Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Infokekinian.com – Berikut adalah informasi mengenai pengertian sistem ekonomi tradisional yang perlu kamu ketahui, yuk simak artikel ini hingga selesai!

Setiap negara pastinya akan menjalankan roda perekonomian dengan menggunakan sistem ekonomi yang ada, dan belum tentu sama dengan negara lain.

Hal ini dikarenakan faktor masyarakat, budaya, politik, keadaan alam, ideologi, dan berbagai macam faktor lainnya yang tidak bisa membuat semua negara menganut sistem ekonomi yang sama.

Pengertian Sistem Ekonomi
Pada bidang ekonomi, terdapat istilah sistem ekonomi tradisional dan modern. Untuk sebagian orang awam, dua hal ini tentunya akan sulit untuk di pahami.

Sehingga untuk kamu yag ingin menjalankan sebuah bisnis, maka penting untuk memahami beberapa istilah ekonomi yang berhubungan erat dan mempengaruhi satu sama lain.

Pengertian Sistem Ekonomi

Menurut uraian Ismawanto tentang sistem ekonomi dalam bukunya Ilmu Ekonomi yang ditujukan kepada siswa SMA dan MA kelas X, sistem ekonomi adalah suatu mekanisme untuk mengatur atau mengatur segala kegiatan ekonomi, baik yang berkaitan dengan pemerintah, masyarakat, maupun ekonomi swasta.

Kegiatan atau kegiatan yang dibahas di sini adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dan mencakup hal-hal seperti produksi, distribusi, dan konsumsi.

Dengan kata lain, sistem ekonomi berperan dalam mendorong kegiatan produksi dan sarana yang digunakan suatu negara untuk mengatur kegiatan individu.

Yang selanjutnya memungkinkan berkembangnya mekanisme yang dapat mendukung kegiatan pendistribusian barang dan jasa secara benar.

Apa Itu Sistem Ekonomi Tradisional?

Apa Itu Sistem Ekonomi Tradisional
Secara umum, sistem ekonomi tradisional adalah sistem yang mengandalkan sumber daya alam untuk mendukung operasi atau kegiatannya dalam sistem untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Orang-orang yang menggunakan sistem ekonomi tradisional biasanya tidak memiliki sistem pembagian kerja, memperoleh komoditas melalui barter.

Dan tiidak terbiasa menggunakan uang sebagai sistem pembayaran dalam operasi ekonomi, dan melakukan kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri atau kebutuhan orang lain.

Pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional hanya berfungsi sebagai penjaga perdamaian.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Tidak sulit untuk menentukan apakah sistem ekonomi yang diterapkan di suatu tempat adalah sistem ekonomi tradisional.

Hal ini disebabkan oleh karakter sistem ekonomi tradisional yang masih sangat sederhana dan disparitas antara sistem ekonomi modern dengan sistem ekonomi modern yang ada sekarang, yang membuatnya cukup mencolok jika dibandingkan dengan sistem ekonomi modern.

Beberapa ciri sistem ekonomi tradisional antara lain sebagai berikut:

  1. Masih digunakan sampai sekarang untuk transaksi ekonomi adalah barter
  2. Keterlibatan pemerintah dalam semua kegiatan ekonomi masyarakat hanya sebatas berperan sebagai penjaga perdamaian
  3. Generasi mewariskan pengetahuan tentang proses industri, yang masih sangat sederhana
  4. Adat dan budaya masyarakat terus menjadi landasan utama bagi semua usaha ekonomi
  5. Masyarakat dengan sistem ekonomi tradisional menghasilkan berbagai jenis barang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang tersedia
  6. Kegiatan ekonomi dilakukan melalui semua proses secara terpisah. Akibatnya, tidak jelas tugas apa yang harus dilakukan setiap orang
  7. Karena ada hubungan kekeluargaan yang kuat antar komunitas, mereka bekerja sama secara ekonomi
  8. Orang-orang yang mengikuti sistem ekonomi ini tetap tradisional, kaku, dan miskin
  9. Mereka sebagian besar masih mengandalkan industri pertanian.

Sebuah ilustrasi kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi tradisional adalah ketika seorang petani jagung memutuskan bahwa dia membutuhkan daging ayam dan mengirimkan satu kilogram jagung ke pasar, di mana orang biasanya melakukan transaksi ekonomi.

Seorang peternak ayam yang memiliki satu ayam dan membutuhkan jagung bertemu dengan petani jagung di pasar.

Setelah itu, satu kilogram jagung dan satu ekor ayam dipertukarkan antara petani jagung dan petani ayam. Transaksi ini dianggap saling menguntungkan pada saat itu.

Tapi tidak untuk sekarang, karena harga daging ayam lebih tinggi dari harga jagung saat ini, sehingga ini justru menjadi kabar buruk bagi peternak ayam karena merugikan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang populer di masa lalu ketika aspek kehidupan lainnya belum berkembang seperti sekarang.

Di beberapa daerah di Indonesia yang belum terpengaruh oleh kemajuan budaya atau teknologi, sistem ekonomi tradisional ini mungkin masih ada.

Sistem ekonomi tradisional mungkin tampak lugas, tetapi sebenarnya memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut:

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

Berikut adalah kelebihan dari sistem ekonomi tradisional:

  1. Sistem ekonomi tradisional mencegah persaingan untuk maju karena sifatnya yang kekeluargaan dan ketergantungan satu sama lain
  2. Tidak adanya persaingan dalam kegiatan ekonomi berarti tidak ada perselisihan atau konflik yang ditimbulkan oleh persaingan di masyarakat
  3. Tidak ada kewajiban untuk menghasilkan volume tertentu
  4. Perhitungan untung rugi dalam kegiatan ekonomi tidak menghasilkan stres
  5. Riset pemasaran yang lebih sederhana
  6. Ketika menggunakan sistem barter untuk membayar kegiatan ekonomi mereka, membuat orang berperilaku lebih jujur.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional
Berikut adalah kekurangan dari sistem ekonomi tradisional:

  1. Jumlah produksi biasanya sederhana karena tidak ada beban di atasnya
  2. Di luar norma kekayaan dan kesejahteraan, tuntutan masyarakat ditangani
  3. Efektivitas tindakan ekonomi yang dilakukan tidak dapat ditentukan dengan pasti
  4. Dalam sistem ekonomi tradisional, memobilisasi masyarakat melalui kegiatan ekonomi merupakan tantangan
  5. Dalam masyarakat, tidak ada interaksi antar manusia yang bersifat ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi
  6. Nilai barang yang akan dibarter sulit dipastikan
  7. Karena begitu banyak orang yang menjadi produsen, sulit untuk mempertemukan pihak-pihak yang membutuhkan satu sama lain
  8. Wajar jika jumlah dan jenis barang yang diproduksi tidak memenuhi permintaan masyarakat karena hasil produksi bergantung pada bakat yang dimiliki.

Penerapan Sistem

Penerapan Sistem Sistem Ekonomi Tradisional
Keadaan peradaban dan perkembangan teknis saat ini dianggap tidak mencukupi dan tidak efektif untuk menjalankan sistem ekonomi tradisional.

Selain itu, karena masyarakat modern cenderung semakin individualistis, maka saling membantu tidak lagi terasa sebagai kesatuan yang padat.

Selain itu, karena materialisme telah mendarah daging dalam budaya modern, ia lebih fokus pada mencari uang daripada hanya memenuhi kebutuhan.

Sistem ekonomi tradisional masih ada dan digunakan oleh kelompok etnis tertentu di negara yang tinggal di daerah terpencil, yang aksesnya masih sulit dan fasilitas dan infrastrukturnya masih sedikit.

Hal ini berlaku bahkan di tengah zaman modern dan peradaban masyarakat yang semakin canggih.

Di Indonesia, masyarakat pedesaan seperti Nduga Papua dan Suku Badui masih menggunakan sistem ekonomi tradisional.

Sebaliknya, daerah pedesaan di Afrika Tengah, Etiopia, dan Malawi terus menggunakan sistem ekonomi tradisional ini.

Sangat paradoks bahwa masih ada daerah yang belum terpengaruh modernitas meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat terjadi di hampir semua negara.

Sistem ekonomi tradisional sudah tidak berlaku lagi di dunia teknologi yang semakin maju saat ini, sementara belum sepenuhnya punah.

Mesin berkapasitas besar sudah digunakan dalam teknik dan prosedur produksi untuk memungkinkan produksi komoditas dalam jumlah besar.

Bangsa yang bercita-cita untuk tumbuh secara ekonomi dan berdaya saing tidak dapat lagi menerapkan sistem ekonomi tradisional.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan dalam penjelasan pengertian sistem ekonomi tradisional:

Apakah Indonesia Menganut Sistem Ekonomi Tradisional?

Jawabannya adalah tidak. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem ekonomi Pancasila, yang mana sistem ekonomi ini merupakan pengembahangan dari sistem ekonomi campuran yang berlandasan dengan UUD 1945 dan Pancasila.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi penjelasan mengenai pengertian sistem ekonomi tradisional, yang mana sistem ini merupakan sistem perekonomian yang terjadi pada masa lalu hingga sekarang di beberapa tempat.

Dari artikel ini dapt kita simpulkan jika, penggunaan sistem ekonomi tradisional ini sudah tidak begitu relean bahkan cukup sulit untuk diterapkan kembali pada masa ini.

Tetapi, kamu masih bisa mengambil beberapa poin penting seperti kelebihan yang dimiliki sistem perekonomian tradisional ini.

Yang kemudian bisa kamu terapkan pada bisnis atau sebuah kerjasama yang cocok untuk dilakukan.

Demikianlah artikel kali ini dan jangan lupa untuk terus kunjungi website InfoKekinian, karena kami masih memiliki banyak informasi dan rekomendasi lainnya. See you next article, Sobat Keknian, bye!

/* */