Pengertian Dari Biosfer, Ini Faktor Yang Mempengaruhinya

InfoKekinian.com – Jika berbicara tentang biogeokimia, tentunya kita akan menemukan kata biosfer. Tapi sebenarnya kamu tahu gak si pengertian dari biosfer itu sendiri? Atau bahkan kamu baru pertama kali mendengarnya?

Bumi adalah rumah bagi semua makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, ataupun manusia. Banyak penelitian berusaha memahami variabel yang menjadikan Bumi tempat paling nyaman untuk ditinggali.

Apa Itu Biosfer
Oleh karena itu, ada banyak disiplin ilmu yang menyelidiki fenomena duniawi, termasuk geografi. Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang permukaan planet, baik itu iklim, permukaan, atau penduduk.

Biosfer adalah salah satu objek yang dikaji oleh ilmu geografi. Istilah biosfer tentu sudah tidak asing lagi di telinga sebagian orang.

Biosfer adalah komponen bumi dan bahkan berkontribusi terhadap kelayakhuniannya melalui organisme hidup.

Studi tentang biosfer sering disebutkan dalam pelajaran pendidikan yang berhubungan dengan bumi.

Pada kenyataannya, BMKG sering menggunakan istilah biosfer dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Lantas, apa pengertian dari biosfer dan apa saja karakteristik serta faktor yang mempengaruhinya? Simak artikel ini hingga selesai.

Apa Itu Biosfer?

Sebelum mengenal pengertian dari biosfer, kamu harus terlebih dahulu mengetahui kata biosfer berasal.

Dimana kata biosfer ini berasal dari dua kata yaitu bios yang berarti kehidupan dan sphere yang berarti lapisan.

Sedangkan secara etimologis, biosfer adalah lapisan yang mengandung organisme hidup atau keseluruhan ruang yang dihuni oleh organisme hidup.

Lapisan ini terdiri dari daratan, air, dan udara yang mendukung kehidupan dan proses biotik.

Biosfer adalah lokasi sistem ekologi global yang menggabungkan semua makhluk hidup, termasuk interaksi yang saling bergantung antara litosfer, hidrosfer, antroposfer, dan atmosfer bumi.

Namun, biosfer hanya berkaitan dengan habitat spesies tumbuhan dan hewan yang hidup di darat dan air. Biosfer adalah lapisan bumi yang paling kecil dibandingkan dengan lapisan lainnya.

Lapisan biosfer tebalnya sekitar 900m dan lapisan biosfer inilah yang menjadi tempat bagi kehidupan organisme yang komples.

Fungsi Biosfer

Seperti disebutkan sebelumnya, biosfer adalah lapisan bumi yang dapat mendukung kehidupan. Yang didalamnya berisi tanah, air, dan juga udara untuk menopang kehidupan makhluk hidup.

Hal ini menunjukkan bahwa biosfer memberikan banyak keuntungan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.

Di antara manfaat yang merupakan fungsi langsung dari biosfer itu sendiri adalah sebagai berikut:

1. Sumber Makanan

Sebagai wadah kehidupan, biosfer secara alami berfungsi untuk menopang kehidupan itu sendiri. Biosfer menyediakan makanan bagi semua bentuk kehidupan.

Ini memiliki banyak spesies tumbuhan dan hewan, beberapa di antaranya dapat dimakan oleh manusia. Tanpa tumbuhan dan hewan, manusia tidak akan dapat bertahan hidup.

2. Sarana Penelitian dan Pendidikan

Sarana Penelitian dan Pendidikan
Biosfer juga berfungsi sebagai fungsi penelitian dan pendidikan. Materi kajian biosfer ini akan menanamkan rasa penghargaan terhadap alam pada generasi mendatang.

Sehingga, generasi mendatang akan tetap bisa merasakan serta menghargai bumi ini.

3. Rekreasi

Keuntungan lain dari biosfer adalah menyediakan cara untuk menghilangkan kelelahan melalui rekreasi. Dengan membangun suaka margasatwa, misalnya.

Lokasi tersebut dimaksudkan untuk menjaga habitat asli flora dan fauna yang terancam punah.

Dengan adanya suaka margasatwa ini, membuat manusia dapat terus menikmati kecantikannya, tetapi mereka tidak akan kehilangan rumahnya.

Pulau Komodo merupakan salah satu cagar alam di Indonesia. Selain itu, pengunjung satwa liar dan cagar alam akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam tur informatif.

Karena mereka mendapatkan informasi baru tentang berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar yang pernah ada di Bumi. Tentu hal ini pastinya akan menghibur dan informatif.

