Hari Pendidikan Nasional 2022, Kenapa Tidak Tanggal 2 Mei?

Infokekinian.com – Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan alasan Hari Pendidikan Nasional 2022, kenapa tidak tanggal 2 Mei?. Yuk, simak artikel ini hingga selesai untuk mengetahui informasinya lebih lengkap dan jelas.

Ada yang lain dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, memperingati Hardiknas di tanggal 13 Mei 2022.

Hari Pendidikan Nasional 2022, Kenapa Tidak Tanggal 2 Mei

Hari Pendidikan Nasional 2022

Mengapa Hari Pendidikan Nasional tahun ini 2022 pada 13 Mei 2022, bukan 2 Mei 2022, seperti kebiasaan?

Bukan tanpa sebab, dalam point pertama dasar Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022 yang dikeluarkan Kemendikbudristek tercantum, berkenaan dengan Hari Raya Idulfitri 1443 H dan cuti bersama tahun 2022.

Karena itu Kemendikbudristek mengadakan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022 pada 13 Mei 2022 jam 08.00 WIB secara tatap muka, terbatas, minimalis, dan mengaplikasikan prosedur kesehatan dalam usaha pencegahan penyebaran Covid-19 yang sudah diputuskan pemerintahan tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara.

Point seterusnya disebutkan, instansi pusat, wilayah, unit pendidikan, dan Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang ada dalam wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 1 dan Tingkat 2 dikenankan untuk melangsungkan upacara bendera secara tatap muka, terbatas, dan minimalis.

Sementara untuk lembaga dan unit pendidikan di wilayah PPKM Tingkat 3 disarankan tidak melangsungkan upacara bendera langsung, tetapi lewat tayangan saluran Youtube Kemendikbud RI.

Pidato Mendikbudristek

Dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan,

“Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melanjutkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau diseluruh Indonesia.

Kurikulum Merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

Kini kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang ebih menyenangkan dan memerdekakan.

Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena Asesmen Nasional yang kita gunakan tidak bertujuan “menghukum” guru atau murid.

Tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.”

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengeluarkan Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022.

Dalam pedoman itu disebut jika upacara peringatan Hardiknas digeser di tanggal 13 Mei 2022 bukan tanggal 2 Mei 2022 seperti umumnya.

Adapun topik Hari Pendidikan Nasional 2022 bertema “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar“.

Kemendikbud menghimbau lembaga pusat, wilayah, unit pendidikan, dan Kantor Perwakilan RI di luar negeri bisa mengadakan aktivitas Hardiknas 2022 secara inovatif.

Aktivitas Hardiknas diharap bisa menghidupkan semangat belajar di periode wabah dan menggerakkan keterlibatan publik dengan masih tetap patuhi prosedur kesehatan Covid-19.

Pedoman Hardiknas 2022 diberi tanda tangan oleh Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim di tanggal 22 April 2022 kemarin.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Adapun sejarah Hari Pendidikan Nasional yang ditetapkan tiap tanggal 2 Mei sebagai hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara sempat juga memegang sebagai Menteri Pengajaran Indonesia ke-1 semenjak 2 September 1945 sampai 14 November 1945.

Awalnya Ki Hadjar Dewantara sebagai perintis sektor pendidikan untuk golongan pribumi Indonesia semenjak jaman penjajahan Belanda.

Disamping itu, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa yang memungkinkannya orang pribumi untuk mengenyam pendidikan seperti priyayi dan orang Belanda.

Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden RI Nomor 305 Tahun 1959 memutuskan Ki Hadjar Dewantara sebagai Pahlawan Nasional di tanggal 28 November 1959.

Semboyan yang dibuat Ki Hadjar Dewantara sekarang ini dipakai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dunia pendidikan Tanah Air.

Secara lengkap semboyan itu berbunyi “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” yang memiliki arti “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai alasan kenapa hari pendidikan nasional yang biasa dirayakan tanggal 02 Mei, tapi tahun ini dirayakan di tanggal 13 Mei.

Demikianlah artikel mengenai Hari Pendidikan Nasional 2022, Kenapa Tidak Tanggal 2 Mei dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.