Penyebab dan Dampak Pencemaran Tanah

Infokekinian.com – Melalui artikel ini, kenali penyebab dan dampak pencemaran tanah serta cara untuk menanggulanginya karena tanah memiliki peranan penting dalam kehidupan di bumi sebagai penyedia unsur hara, air, dan penopang akar pohon.

Tanah merupakan salah satu komponen alam yang esensial bagi semua makhluk hidup. Tidak hanya manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan, yang terpengaruh.

Akibatnya, kesuburan dan kelestarian tanah harus dijaga dengan baik untuk kehidupan masa depan semua makhluk.

Pengertian Pencemaran Tanah

Sayangnya, pencemaran tanah kini sudah meluas, bahkan hampir di setiap lokasi. Penyebab pencemaran tanah sangat banyak. Hal yang sama berlaku untuk dampak polusi terhadap makhluk hidup.

Pengertian Pencemaran Tanah

Banyak dari kamu mungkin pernah mendengar istilah pencemaran tanah, tetapi tahukah kamu apa artinya?

Secara bahasa, pencemaran tanah terdiri dari dua kata: polusi dan kata-kata, yang masing-masing memiliki arti tersendiri.

Istilah ini mengacu pada dataran datar yang dapat diinjak oleh makhluk apa pun. Ini dapat berisi struktur, hutan, atau lahan lain yang secara khusus berguna untuk kebutuhan manusia. Jadi, apa arti atau arti dari polusi?

Polusi adalah suatu kondisi di mana banyak elemen atau aspek yang berbeda bercampur menjadi satu. Namun campuran tersebut akhirnya berdampak negatif pada komponen utama yang masih murni.

Akibatnya, pencemaran tanah didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana berbagai unsur berbahaya bercampur dengan komponen tanah murni.

Komponen campuran tersebut dapat berupa bahan kimia atau zat berbahaya lainnya yang membahayakan kehidupan makhluk hidup.

Seperti yang kamu lihat, polusi sudah terjadi di sejumlah daerah. Polusi tidak berkurang tetapi meningkat seiring berjalannya waktu.

Meskipun demikian, teknologi yang semakin canggih digunakan untuk mengurangi polusi tanah.

Sumber Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah yang sebelumnya murni dan halus tentu dapat terjadi dari berbagai sumber. Untuk memahami dan kemudian mencegah pencemaran yang lebih parah, kamu harus terlebih dahulu memahami sumber-sumber pencemaran tanah.

Jadi, berikut adalah beberapa sumber potensial pencemaran tanah:

Limbah Padat dan Cair

Limbah, baik padat maupun cair, merupakan penyumbang pencemaran tanah yang paling signifikan.

Kedua komponen tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan yang signifikan. Lalu, bagaimana limbah padat dan cair itu muncul? Tidak lain adalah sebagai akibat dari aktivitas manusia.

Pengelolaan sampah menjadi tujuan akhir TPA karena kurangnya pengetahuan dan tindakan. Kegiatan ini berpotensi memberikan dampak negatif bagi semua makhluk hidup.

Pestisida dan Pupuk

Pestisida dan Pupuk

Pertanian merupakan salah satu kegiatan manusia yang berpotensi mencemari tanah. Pestisida dan pupuk kimia tentunya sangat familiar di dunia pertanian.

Pestisida dan pupuk memberikan dampak positif bagi tanaman, namun jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus dapat berdampak negatif terhadap kesuburan tanah.

Hal ini berhubungan langsung dengan sifat ganas dari bahan kimia dalam pestisida atau pupuk, yang dapat mengurangi unsur hara tanah.

Bahan Kimia Lain

Selain pestisida dan bahan kimia pupuk, banyak bahan kimia lain dapat masuk ke permukaan tanah.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, jika bahan kimia memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi tanah.

Akibatnya, jika kamu sering menggunakan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, mulailah lebih berhati-hati dalam pembuangan limbah kamu. Jangan biarkan bahan kimia ini menurunkan kesuburan tanah.

