing dan remis, dapat berupa sessile (melekat) atau mobile.

Ekosistem Air Laut

Ekosistem Air Laut
Zona intertidal, zona neritik, zona pelagis, zona fotik, zona bentik, dan zona afotik merupakan beberapa zona yang membentuk ekosistem laut.

Ekosistem laut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Meskipun laut memiliki kandungan mineral yang signifikan, sebagian besar ionnya adalah Cl (55 persen), dan kadar garamnya bervariasi tergantung pada wilayah.
  2. Cuaca dan iklim tidak berdampak pada ekosistem laut.

Ekosistem Estuari

Muara merupakan tempat bermuaranya sungai ke laut. Rawa asin atau dataran lumpur intertidal besar sering mengelilingi muara.

Ekosistem di muara sangat produktif dan kaya nutrisi. Kelompok tumbuhan rawa asin, alga, dan fitoplankton semuanya menghuni muara.

Ikan, kerang, kepiting, dan cacing yang berbeda membentuk populasi hewan.

Ekosistem Pantai

Ekosistem pesisir dianggap sebagai jenis ekosistem khusus karena terdiri dari tiga komponen: udara, air di lautan, dan daratan di darat.

Titik pertemuan antara habitat darat dan laut adalah pantai. Siklus pasang surut harian memiliki dampak yang signifikan terhadap ekosistem pesisir.

Tumbuhan dan hewan yang dapat beradaptasi dengan menempel pada substrat yang keras agar tidak dihantam ombak adalah yang dapat hidup di pantai.

Titik di mana ekosistem pesisir paling banyak terkena air hanya terjadi pada saat air pasang.

Berbagai jenis moluska, ganggang, kerang, dan burung pantai menyebut wilayah ini sebagai rumah. Ketika air pasang bertepatan dengan air surut, bagian tengah pantai terendam.

Banyak makhluk, termasuk anemon laut, kerang, siput, ganggang, bunga karang, dan banyak lainnya, menyebut tempat ini sebagai rumah.

Keanekaragaman spesies invertebrata, ikan, dan berbagai jenis rumput laut hadir di bagian terdalam dari ekosistem pesisir.

Ekosistem Buatan

Komponen Pembentuk Ekosistem Buatan
Suatu ekosistem yang telah direkayasa oleh manusia dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau populasi yang terus bertambah itulah yang dimaksud dengan pengertian “ekosistem buatan” atau disebut juga dengan Man Made-Ecosystem.

Mengingat bahwa ekosistem buatan ini memiliki keragaman yang sangat sedikit, ia menerima subsidi energi dari luar, dan baik tumbuhan maupun hewan akan sangat dipengaruhi oleh manusia.

Ada banyak contoh ekosistem buatan yang telah diciptakan manusia, antara lain:

  1. Ekosistem bendungan
  2. Ekosistem dengan kehidupan tumbuhan produksi, seperti hutan pinus atau jati
  3. Ekosistem sawah beririgasi
  4. Habitat perkebunan, termasuk cengkeh, teh, dan kelapa sawit
  5. Ekosistem tambak
  6. Ekosistem di lahan pertanian.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Air Termasuk Komponen Apa?

Air termasuk kedalam komponen abiotik yang memiliki peran yang sangat penting.

Apa Saja Peran Abiotik?

Abiotik mempunyai fungsi sebagai faktor yang mempunya pengaruh terhadap kemampuan reproduksi suatu spesies makhluk hidup di dalam sistem ekonomi.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai komponen-komponen pembentuk ekosistem yang perlu kamu ketahui.

Dan bisa disimpulkan jika ekosistem ini merupakan kesatuan yang terdiri dari beberapa komunitas berbagai jenis dari organisme hidup.

Dan lingkungan berupa materi dan energi yang saling berinteraksi serta berhubungan, yang di dalamnya terdapat komponen dalam ekosistem.

/* */