Mengenal Penyakit Bronkitis: Jenis, Gejala, Penyebab

Infokekinian.com – Setelah mengenal pneumonia, kali ini kami akan mengajak kamu untuk mengenal penyakit bronkitis yang merupakan salah satu penyakit yang menyerang paru-paru.

Sistem pernapasan adalah komponen penting dari tubuh. Namun, berbagai penyakit, termasuk bronkitis, dapat memengaruhi organ sistem pernapasan.

Apa Itu Bronkitis
Untuk mengengal penyakit bronkitis lebih lanjut, berikut ini kami akan menjelaskannya secara rinci.

Apa Itu Bronkitis?

Bronkitis merupakan peradangan di saluran bronkial, yang merupakan saluran udara yang membawa udara ke paru-paru.

Penyakit ini mengakibatkan batuk yang menghasilkan mukus atau lendir. Selain itu, bronkitis dapat mengakibatkan demam, rasa tertekan di dada, dan sesak nafas.

Bronkitis ini biasa disebabkan oleh bakteri, virus, atau bahkan asap dan juga debu. Penyakit ini pun mempunyai dua tipe, seperti bronkitis kronis dan bronkitis akut.

Jenis-jenis Penyakit Bronkitis

Kondisi ini datang dalam dua tipe, yaitu bronkitis kronis dan bronkitis akut. Keduanya ditentukan oleh berapa lama gejala bertahan. Bronkitis akut biasanya lebih umum terjadi, berikut adalah penjelasannya:

Bronkitis Akut

Bronkitis akut adalah peradangan dan pembengkakan pada saluran udara di paru-paru, yang biasa disebut dengan flu dada.

Ini disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan flu, yang sering menyebabkan bronkitis akut.

Dalam beberapa minggu, penyakit ini biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa dampak jangka panjang. Namun, bahkan setelah sembuh, kamu dapat terus batuk selama beberapa minggu.

Bronkitis Kronis

Menurut American Lung Association (ALA), bronkitis kronis ditandai dengan batuk berdahak yang terjadi hampir setiap hari dalam sebulan, tiga bulan dalam setahun.

Tidak ada penyakit lain yang mendasari yang dapat menyebabkan kondisi tersebut muncul dua tahun berturut-turut.

Kamu juga rentan terkena emfisema jika kamu menderita bronkitis kronis. Seseorang dikatakan menderita penyakit paru obstruktif kronik, atau PPOK, bila kedua kondisi tersebut menimpanya.

Meski gejala penyakit jangka panjang ini masih bisa diatasi, namun akan terus kambuh. Tapi peradangan terus-menerus ini tidak akan hilang atau sembuh sepenuhnya.

Gejala Penyakit Bronkitis

Gejala Penyakit Bronkitis
Istilah “bronkitis” mengacu pada iritasi dan peradangan pada saluran udara atau dinding tabung bronkial. Kelebihan produksi lendir biasanya akibat peradangan.

Silia, yang menyerupai sel seperti rambut di sistem pernapasan, menjaga saluran udara bebas dari lendir saat keadaan normal. Silia dapat menjadi hancur selama peradangan, membuat mereka tidak dapat melakukan fungsinya.

Akibatnya, saluran udara yang dipenuhi lendir berfungsi sebagai lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Iritasi saluran napas jangka panjang dapat menyebabkan gejala khas penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa gejala bronkitis yang khas:

  1. Batuk berdahak yang mungkin mengandung darah
  2. Lelah
  3. Nafas pendek
  4. Nyeri dada
  5. Demam.

Setelah pembengkakan mereda dari bronkitis akut, kamu masih bisa batuk selama beberapa minggu.

Namun, jika kamu menderita bronkitis kronis, kamu dapat melewati tahap di mana gejala kamu memburuk.

Lebih khusus lagi, gejala bronkitis bervariasi tergantung pada jenisnya. Berikut adalah penjelasannya

Bronkitis Akut

Berikut adalah gejala dari bronkitis akut:

  1. Batuk mereda setelah beberapa minggu
  2. Adanya dahak yang berwarna putih, abu-abu, atau kuning kehijauan
  3. Sesak napas, terutama saat ekspirasi atau mengeluarkan tenaga
  4. Napas pendek.

Bronkitis Kronis

Berikut adalah gejala dari bronkitis kronis:

  1. Produksi mukus yang berlebihan dan berkelanjutan
  2. Lendir bisa berwarna bening, putih, kuning, abu-abu, atau kehijauan.
  3. Kesulitan bernafas yang disebabkan oleh penebalan saluran udara yang disebabkan oleh lendir
  4. Batuk berdahak yang terjadi setiap hari, kondisi ini juga dapat menyebabkan cedera pada paru-paru
  5. Pilek.