Deforestasi

Istilah deforestasi mungkin masih asing bagi kamu. Istilah ini mengacu pada situasi di mana jumlah pohon telah berkurang secara drastis.

Pohon sebenarnya merupakan salah satu tanaman yang memberikan manfaat yang signifikan bagi kehidupan makhluk lain serta kesuburan tanah.

Selanjutnya, pengurangan jumlah pohon berdampak signifikan terhadap peningkatan polusi udara. Sedangkan pencemaran udara berpengaruh tidak langsung terhadap peningkatan pencemaran tanah.

Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, keempat sumber pencemaran tanah harus selalu dikendalikan.

Penyebab Pencemaran Tanah

Dari empat sumber yang disebutkan di atas, ada kegiatan tertentu yang berkontribusi terhadap pencemaran tanah.

Kamu juga harus memahami poin ini secara menyeluruh dan menghindarinya sebisa mungkin, karena sebagian besar penyebabnya adalah manusia.

Berikut ini adalah penyebab pencemaran tanah secara lebih rinci:

Kebocoran Limbah

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, limbah, baik padat maupun cair, merupakan salah satu sumber pencemaran yang paling signifikan.

Dalam praktiknya, berbagai proyek industri mungkin telah mengolah limbah dengan baik sehingga tidak berpotensi mencemari lingkungan.

Namun, masalahnya di sini adalah ketika limbah bocor, mengakibatkan polusi yang parah.

Kebocoran Bahan Kimia Industri

Tidak hanya limbah, bahan kimia industri juga rentan terhadap kebocoran dan polusi. Meski bukan komponen utama, bahan kimia ini memiliki risiko yang sama dengan limbah.

Bahkan dalam kondisi tertentu, kebocoran bahan kimia dapat berdampak negatif pada masa depan tanah.

Apalagi jika bahan kimia yang dimaksud mampu menyebabkan kematian atau membahayakan kehidupan semua makhluk hidup.

Masuknya Air Tercemar ke Permukaan Tanah

Air yang tercemar, sebaliknya, tidak boleh dibiarkan masuk ke permukaan tanah karena berpotensi mengurangi atau bahkan merusak kesuburan tanah. Pencemaran air dapat disebabkan oleh kegiatan industri sehingga menjadi limbah.

Masuknya Air Tercemar ke Permukaan Tanah

Akan sulit untuk membersihkannya begitu air limbah ini sudah meresap ke dalam tanah karena air memiliki sifat yang sangat mudah meresap ke permukaan tanah. Tidak jarang tanah menjadi tercemar dengan cara ini.

Penggunaan Pestisida Berlebih

Pertanian saat ini sangat bergantung pada pestisida untuk meningkatkan jumlah produk pertanian yang dihasilkan.

Namun perlu diingat bahwa pestisida ini tidak boleh digunakan secara berlebihan dan hanya boleh digunakan sesuai dengan kadarnya.

Jangan melebihi dosis yang signifikan, karena penggunaan yang berlebihan akan mencemari dan merusak tanah dalam waktu singkat. Tingginya tingkat pencemaran tanah tidak dapat dihindari.

Kecelakaan Kendaraan Pengangkut Minyak

Meskipun kemungkinannya kecil, jenis kecelakaan ini dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesuburan tanah.

Kecelakaan yang melibatkan kendaraan pengangkut minyak yang menyebabkan minyak tumpah dan tersebar di tanah berpotensi merusak tanah.

Limbah Air Timbunan Sampah

Saat membuang sampah sembarangan atau tidak di tanah media tanah air, kemungkinan besar air dari tumpukan sampah akan langsung meresap ke dalam tanah.

Meski jumlahnya kecil, namun dampak yang bisa diperoleh cukup signifikan. Dalam hal ini, kamu juga harus mengikuti SOP pembuangan sampah untuk menghindari pencemaran tanah.

Bahan-Bahan Lain

Selain kegiatan yang disebutkan di atas, bahan-bahan tertentu yang menyebabkan polusi harus dihindari. Seng, merkuri, arsenik, tembaga, nikel, dan bahan lainnya semuanya dapat mencemari lingkungan.

Bahan-bahan tersebut harus dirawat dengan baik agar tidak berpotensi menimbulkan kerusakan, terutama pada permukaan tanah.

Dampak Pencemaran Tanah

Berbagai sumber dan kegiatan tersebut di atas tidak diragukan lagi memiliki dampak yang signifikan terhadap tanah.

Tidak hanya untuk kesuburan tanah dan kelangsungan hidup tumbuhan dan hewan, tetapi juga untuk kelangsungan hidup manusia.

Beberapa akibat umum dari pencemaran tanah adalah sebagai berikut:

Polusi Udara

Kematian makhluk hidup merupakan salah satu dampak paling berbahaya yang harus dihindari sedini mungkin.

Polusi Udara

Ketika pencemaran tanah terjadi secara terus menerus, jumlah kematian makhluk hidup bisa meroket.

Makhluk hidup biasanya mati perlahan akibat pencemaran tanah, dan tanda-tandanya bisa terlihat.

Hal-hal seperti ini menuntut kamu untuk lebih waspada dan jeli agar dapat memperhatikan berbagai perubahan, terutama pada tumbuhan dan hewan di suatu lokasi atau dataran.

Polusi atmosfer

Bahkan jika tanah tercemar, kerusakan dapat terjadi pada komponen bumi lainnya yang saling berhubungan. Sebut saja udara, tetapi ketika tanah tidak lagi subur dan sehat, komponen ini juga ikut tercemar.

Salah satu contoh keterkaitan antara polusi tanah dan polusi udara adalah ketika tanah tidak lagi subur dan pepohonan tidak dapat tumbuh subur, polusi udara dapat meroket.

Kerusakan Ekosistem

Ada banyak ekosistem yang tersebar di seluruh dunia. Ekosistem ini harus dirawat dengan baik agar tetap asri dan berfungsi dengan baik.

Sayangnya, pencemaran tanah dapat memiliki dampak jangka panjang pada ekosistem. Ekosistem terestrial, atau yang hidup di tanah, akan memiliki dampak negatif terbesar.

Mengurangi Kesuburan Tanah

Dampak negatif pencemaran tanah yang satu ini tidak bisa dihindari. Ketika ada polusi, tanah kehilangan kemurnian dan kesuburannya. Ini akan berdampak signifikan pada hidup kamu.

Berkurangnya kesuburan tanah, misalnya, hampir pasti akan membawa malapetaka bagi pertanian. Tanaman yang tumbuh bebas akan terhambat perkembangannya.

Merusak Estetika Alam

Tanah yang subur dan terawat pasti akan terlihat indah. Tumbuhan dapat tumbuh subur berbeda dengan tanah atau dataran yang tandus dan tercemar, meskipun nilai estetika alaminya akan berkurang.

Ketika tidak ada pencemaran yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, nilai estetika alam di berbagai belahan dunia akan tetap terjaga.

Kurangi aktivitas atau sumber-sumber yang dapat menyebabkan pencemaran tanah jika ingin melihat alam menjaga keindahannya.

Selain lima hal di atas, masih banyak lagi dampak kecil lainnya yang bisa terjadi pada manusia, hewan, tumbuhan, atau alam. Jadi mulailah memperhatikan alam dan hindari berbagai hal penyebab polusi.

Contoh Pencemaran Tanah

Banyak sekali contoh pencemaran tanah yang disebabkan oleh manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Beberapa faktor dan aktivitas penyebab, sebagaimana disebutkan di atas, dapat mengungkapkan apakah hal itu disengaja atau tidak.

Pencemaran yang disebabkan oleh manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja, biasanya disebabkan oleh proses alam, yang mengakibatkan terakumulasinya berbagai bahan kimia beracun di dalam tanah, yang dapat mengancam kesuburan tanah.

Hanya saja kasus seperti itu sangat jarang terjadi; jika pun ada, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Kasus di gurun Atacama Chili adalah salah satu contohnya.

Sementara itu, jumlah pencemaran yang ditimbulkan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh manusia jauh lebih besar.

Seperti kebocoran limbah, percampuran air yang tercemar dengan tanah, perembesan bahan kimia berbahaya ke dalam permukaan tanah, dan sebagainya.

Penyebab paling umum dari pencemaran tanah di daerah pegunungan adalah banyaknya pestisida yang digunakan oleh petani untuk kesuburan tanaman.

Meskipun tujuan utamanya adalah untuk menyuburkan tanaman, namun berpotensi menurunkan kesuburan tanah jika digunakan terus menerus dan dalam jumlah banyak.

Mayoritas pencemaran yang disebabkan oleh bahan kimia dan limbah cair terjadi di kawasan industri.

Banyak industri besar yang gagal mengolah limbahnya secara tuntas atau menyeluruh, sehingga menimbulkan polusi. Parahnya, jumlah sampah yang dihasilkan umumnya cukup besar.

Selain contoh di atas, contoh umum lainnya adalah limbah cair yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga. Misalnya sisa air cucian yang tidak sampai ke sungai dan meresap ke dalam tanah.

Cara Mengatasi Pencemaran Tanah

Begitu banyak contoh pencemaran tanah yang terjadi di lingkungan kamu tentu tidak bijak jika kamu mengabaikannya begitu saja. Mengingat ada banyak solusi.

Bagaimana seharusnya kita menangani pencemaran tanah? Berikut penjelasan lengkapnya:

Menumbuhkan dan Mengembangkan Kesadaran Masyarakat

Hal pertama dan terpenting yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat tentang perlunya memerangi pencemaran jenis ini.

Pencemaran tanah sebenarnya dapat ditangani dengan baik jika seluruh masyarakat bekerja sama, karena pencemaran jenis ini tidak dapat diatasi sendiri.

Menggunakan Sistem 3R (Reduce, Rause, dan Recycle)

Tentu saja, kamu mungkin pernah mendengar tentang sistem 3R, yang merupakan singkatan dari Reduce, Reuse, dan Recycle.

Aplikasi sistem ini difokuskan untuk menyaring sampah yang masih baik dan dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat.

Meskipun sulit untuk mendaur ulang limbah cair, namun dapat dilakukan dalam beberapa proses atau langkah. Tentu saja, itu dapat bermanfaat bagi kamu dan juga lingkungan.

Program Reboisasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pencemaran tanah juga dapat mengakibatkan pencemaran udara.

Program Reboisasi

Kamu dapat mencegah pencemaran ini dengan menerapkan program penghijauan atau penanaman kembali.

Penanaman kembali tidak hanya dapat mengurangi polusi udara, tetapi juga dapat membuat tanah lebih subur dan menjaga kesuburan alamnya.

Remidiasi Tanah

Jika penghijauan dilakukan untuk menjaga dan mengembalikan kesuburan alami tanah, maka dilakukan remediasi untuk membersihkannya.

Karena zat pencemar telah dihilangkan, tanah akan kembali subur. Meskipun hasilnya tidak dapat dijamin, proses ini diperlukan pada permukaan tanah yang sangat tercemar.

Bioremediasi

Masih dengan tujuan yang sama yaitu pembukaan lahan atau reklamasi. Jamur dan bakteri, di sisi lain, digunakan sebagai media dalam proses bioremediasi ini.

Akibatnya, jamur dan bakteri yang dapat merombak berbagai polutan di tanah akan digunakan dalam bioremediasi ini.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai penyebab dan dampak pencemaran tanah serta cara penanggulangan pencemaran tanah, agar kamu bisa lebih peka terhadap lingkungan terutama pada tanah.

Demikianlah artikel mengenai Penyebab dan Dampak Pencemaran Tanah dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */