Advertisements

Penyebab dari Pencemaran Lingkungan: Pengertian dan Jenisnya

Infokekinian.com – Kali ini kami akan mengajak kamu untuk mengenal pencemaran, mulai dari jenis, penyebab dari pencemaran lingkungan hingga cara mengatasinya.

Dengan berkembangnya zaman saat ini, membuat keadaan lingkungan menjadi kotor. Kotor yang dimaksud adalah terjadinya pencemaran yang menjadi permasalahan pokok di Indonesia dan bahkan setiap negara yang ada.

Apa Itu Pencemaran Lingkungan
Pencemaran ini biasa terjadi akibat banyaknya produktivitas yang terjadi di bumi. Bahkan, sebagai objek sosial, manusia pun tidak dapat menyadari akan bahaya dari pencemaran ini.

Padahal, bahaya yang paling utama dan bisa dirasakan adalah terganggunya kesehatan manusia.

Lantas, apakah saja macam-macam pencemaran? Apakah hanya pencemaran udara yang berasal dari asap polusi kendaraan dan pabrik? Maka dari itu, yuk simak artikel ini hingga selesai.

Apa Itu Pencemaran Lingkungan?

Saat ini, pencemaran lingkungan merupakan masalah serius yang mempengaruhi banyak negara, bukan hanya Indonesia.

Hal ini berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terlalu pesat, sehingga mengharuskan “menyentuh” sumber daya alam seperti air, udara, dan tanah.

Pencemaran, secara umum, adalah tindakan memasukkan zat atau energi tertentu ke dalam lingkungan, yang sebenarnya menyebabkan efek buruk terhadap lingkungan, kesehatan manusia, keberadaan manusia, dan organisasi lainnya.

Dalam hal ini, lingkungan yang dimaksud terkait dengan ekosistem di udara, tanah, laut, dan di tempat lain.

Menurut UU no 32 tahun 2009, Pasal 1 ayat 14 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatakan “masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melebihi baku mutu lingkungan yang ditetapkan”.

Pertambahan penduduk yang cepat dan pencemaran lingkungan dapat terjadi di mana saja. Bahan kimia dan limbah industri merupakan sumber utama pencemaran.

5 Macam Pencemaran Lingkungan

Macam Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi lima jenis, termasuk polusi udara, polusi suara, polusi air, polusi tanah, dan polusi radiasi. Berikut adalah lima jenis pencemaran lingkungan:

1. Pencemaran Udara

Ketika zat asing pertama kali muncul di udara dan kemudian berdampak pada kualitasnya di lokasi tertentu, ini disebut sebagai polusi udara.

Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. KEP-03/MENKLH/II/1991, pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke udara melalui kegiatan manusia.

Atau proses alam yang mengakibatkan penurunan kualitas udara yang menyebabkan udara menjadi tercemar kurang atau tidak mampu lagi melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.

Klasifikasi Bahan Pencemar Udara

Pencemaran udara di bedakan menjadi dua jenis, sebagai berikut:

Polutan Primer

Secara khusus, jenis pencemar yang merupakan produk sampingan dari suatu proses atau bahan kimia yang dihasilkan langsung oleh sumber pencemar.

Contoh polutan utama ini adalah karbon dioksida dan karbon monoksida yang dihasilkan selama pembakaran, serta sulfur dioksida yang dihasilkan oleh pabrik.

Polutan Sekunder

Secara khusus, jenis polutan yang terbentuk ketika banyak polutan utama berinteraksi di atmosfer, seperti melalui reaksi fotokimia.

Disosiasi NO2, yang menghasilkan NO dan O, merupakan ilustrasi dari polutan sekunder ini.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Udara

Berikut adalah penyebab dari pencemaran lingkungan udara:

Lalu lintas

Kontributor utama pencemaran udara, terutama pada mobil dan sepeda motor, sebenarnya adalah transportasi.

Selain itu, ada lebih banyak mobil di jalan hari ini daripada sebelumnya, yang berkontribusi pada kemacetan lalu lintas.

Pembakaran senyawa hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar harus menghasilkan produksi komponen karbon dioksida dan air.

Namun, dalam praktiknya, mesin tersebut tidak mampu membakar hidrokarbon secara efisien, yang menyebabkan pada knalpot kendaraan mengeluarkan senyawa berbahaya yang memperburuk polusi udara.

Pembakaran tidak sempurna menghasilkan produksi gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida, dan senyawa organik volatil (VOC).

Polutan ini berkontribusi terhadap polusi udara yang berbahaya, yang menghasilkan pembentukan ozon dan kabut coklat, biru, atau hitam di atmosfer.

Ozon menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan manusia karena dapat mengganggu pernapasan dan, seiring waktu, menyebabkan sejumlah penyakit yang lebih parah.

Asap Pabrik atau Industri

Asap Pabrik atau Industri
Meningkatnya jumlah gas manufaktur atau industri yang terlihat di berbagai tempat adalah elemen utama kedua yang berkontribusi terhadap polusi udara.

Biasanya, cerobong asap hadir di gedung-gedung industri untuk berfungsi sebagai titik pengumpulan asap pembakaran harian.

Namun, beberapa fasilitas industri terutama yang memproduksi produk untuk plastik, semen, aluminium, baja, dan industri kimia lainnya menghasilkan polutan yang sangat berbahaya.

Produksi polutan organik oleh fasilitas industri, seperti karbon monoksida dan hidrokarbon, menyebabkan percepatan tidak langsung dari fenomena efek rumah kaca.

Penggunaan Insektisida dan Pestisida

Tanaman pertanian modern memerlukan penggunaan pupuk dan obat anti hama seperti pestisida dan insektisida agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Penggunaan bahan-bahan tersebut, bagaimanapun, sebenarnya memiliki efek yang merugikan bagi lingkungan.

Pestisida mengandung amonia, atau NH3, yang tidak diragukan lagi buruk bagi lingkungan.

Amonia adalah bahan yang dapat mencemari udara dan air, dan itu jelas buruk bagi kesehatan kamu karena dapat menyebabkan bronkitis.

2. Pencemaran Suara (Kebisingan)

Lingkungan kebisingan yang melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan sebelumnya pada lingkungan tersebut disebut pencemaran udara atau kebisingan.

Tingkat kerasnya suara, jarak, dan intensitas kebisingan dari sumber semuanya mempengaruhi bagaimana kebisingan mempengaruhi kesehatan manusia.

Suara bervolume tinggi yang membuat area di sekitar kamu berisik dan tidak menyenangkan dapat menghasilkan polusi suara. Ketika intensitas suara melebihi 70 desibel (dB), maka tingkat kebisingan pun terjadi.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Suara

Berikut adalah penyebab dari pencemaran lingkungan suara:

  1. Suara mesin yang digunakan, termasuk mesin pemotong rumput, mesin pemotong keramik, dan gergaji mesin
  2. Suara binatang
  3. Audio TV pada volume maksimum
  4. Proyek pembangunan
  5. Klakson kendaraan umum
  6. Pabrik dipenuhi dengan suara mesin, dimulai dengan pengoperasian kipas besar, kompresor, transformator, dan pompa.

Berikut adalah penyebab dari pencemaran lingkungan suara jika diukur menggunakan kekuatan desibe (dB):

  1. Suara orang bertengkar: 80db
  2. Suara mesin kerea api: 95db
  3. Mesin sepeda motor: 104db
  4. Suara petir: 120db
  5. Pesawat saat lepas landas: 150db.

Dampak yang biasa dirasakan adalah perasaan tidak nyaman, kurang fokus, sulit tidur, dan yang paling parah dapat menyebabkan tuli sementara.

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran Tanah
Secara khusus, dapat melukai makhluk hidup yang bergantung pada tanah ketika benda asing ditambahkan ke dalamnya dan menyebabkan kualitas tanah di sana menjadi turun.

Limbah cair atau kebocoran bahan kimia industri biasanya menjadi penyebab polusi ini. Bahan kimia, mikroba, dan bahan radioaktif adalah tiga kategori utama zat yang dapat mencemari tanah. Semua zat ini akan merusak tanah ketika mereka masuk ke air.

Komponen yang Menyebabkan Pencemaran Tanah

Limbah merupakan penyumbang utama pencemaran tanah, terutama yang berasal dari daerah berpenduduk dan perusahaan komersial seperti pasar.

Berikut adalah komponen yang dapat menyebabkan pencemaran tanah:

Limbah Domestik

Dalam bentuk sampah padat atau cair, sampah domestik biasanya berasal dari pemukiman penduduk, lokasi perdagangan seperti pasar, perusahaan rumah makan, dan lain-lain.

Limbah Padat

Limbah padat ini terdiri dari bahan anorganik seperti plastik, keramik, kaleng, dan bahan bangunan bekas yang tidak dapat diurai atau diurai oleh mikroorganisme.

Karena zat anorganik ini bisa bertahan hingga 300 tahun. Limbah anorganik ini dapat mencegah akar tanaman menembus lapisan tanah.

Yang mencegah tanah menerima air dan khususnya, mineral yang dimaksudkan untuk menyuburkan tanah.

Limbah Cair

Limbah cair tersebut dapat berupa cat, minyak, feses, detergen, atau zat lain yang jika dibiarkan meresap ke dalam tanah dapat merusak kadar air tanah dan membunuh mikroorganisme.

Limbah cair ini biasanya dihasilkan dari proses suatu proses produksi, contoh zat termasuk tembaga, timbal, perak, kromium, arsenik, dan boron; hal ini terutama berlaku dalam bisnis pengolahan logam dan industri kimia lainnya.

Limbah Industri

Perusahaan industri sering menghasilkan limbah padat hingga cair, seperti lumpur dan bubur dari prosedur pemrosesan, yang juga dapat berupa sampah industri.

Pabrik yang menghasilkan limbah industri terbesar antara lain yang memproduksi gula, kertas, mengawetkan buah, menjual ikan dan daging, dan banyak lagi.

Limbah Pertanian

Limbah pertanian juga berkontribusi terhadap pencemaran tanah, terutama ketika pupuk urea dan pestisida, yang biasanya digunakan untuk membunuh hama tanaman, digunakan.

Penggunaan pupuk ini secara terus-menerus dapat merusak struktur tanah, mengakibatkan penurunan kesuburan tanah dan ketidakmampuan beberapa jenis tanaman untuk tumbuh karena berkurangnya unsur hara tanah.

Dampak dari Terjadinya Pencemaran Tanah

Berikut adalah dampak dari pencemaran tanah:

Dampak Pada Kesehatan

Karena tanaman dapat bertahan hidup di dalam tanah, jika tanah tercemar maka tanaman yang ditanam juga akan keracunan.

Lebih jauh lagi, tidak perlu dikatakan bahwa tanaman akan mempengaruhi kesehatan manusia jika dikonsumsi oleh manusia.

Terutama berbahaya bagi anak-anak adalah zat timbal, yang menyebabkan ginjal dan otak.

Dampak Pada Ekosistem

Selain itu, ekosistem dipengaruhi oleh polusi tanah. Bentuk kehidupan terendah akan terpengaruh oleh efek kimia dari pencemaran tanah karena ekosistemnya berbentuk seperti piramida.

Hewan yang hidup di dasar piramida akan mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia asing, yang pada akhirnya akan terkonsentrasi pada hewan yang hidup di puncak piramida.

4. Pencemaran Air

Pencemaran Air
Pencemaran air yaitu masuknya benda asing ke dalam suatu wilayah perairan, yang menurunkan kualitas perairan di wilayah perairan tersebut.

Perubahan rasa, warna, dan bau merupakan tanda dari kualitas air yang buruk. Isu polusi ini telah menyebar ke skala dunia dan berpotensi membunuh ratusan orang dengan cepat.

Sebagai gambaran, 1.000 anak India meninggal karena infeksi diare setiap hari, diyakini bahwa 700 juta orang di India tidak memiliki akses ke toilet.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Air

Berikut adalah penyebab dari pencemaran lingkungan air:

Letusan Gunung Berapi

Akibat aliran air yang terjadi di lereng gunung, maka lahar yang meletus gunung berapi biasanya terdiri dari campuran batu, pasir, dan kerikil.

Aliran air digunakan oleh penduduk setempat, terutama para korban pengungsi, untuk memenuhi kebutuhan mereka begitu lahar “bergabung” ke dalamnya.

Tentu saja air tersebut akan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia.

Banjir

Salah satu dari sekian banyak bencana alam yang melanda wilayah Indonesia saat musim hujan adalah banjir.

Banjir dapat menyebabkan pencemaran air, terutama ketika kapasitas sungai tidak mencukupi karena banyak hujan. Ketika ini terjadi, air tumpah ke area terdekat dan terkontaminasi oleh sampah.

Limbah Rumah Tangga

Sampah rumah tangga, khususnya limbah cair, merupakan salah satu faktor pencemar air.

Komponen organik yang beragam, seperti sisa sayuran, ikan, beras, minyak, lemak, dan kotoran manusia dapat ditemukan dalam cairan limbah rumah tangga dan dibawa oleh selokan dan selokan, yang kemudian mengikuti aliran sungai.

Selain itu, arus bahkan dapat menghilangkan kontaminan anorganik seperti plastik, aluminium, dan botol. Selain menumpuk, sampah juga menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.

Kontaminan biologis seperti bakteri, jamur, dan kuman merupakan kontaminan tambahan limbah rumah tangga.

Air selokan biasanya memiliki rona gelap dan bau yang menyengat di wilayah metropolitan. Satu-satunya makhluk hidup yang ditemukan di air selokan ini adalah bakteri dan jamur.

Di Indonesia, sampah rumah tangga menyumbang 60% dari total jumlah sampah, lebih rendah dari sampah industri.

Penangkapan Ikan Menggunakan Racun

Banyak penduduk setempat dan nelayan terus menggunakan tuba atau potas (racun) untuk menangkap ikan saat ini.

Ikan kecil juga bisa terbunuh oleh racun selain ikan dewasa. Praktik penangkapan ikan seperti itu menghabiskan sumber daya perairan dan mencemari lingkungan perairan.

5. Pencemaran Radiasi

Pencemaran Radiasi
Secara khusus, pengenalan elemen radioaktif yang kekuatan radiasinya lebih besar dari ambang batas yang ditetapkan.

Selain itu, radiasi panas yang berada di atas suhu lingkungan di suatu lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap polusi radiasi.

Biasanya, debu radioaktif dari ledakan reaktor atom dan bom harus disalahkan atas polusi radiasi ini.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai penyebab dari pencemaran lingkungan yang biasa terjadi di Indonesia dan negara lain, yang perlu kamu ketahui.

Karena sebagai generasi masa depan, kita perlu melakukan pencegahan sejak dini agar pencemaran ini tidak semakin luas dan akan berdapak pada anak cucu kita nanti.