Penyebab Penyakit Bronkitis

Penyebab Penyakit Bronkitis
Berikut adalah penyebab bronkitis bedasarkan jenisnya:

Bronkitis Akut

Biasanya, infeksi virus adalah penyebab bronkitis akut. Virus yang menular sering menyerupai virus yang menyebabkan pilek dan flu.

Anak-anak biasanya lebih sering mengalami masalah ini. Bronkitis akut, gangguan yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan anak.

Hal ini biasanya disebabkan oleh virus, tetapi juga dapat disebabkan oleh kuman, alergi, atau iritasi akibat asap rokok, polusi, atau debu.

Virus dapat berpindah ke area bronkial ketika seorang anak menderita pilek, flu, sakit tenggorokan, atau sinusitis kronis.

Lendir yang dibuat oleh virus di daerah bronkial kemudian dapat menyebabkan saluran udara membengkak, meradang, dan tersumbat.

Melalui batuk atau bersin, virus ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.

Virus juga dapat ditularkan ketika seorang anak menyentuh mulut atau hidungnya, atau ketika lendir atau sekresi pernapasan orang yang terinfeksi menempel pada apa pun yang dipegang oleh anak tersebut.

Bronkitis Kronis

Penyebab paling sering dari bronkitis kronis, menurut National Institutes of Health (NIH), adalah perokok pasif.

Menurut Johns Hopkins Medicine, 90 persen dari mereka yang memiliki penyakit ini memiliki riwayat merokok.

Alasan lain selain asap rokok termasuk paparan polusi udara yang berkepanjangan, emisi kimia atau industri, gas beracun, dan debu.

Masalah lain yang mungkin menyebabkan penyakit ini adalah infeksi berulang, yang dapat membahayakan paru-paru dan memperburuk gejala.

Pengobatan Penyakit Bronkitis

Pengobatan Penyakit Bronkitis
Saat mengobati bronkitis, dokter biasanya meresepkan obat yang telah disesuaikan dengan gejala spesifik dan jenis bronkitis kamu.

Salah satu hal krusial yang harus dilakukan adalah mengombinasikan pengobatan dengan perubahan gaya hidup sehat. Berikut adalah pilihan pengobatan bronkitis:

1. Antibiotik

Antibiotik tidak terlalu efektif karena infeksi virus sering menyebabkan bronkitis. Namun, dokter akan meresepkan antibiotik jika infeksi bakteri adalah akar masalahnya.

Penggunaan antibiotik dapat mengurangi terjadinya infeksi sekunder jika kamu merokok atau memiliki kondisi paru-paru kronis.

2. Obat Batuk

Batuk akan membantu membersihkan paru-paru dari kotoran. Sehingga, minumlah obat batuk jika batuk mengganggu tidur dan menurunkan kualitas tidurmu.

Kamu dapat mencari bimbingan dari dokter kamu atau membeli pengobatan batuk yang dijual bebas, sehingga kamu mungkin mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik menggunakan strategi ini.

3. Pengobatan Lain

Kamu harus mendiskusikan pemulihan fungsi paru-paru dengan dokter kamu jika kamu menderita bronkitis akut.

Terapis pernapasan akan membantu kamu meningkatkan latihan pernapasan sebagai bagian dari program yang disebut rehabilitasi paru.

Bronkodilator atau glukokortikoid mungkin disarankan oleh dokter kamu jika kamu menderita alergi, asma, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) untuk mengurangi peradangan dan memperlebar saluran udara yang tersumbat.

Pengobatan untuk bronkitis kronis berusaha membatasi perkembangan penyakit, mengatasi gejala, dan mencegah komplikasi.

Pengobatan Rumahan

Pengobatan Rumahan
Berikut adalah pengobatan rumahan yang bisa kamu coba lakukan di rumah:

1. Istirahat yang Cukup

Tubuh kamu membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan seluruh sistem ketika mencoba melawan infeksi.

Alasannya, tubuh yang tidak fit akan lebih mudah terserang flu (akibat kurang tidur).

Menurut Amy Rothenberg, seorang dokter dengan American Association of Naturopathic, ini dapat menyebabkan bronkitis.

2. Banyak Minum Air Putih

Pengobatan alami untuk bronkitis akut bisa dengan mengkonsumsi air mineral dalam jumlah banyak.

Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membantu mengencerkan lendir saluran bronkial. Biasanya, individu dengan bronkitis juga mengalami gejala demam.

Minum air dapat membantu tubuh mengisi kembali cairan yang hilang saat sedang mengalami peradangan. Saat kamu batuk atau demam, pastikan untuk jauhi alkohol dan kafein.

3. Makan Buah Nanas dan Minum Teh Jahe

Nanas dan jahe adalah dua herbal yang bermanfaat untuk mengobati bronkitis secara alami. Kedua herbal tersebut memiliki sifat terapeutik yang membantu mengurangi peradangan selaput lendir saluran pernapasan.

Buah Nanas

Kandungan bromelain dapat ditemukan dalam nanas. Nah, penelitian telah menunjukkan bahwa enzim bromelain bermanfaat dalam mengurangi respons peradangan dalam tubuh.

Selain itu yang didapuk untuk mengobati gejala batuk berdahak adalah buah nanas.

Jahe

Jahe memiliki efek menenangkan pada tubuh, seperti yang disadari banyak orang. Jahe bekerja sebagai ekspektoran dan bermanfaat untuk mengurangi peradangan saluran pernapasan (mengeluarkan zat asing dalam tubuh).

Sebagai obat rumahan untuk bronkitis, Amy Rothenberg menyarankan untuk mengonsumsi 2 cangkir rebusan jahe hangat setiap hari.

4. Minum Campuran Madu dan Lemon

Sejak zaman kuno, madu telah digunakan sebagai bahan dalam campuran medis dan benar-benar memiliki kualitas antimikroba.

Ini adalah pengobatan bronkitis alami yang kuat ketika dikombinasikan dengan jus lemon segar, yang akan pembasmi partikel asing di dalam tubuh.

Peringatan: madu dapat menyebabkan gejala botulisme (keracunan), yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot, pada anak usia 1-3 tahun.

5. Menghirup Uap Hangat

Menghirup Uap Hangat
Menghirup uap hangat sangat disarankan bagi mereka yang menderita penyakit ini untuk mengurangi lendir dan mengi. Penguapan ini dapat dilakukan dengan cepat dan terjangkau.

Hanya baskom, air panas, dan handuk besar yang diperlukan. Dengan sering melakukan aktivitas ini, lendir di saluran bronkial bisa berkurang.

6. Berkumur dengan Air Garam

400 orang relawan yang secara sukarela berkumur dengan air putih yang telah dilarutkan dengan antiseptik berpartisipasi dalam sebuah penelitian di Jepang.

Hasilnya, dibandingkan dengan mereka yang jarang berkumur, 36% orang yang berkumur tiga kali sehari memiliki gejala infeksi saluran pernapasan yang lebih ringan.

Untuk mengurangi gejala infeksi, penderita infeksi saluran bronkial disarankan untuk berkumur dengan air garam secara berkala.

7. Makan Sup Ayam Hangat

Peneliti University of Nebraska melaporkan temuan percobaan sup ayam mereka di jurnal Chest edisi Oktober 2000.

Mereka mendemonstrasikan bagaimana sifat anti-inflamasi sup ayam membantu tubuh melawan infeksi di saluran pernapasan.

Sup ayam setidaknya dapat mengurangi peradangan saluran bronkial meskipun tidak dapat menyembuhkan kondisi tersebut.

Perubahan Gaya Hidup Untuk Mengatasi Bronkitis

Kamu dapat mengatasi bronkitis kronis dengan melakukan penyesuaian pada gaya hidup kamu dan menggunakan pengobatan alami, sebagai berikut:

  1. Hindari merokok. Ketika udara terkontaminasi atau kamu terkena iritasi seperti cat atau pembersih rumah yang kuat, kamu harus memakai masker
  2. Saat berada di luar ruangan, pertimbangkan untuk mengguanakan masker wajah
  3. Lakukan kegiatan olahraga khusus untuk penderita bronkitis. Meskipun sulit, tapi ada bentuk latihan lain yang bisa kamu lakukan.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Apa Pantangan Penyakit Bronkitis?

Secara umumn, pasien dengan penyakit bronkitis harus menghindari makanan dengan pemanis buatan yang tinggi, makanan yang berminyak, makanan pedas, dan makanan yang dapat memicu munculnya gejala atau peradangan.

Bronkitis Menular Apa Tidak?

Secara umum penyakit ini akan menimbulkan gejala batuk yang tak kunjung sembuh, tetapi penyakit ini umumnya tidak akan menular asalkan tidak di sebabkan dengan infeksi bakteri atau virus.

Apa Perbedaan antara Bronkitis dengan TBC?

Bronkitis merupakan gangguan atau penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang di sebabkan oleh virus. Sedangkan TBC, adalah gangguan pada saluran pernafasan yang penyebabnya adalah bakteri.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi dalam mengenal penyakit bronkitis lebih jauh, mulai dari jenisnya yang terbagi menjadi dua, gejala, serata penyebab dan juga mencegah dengan mengubah pola hidup lebih sehat.

Dan perlu diingat, ketika kamu merasakan gejala seperti yang telah dijelaskan di atas.

Kami anjurkan kamu untuk langsung bekonsultasi kepada dokter agar kamu dapat mengetahui apakah itu memang benar gejala bronkitis atau bukan.

Sehingga kamu akan mendapatkan tindakan yang tepat dan terpenting, jangan sampai self diagnosis! Karena itu akan berakibat fatal.

/* */