Advertisements

Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli serta Penjelasannya

Dalam dunia ekonomi, pengertian kebijakan moneter adalah salah satu instrumen utama yang digunakan oleh pemerintah atau bank sentral untuk mengatur pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas mata uang. Dalam artikel ini, infokekinian akan membahas tentang pengertian kebijakan moneter, tujuan dan instrumen dari kebijakan moneter, serta bagaimana penggunaan strategi yang tepat.

Pengertian Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter merujuk pada langkah-langkah yang diambil oleh otoritas moneter suatu negara, biasanya bank sentral, untuk mengatur jumlah uang beredar dan suku bunga guna mencapai tujuan tertentu dalam perekonomian.

Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian kebijakan moneter menurut beberapa ahli:

  • Milton Friedman: Menurut Friedman, kebijakan moneter adalah upaya pemerintah untuk mengontrol tingkat suku bunga dan kuantitas uang yang beredar dalam perekonomian untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi tertentu, seperti stabilitas harga.
  • Ben Bernanke: Bernanke, seorang mantan Ketua Federal Reserve AS, mendefinisikan kebijakan moneter sebagai “pengendalian pasokan uang dan suku bunga oleh otoritas moneter untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi tertentu.”
  • John Taylor: Taylor, seorang ekonom terkenal, mengartikan kebijakan moneter sebagai “penetapan tingkat suku bunga oleh bank sentral untuk mencapai sasaran-sasaran makroekonomi tertentu, seperti stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang moderat.”

Tujuan Kebijakan Moneter

Berikut adalah beberapa tujuan utama kebijakan moneter:

1. Mengendalikan Inflasi

Salah satu tujuan utama dari kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas harga dengan mengendalikan tingkat inflasi. Inflasi yang terlalu tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat, merugikan para pemegang aset finansial, dan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Sebaliknya, inflasi yang terlalu rendah juga dapat mengakibatkan masalah deflasi, yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi.

2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan moneter dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan suku bunga untuk mendorong investasi dan konsumsi. Melalui pengaturan kebijakan moneter yang tepat, bank sentral dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

3. Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Stabilitas sistem keuangan adalah aspek penting dari kebijakan ini. Bank sentral bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatur lembaga-lembaga keuangan serta memastikan bahwa sistem keuangan beroperasi secara stabil dan aman. Kebijakan moneter dapat digunakan untuk mencegah terjadinya krisis keuangan dan mengurangi risiko sistemik.

4. Mengatur Tingkat Pengangguran

Tujuan Kebijakan Moneter

Meskipun tidak selalu dianggap sebagai tujuan primer, kebijakan moneter juga dapat memengaruhi tingkat pengangguran dalam perekonomian. Melalui pengaturan suku bunga dan pengaruhnya terhadap ekonomi, kebijakan moneter dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran struktural dan siklus dalam jangka panjang.

5. Menjaga Keseimbangan Pembayaran

Keseimbangan pembayaran yang sehat adalah faktor penting dalam stabilitas ekonomi suatu negara. Kebijakan moneter dapat memengaruhi keseimbangan pembayaran dengan mempengaruhi nilai tukar mata uang, volume impor dan ekspor, serta aliran modal internasional.

Jenis-Jenis Kebijakan Moneter

Berikut adalah jenis-jenis kebijakan moneter:

1. Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary Expansive Policy)

Kebijakan monetery ekspansif adalah strategi yang bertujuan untuk meningkatkan peredaran uang dalam masyarakat dengan harapan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi. Berikut langkah yang diambil dalam kebijakan ini antara lain:

  • Pembelian Sekuritas Pemerintah: Bank Indonesia dapat meningkatkan peredaran uang dengan membeli sekuritas pemerintah. Tindakan ini bertujuan untuk menyediakan likuiditas tambahan dalam perekonomian.
  • Penurunan Suku Bunga: Salah satu cara untuk mendorong pinjaman dan investasi adalah dengan menurunkan suku bunga. Dengan suku bunga yang lebih rendah, konsumen dan bisnis cenderung lebih termotivasi untuk meminjam dan menginvestasikan uang mereka.
  • Penurunan Persyaratan Cadangan: Bank Indonesia juga dapat menurunkan persyaratan cadangan yang harus dipenuhi oleh bank-bank komersial. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas bank dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

2. Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy)

Sebaliknya, kebijakan moneter kontraktif diambil ketika Bank Indonesia perlu mengurangi peredaran uang dalam masyarakat untuk mengendalikan inflasi. Beberapa langkah yang diambil dalam kebijakan ini antara lain:

  • Penjualan Obligasi Pemerintah: Bank Indonesia dapat menjual obligasi pemerintah untuk menarik uang dari pasar. Dnegan demikian, likuiditas dalam perekonomian akan berkurang.
  • Peningkatan Suku Bunga: Untuk mengurangi pinjaman dan investasi, Bank Indonesia dapat meningkatkan suku bunga. Hal ini membuat pinjaman menjadi lebih mahal, yang pada gilirannya dapat mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi bisnis.
  • Peningkatan Persyaratan Cadangan: Bank Indonesia juga dapat meningkatkan persyaratan cadangan yang harus dipenuhi oleh bank-bank komersial. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi likuiditas bank dan mengurangi penyaluran kredit ke sektor riil.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen Kebijakan Moneter

Berikut adalah beberapa instrumen kebijakan moneter yang umum digunakan oleh bank sentral:

  1. Suku Bunga Acuan (Policy Interest Rate): Suku bunga acuan adalah tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral sebagai referensi untuk suku bunga di pasar keuangan. Kenaikan atau penurunan suku bunga acuan dapat mempengaruhi tingkat suku bunga bank, pinjaman, investasi, dan tabungan di masyarakat.
  2. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operations): Operasi pasar terbuka adalah pembelian atau penjualan surat berharga pemerintah atau instrumen keuangan lainnya oleh bank sentral di pasar terbuka. Tujuan utamanya adalah untuk mengatur likuiditas di pasar dan mengendalikan suku bunga.
  3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio): Rasio cadangan wajib adalah persentase dari deposito yang harus dipertahankan oleh bank sebagai cadangan kas. Penyesuaian rasion cadangan wajib dapat mempengaruhi likuiditas bank dan jumlah uang yang beredar di masyarakat.
  4. Intervensi Valuta Asing (Foreign Exchange Interventions): Intervensi valuta asing adalah tindakan pembelian atau penjualan mata uang asing oleh bank sentral untuk memengaruhi nilai tukar mata uang domestik. Ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi.
  5. Forward Guidance: Forward guidance adalah komunikasi terbuka dari bank sentral kepada publik tentang arah kebijakan moneter yang akan datang. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi harapan pasar terhadap suku bunga dan kondisi ekonomi.

Kesimpulan

Kebijakan moneter memainkan peran penting dalam mengatur aktivitas ekonomi suatu negara. Dengan menggunakan berbagai instrumen seperti suku bunga, operasi pasar terbuka, dan persyaratan cadangan wajib, bank sentral dapat mengendalikan suplai uang dan suku bunga untuk mencapai tujuan ekonomi tertentu.