Pengertian Ijtihad: Jenis-Jenisnya, Serta Contohnya yang Wajib Dipahamil

Apa itu Ijtihad? Sebagian orang menyimpulkan Ijtihad sebagai hukum atau aturan-aturan dalam islam. Nah, secara garis besar, pengertian Ijtihad dibagi menjadi 2, yakni menurut bahasa dan menurut istilah.

Menurut bahasa, Ijtihad artinya bersungguh-sungguh dalam hal mencurahkan pikiran. Sementara menurut istilah, Ijtihad berarti mencurahkan tenaga dan pikiran secara bersungguh-sungguh untuk menetapkan hukum syariat agama, terkhusus Islam.

Adapun pengertian Ijtihad secara termologis, yaitu mencurahkan kemampuan dengan cara tertentu untuk mencari syariat. Jadi, secara umum Ijtihad adalah usaha yang dilakukan secara bersungguh-sungguh untuk memutuskan suatu perkara.

 

Ijtihad merupakan sumber hukum islam setelah Al-Qur’an dan Hadist, jadi perkara yang dibahas dalam Ijtihad adalah perkara yang belum terbahas dalam Al-Qur’an maupun Hadist. Nah, syarat Ijtihad ini adalah keputusannya menggunakan pertimbangan yang matang dan menggunakan akal sehat.

Tujuan adanya Ijtihad ialah untuk memenuhi keperluan umat dalam hal beribadah kepada Allah di waktu dan tempat tertentu. Sementara fungsi dari Ijtihad ialah untuk mendapat solusi hukum. Apabila terdapat suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat pada Al-Qur’an dan Hadist, maka akan dicarikan hukum dan solusinya melalui Ijtihad.

Untuk melakukan Ijtihad, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, jadi tidak semua orang bisa disebut mujtahid.

Syarat-syarat seorang mujtahid, yaitu:

  1. Mengetahui dan memahami ayat serta sunnah yang berkaitan dengan hukum.
  2. Mengetahui Mansukh dan Nasikh.
  3. Mengetahui seluk beluk jenis Ijtihad, terutama qiyas.
  4. Paham bahasa Arab beserta ilmu-ilmunya.
  5. Mengetahui masalah yang sudah diijma’kan oleh para ahli.
  6. Mengetahui rahasia-rahasia tasyrie’.
  7. Memahami ushul fiqih dan kaidah-kaidahnya.

Setelah mengetahui syarat-syarat sebagai mujtahid, Anda harus mengetahui jenis-jenis Ijtihad. Ya, Ijtihad dibagi menjadi beberapa jenis. Apa sajakah itu? yuk simak ulasannya berikut ini!

Jenis-jenis Ijtihad

Ijma’: Ijma’ berarti kesepakatan, yakni kesepakatan para ulama dalam hal menetapkan hukum agama. Kesepakatan ini pun didasarkan oleh Al-Qur’an dan Hadist yang kemudian diambil oleh para ulama lalu diikuti oleh seluruh umat. Hasil dari ijma’ atau kesepakatan tersebut disebut fatwa.

Qiyas: Qiyas berarti menyamakan atau menggabungkan. Jadi, menetapkan hukum yang memiliki kesamaan dengan perkara yang pernah terjadi di masa sebelumnya, baik dalam hal manfaat, sebab, bahaya, atau aspek lainnya.

Maslahah Mursalah: Pengertian Ijtihad maslahah mursalah ialah cara menetapkan kesepakatan atau hukum berdasar pada pertimbangan manfaat dan kegunaannya.

Istishab: Istishab berarti sebuah tindakan untuk menetapkan suatu hal hingga ada alasan lain yang mengubahnya.

Sududz Dzariah: Sududz dzariah adalah suatu tindakan yang menghasilkan kesepakatan mengenai hukum makruh, mubah, dan haramnya suatu hal.

Istihsan: Apabila ada hal yang mengharuskan umat untuk meninggalkan suatu hukum karena ada hukum lainnya, maka tindakan tersebut disebut istihsan.

Urf: Urf merupakan tindakan yang menentukan boleh tidaknya budaya atau adat istiadat dalam masyarakat berjalan. Hal ini dipertimbangkan dengan aturan dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Agar lebih memahami tentang Ijtihad, simaklah contoh qiyas berikut ini:

Dalam Al-Jumu’ah ayat 9, jika sudah dikumandangkan adzan pada hari Jum’at, maka dilarang melakukan jual beli, karena bisa mengalahkan sholat. Hal tersebut diqiyaskan menjadi semua kegiatan sebaiknya dihentikan pada waktu adzan sholat jumat sudah dikumandangkan, kegiatan tersebut hukumnya makruh.

Hal di atas mulanya hanya sebatas kegiatan jual beli saja yang dilarang saat adzan dikumandangkan, namun kemudian diqiyaskan menjadi semua kegiatan baik yang bersifat bisnis maupun non bisnis.

Jadi, dengan adanya Ijtihad, umat manusia tidak dibingungkan lagi dengan hal-hal atau hukum yang tidak dibahas dalam Al-Qur’an dan Hadist. Umat manusia pun menjadi paham hal apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Tinggalkan komentar