Advertisements

Macam Macam Klasifikasi Makhluk Hidup

Infokekinian.com – Berikut adalah informasi mengenai macam macam klasifikasi makhluk hidup, jadi simak artikel ini hingga selesai untuk mengetahui informasinya lebih lengkap dan jelas.

Manusia cenderung untuk mengkategorikan sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, manusia telah membagi jenis tumbuhan menjadi berbagai kelompok tersendiri.

Tanaman pangan, tanaman obat, tanaman rempah, dan tanaman hias adalah beberapa jenisnya.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Demikian pula dengan berbagai jenis hewan, kamu sering mengelompokkan jenis hewan yang dimulai dengan hewan berkaki empat dan berkaki dua. Lalu ada hewan pemakan daging, pemakan tumbuhan, dan masih banyak lagi.

Akibatnya, klasifikasi atau pengelompokan bukanlah konsep baru dalam kehidupan ini. Salah satunya adalah klasifikasi makhluk hidup yang sering dilakukan, termasuk oleh para ilmuwan.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri-cirinya.

Makhluk hidup yang jumlahnya banyak akan dibagi menjadi kelompok yang relatif lebih kecil, sehingga lebih mudah diingat dan dipahami.

Akibatnya, pengkategorian makhluk hidup akan memudahkan orang untuk mengidentifikasi dan mempelajarinya.

Ketika ada ahli biologi dari Swedia, ilmu pengelompokan makhluk hidup mulai berkembang. Carlous Linnaeus adalah orang yang mencoba mengkategorikan makhluk hidup menjadi dua kelompok.

Dua kelompok yang dimaksud adalah kingdom hewan dan tumbuhan. Kerajaan Linnaeus mengacu pada dua kelompok yang masih relatif besar.

Ada kingdom Animalia atau hewan, serta kingdom Plantae atau tumbuhan. Linnaeus kemudian membagi klasifikasi tersebut ke dalam tingkatan yang lebih kecil, yaitu filum, kelas, bangsa, suku, marga, dan jenis. Klasifikasi ini dikenal sebagai taksa.

Pada tahun 1969, seorang pria bernama Robert H. Whittaker mengusulkan klasifikasi makhluk hidup menjadi lima kingdom, yang masih banyak digunakan sampai sekarang.

Dia membagi semua makhluk hidup di Bumi menjadi lima kelompok besar, yaitu sebagai berikut: Monera, Protista, Jamur, Tumbuhan, dan Hewan.

1. Kingdom Monera

Jenis makhluk hidup yang masuk ke dalam klasifikasi ini mempunyai ukuran mikroskopis, yaitu sekitar 1 sampai dengan 10 mikrometer.

Untuk dapat melihat jenis makhluk hidup satu ini, maka dibutuhkanlah yang namanya mikroskop yang mempunyai pembesaran lebih dari 1000 kali.

Adapun ciri dari makhluk hidup jenis Monera adalah ia memiliki sel yang tidak mempunyai membrane inti atau yang biasa dikenal dengan istilah Prokariotik.

Selnya hanya berisikan satu sel dan ia berkembang biak dengan cara membelah diri mereka. Adapun jenis dari kingdom ini misalnya adalah jenis bakteri dan juga alga biru:

1. Bakteri

Ada banyak bakteri yang ada di sekitar manusia. Bahkan, ia ada di dalam tubuh manusia sendiri. Bentuk dari bakteri pun sangat beragam, ada yang berbentuk basil, kokus danjuga spiril.

Bakteri yang terdapat di sekitar kamu ada yangj jenisnya menguntungkan dan ada juga yang jenisnya ternyata merugikan.

Sebagian besar dari bakteri yang ada memang merugikan namun ada juga yang bermanfaat dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Contoh dari jenis bakteri yang menguntungkan adalah Escherichia Coli. Dalam usus besar manusia ada jutaan jumlah bakteri tersebut yang manfaatnya adalah untuk membantu proses produksi vitamin K melalui pembusukan makanan.

Selain itu, ada juga contoh jenis bakteri lain yang juga memberikan manfaat untuk manusia, yakni bakteri Rhyzobium Sp yang fungsinya adalah membantu mengikat nitrogen yang terdapat pada udara bebas.

Selain beberapa jenis bakteri yang menguntungkan, ada juga jenis bakteri yang ternyata merugikan manusia. Misalnya saja Clostridium Tetani yang menyebabkan penyakit Tetanus.

Kemudian Vibrio Cholera yang menyebabkan penyakit bernama Kolera. Selain itu ada juga Myconbacteriaum Leprae yang menyebabkan penyakit Lepra.

Selanjutnya adalah jenis bakteri Salmonella Typhi yang menyebabkan seseorang terserang penyakit Tipus dan juga Mucobacterium Tuberculose yang menyebabkan penyakit TBC.

Dan ada juga jenis bakteri merugikan lainnya seperti Bacillus Anthracis yang menyebabkan panyakit Antraks. Sementara jenis bakteri Clostridium Botulinum bisa menyebabkan makanan menjadi beracun dan busuk.

2. Alga Hijau-Biru

Anggota yang selanjutnya dari Kingdom Monera adalah Alga Hijau-Biru atau yang biasa dikenal dengan Cyanobacteria.

Alga Hijau-Biru ini sudah memiliki klorofil sehingga ia pun mampu memproses pembuatan makanan melalui proses yang dikenal selama ini dengan sebutan fotosintesis.

Sebagaimana bakteri yang telah diterangkan di atas, Alga Hijau-Biru mempunyai membran inti sel.

Adapun contoh dari Alga Hijau Biru sendiri adalah Spirulina, Clorococcus, Glaeocapsa, Microcystic, Aphacaspa, Oscillatoria, dan juga Anabena Azolla.

Spirulina sendiri mempunyai kadar protein yang amat tinggi dan bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah dikarenakan ia bisa mengingat nitrogen secara bebas di udara.

2. Kingdom Protista

Kingdom Protista

Klasifikasi dari makhluk hidup selanjutnya adalah kingdom Protista. Yang membedakan antara kelompok Monera dengan Protista ini adalah dari sisi membran ini yang dimiliki.

Makhluk hidup kingdom Protista ini sel yang ia miliki terdapat membran inti di dalamnya. Adapun sifat dari kingdom Protista ini cukup bervariasi.

Ada yang memiliki sel tinggal dan ada juga yang memiliki sel banyak. Di samping itu, ada juga yang ukurannya mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop) dan ada juga yang ukurannya makroskopis yang bisa dilihat walaupun tanpa menggunakan mikroskop.

Untuk kingdom satu ini, ada yang sifatnya menyerupai hewan atau memakan hewan yang lain da nada juga yang sifatnya menyerupai tumbuhan atau mampu melakukan fotosintssis.

Adapun kelompok makhluk hidup yang tergolong Protista dengan sifat hewan adalah Protozoa. Dan yang mempunyai sifat seperti tumbuhan adalah Alga, sebagai berikut:

1. Protozoa

Jenis makluk hidup yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Paramecium, Entamoeba Coli yang ada pada usus besar dan bisa menyebabkan penyakit diare.

Serta Plasmodium Malarina yang bisa memicu penyakit malaria. Orang yang di dalam tubuhnya ada Plasmodoum.

Maka sel-sel darah merahnya akan banyak yang mengalami kehancuran dan tubuhnya pun menjadi demam tinggi. Penyakit ini akan bisa menular dengan lantaran nyamuk jenis Anopheles.

2. Alga

Alga yang masuk ke dalam jenis Protista adalah selain jenis Alga Hijau Biru. Jenis makhluk hidup yang satu ini dibedakan berdasarkan warna yang ada di dalam tubuhnya, yaitu:

1. Alga Hijau

Klasifikasi ini memiliki tubuh yang multiseluler. Di dalam selnya ada kandungan klorifil. Makhluk hidup ini nampak seperti benang dan warnanya hijau.

Umumnya, jenis ini hidup di kawasan air tawar yang jernih dan menggenang. Misalnya adalah Chlorella, Ulva Lactuca.

2. Alga Coklat

Memiliki bentuk tubuh sebagaimana jenis tumbuhan yang tinggi atau semacam lembaran yang di dalamnya terdapat kandungan klorofil.

Alga Coklat ini memiliki zat berwarna coklat dan hidupnya di lautan. Bisanya jenis ini dimanfaatkan oleh manusia untuk bahan makanan ternak, obat, dan juga bahan industri cat. Misalnya sakja jenis Fucus, Sargasum, dan juga Laminaria.

3. Alga Merah

Jenis ini mempunyai tubuh yang berwarna merah tua atau lebih ungu. Ia hidup di lautan dan memiliki kandungan klorofil.

Ia juga memiliki zat berwarna merah yang umumnya dipakai untuk pembuatan agar-agar.

4. Alga Pirang

Selanjutnya adalah Alga Pirang yang mempunyai sel tunggal dengan ukuran mikroskopis. Ia memiliki klorofil dan zat yang berwarna coklat sehingga ia menjadi agak kecoklatan.

Ia biasa ditemukan di kawasan air tawar, air payau dan juga air laut. Misalnya adalah Diatom.

3. Kingdom Fungi (Jamur)

Jamur mempunyai ukuran yang sangat beragam. Mulai dari yang ukurannya halus sebagaimana benang kecil dan ada juga yang ukurannya agak besar.

Jamur sendiri merupakan jenis spesies yang di dalamnya tidak memiliki klorofil sehingga ia pun tidak bisa melakukan fotosintesis untuk membuat makanan mereka sendiri.

Jamur bisa bertahan hidup dengan cara menguraikan berbagai sisa makhluk hidup yang sudah mati untuk kemudian diserap sarinya sebagai makanan untuk jamur tersebut.

Jamur mempunyai cara yang cukup unik di dalam mendapatkan makanannya. Jamur juga tidak menelan makanan mereka sebagaimana manusia dan juga hewan.

Akan tetapi, ia mengeluarkan sejenis zat yang bisa membuat sisa makhluk hidup lainnya menjadi terurai. Apabila sudah terurai, maka sarinya tersebut selanjutnya akan diserap oleh jamur.

Jamur ada yang memiliki sel tunggal dan ada pula yang memiliki sel banyak. Jamur yang mempunyai cukup banyak sel atau multiseluler di dalam tubuhnya terdiri atas berbagai benang halus yang disebut dengan hifa.

Hifa tersebut nantinya akan membrntuk semacam anyaman yang dikenal dengan miselium. Jamur umumnya hidup di kawasan yang lembab dan hanya terkena sinar matahari sedikit.

Sifat jamur sendiri adalah saprofit atau hidup dan makan dari berbagai jenis bahan organik yang sudah mati serta busuk. Ia juga biasa disebut dengan parasit.

Sebenarnya, perkembangan dari jamur sendiri bisa dilakukan secara generatif atau kawin dan bisa juga dilakukan dengan cara vegetatif atau tidak kawin.

Perkembangbiakan jamur dengan cara generatif akan dilakukan melalui miselium. Sementara perkembangbiakan secara vegetatif akan menghasilkan suatu spora yang dibentuk oleh tubuh dari buah.

Kingdom Fungi ini masih bisa dibagi lagi menjadi lima jenis filum, yaitu:

1. Chytridiomycota

Contoh dari jenis ini adalah Synchytrium Endobioticum atau pathogen yang terdapat pada ubi kentang. Kemudian Hyzopydum Couchii yang merupakan parasit dari ganggang Spirogyra.

Selain itu adalah Olpodium Viciae yang merupakan parasit dari Vicia Unijuga serta Physodera Zeamaydis yang menyebabkan noda pirang pada tanaman jagung.

2. Zygomycota

Contoh dari jenis ini adalah Rhizopus Stolonifer dan Rhizopus Aligosporis atau ragi tempe. Selain itu adalah Rhizopus Aryzae atau ragi tape.

Entomophtora Muscae atau yang biasa dikenal dengan sebutan parasit lalat dan juga Basidiobolus Ranarum atau yang menyebabkan penyakit pada manusia.

3. Ascomycota

Ascomycota

Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah Piedraia Hortai yang menyebabkan infeksi pada rambut manusia.

Kemudian Saccharomyces Cerevisiae atau ragi untuk bir, anggur dan roti. Juga Candida Albicans yang menyebabkan penyakit kanciciasis dan Aspergillus Flavus yang menghasilkan racun.

4. Basiciomycota

Adapun contoh dari jenis ini adalah Volvariella Volvacea atau jamur merang, Amanita Phalloides atau yang menghasilkan racun phalin.

Auricularia Polytricha atau sejenis bahan makanan, Puccinia Graminis yang menyebabkan penyakit pada jenis tanaman tebu dan juga jagung, serta Ustilago Scitamanae yang merupakan parasit tanaman Graminae.

5. Deuteomycota

Contoh dari jenis ini adalah Altenaria atau parasit yang terdapat pada kentang. Kemudian Fusarium yang merupakan parasit pada tomat dan juga kapas.

Juga Helminthosporium yang merupakan sejenis parasit pada jagung dan padi, Diplodia yang merupakan parasit pada tanaman jagung.

Serta Verticillum yang mampu merusak bibit tanaman dan lain sebagainya. Beberapa jenis jamur yang tumbuh dan hidup memang bisa kamu makan.

Namun tidak sedikit jenis jamur beracun yang membahayakan tubuh kamu saat dimakan. Adapun contoh dari jenis jamur yang memiliki racun adalah Amanuita Muscaria .

Maka dari itu, jika kabetulan kamu menemukan jamur, sebaiknya berhati-hatilah saat akan memakannya dan pastikan terlebih dajulu bahwa jamur tersebut tidak beracun.

4. Kingdom Plantar atau Tumbuhan

Kelompok atau klasifikasi yang keempat ini memiliki anggita berbagai jenis makhluk hidup yang memiliki sel banyak dan memiliki kemampuan untuk berfotosintesis.

Kemampuan untuk melakukan fotosintesis tersebut disebabkan karena terdapat klorofil di dalam kloropasnya.

Klorofil tersebut lah yang nantinya memanfaatkan adanya energi dari cahaya matahari langsung untuk mengolah makanan.

Perbedaan yang lain dari tumbuhan dengan jenis makhluk hidup dengan sel banyak adalah di dalam hal struktur sel mereka.

Sel untuk tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari bahan berjenis Selulosa atau sejenis karbohidrat.

Maka dari itu, tumbuhan biasanya memiliki sifat tidak mudah patah dan juga kaku. Kingdom Plantae sendiri dikelompokkan menjadi dua jenis bagian, yaitu jenis tumbuhan yang tidak memilikin pembuluh atau tidak memiliki Xilem dan juga Floem.

Dan kedua adalah jenis tumbuhan yang memiliki pembuluh. Adapun tumbuhan yang masuk ke dalam jenis tidak memiliki pembuluh misalnya adalah tumbuhan lumut.

Sementara jenis tumbuhan yang memiliki pembuluh di antaranya adalah jenis tumbuhan paku dan tumbuhan yang memiliki biji.

1. Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut ini masuk ke dalam jenis tumbuhan yang hidupnya di daratan. Umumnya, jenis tumbuhan satu ini mempunyai warna hijau dengan ukuran yang kecil sekitar 50 cm.

Secara umum, tumbuhan lumut ini hidup di bagian atas permukaan kayu, batu, pohon dan juga tanah.

Lumut sendiri menghasilkan makanan sendiri karena ia memiliki kandungan klorofil di dalamnya sehingga tumbuhan jenis ini mampu berfotosintesis sendiri.

Adapun kelompok dari tumbuhan lumut atau Bryophyta ini memiliki ciri-ciri tidak memiliki batang, akar dan juga daun yang sejati.

Ciri lain yang dimiliki oleh jenis tumbuahn lumut ini adalah ia memiliki ukuran yang relatif kecil yang sangat jarang mencapai 15 cm.

Bentuk dari tumbuhan lumut sendiri adalah pilih layaknya pita namun ada juga yang bentuknya seperti daun kecil serta batang. Adapun dinding selnya tersusun atas selulosa atau semacam karbohidrat.

Saat ini, spesies lumut sendiri sudah mencapai 16.000 yang berhasil ditemukan dan diklasifikasikan.