Macam-Macam Biosfer

Mengingat biosfer sebagai lapisan yang paling rumit, berikut adalah 3 jenis biosfer:

Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan bumi tertinggi dan berfungsi sebagai perisai terhadap benda-benda angkasa dan bintang-bintang besar.

Melalui lapisan inilah yang dikenal sebagai ozon, yang memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan di Bumi.

Litosfer

Memahami litosfer secara singkat adalah organisasi batuan biosfer dengan kualitas yang berbeda berdasarkan kedalamannya.

Menurut penelitiannya, litosfer bisa terdiri dari magma kering atau letusan gunung berapi.

Hidrosfer

Hidrologi adalah susunan air di biosfer, baik di sungai, laut, maupun samudera. Pemeriksaan hidrosfer ini sangat penting mengingat bahwa hidrosfer terdiri lebih dari 705 dari mayoritas massa Bumi.

Dari daftar jenis-jenis biosfer sebelumnya, terlihat bahwa frasa ketiga dikenal sebagai biocycle atau lingkungan, yang menandakan bahwa di lingkungan ini terdapat sejumlah komponen tanah dan air.

Biocycle ini kemudian dipisahkan menjadi bioma, yang merupakan elemen yang lebih kecil.

Dalam biologi dan geografi, bioma didefinisikan sebagai karakteristik dari tumbuhan dan hewan yang hidup dalam definisi tertentu berdasarkan iklim dan habitat, sehingga mereka saling bergantungan.

Faktor Yang Mempengaruhi Biosfer

Faktor Yang Mempengaruhi Biosfer
Biosfer ini secara langsung terkait dengan distribusi tanaman dan bentuk kehidupan lain yang tidak merata di bumi. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhinya:

1. Abiotik

Berikut ini adalah penjelasan mengenai unsur-unsur abiotik yang mempengaruhi biosfer:

Klimatik

Klimatik atau iklim yang berpengaruh terhadap biosfer dapat diamati melalui suhu lingkungan, menurut habitat hewan atau tumbuhan yang relevan dalam hal ini.

Misalnya, hewan yang mendiami dataran gersang tidak akan sesuai dengan keadaan fauna tropis di daerah tropis seperti Indonesia.

Edafik

Komponen edafis ini memiliki pemahaman yang lebih besar tentang pengaruh tanah terhadap keberadaan tumbuhan dan fauna di biosfer.

Hal ini disebabkan fakta bahwa hanya sedikit organisme hidup yang mampu menghuni tanah dengan kemiringan yang curam.

Ketika organisme biosfer menghuni lingkungan tanah dengan distribusi seragam, maka kondisinya berbeda.

Fisiografi

Yang dimaksud dengan fisiografi adalah kondisi ketinggian dan bentang alam yang memberikan pengaruh signifikan terhadap flora dan fauna biosfer.

Teori ini identik dengan penjelasan nomor dua untuk turbulensi di biosfer abiotik.

2. Biotik

Unsur kedua yang mempengaruhi biosfer adalah biotik, yang memiliki dampak besar pada distribusi flora dan fauna di Bumi. Berikut adalah jenis-jenis biosfer yang termasuk kedalam faktor biotik:

Manusia

Manusia adalah makhluk hidup yang paling ideal karena diberkahi dengan akal. Dalam jiwa mereka, manusia dapat membudidayakan banyak spesies flora dan fauna dan mengelolanya sebagai bisnis atau hobi.

Efek inilah yang dapat menyebabkan kerusakan pada flora dan fauna endemik. Karena akan cukup menantang dan sulit untuk membedakannya.

Oleh karena itu, siapa pun yang mengancam pertumbuhan ekosistem dan keseimbangannya saat ini akan menghadapi hukuman yang memadai dan pengucilan dalam dunia internasional.

Karakteristik Biosfer

Karakteristik Biosfer
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, biosfer merupakan habitat bagi tumbuhan dan fauna. Kajian biosfer ini nantinya akan berkaitan dengan tumbuhan dan satwa liar.

Oleh karena itu, penjelasan ini akan memberikan karakteristik biosfer yang terkait dengan kedua hal tersebut.

Kualitas biosfer diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu karakteristik flora dan karakteristik hewan. Berikut adalah penjelasannya:

1. Karakteristik Fauna

Berikut adalah beberapa jenis dari karateristik fauna atau hewan:

Padang rumput

Herbivora mendominasi fauna padang rumput. Selain keberadaan tanaman hijau, area ini juga memiliki vegetasi tambahan.

