Mengenal Tekanan Darah Tinggi, Ini Penyebab Dan Gejala Umum

InfoKekinian.com – Hampir dari kita semua pasti sudah mengenal tekanan darah tinggi atau hipertensi, dimana pada kondisi ini akan menimbulkan komplikasi yang parah bahkan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga kematian.

Kekuatan yang diberikan oleh darah terhadap dinding arteri darah adalah tekanan darah. Tekanan ditentukan oleh curah jantung dan resistensi arteri darah.

Apa itu Hipertens
Untuk mengenal tekanan darah tinggi lebih lanjut, simak artikel ini hingga selesai!

Apa itu Hipertensi?

Tekanan darah tinggi, sering dikenal sebagai hipertensi, adalah suatu kondisi di mana kekuatan aliran darah terhadap dinding arteri cukup tinggi.

Hampir sepertiga pasien dengan penyakit ini tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya.

Jika kamu belum memeriksa tekanan darah kamu dan tidak mengetahuinya, mintalah dokter kamu untuk melakukannya.

Tekanan darah setiap orang dewasa harus diukur setidaknya sekali setiap lima tahun.

Tekanan darah ini dapat berfluktuasi sepanjang waktu, tergantung pada aktivitas jantung dan resistensi arteri darah.

Tekanan Darah Normal

Tekanan darah normal adalah sekitar 120/80 mmHg. Ketika nilai sistolik dan diastolik kamu berada dalam kisaran ini, maka tekanan darah kamu dianggap normal.

Seseorang didiagnosis menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi jika pembacaan tekanan darahnya adalah 140/90 mmHg.

Tekanan darah yang sangat tinggi akan menghambat sirkulasi darah. Namun, memiliki tekanan darah normal tidak berarti kamu bisa bersantai.

Jika tekanan darah sistolik kamu antara 120-139, atau jika tekanan darah diastolik kamu antara 80-89, kamu mengalami “prehipertensi.”

Meskipun angka ini belum dianggap sebagai hipertensi, tetapi kamu harus tetap mewaspadai nya karena ini masih diatas angka normal

Jika pembacaan tekanan darah kamu lebih besar dari 180/120 mmHg, atau jika tekanan sistolik atau diastolik kamu lebih besar dari angka ini, kamu berisiko mengalami masalah kesehatan yang sangat signifikan.

Angka ini menandakan situasi yang dikenal sebagai krisis hipertensi. Jika tekanan darah kamu mencapai tingkat ini, dokter kamu akan sering mengukurnya kembali beberapa menit kemudian.

Jika tetap sama, kamu akan segera diberikan obat darurat tekanan darah tinggi.

Penyebab Hipertensi

Penyebab Tekanan Darah Tinggi
Ada banyak penyebab hipertensi, yang sering tidak disadari atau bahkan diabaikan. Namun demikian, penyebab umum hipertensi adalah ketidakstabilan dinding arteri.

Berikut beberapa penyebab tekanan darah tinggi:

1. Kebiasaan Merokok Sejak Usia Muda

Bagi kamu yang merokok, maka harus berhati-hati, karena hipertensi lebih mungkin terjadi pada perokok daripada bukan perokok.

Karena asap yang dihirup berpotensi mencemari darah. Pada kenyataannya, darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Nikotin dalam rokok memiliki dampak signifikan pada pembuluh darah, sehingga menciptakan perubahan.

Darah yang mengandung nikotin dapat mengganggu kinerja jantung selama pemompaan darah sehingga menyebabkan jantung bekerja lebih keras.

2. Keturunan atau Genetika

Riwayat hipertensi dalam keluarga juga menjadi salah satu faktornya. Tidak disangka, anak-anak dengan riwayat keluarga hipertensi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terkena hipertensi.

Namun, faktor-faktor risiko ini dapat dikelola untuk mencegah terjadinya.

3. Kegemukan atau Obesitas

Perhatikan pola makan kamu, karena kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu penyebab hipertensi. Sistem renin-angiotensin aldosteron rentan terhadap efek obesitas.

Jaringan ini mengatur volume darah di dalam tubuh. Sistem ini akan terganggu jika seseorang kelebihan berat badan.

Sehingga aliran darah menjadi semakin tidak terkendali. Oleh karena itu, kemungkinan hipertensi sangat tinggi.

4. Konsumsi Garam Berlebihan

Mengkonsumsi garam dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan endapan pembuluh darah.

Akibatnya, dinding pembuluh darah menjadi lebih tebal, yang mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

5. Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Beralkohol yang Berlebihan

Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Beralkohol yang Berlebihan
Mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung.

Jika peminum terus mengonsumsi hingga dua atau tiga gelas alkohol sekaligus, efeknya akan menyebabkan peningkatan detak jantung dan ini dapat menyebabkan hipertensi.

6. Usia Bertambah dan Kurang Olahraga

Seiring bertambahnya usia, fungsi organ pasti menurun. Akibatnya, fungsi organ membutuhkan bantuan dari olahraga.

