8 Tips Menulis Karangan Fiksi Lengkap Untuk Pemula, Ketahui Dasar-Dasar Menulis Fiksi

InfoKekinian.com – Setelah mengetahui jenis-jenis karangan, kini saatnya kamu mengetahui informasi mengenai tips menulis karangan fiksi serta beberapa genre fiksi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi kamu dalam membuat cerita.

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda ketika memulai menulis cerita untuk pertama kali.

Beberapa orang ingin membagikan ide atau pikirannya pada pembaca, sementara yang lain ingin mendapatkan penghasilan dari menulis.

Mengenal Genre dalam Fiksi
Aga7ta Via Canva

Namun, terkadang ada juga orang yang memutuskan untuk berhenti menulis sebelum tujuannya tercapai.

Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti writer’s block atau kurangnya motivasi.

Jika kamu baru berniat untuk mulai menulis karya fiksi, seperti cerpen, cerbung, atau novel, kamu dapat mencoba beberapa tips berikut untuk membantumu dalam proses menulis.

Namun, sebelum lanjut lebih jauh, alangkah lebih baik lagi jika kamu mengenal beberapa genre dan cara membuatnya.

Mengenal Genre dalam Fiksi

Untuk menjadi seorang penulis fiksi, baik sebagai penulis cerpen, cerbung atau novel, kita harus terlebih dahulu mengetahui banyak hal tentang fiksi itu sendiri.

Tanpa pengetahuan yang cukup, kita akan ‘tersesat’. Itulah mengapa tulisan fiksi kita susah menembus media atau penerbit.

Salah satu yang perlu kita tahu adalah genre dalam fiksi, antara lain sebagai berikut:

1. Romance

Genre romance sering diartikan sebagai bacaan yang menitikberatkan pada masalah percintaan. Namun, pengertian ini tidak sepenuhnya tepat.

Sebenarnya, genre romance lebih menitikberatkan pada perjalanan sang tokoh dalam sebuah cerita untuk mencapai kebahagiaannya, bukan hanya permasalahan cinta saja.

Perjalanan tersebut bisa berbalut dengan kisah persahabatan, pencapaian cita-cita, dan lain sebagainya. Contohnya, Tetralogi Musim karya Ilana Tan yang terdiri dari empat buku.

2. Komedi

Fiksi dengan genre komedi menitikberatkan pada unsur lelucon, bertema ringan, dan membuat pembaca tertawa. Namun, komedi yang baik bukan hanya terdiri dari kekonyolan yang tidak masuk akal.

Komedi bermutu dapat menunjukkan sisi “lucu” tanpa terlihat bodoh atau konyol. Contohnya, buku-buku komedi milik Raditya Dika atau Lupus karya Hilman.

3. Sci-fi

Sci-fi adalah singkatan dari Science Fiction, genre yang menitikberatkan pada penggunaan sains dan teknologi dalam dunia fiksi.

Dalam cerita-cerita sci-fi, pembaca akan diajak menjelajahi dunia yang mungkin belum pernah terbayangkan sebelumnya, dengan menggunakan teknologi atau penemuan-penemuan sains yang unik.

Sayangnya, penulis dalam negeri masih kurang yang benar-benar bisa menciptakan karya fiksi sci-fi. Ini menjadi kesempatan bagi para penulis dalam negeri untuk mencoba genre ini.

4. Fantasi

Baru-baru ini mulai muncul karya-karya fiksi yang merupakan murni hasil imajinasi, dimana waktu dan tempat dalam cerita berbeda dari kenyataan yang ada di dunia nyata.

Contohnya, Harry Potter karya JK. Rowling merupakan karya fantasi yang fenomenal.

5. Horor

Genre horor menitikberatkan pada kengerian, baik itu tentang hal-hal gaib, hantu, atau adegan-adegan lain yang mengandung unsur ketegangan tingkat tinggi.

Pembunuhan mengerikan yang dapat membuat jantung pembaca berdebar juga dapat masuk dalam kategori ini.

Oleh karena itu, horor tidak selalu berupa cerita hantu saja, namun dengan kreativitas yang dimiliki, kita dapat menggabungkannya dengan pembunuhan, psikologi, atau adegan-adegan lain yang mengandung unsur ketegangan tinggi.

Contohnya, karya horor berkualitas seperti karya Stephen King.

6. Misteri

Genre misteri mengarah pada cerita-cerita detektif tentang penyelidikan dari berbagai hal yang menimbulkan kebingungan dan belum diketahui jawabannya.

Penulis harus mampu menciptakan plot yang mengejutkan dan membuat pembaca penasaran hingga misteri terpecahkan di halaman terakhir.

Contohnya, novel-novel karya Agatha Christie atau karya Arthur Conan Doyle seperti Sherlock Holmes.

7. Petualangan

Genre petualangan merupakan kisah yang mengisahkan pengalaman para tokoh dalam melakukan perjalanan yang akan mempengaruhi kehidupan secara keseluruhan.

Contohnya, Lima Sekawan karya Enid Blyton merupakan karya yang termasuk dalam genre petualangan.

Kategori Pembaca Karya Fiksi

Kategori Pembaca Karya Fiksi
Dalam menulis karya fiksi, penting untuk mengetahui siapa target pembaca yang ingin dituju. Hal ini penting untuk menentukan jenis cerita yang akan ditulis dan cara menyampaikan pesan.

Misalnya, jika menulis novel yang mengisahkan percintaan remaja, maka target pembacanya adalah remaja atau anak kuliahan.

Sebaliknya, jika menulis novel bertema rumah tangga, maka lebih disukai oleh ibu rumah tangga atau pembaca novel usia dewasa. Kategori pembaca fiksi dapat dibagi menjadi beberapa golongan seperti:

  1. Anak-anak
  2. Pra remaja
  3. Remaja
  4. Dewasa muda
  5. Dan dewasa.

Cara Membuat Cerita Fiksi

Untuk menulis cerita fiksi seperti cerpen atau novel fiksi, berikut adalah beberapa langkahnya

1. Menggali Ide

Ide utama seharusnya hanya terdiri dari satu kalimat yang menggambarkan isi cerita secara keseluruhan.

Contoh, seorang perempuan yang harus menghadapi penolakan dan pergolakan batin dalam perjalanannya menjadi mualaf (Ide cerita dari novel Sujudku yang Tersembunyi karya Garina Adelia)

Untuk mendapatkan ide menulis fiksi, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  1. Menggunakan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain sebagai inspirasi
  2. Mencari inspirasi dari hasil membaca buku, menonton film, atau mendengarkan lagu
  3. Menadaptasi dan mengembangkan cerita dongeng, fabel, hikayat, dll
  4. Menggunakan kejadian yang terjadi di sekitar sebagai inspirasi
  5. Mendapatkan ide melalui perenungan mendalam, tafakur, meditasi, dll.

2. Karakter Unforgettable

Karakter yang tidak dapat dilupakan oleh pembaca adalah karakter yang memiliki kualitas yang menonjol dan dapat meninggalkan kesan yang kuat pada pembaca.

Karakter seperti ini seringkali diperlihatkan dengan sifat yang manusiawi dan nyata, sehingga pembaca dapat merasakan empati dengan karakter tersebut.

Untuk membuat karakter yang tidak terlupakan oleh pembaca, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  1. Membuat biodata karakter secara lengkap, termasuk nama, tanggal lahir, zodiak, golongan darah, bentuk wajah, bentuk tubuh, warna kesukaan, dll
  2. Menentukan motivasi dan cita-cita dari masing-masing karakter
  3. Menggambarkan karakter dengan cara yang semanusiawi mungkin melalui deskripsi atau peta karakter.

Karakter yang dibuat seperti ini akan terlihat sangat nyata dan dapat meninggalkan kesan yang kuat pada pembaca.

