Mengenal Jenis Termometer: Pengertian Cara Menggunakannya

InfoKekinian.com – Untuk kesempatan kali ini, kami akan mengajak kamu untuk mengenal jenis termometer lengkap dengan fungsi serta cara menggunakannya.

Suhu tubuh manusia diukur dengan berbagai alat kesehatan, salah satunya termometer yang banyak digunakan dan sudah tidak asing lagi bagi kita.

Apa Itu Termometer

Termometer ini memiliki rentang suhu yang dapat diukur, dengan titik maksimum 357 derajat Celcius.

Mari kita lihat artikel di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut dalam mengenal jenis termometer.

Apa Itu Termometer?

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu atau perubahan suhu. Kata termometer berasal dari kata Latin thermo, yang berarti “pengukur panas”.

Prinsip dari fungsi termometer tentunya bervariasi, dan termometer air raksa merupakan termometer yang paling banyak digunakan.

Karena air raksa memiliki fase ekspansi yang dapat diprediksi yang sesuai dengan suhu sekitarnya, air raksa digunakan dalam termometer.

Air raksa memiliki titik beku yang sangat rendah yaitu -39 °C dan suhu didih yang sangat tinggi yaitu 357 °C. Pembacaan suhu pada termometer dalam derajat Celcius (°C).

Derajat Kelvin (° K) berfungsi sebagai satuan resmi di bawah model persatuan internasional. Satuan pengukuran yang digunakan di berbagai negara Amerika dan Eropa adalah Fahrenheit (°F).

Karena itu adalah kewajiban dokter untuk memeriksa suhu tubuh pasien karena dokter harus, peralatan medis ini sering digunakan secara eksklusif dalam profesi medis.

Faktanya, termometer adalah alat yang hebat untuk memberi tahu kita suhu ruangan dan tubuh kita saat ini.

Jenis-jenis Termometer

Untuk mengenal jenis termometer lebih lanjut, berikut adalah penjelasannya:

1. Termometer Digital

Kemajuan teknologi telah menyebabkan perluasan termometer digital yang berkembang seperti termometer lainnya untuk mengukur suhu.

Dalam termometer digital, sensor suhu yang terbuat dari logam mengembang dan memuai sebagai akibat dari suhu, didekodekan oleh sirkuit elektronik, dan dengan demikian dapat langsung dibaca sebagai angka.

2. Termometer Ruangan

Termometer Ruangan

Termometer ini menentukan suhu ruangan. Termometer ini pada dasarnya identik dengan termometer lainnya hanya skalanya saja yang berbeda. Skala pada termometer berkisar dari -50°C hingga 50°C.

3. Termometer Laboratorium

Gunakan air raksa cair atau alkohol dengan termometer ini. Karena air raksa atau alkohol mengembang untuk memperluas skala ketika cairan terlalu panas.

Pengurangan dimensi tabung kapiler diperlukan agar termometer peka terhadap suhu, dan untuk membuat dinding termometer (atau tangki) setipis mungkin sambil mempertahankan kepekaannya terhadap perubahan suhu.

4. Termometer Klinis

Termometer ini, yang biasanya diisi dengan air raksa atau alkohol, digunakan secara eksklusif untuk mendiagnosis penyakit.

Bagian atas kotak termometer memiliki lekukan tajam yang digunakan untuk menjaga pembacaan suhu setelah tubuh pasien dikeluarkan dari termometer.

Termometer ini memiliki kisaran 35 hingga 42 derajat Celcius.

5. Termometer Alkohol

Termometer yang dikenal sebagai termometer alkohol mengukur suhu menggunakan vin. Ini adalah pendekatan termometer air raksa alternatif yang melayani tujuan yang sama.

Air raksa dalam termometer kaca analog, tetapi ini tidak sama. Substansi termometer alkohol tidak beracun dan menghilang cukup cepat.

Nitrogen bercampur di ruang kosong cairan, yang menyebabkannya menguap. Volumenya bertambah seiring dengan naiknya suhu.

Etanol murni atau isoamil asetat dapat digunakan sebagai cairan, tergantung pada pabrik dan aktivitas yang berhubungan dengan suhu.

Cairan yang dihasilkan harus terlihat dengan penambahan warna merah atau biru karena termometer ini transparan.

Hanya suhu tubuh makhluk hidup yang diukur dengan termometer ini. Suhu tinggi tidak dapat diakses oleh termometer ini.

6. Termometer Bimetal Mekanik

Termometer ini terbuat dari dua buah logam dengan berbagai koefisien muai yang telah direkatkan menjadi satu.

Berbeda dengan kata material, yang berarti logam, kata bimetal memiliki konotasi ganda, yang berarti “dua logam”.

7. Termometer Termistor

Termometer ini adalah alat pengukur suhu, bagian, atau sensor listrik. Termistor Indonesia bekerja pada prinsip dasar bahwa ketika suhu berubah, nilai resistansi (ganjalan, nilai) berubah.

Kata thermo (suhu) dan resistansi digabungkan untuk membentuk kata termistor (pengukuran resistansi).

8. Termometer Galileo

Termometer Galileo ini adalah termometer kaca silinder non-bukaan yang diisi dengan cairan transparan dan dinamai sesuai nama fisikawan Italia Galileo Galilei. Ini menunjukkan sejumlah item yang kerapatannya berfluktuasi dengan suhu.

9. Termometer Inframerah

Mengenal jenis Termometer Inframerah

Selama item diperiksa, termometer inframerah menawarkan kesempatan untuk merekam suhu secara optik karena energi radiasi inframerah diukur dan ditampilkan sebagai suhu.

Mereka menawarkan cara cepat dan tepat untuk mengukur suhu objek saat jauh dan tanpa menyentuhnya.

Ini adalah skenario yang sempurna ketika benda tersebut bergerak dengan cepat, dipanaskan, berada di lokasi yang berbahaya, atau perlu dijaga kebersihannya seperti makanan, peralatan medis, obat-obatan, atau produk, dll.

10. Termometer Termokopel

Termometer termokopel ini merupakan sensor suhu yang digunakan dalam elektronika yang sering mengubah variasi suhu benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase).

Termokopel sederhana dengan konektor standar yang sama dapat dipasang. Dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1°C, alat ini juga dapat mengukur suhu pada rentang suhu yang luas.

Fungsi dari Termometer

Termometer pada dasarnya berfungsi sebagai alat untuk mengukur suhu dan perubahan pada suhu juga perlu dicatat.

Termometer digunakan di bidang medis untuk mengukur suhu tubuh seseorang dan mengidentifikasi apakah mereka demam atau tidak.

Suhu ruangan, oven yang digunakan untuk memasak, pun bisa diukur menggunakan termometer.

Mekanisme Kerja Termometer

Berikut adalah beberapa mekanisme kerja termometer:

  1. Cairan di dalam tangki memuai atau mengembang bila dikenai panas (berupa kalor dari suatu benda). Cairan di reservoir bergerak ke kapiler karena volumenya meningkat. Bahan kimia ini berakhir pada kisaran suhu tertentu. Skala memang, pada kenyataannya, menampilkan suhu objek.
  2. Salah satu alat ukur yang dapat berguna dalam urusan manusia adalah termometer. Salah satunya bekerja di bidang medis. Dokter dapat menggunakan termometer untuk menilai kesehatan pasien dengan menentukan apakah suhu tubuhnya normal atau sedang mengalami demam.

Cara Memakai Termometer

Cara Memakai Termometer

Berikut adalah cara untuk menggunakan termometer:

1. Penggunaan Termometer Digital di Anus

Untuk bayi di bawah tiga bulan, termometer digital biasanya digunakan di anus.

Metode pertama melibatkan pelembab anus dan dengan hati-hati memasukkan termometer sekitar 1 cm ke dalam anus. Tunggu hingga sensor berbunyi sambil memegang meteran di tangan kamu.

2. Penggunaan Termometer Digital dibawah Ketiak

Termometer digital ketiak dapat digunakan oleh siapa saja. Caranya adalah dengan melepas pakaian kamu sebelum memasukkan termometer ke ketiak kamu.

Pastikan sensor termometer berada di dekat kulit. Tahan tombol sambil menekannya sampai termometer berbunyi.

3. Penggunaan di Mulut

Semua usia dapat menggunakan termometer digital di mulut ini. Namun, anak-anak yang lebih tua dari 4 tahun lebih disarankan untuk menggunakannya.

Pertama, pastikan kamu belum makan atau minum apa pun dalam 15 menit terakhir. Tempatkan sensor termometer di bawah mulut bayi setelah dibuka.

Tunggu hingga “bip” untuk menandakan jika termomter telah selesai mengukur suhu.

Bagian-bagian Termometer

Bagian-bagian termometer adalah sebagai berikut:

1. Tandon

Bagian-bagian Termometer Tandon

Basis termometer berfungsi sebagai reservoir atau wadah. Komponen ini berfungsi sebagai titik kontak antara termometer dengan benda yang diukur.

Konduksi adalah proses perpindahan panas antara suatu benda dan reservoir. Akibatnya, cairan dalam tabung kapiler menghangat atau mendingin tergantung pada suhu benda, dan suhu tangki berubah seiring dengan suhu benda.

2. Lekukan

Biasanya terdapat di dalam badan termometer kolom air raksa. Bagian ini membantu menghentikan cairan agar tidak jatuh saat mengembang.

Termometer harus dikocok sebelum digunakan agar air raksa kembali ke posisi semula.

3. Zat Cair

Komponen yang paling penting adalah termometer berisi cairan karena berfungsi sebagai komponen untuk menunjukkan suhu benda. Saat panas, air raksa atau cairan akan tampak sangat indah.

4. Skala

Bagian termometer yang berbentuk garis dengan angka disebut skala. Tujuan bagian ini adalah untuk menunjukkan derajat Celcius pada suatu objek.

Suhu benda ditunjukkan dengan angka yang lebih tinggi pada skala.

5. Pipa Kaca

Tabung gelas atau kapiler adalah tabung kecil yang menampung cairan, seperti alkohol atau air raksa. Fungsi pipi adalah sebagai ruang untuk ekspansi cairan.

Cairan naik melalui pipa kapiler saat memuai. Cairan akan berkontraksi dan turun saat suhu mulai menurun.

6. Tabung Gelas

Tubuh termometer, yang terbuat dari kaca, menampung bagian-bagian penting, termasuk keseimbangan dan tabung kapiler.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Termometer Digunakan Untuk Apa?

Termometer digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu dan juga perubahan pada suhu.

Apa Satuan dari Termometer?

Suhu bis diukur ke dalam empat satuan, seperti fahrenheit, celcius, kelvin, dan reamur.

Apa Simbol dari Suhu?

Suhu biasakan menggunakan simbol derajat (°) yang kemudian akan diikuti dengan huruf awal satuan, seperti “°C” untuk derajat Celsius.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi dalam mengenal jenis termometer, lengkap dengan fungsi serta cara untuk menggunakannya.

Dan bisa kita simpulkan jika, termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur temperature atau perubahan suhu.

/* */