Lumut kemudian bisa dibagi lagi menjadi tiga jenis kepas berdasar pada gametofit dan juga sporofitnya, yaitu jenis lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.

2. Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku yang memiliki nama ilmiah Pteridophyta adalah sejenis tumbuhan yang di dalamnya memiliki daun, batang serta akar yang sejati.

Akan tetapi, jenis tumbuhan yang satu ini tidak mempunyai bunga. Ciri khas dari jenis tumbihan ini adalah daun mudanya memiliki bentuk menggulung.

Lalu pada bagian permukaan bawah daun dewasanya memiliki bintik coklat kehitaman yang dikenal dengan Sorus. Di dalam Sorus ini ada kotak Spora atau sporangium yang berisikan banyak spora.

Tumbuhan jenis paku ini masih dibagi lagi menjadi empat jenis, pertama adalah paku purba, kedua paku kawat, ketiga paku ekor kuda dan keempat paku sejati.

5. Tumbuhan berbiji

Selanjutnya adalah tumbuhan berbiji yang juga dikenal dengan istilah tumbuhan bunga. Biji adalah salah satu alat bagi tumbuhan untuk mereka dapat berkembang biak.

Di dalam biji tersebut sudah ada calon tumbuhan baru yang biasa dikenal dengan nama lembaga. Secara umum, jenis tumbuhan yang berbiji hidup di daratan, meskipun ada juga yang mengapung di permukaan air misalnya teratai.

Tumbuhan berbiji sendiri juga masuk ke dalam jenis tumbuihan yang mampu menghasilkan makanan mereka sendiri dengan proses fotosintesis.

Tumbuhan berbiji in dikelompokkan menjadi dua jenis yang ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya penutup atau pelindung pada biji.

5. Kingdom Animalia (Hewan)

Di dalam klasifikasi makhluk hidup, hewan masuk ke dalam jenis kingdom Animalia. Hewan sendiri adalah jenis makhluk hidup yang mampu bertahan hidup dengan memakan makhluk hidup lainnya.

Perbedaan yang paling utama dari hewan dan juga tumbuhan adalah dari sisi dinding sel yang mereka miliki.

Sel yang ada pada tumbuhan mempunyai dinding sel, sementara hewan tidak memiliki dinding sel.

Kingdom Animalia sendiri dibagi menjadi dua jenis yang ditentukan oleh ada atau tidaknya tulang belakang pada hewan tersebut.

Hewan tak bertulang belakang (Avertebrata)

Hewan tak bertulang belakang

Ini merupakan jenis hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau tulang belakang. Struktur pembentuknya sebagaimana sistem pernapasan, sistem peredaran darah yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan bertulang belakang.

Ada lima jenis makhluk hidup yang masuk ke dalam jenis ini:

1. Hewan berpori

Ini adalah jenis hewan yang memiliki pori-pori dengan bentuk tubuh semacam spons. Biasanya hewan jenis ini akan hidup di daerah peraian.

2. Hewan berongga

Merupakan jenis hewan yang mempunyai tentakel untuk menangkap mangsanya.

3. Cacing

Ini merupakan jenis hewan yang memiliki tubuh lunak dan tidak bercabang.

4. Hewan bertubuh lunak

Ini adalah jenis hewan yang tubuhnya lunak, memiliki banyak lendir dan terbungkus oleh bahan khusus semisal mantel dan sebagainya.

5. Hewan berbuku-buku

Ini adalah jenis hewan yang di dalamnya terdiri dari kepala, dada dan juga perut.

Hewan bertulang belakang (Vertebrata)

Ini adalah kelompok atau jenis hewan yang mempunyai tulang belakang atau tulang punggung. Dari segi jenis, kelompok hewan inimemang lebih sedikit dibandingkan dengan jenis hewan yang memiliki tulang belakang.

Di antara jenis hewan ini adalah ikan, katak, ungags, kura-kura, buaya, sapi, kambing, kera orang utan dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai klasifikasi makhluk hidup yang bisa menambah pengetahuan kamu tentang keragaman makhluk hidup di bumi ini.

Demikianlah artikel mengenai Macam Macam Klasifikasi Makhluk Hidup dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.