Kelompok dengan prevalensi hipertensi tertinggi adalah individu berusia 60 tahun ke atas.

Ini terjadi karena, seiring bertambahnya usia, organ-organ tubuh, terutama arteri darah dan jantung, sering kehilangan fungsinya.

Apalagi jika dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat selama masa remaja. Akibatnya, kemungkinan hipertensi meningkat.

7. Tingkat Stres yang Tinggi

Ada banyak alasan yang dapat menyebabkan stres pada seseorang. Mulai dari tantangan hidup, pekerjaan, dan banyak lainnya.

Saat mengalami stres, jantung memompa darah lebih cepat, dan gejala yang umum adalah pusing di bagian belakang kepala.

Gejala Umum Hipertensi

Berikut adalah beberapa gejala umum dari hipertensi:

  1. Penglihatan kabur
  2. Jantung berdetak
  3. Sulit untuk berkonsentrasi
  4. Sering buang air kecil
  5. Mudah lelah
  6. Sakit kepala atau vertigo hampir setiap hari
  7. Sangat mudah tersinggung atau sensitif.

Cara Pencegahan dan Penanganan Serangan Hipertensi

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah atau penanganan serangan hipertensi:

1. Membatasi Konsumsi Garam dan Perbanyak Makan Sayur

Diketahui bahwa garam memiliki kemampuan untuk mengikat air. Oleh karena itu, garam sering digunakan untuk mengawetkan ikan, sayuran, dan produk makanan lainnya.

Untuk menghindari gangguan pada sistem organ, konsumsi garam harus dibatasi. Biasanya, konsumsi garam harian hanya 1 sendok teh.

Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi garam secukupnya dan perbanyak konsumsi sayur agar hidup menjadi lebih sehat dan terhindar dari gangguan sistem jaringan, seperti hipertensi yang dapat menyebabkan stroke.

2. Rutin Olahraga Seperti Jalan Cepat

Rutin Olahraga Seperti Jalan Cepat
Jogging adalah kegiatan yang terjangkau dan mudah untuk dilakukan. Bahkan di sekitar rumah, seseorang dapat melakukan jalan cepat.

Artinya, jogging bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun dengan nyaman. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berlari demi kesehatan.

Jika kamu tidak menyukai jogging, jalan kaki secara teratur adalah alternatif yang sama sehatnya. Namun, jalan cepat dapat menurunkan tekanan darah hingga 8/mmHg.

Selain itu, memperlancar masuknya oksigen ke jantung dan menstabilkan jantung. Joging setidaknya sekali setiap minggu untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.

3. Banyak Konsumsi Kentang dan Buah Pisang

Kentang dan pisang dianggap sebagai makanan kaya kalium yang dapat membantu mengatur tekanan darah. Akibatnya, kentang seharusnya mengurangi tekanan darah.

Untuk menjaga tekanan darah stabil, diperlukan asupan kalium harian minimal 2.000-4.000mg.

4. Makanlah Cokelat

Bahan-bahan cokelat diketahui memiliki efek menenangkan. Agar pikiran terasa lebih ringan, lebih baik mengonsumsi cokelat, terutama cokelat hitam dengan kandungan kakao yang lebih tinggi.

Ini adalah salah satu pendekatan untuk memanjakan diri sendiri dan menikmati waktu yang lebih santai, sehingga menenangkan pikiran.

5. Konsumsi Suplemen

Jika hipertensi kamu sudah stabil dan tidak parah, sebaiknya konsumsi suplemen yang diformulasikan untuk penderita tekanan darah tinggi.

Koenzim Q10m adalah suplemen yang paling sering disarankan untuk pasien hipertensi, karena diyakini memiliki pengaruh terbesar dalam menurunkan tekanan darah hingga 17 mm Hg.

Suplemen ini mengandung antioksidan yang diperlukan untuk sintesis energi, yang melebarkan pembuluh darah secara umum. Namun, dokter harus berkonsultasi sebelum mengambil suplemen ini.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Tensi Darah yang Normal itu Berapa?

Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg.

Hipertensi dan Darah Tinggi apa Bedanya?

Jawabannya adalah tidak ada bedanya, karena hipertensi merupakan nama lain dari tekanan darah tinggi.

Bagaimana Posisi Tidur Saat Darah Tinggi?

Melansir CNN, ahli spesialis tidur dari Martha Jefferson Hospital Sleep Medicine Center AS, W. Christopher Winter, menyebut posisi tidur ke kiri miring baik untuk penderita darah tinggi.

Posisi tidur miring ke kiri bisa mengurangi tekanan pada pembuluh darah dengan membantu mengembalikan darah ke jantung.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi dalam mengenal tekanan darah tinggi, lengkap dengan penyebab hingga cara mencegah dan penangannya.

Dan bisa kita simpulkan jika, hipertensi merupakan peningkatan pada tekanan darah sistiolik yang lebih dari 140mmHg dan diastolik yang lebih dari 90 mmHg.

/* */