Daerah padang rumput mengandung banyak sumber air yang cukup untuk kehidupan. Sehingga menjadikan rumput sebaai sumber makanan yang tersedia untuk satwa liar setempat.

Selain spesies herbivora, hewan karnivora sering berada di padang rumput. Makhluk-makhluk ini, yang meliputi singa, harimau, macan, dan lainnya,yang berfungsi untuk mengendalikan jumlah herbivora.

Dan keseluruhan inilah yang dapat melengkapi rantai makanan.

Gurun

Di wilayah ini, udaranya sangat panas dan tidak ada sumber air. Wilayah ini tentunya terasa gersang dan tunduk pada fluktuasi suhu yang ekstrem. Bahkan, suhunya ekstrem baik di siang hari maupun di malam hari.

Biasanya, fauna gurun terdiri dari makhluk yang tumbuh subur di lingkungan yang panas. Seperti serangga, kadal, kalajengking, ular gurun, dan unta.

Seperti yang diketahui, gurun itu sendiri adalah daerah yang terik dan tidak berair. Inilah alasan mengapa fauna di wilayah kering ini hanya sedikit.

Tundra

Es dan salju menutupi tundra, yang menjadikannya sebagai wilayah yang dingin karena permukaannya yang diselimuti oleh salju. Lokasi ini adalah kebalikan dari daerah gurun.

Biasanya, flora dan fauna yang menghuni wilayah ini tahan dingin. Makhluk-makhluk ini memiliki bulu lebat dan darah hangat. Contoh hewan tundra adalah beruang kutub dan juga penguin.

Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan TropisHutan Hujan Tropis
Herbivora adalah fauna yang dominan di wilayah ini. Namun, mungkin juga ada omnivora, dan karnivora yang menghuni wilayah ini.

Ada penetrasi sinar matahari sepanjang tahun di wilayah ini. Selain itu, curah hujan cukup untuk banyak sumber makanan nabati untuk bertahan hidup.

Taiga

Burung yang bermigrasi mendiami wilayah taiga, dimana biasanya brung akan bermigrasi ketika musim gugur tiba di daerah asalnya.

Daerah Kutub

Karakteristik daerah kutub hampir identik dengan tundra, yang mana semua permukaannya diselimuti salju. Namun, zona Arktik ini jauh lebih keras bagi kehidupan hewan.

Memiliki bulu yang lebat tentunya sangat penting untuk kelangsungan hidup bagi hewan yang ada di lingkungan ini.

2. Karakteristik Flora

Berikut adalah beberapa jenis dari karateristik flora atau tumbuhan:

Hutan Hujan tropis

Di hutan hujan tropis, adanya curah hujan yang relatif lebat adalah karakteristik yang paling menonjol.

Dalam kondisi ini, matahari juga bersinar sepanjang tahun. Ketinggian pohon di kawasan ini berkisar antara 20 hingga 40 meter.

Hutan Musim Tropis

Selama musim kemarau, kelimpahan pohon gugur biasanya merupakan karakteristik yang paling terlihat di wilayah ini.

Hutan Iklim Sedang

Hutan hujan beriklim sedang memiliki ciri tambahan, seperti vegetasinya yang benar-benar tinggi. Namun, populasi pohon yang ada lebih sedikit daripada di hutan tropis.

Pohon pinus adalah contoh vegetasi yang hidup di kawasan ini. Dan dari pantai Pasifik Amerika Utara ke wilayah Washington, hutan iklim sedang dapat ditemukan.

Hutan Gugur

Pepohonan di hutan gugur itu kokoh dan menjulang tinggi. Sehingga biasanya, memiliki daun yang lebih lebar.

Wilayah ini agak kering dibandingkan hutan lainnya. Namun, kuantitas air yang tersedia tetap cukup besar, meskipun lebih sedikit daripada di hutan hujan tropis.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Apa yang Menyebabkan Terbentuknya Biosfer?

Awal mula dari terbentuknya biosfer karena bola bumi yang mengalami pendinginan kira-kira hingga mencapat 2,25 milyar tahun lalu.

Mengapa Lapisan Biosfer Hanya ada di Planet Bumi?

Karena bumi adalah satu-satunya planet yang dapat mendukung untuk keberlangsungan hidup bagi makhluk hidup.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian dari biosfer yang perlu kamu ketahui, lengkap dengan faktor yang mempengaruhinya.

Dan bisa disimpulkan jika biosfer merupakan bagian luar bumi yang mencakup daratan, air, dan udara untuk kerberlangsungan hidup.

/* */