Pengertian Entrepreneur dan Entrepreneurship Bagi Perekonomian Nasional

Salah satu hal yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa adalah perekonomiannya. Ada banyak faktor penggerak ekonomi itu sendiri, dan salah satunya lebih akrab disebut dengan entrepreneurship.

Pengertian entrepreneurship atau wirausaha adalah sebuah proses untuk mengidentifikasi, mengembangkan, serta membawa sebuah visi ke dalam kehidupan. Dimana visi tersebut berupa peluang, ide inovatif, dan cara yang baik ketika menjalankan sesuatu. Adapun hasil akhir proses tersebut merupakan penciptaan suatu usaha baru yang diwujudkan pada kondisi ketidakpastian atau bahkan risiko.

Sedangkan pengertian entrepreneur adalah orang atau pelaku yang pandai atau berbakat melakukan sebuah aktivitas wirausaha mulai dari cara produksi baru, mengenali produk baru, menyusun manajemen operasi, mengatur permodalan, hingga bagaimana cara memasarkannya.

 

Sejarah Singkat Entrepreneurship

Entrepreneurship atau wirausaha sebenarnya sudah ada sejak tahun 1755 lalu dan diperkenalkan oleh Richard Castilon. Bahkan di luar negeri sendiri istilah entrepreneurship sudah dikenal sejak abad ke 16 silam. Namun di Indonesia, istilah tersebut baru saja dikenal pada akhir abad ke-20. Sedangkan entrepreneur adalah istilah yang digunakan untuk pelaku wirausaha tersebut.

Adapun untuk pendidikan entrepreneurship baru mulai dirintis pada tahun 1950-an pada beberapa negara seperti Amerika, Eropa, dan Kanada. Bahkan pada beberapa universitas juga mengajarkan entrepreneurship sejak tahun 1970-an.

Sedangkan di Indonesia ilmu entrepreneurship baru dipelajari secara terbatas pada sebagian sekolah atau perguruan tinggi. Namun seiring berjalannya perkembangan zaman, di Indonesia juga banyak diajarkan pendidikan kewirausahaan melalui pendidikan formal dan pendidikan non-formal.

Tahapan Memulai Entrepreneurship

Pengertian entrepreneurship atau wirausaha juga memiliki beberapa tahapan untuk memulai wirausaha. Secara umum, berikut beberapa tahapan untuk entrepreneurship:

A. Tahap Memulai

Tahap awal dalam melakukan entrepreneurship yaitu niat bersungguh-sungguh dan mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Berbagai persiapan mulai dari melihat peluang usaha, melakukan akuisisi, tahap franchising dan memilih jenis usaha yang mampu dan memiliki prospek yang bagus.

B. Tahapan Melakukan Usaha

Selanjutnya dalam menjalankan usaha tersebut, seorang entrepreneur juga harus mampu mengelola usaha dari berbagai aspek, seperti SDM, pembiayaan, organisasi, kepemilikan, dan kepemimpinan, serta segala hal yang mencakup pengambilan keputusan, risiko, pemasaran, serta evaluasi.

C. Tahap Mempertahankan Usaha

Tahapan selanjutnya pada wirausaha bagi entrepreneur adalah bagaimana cara mempertahankan usaha tersebut dengan melakukan analisa untuk mencapai perkembangan wirausaha tersebut.

Sikap Menjadi Entrepreneur

Ada beberapa sikap yang wajib dimiliki oleh pelaku wirausaha. Beberapa sikap untuk menjadi entrepreneur adalah sebagai berikut:

  1. Komitmen Tinggi
  2. Disiplin
  3. Jujur
  4. Mandiri
  5. Kreatif dan Inovatif
  6. Realistis

Peran Entrepreneurship Bagi Perekonomian Nasional

Pengertian entrepreneurship yang memiliki banyak keuntungan tersebut selain tidak hanya memberi dampak positif bagi pelaku wirausahanya saja, tapi juga untuk beberapa pihak, seperti perekonomian nasional. Berikut beberapa peran atau dampak positif entrepreneurship bagi perekonomian nasional:

  • Menciptakan lapangan pekerjaan baru
  • Menurunkan angka pengangguran
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat yang bersangkutan
  • Menyeimbangkan kombinasi beberapa faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, keahlian, dan lain-lain
  • Membantu meningkatkan produktifitas nasional

Faktor Kegagalan Entrepreneursip

Sebagaimana sebuah usaha, entrepreneurship juga tidak selamanya berjalan lancar karena disebabkan oleh beberapa hal. Berikut beberapa faktor kegagalan dalam entrepreneurship:

  1. Kurangnya Sikap kompeten dalam Mengelola
  2. Lokasi Usaha yang Kurang Mendukung
  3. Sikap Kurang Bersungguh-sungguh atau setengah-setengah
  4. Kurang Pengawasan Peralatan
  5. Kurangnya Kemampuan dan Keahlian
  6. Kurang berpengalaman dalam bidang atau jenis wirausaha yang digeluti
  7. Perencanaan yang masih belum matang
  8. Kurang pandai dalam memanagement keuangan

Seorang entrepreneur harus memiliki ilmu entrepreneurship yang tinggi agar mampu diterapkan dalam wirausaha yang digeluti. Karena antara keduanya, pengertian entrepreneur dan pengertian entrepreneurship saling berkaitan, dimana entrepreneurship merupakan jenis aktivitasnya, sedangkan entrepreneur adalah pelaku aktivitas tersebut.

Tinggalkan komentar