3. Setting

Setting atau latar belakang cerita merupakan faktor yang penting dalam menyusun sebuah cerita.

Setting menentukan tempat di mana cerita terjadi dan dapat memberikan kesan tersendiri pada pembaca.

Setting dapat diambil dari lingkungan sekitar, tempat-tempat yang pernah dikunjungi, atau bahkan tempat yang ingin dikunjungi.

Referensi mengenai setting dapat diperoleh melalui internet, buku, atau pengalaman pribadi.

Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa setting harus benar-benar menyatu dengan setiap adegan, dialog, narasi, konflik, dan karakter dalam cerita dan tidak hanya sebagai tempelan.

4. Plot

Plot adalah alur cerita yang menentukan urutan kejadian atau adegan yang dialami oleh para tokoh dalam sebuah karya fiksi.

Plot biasanya terdiri dari awal, perkembangan konflik, dan penyelesaian dari semua masalah yang dihadapi oleh tokoh utama.

Ini adalah faktor penting dalam menyusun cerita yang menarik dan membuat pembaca terlibat dalam cerita.

5. Dialog

Gunakan dialog dengan bijak dan efektif dalam menyusun cerita. Dialog dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, menunjukkan perasaan dan sifat karakter, serta meningkatkan kesan dalam cerita.

Hindari penggunaan dialog yang tidak penting atau bertele-tele agar tidak menimbulkan kejenuhan pada pembaca.

Penggunaan dialog yang tepat dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan menarik.

6. Sinopsis

Sinopsis
Alexander’s Via Canva

Sinopsis adalah ringkasan dari cerita yang menjelaskan awal, pertengahan (konflik), dan akhir cerita.

Salah satu cara untuk membuat sinopsis yang baik adalah dengan mengikuti metode yang digunakan oleh Winna Effendi dalam buku DRAF 1.

Dengan mengikuti metode tersebut, kita dapat membuat sinopsis yang jelas, padat, dan menarik yang dapat menjelaskan secara umum isi cerita dan menarik perhatian pembaca.

Sinopsis adalah ringkasan dari cerita yang ditulis dalam jumlah kata yang terbatas, biasanya tidak lebih dari 2 halaman A4.

Untuk membuat sinopsis yang baik, saran-saran berikut dapat diterapkan:

  1. Paragraf pertama: Jelaskan genre, konsep, dan plot dasar dari naskah yang kamu tulis
  2. Paragraf kedua: Ceritakan secara singkat keseluruhan isi naskah. Jelaskan siapa tokoh utamanya, inti konflik, klimaks, dan penyelesaiannya
  3. Paragraf ketiga: Jelaskan mengapa naskah ini menarik dan memiliki ciri khas, seperti adanya wawasan baru, ide yang orisinal, dll
  4. Paragraf keempat: Tuliskan kelebihan lain dari naskah. Jika ada sekuel atau presekuel, cantumkan juga.

Ingatlah untuk menyampaikan informasi yang esensial saja dalam sinopsis dan menuliskannya dengan jelas dan lugas.

7. Membuat Outline

Outline atau kerangka karangan adalah sebuah alur yang menyusun ide-ide pokok dari cerita yang akan ditulis.

Outline ini menjabarkan tiap paragraf atau bab dari awal hingga akhir, sehingga dapat mempermudah penulis dalam mengembangkan ide-ide pokok tersebut saat menulis naskah.

Outline dapat menjadi panduan yang berguna bagi penulis dalam menyusun alur cerita yang jelas dan logis, sekaligus membantu untuk menghindari kebingungan saat menulis.

Tips Menulis Karangan Fiksi

Berikut adalah beberapa tips dalam menulis karangan fiksi:

1. Niat Yang Kuat, Kesabaran, Dan Sifat Pantang Menyerah.

Banyak orang yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tulisan mereka karena kurang memiliki tiga hal penting, yaitu konsistensi, kesabaran, dan kedisiplinan.

Proses menulis seringkali diwarnai dengan penolakan, baik dari penerbit, editor, atau pembaca.

Namun, jangan pernah menyerah dan anggap penolakan sebagai pelajaran yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas tulisan dan meningkatkan kemampuan menulis.

Konsisten dan tetap berusaha, serta terus berlatih dan belajar, adalah kunci untuk menjadi seorang penulis yang sukses.

2. Banyak Membaca Buku

Banyak Membaca Buku
Maka dari itu, jika kamu ingin menjadi seorang penulis yang handal, alangkah baiknya jika kamu juga menjadi pembaca yang handal.

Selalu update dengan berbagai karya terbaru, baik dari dalam maupun luar negeri, dan pelajari cara menulis yang digunakan oleh para penulis tersebut.

Ini akan membantu kamu dalam mengembangkan gaya menulis yang unik dan meningkatkan kualitas tulisan kamu.

3. Perhatikan Keadaan Dan Orang Disekitarmu

Inspirasi untuk menulis dapat datang dari berbagai sumber, seperti lingkungan sekitar, peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari, atau pengalaman pribadi.

Seorang penulis harus mampu mengamati dan menyimak segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, kemudian mengubahnya menjadi sebuah cerita yang menarik dan bermakna.

4. Buat Kerangka Tulisan atau Catatan

Inspirasi untuk menulis dapat datang dari berbagai sumber, seperti lingkungan sekitar, peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari, atau pengalaman pribadi.

Seorang penulis harus mampu mengamati dan menyimak segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, kemudian mengubahnya menjadi sebuah cerita yang menarik dan bermakna.

5. Jangan Terlalu Khawatir Akan Tulisan Pertama.

Jangan takut untuk mengekspresikan diri dan ide kreatifmu melalui tulisan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki opini yang berbeda-beda dan tidak semua orang akan menyukai tulisanmu.

Yang penting adalah fokus pada proses menulis dan perbaikan kualitas tulisanmu, bukan selalu terpaku pada respon orang lain.

Jangan biarkan ketakutan itu menghalangimu untuk mengejar impian menjadi penulis yang sukses.

6. Tetap Perhatikan Aturan Penulisan

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan penggunaan tatabahasa yang benar, karena ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas suatu tulisan.

Referensikan diri pada Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mengecek penggunaan kata, tatabahasa, dan ejaan yang sesuai standar.

Hal ini akan membuat tulisan Anda terlihat lebih profesional dan mudah dipahami oleh pembaca.

7. Minta Pendapat Orang Lain

Sebagai penulis, penting untuk mendapatkan umpan balik dari orang lain terkait kualitas tulisan yang dibuat.

Umpan balik ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tulisan dan menyesuaikannya dengan selera pembaca.

Dengan mengumpulkan berbagai masukan, kita dapat mengembangkan tulisan kita menjadi lebih baik dan lebih diterima oleh masyarakat.

8. Tutup Artikel Ini dan Mulai Menulis

Itu benar, untuk menjadi seorang penulis yang baik, aksi dan niat untuk segera menulis adalah hal yang paling penting.

Seperti yang dikatakan oleh Pandji Pragiwaksono “Tidak ada karya yang sempurna pada awalnya, pasti ada jeleknya”

Namun dengan proses evaluasi dan perbaikan yang terus dilakukan, karya pertama akan menjadi lebih baik.

Jangan takut untuk memulai dan terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan menulis.

Kesimpulan

Itulah beberapa tips menulis karangan fiksi, lengkap dengan beberapa genre yang bisa dijadikan sebagai karangan fiksi.

Dan perlu diingat, untuk menghasilkan karya fiksi yang baik, penting untuk memperhatikan dasar-dasar menulis fiksi seperti ide, karakter, setting, plot, dialog, dan sinopsis.

Hal ini akan membantu kamu dalam menyusun cerita dan menghindari kesalahan dalam penulisan.

Namun, jangan lupa bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam menulis, aksi adalah kunci dan selalu berusaha untuk meningkatkan keterampilan menulismu.

/* */