Fakta Bahwa Vtube Masuk Dalam Investasi Bodong

Infokekinian.com – Tahukah kamu fakta bahwa Vtube masuk dalam daftar investasi bodong yang ditutup Satgas Waspada Investasi (SWI)?

Namun belakangan ini, Vtube kembali ramai dipromosi di media sosial, salah satunya Facebook. Sebuah grup diberi nama ‘VTUBE Share Info’ punya total 28K followers terpantau masih ramai mempromosikan aplikasi ini.

Fakta - Fakta Aplikasi Vtube

Fakta – Fakta Aplikasi Vtube

Berikut adalah 3 fakta tentang Vtube:

1. Menawarkan Keuntungan Hanya Dengan Menonton Iklan

Vtube adalah aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Teknologi FutureView. Fokus bisnis perusahaan itu sendiri adalah bergerak di bidang periklanan.

Cara kerjanya adalah dengan memberikan bagi hasil kepada member yang menonton iklan di program Vtube.

Atau singkatnya setiap orang yang mendaftar di Vtube dan menonton iklan disana akan mendapatkan poin untuk setiap iklan yang dilihatnya.

Dengan menggunakan kode referensi yang disediakan, kamu dapat memperoleh poin referensi dan poin grup dengan meminta orang lain untuk mendaftar ke Vtube.

Dan menggunakan bisnis Vtube sebagai sumber uang selain menonton iklan. Poin yang terkumpul kemudian dapat diuangkan.

2. Promosi Tanpa Biaya Pendaftaran

Siapapun yang ingin menjadi member baru Vtube tidak perlu membayar biaya pendaftaran atau gratis.

Anggota baru hanya perlu menonton film termasuk iklan setiap hari dan mendapatkan Vtube Poin (VP).

Adapun 1 VP bernilai 1 dolar AS setara Rp 14.000. Poin yang dikumpulkan baru bisa ditukar setelah 40 hari.

Namun, anggota yang terdaftar harus rela melepas sebagian VP yang sudah dikumpulkannya serta ada komisi/pajak untuk pihak Vtube itu sendiri.

VP yang ditahan atau tidak bisa ditransaksikan adalah 10 VP atau 140.000 ribu, sedangkan untuk komisi atau pajaknya diambil dan diatur berbeda-beda tergantung level member.

Selain itu, member juga biasanya akan ditawari untuk membeli aktivasi level misi. Bila mengaktifkan level misi maka akan dapat keuntungan imbal hasil yang cukup besar.

Misalnya, mengaktifkan level bintang 6 dengan 1 paket, dikenai biaya aktivasi 10 VP. Keunggulan level ini, dalam 40 hari member akan dapat imbal hasil sebesar 3.500 VP atau sekitar 49 juta rupiah.

Dengan kata lain, ketika seorang anggota ingin mendapat untung besar, dia harus mau mengaktifkan atau meningkatkan levelnya dengan membayar terlebih dahulu.

Untuk bergabung dengan aplikasi ini, anggota dapat memulai melalui aplikasi Vtube, yang sudah tersedia di Play Store.

3. Sudah Dicap Ilegal

Namun perlu diingat bahwa sejak Juni 2020, perusahaan aplikasi tersebut masuk dalam daftar entitas investasi ilegal oleh SWI, dan masih berlaku hingga saat ini.

Meski pada entitas terbaru, nama Vtube tak kembali masuk dalam daftar tersebut, akan tetapi, berdasarkan cara kerja SWI, sekali saja sebuah perusahaan masuk daftar itu, maka status ilegalnya tidak bisa dihapus. Kecuali jika ada surat standar yang dikeluarkan SWI untuk perusahaan itu.

Kemudian, izinnya atau Tanda Daftar Penyelenggaraan Sistem Elektronik dengan Nomor: 02376/DJAI.PSE/03/2020 juga sudah dihapus oleh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) yang sebelumnya mengeluarkan izin tersebut.

Dengan kata lain, Kominfo telah memblokir situs resmi perusahaanitu yang beralamatkan fvtech.id.

Meski alamat situs masih bisa dilacak, namun ketika diklik, langsung muncul laman peringatan kepada pengunjung.

Kesimpulan

Itulah 3 fakta mengenai aplikasi Vtube, Sobat kekinian harap untuk terus berhati hati dan bijaksana dalam menggunakan aplikasi.

Sebelum menggunakan aplikasi disarankan untuk re-check agar tidak merugikan kamu nantinya.

Demikianlah artikel mengenai Fakta Bahwa Vtube Masuk Dalam Investasi Bodong dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */