Prinsip Etika Dalam Berbisnis, Pengertian dan Tujuannya

Infokekinian.com – Pada dunia bisnis, prinsip etika dalam berbisnis merupakan elemen yang penting untuk diperhatikan. Dan elemen ini pun mencakup berbagai aspek, baik individu, masyarakat, maupun perusahaan.

Etika dalam berbisnis juga dapat kita artikan sebagai sebuah pengetahuan tentang norma dalam mengelola bisnis serta moralitas yang berlaku secara universal, sosial, maupun ekonomi.

Hal inilah yang dapat dijadikan sebagai standar atau pedoman dalam bekerja untuk semua karyawan yang ada di dalam perusahaan.

Apa Itu Etika Bisnis
Selain itu juga, etika yang baik dapat membantu kamu dalam memajukan bisnis kamu dengan lebih mudah.

Sampai disini bisa kamu simpulkan, bahwa prinsip etika dalam berbisnis ini sangat penting, bukan?

Apa Itu Etika Bisnis?

Etika bisnisa merupakan cara berbisnis yang meliputi semua bagian, yang tentunya akan berhubungan dengan masyarakat, perusahaan, dan individu.

Peranan yang dimiliki etika bisnis pada sebuah perusahaan itu untuk membentuk perilaku karyawan dan piminan, agar para karyawan, perusahaan, serta berbagai pihak internal memiliki hubungan yang tetap sehat.

Selain itu, etika bisnis ini dapat dijadikan sebagai standar dan pedoman bagi seluruh karyawan dan manajemennya untuk mengerjakan tugas kesehariannya, yang berlandasan sikap profesional, bermoral baik, dan transparansi yang penuh.

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

Dari penjelasan di atas dapat kita lihat, jika etika bisnis ini memegang peranan yang begitu penting di dalam perusahaan, karena dapat membentuk perilaku anggota di dalamnya.

Tetapi, seirinya waktu berjalan, ada banyak pakar bisnis yang memiliki berbagai macam pendapat mengenai pengertian dari prinsip etika dalam berbinis ini, yang tentunya berbeda.

Berikut adalah beberapa pengertian etika bisnis menurut para ahli:

1. Manuel G. Velasquez

Menurut Velasques, seorang penulis “Business Ethics Concepts And Cases Seventh Edition”. Mengatakan jika etika bisnis merupakan sebuah studi yang terfokus dengan moral yang benar dan salah.

Studi ini pun juga berfokus pada standar nilai moral yang diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

2. Laba Sinuor Yosephus

Yosephus, seorang dosen Ilmu Pengetahuan Filsafat: Etika di Universitas Pelita Harapan, mengatakan jika etika bisnis merupakan etika terapan.

Dan dalam penerapan prinsip moral tersebut, umum pada wilayah yang tindak manusia pada bidang ekonomi, tertama pada industri bisnis.

3. Hill and Jones

Kemudian, Hill dan Jones mengklaim bahwa etika bisnis adalah instruksi tentang apa yang baik dan salah.

Setiap pemimpin perusahaan juga diberi pengarahan tentang etika bisnis ketika mereka harus berpikir untuk membuat pilihan taktis termasuk dilema moral yang sulit.

4. Steade Et Al

Menurut Steade dan rekan-rekannya, etika bisnis adalah prinsip-prinsip moral yang berlaku untuk tujuan dan proses pengambilan keputusan bisnis.

5. Bertens

Selain itu, Bertens berpendapat bahwa etika bisnis mencakup lebih dari sekedar persyaratan hukum yang diatur.

Etika bisnis, menurut Bertens, harus dipegang pada tingkat yang lebih tinggi daripada hukum.

Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kegiatan usaha terkadang masuk ke dalam wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan undang-undang ini yang sebenarnya.

6. Muslich

Kemudian, menurut Muslich, memahami etika bisnis melibatkan mengetahui praktik terbaik untuk mengendalikan dan mengelola bisnis dengan penekanan pada moralitas dan norma yang diakui secara umum.

7. Sumarni

Sulitnya menilai perilaku dan tindakan bisnis yang menyinggung kebenaran atau kejujuran berbisnis, merupakan hal yang berkaitan dengan etika bisnis.

Tujuan Etika Bisnis

Tujuan Etika Bisnis
Bagaikan sayur tanpa garam, jika kamu hanya mengetahui dan memahami pengertian etika bisnis tanpa tahu tujuannya.

Maka dari itu, berikut adalah beberapa tujuan dari etika bisnis:

1. Dapat membantu meningkatkan kesadaran moral, dimana pebisnis bukan hanya sekedar memikirkan sebuah keuntungan dan kegiatan operasional.

Tetapi juga memperhatikan sebuah nilai dan sikap yang tentunya harus dimiliki, sehingga perselisihan pun dapat terhindarkan.

2. Perilaku etika yang harus dimiliki salah satunya adalah embuat batasan untuk para pelaku bisnis.

Karena pembatasan ini yang dapat membuat bisnis akan berjalan dengan sesuai standard serta terhindarnya kecurangan.

3. Meningkatkan sebuah relasi yang baik dengan stake holder, karena dengan cara ini hubungan akan terjaga dan awet secara tidak langsung.

Manfaat Etika Bisnis

Manfaat Etika Bisnis
Berikut adalah beberapa manfaat dari etika bisnis untuk perusahaan:

Memiliki Reputasi yang Baik

Bisnis yang menjunjung tinggi etika bisnis perlu memiliki reputasi positif agar menarik lebih banyak klien. Sehingga bisnis dapat tumbuh dan mencapai tujuannya dengan cara ini.

Menimbulkan Kepercayaan

Bisnis yang jujur ​​akan mendapatkan keuntungan seperti kepercayaan konsumen. Selain loyalitas mereka, mereka juga akan merekomendasikan tentang bisnis ini.

Keuntungan Maksimal

Bisnis yang telah menerapkan etika bisnis akan memenangkan klien dan menghasilkan uang paling banyak. Hal ini terjadi sebagai akibat dari kepercayaan penuh pelanggan.

Menjunjung Nilai Moral

Etika bisnis dan moralitas selalu terjalin, karena moral serta perilaku karyawan juga dipengaruhi oleh prinsip-prinsip moral. Nilai ini sendiri yang akan meningkatkan kualitas bisnis.

Prinsip Etika Bisnis Penting bagi Perusahaan

Prinsip Etika Bisnis Penting bagi Perusahaan
Berikut adalah beberapa pedoman etika bisnis:

1. Prinsip Kejujuran

Prinsip etika dalam berbisnis yang pertama adalah kejujuram, dimana prinsip ini menjadi fondasi penting bagi semua jenis pemilik bisnis, baik yang modern maupun konvensional.

Konsep lugas ini juga menjadi salah satu rahasia kesuksesan bisnis. Dalam konteks ini, kejujuran mencakup kegiatan yang berkualitas tinggi dengan harga yang masih wajar, serta harga komoditas yang diberikan.

Nantinya akan menghasilkan loyalitas pelanggan jika dilakukan dengan jujur.

2. Prinsip Integritas Moral

Prinsip ini adalah tanggung jawab perusahaan untuk menjunjung tinggi reputasinya, baik dari segi citra maupun dalam hal kepercayaan.

Semua pihak dalam situasi ini, termasuk pemilik dan staf, harus menjunjung tinggi standar integritas moral.

3. Prinsip Kesetiaan

Selalu mengacu pada prosedur bisnis, apakah dimulai dari atas atau bawah. Di tempat kerja, loyalitas dan kesungguhan adalah standar dalam bekerja. Namun, jangan lupa untuk memenuhi tujuan dan visi bisnis.

4. Prinsip Otonomi

Terkait memiliki bakat dan disposisi dalam mengambil keputusan dan kegiatan yang tepat. Selain itu, penting untuk berpikir dengan hati-hati.

Undang-undang, persyaratan, keadaan, dan bentuk bisnis jelas terkait dengan ini dan tidak dapat dipisahkan darinya.

Karena juga menyangkut etika bisnis, prinsip otonomi tidak boleh bertentangan dengan prinsip atau standar moral tertentu.

5. Prinsip Keadilan

Mengacu pada semua pihak yang terlibat, yang masing-masing harus memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis.

Juga termasuk dalam kontak internal dan eksternal yang masuk ke dalam prinsip ini.

6. Prinsip Saling Menguntungkan

Semua pihak harus memberikan manfaat, dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Aturan ini akan mempertimbangkan sifat dan tujuan bisnis.

Prinsip Etika Bisnis Umum

Prinsip Etika Bisnis Umum
Berbeda dengan prinsip kritis, ada tiga prinsip umum etika bisnis yang dapat membantu perusahaan menerapkan etika bisnis. Antara lain:

Rasa Percaya yang Mutual

Penggunaan etika bisnis tentunya akan terbantu jika ada rasa saling percaya di antara seluruh karyawan perusahaan.

Hal ini karena mereka harus menjaga semangat saling menghormati dan mematuhi banyak kesepakatan dan norma yang telah ditentukan.

Bertanggung jawab

Prinsip umum yang mendasar dari etika bisnis adalah tanggung jawab. Komitmen dan tujuan bisnis untuk membangun lingkungan yang menguntungkan bagi semua anggota organisasi, dari pemegang saham hingga karyawan, itulah yang dimaksud dengan tanggung jawab.

Menghargai Sumber Daya Alam

Salah satu aturan umum etika bisnis adalah menghormati lingkungan tempat kamu tinggal. Untuk menghindari dampak yang merugikan terhadap lingkungan secara umum.

Pelaku usaha harus dapat menyelamatkan, memanfaatkan, dan mengelola sumber daya alam seefektif mungkin.

Pelanggaran Etika Bisnis

Ada beberapa variabel yang termasuk dalam pelanggaran etika bisnis, seperti mengutamakan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan perusahaan, yang merupakan bentuk racun dalam bisnis yang dapat merusak.

Sebaliknya, pengusaha dalam hal ini hanya menganggap dirinya sendiri, memuaskan keinginannya tanpa mempertimbangkan banyak pihak.

Orang dipaksa untuk membuat keuntungan yang diinginkan baik oleh persaingan dan lingkungan bisnis. Dalam situasi ini, banyak bisnis memotong biaya produksi hingga persediaan tidak lagi praktis.

Faktor kontribusi terakhir adalah ketegangan antara nilai individu dan nilai perusahaan. Ada teknik baru yang tidak tepat, misalnya. Ada juga pelanggaran lain, seperti pemilik bisnis tidak menggunakan bahan terbaik.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan etika berbisnis:

Apakah Prinsip Etika Bisnis dalam Islam?

Dalam ilmu ekonomi Islam yang harus diterapkan dalam berbisnis syari’ah yaitu:

  1. Tauhid (unity/kesatuan)
  2. Keseimbangan atau keadilan (equilibrium)
  3. Kehendak bebas (free will)
  4. Tanggung jawab (responsibility)
  5. Kebenaran.

Apa Saja Pendekatan Etika Bisnis?

Dalam etika bisnis, terdapat 3 pendekatan dalam menerapkannya, antara lain:

  1. Utilitarian approach
  2. Individual rights approach
  3. Justice approach.

Apakah Bisnis Bisa Sukses Tanpa Etika?

Selayaknya kita yang hidup dilingkungan masyarakat, kita perlu memahami bagaimana etika yang baik dan benar dalam berbisnis.

Karena, jika tidak mengikuti etika berbisnis. Kamu akan kesulitan untuk mengembangkan suatu usaha dan juga dapar kehilangan peluang untuk mendapatkan kesuksesan.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai prinsip etika dalam berbisnis yang bisa kamu pelajari dan terapkan dilingkungan kerja, baik sebagai karyawan maupun pemiliknya.

Demikianlah artikel mengenai prinsip etika dalam berbisnis dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */