Apa Yang Dimaksud dengan Rantai Makanan dan Jaring Jaring Makanan

Infokekinian.com – Berikut adalah informasi mengenai apa yang dimaksud dengan rantai makanan dan jaring jaring makanan? Simak artikel ini hingga selesai untuk mengetahui informasinya lebih lengkap dan jelas.

Sejauh yang kami tahu, manusia bukan satu-satunya makhluk yang menyebut planet ini sebagai rumah.

Namun masih ada makhluk hidup lain yang berdiam berseberangan dan bahkan berdampingan dengan manusia.

Untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, setiap makhluk hidup melakukan berbagai perilaku. Setiap makhluk hidup di dunia memiliki dampak dan dipengaruhi oleh segala sesuatu yang lain.

Pengertian Rantai Makanan

Pengertian Rantai Makanan

Rantai makanan itu sendiri merupakan bagian dari jaring-jaring makanan. Jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan yang terjadi secara alami dalam suatu ekosistem dan dijalin bersama dalam pola seperti jaring.

Jaring Jaring Makanan

Tidak mungkin memisahkan lingkungan dari makhluk hidup. Keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Habitat adalah lokasi spesifik yang digunakan organisme hidup secara eksklusif.

Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya baik secara langsung maupun tidak langsung terjadi pada tingkat organisme.

Kita akan masuk ke rantai makanan secara lebih rinci nanti di posting ini, tetapi pertama-tama, mari kita lihat beberapa faktor yang memengaruhinya.

Di suatu tempat, tidak mungkin hanya satu populasi yang menghuninya. Tetapi ada banyak populasi yang tinggal di tempat yang sama.

Komunitas adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan berinteraksi satu sama lain. Predasi, kompetisi, dan simbiosis adalah semua kemungkinan dalam ekosistem ini.

Interaksi antar populasi dapat mempengaruhi kepadatan dan distribusi populasi antara dua populasi.

Pengaruh kedua populasi tersebut pada akhirnya mempengaruhi struktur dan komposisi komunitas tersebut. Suatu ekosistem dihasilkan oleh ekosistem dan lingkungannya.

Lingkungan abiotik dan biotik suatu ekosistem saling terkait dalam komunitas yang muncul darinya.

Kontak yang dilakukan organisme dengan lingkungannya memiliki fungsi bagi keberadaannya. Kelangsungan hidup suatu makhluk membutuhkan energi.

Senyawa organik menyediakan energi yang kita butuhkan untuk tetap hidup. ‘Energi kimia,’ mengacu pada energi yang berasal dari zat organik.

Bahan organik yang terdiri dari energi dan komponen kimia ditransfer dari satu organisme ke organisme lain. Transfer energi kimia dan nutrisi terjadi melalui proses makan dan makan.

Pada 1920-an, seorang ahli biologi Universitas Oxford bernama Charles Elton menyadari bahwa rantai makanan bukanlah sistem tertutup. tetapi terhubung dalam jaring makanan.

Seorang ahli ekologi dapat menjelaskan hubungan teoretis suatu ekosistem dengan menggambar diagram jaring makanan dengan panah yang menghubungkan spesies berdasarkan apa yang memakan apa.

Struktur Trofik

Struktur trofik suatu ekosistem dibentuk oleh interaksi makan dan dimakan di antara berbagai spesiesnya.

Ada beberapa tingkat trofik dalam struktur trofik ekosistem. Di setiap tingkat trofik, beragam spesies dan sumber makanan ditemukan.

Keterkaitan antara struktur trofik dalam suatu komunitas memiliki dampak yang signifikan terhadap struktur dan dinamika komunitas tersebut.

Ada “rantai makanan” di mana energi makanan ditransfer dari tanaman dan makhluk autotrofik lainnya (produsen utama) melalui herbivora (pengguna sekunder, tersier, dan terminal), predator (konsumen tingkat trofik ketiga dan terakhir), dan akhirnya pengurai.

Tingkat trofik pertama adalah kelompok organisme yang bersifat autotrof. Autotrof adalah organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Yaitu tumbuhan dan fitoplankton.

Beberapa autotrof, di sisi lain, tidak membangun bahan organik dengan memanfaatkan energi sinar matahari. Organisme semacam itu disebut kemoautotrof.

Makhluk-makhluk ini memanfaatkan energi panas bumi, misalnya hidrogen sulfat. Contoh autotrof energi adalah bakteri belerang.

Produsen

Organisme autotrofik disebut sebagai produsen dalam struktur trofik. Makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari disebut sebagai “organisme autotrofik”, seperti yang dinyatakan sebelumnya.

Produsen

Proses menghasilkan makanan ini biasa disebut dengan proses fotosintesis. Sebagai penyedia, produsen tidak memakan makhluk hidup lain, tetapi dimakan. Produsen maka ekosistem terestrial adalah tumbuhan hijau.

Alga biru-hijau dan bakteri klorofil adalah produsen utama dalam ekosistem perairan seperti danau dan lautan.

Dua kategori organisme membentuk fitoplankton. Selain fitoplankton, produsen di habitat perairan dapat berupa alga atau tumbuhan hijau.

Konsumen

Berbagai makhluk yang tidak dapat mensintesis bahan organik menempati tingkat trofik kedua dari struktur trofik suatu ekosistem. Organisme ini disebut heterotrof.

Organisme heterotrofik, kadang-kadang dikenal sebagai konsumen, memperoleh bahan organik mereka dengan memakan spesies lain atau mayat mereka.

Tingkat trofik kedua adalah rumah bagi konsumen primer, tingkat trofik ketiga adalah rumah bagi konsumen sekunder, dan trofi keempat

Organisme yang secara langsung mengkonsumsi produsen dikenal sebagai “konsumen tingkat 1”, atau “konsumen primer”. Herbivora adalah nama lain untuk makhluk ini.

Contoh konsumen primer di darat adalah siput, burung yang memakan biji-bijian atau buah-buahan, serangga, dan berbagai jenis mamalia.

Dengan kata lain, spesies yang memakan dan memakan organisme lain (herbivora). Konsumen sekunder disebut karnivora karena mereka memakan hewan.

Hewan yang dikategorikan sebagai konsumen sekunder seringkali berukuran kecil. Akibatnya, istilah “karnivora kecil” biasanya digunakan untuk menggambarkannya.

Contoh makhluk yang termasuk konsumen sekunder di darat adalah katak, ayam, burung, laba-laba, dan sebagainya.

Konsumen yang memakan konsumen sekunder dianggap konsumen tersier (tingkat 3). Konsumen tersier biasanya disebut sebagai karnivora besar.

Elang, burung hantu, harimau, paus, hiu, dan hewan besar lainnya adalah contoh konsumen tersier.

Dekomposer

Pengurai adalah makhluk yang fungsinya untuk memecah bangkai makhluk hidup. Jenis pengurai ini mengkonsumsi semua jenis organisme, terlepas dari tingkat trofiknya.

Sistem biologis mengubah senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Sistem ini bertanggung jawab atas proses ini.

Rantai makanan adalah serangkaian jalur makan dan makan makhluk dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya.

Rantai makanan yang dimulai dari produsen disebut rantai makanan rumput. Misalnya: rumput → belalang → burung kecil → elang.

Rantai makanan mungkin dimulai bukan dari produsen. Tapi bisa juga dimulai dari sampah. Detritus adalah partikel organik yang berasal dari penguraian berbagai organisme mati dan sisa-sisa organisme.

Kotoran hewan, bahan organik yang membusuk seperti ranting atau daun, adalah contoh bahan organik yang membusuk.

Cacing, rayap, keluwing, dan kecoa semuanya memakan sisa-sisa makanan. Istilah “detritivora” mengacu pada rantai makanan yang terdiri dari detritus.

Rantai makanan detritus dapat mencakup, misalnya, komponen berikut: rantai makanan detritus adalah: hancurnya kotoran hewan → nematoda → kutu acarina → kalajengking. Contoh lain adalah: daun yang membusuk → cacing tanah → ayam → manusia.

Alur rantai makanan secara umum adalah seperti di bawah ini:

Tipe Rantai Makanan

Tipe Rantai Makanan

Berikut adalah beberapa tipe rantai makanan:

1. Rantai rumput

Tumbuhan dan produsen adalah asal mula jenis rantai makanan ini. Tumbuhan merupakan tingkat pertama, diikuti oleh makhluk herbivora di tingkat 2, hewan karnivora di tingkat III, dan terakhir hewan omnivora di tingkat IV. Sebagai ilustrasi, perhatikan hal berikut: Padi – Burung Pipit – Ular – Elang

2. Rantai Parasit

Makhluk kecil memakan yang lebih besar dalam rantai makanan semacam ini.

Contoh : Sapi – Kutu – Jalak – Elang

3. Rantai Detritus

Adapun jenis ini, awal rantai dimulai dari organisme pengurai. Akibat dari pembusukan atau penghancuran bahan yang telah terurai kemudian dikonsumsi rayap, cacing dan sebagainya.

Sebagai ilustrasi, perhatikan hal berikut: Rayap, ayam, ular, dan limbah kayu

Rantai makanan di darat

Sayuran (produsen utama)

herbivor (konsumen primer)

karnivor (lonsumen sekunder)

Karnivor (konsumen tersier)

karnivor (konsumen kuartener)

Dekomposer (pengurai)

Rantai makanan di laut

Rantai makanan di laut 

Fitoplankton (produsen primer)

Zooplankton (konsumen primer)

Karnivor (komsumer sekunder)

Karnivor (konsumen tersier)

Karnivor (konsumen kuantener)

Dekomposer (pengurai)

Anak panah menggambarkan energi dan nutrisi yang berjalan melalui tingkat trofik dalam suatu komunitas saat organisme saling memakan.

Jalur trofik juga dapat menentukan siklus unsur-unsur kimia di alam karena di dalam suatu makanan terdapat energi dan materi.

Meskipun ada lima organisme yang tercantum dalam uraian di atas, jumlah organisme fleksibel dan dapat lebih atau kurang tergantung pada aplikasi.

Hanya satu ekosistem yang dapat eksis pada suatu waktu di lingkungan tertentu. Berbagai konsumen utama dapat mengkonsumsi jenis produsen atau detrius tertentu. Berbagai produsen dan detritus dapat dikonsumsi oleh konsumen primer juga.

Setiap tingkat trofik memiliki rantai makanan yang bercabang. Tumbuhan air, misalnya, dikonsumsi oleh moluska selain itik, seperti siput.

Beberapa predator memakan organisme dari semua tingkatan rantai makanan. Misalnya, bangau dapat berburu konsumen primer (misalnya ikan Tawes), tetapi dapat memangsa konsumen tingkat tinggi seperti ikan mas.

Organisme pemakan semua, yaitu organisme yang memakan produsen dan konsumen pada tingkat trofik yang berbeda. Omnivora adalah organisme yang mengkonsumsi berbagai jenis makanan.

Manusia adalah contoh yang baik. Jadi, dalam suatu ekosistem interaksi antara makan dan dimakan sangat rumit, saling terkait dan bercabang membentuk jaring-jaring makanan.

Aliran Energi

Kehidupan manusia bergantung pada sinar matahari sebagai sumber energi utamanya. Melalui produsen, sinar matahari masuk ke konsumen biotik.

Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses produksi sinar matahari. Tanah, air, atau energi kimia? Konstituen utama organisme adalah air, yang berfungsi sebagai pelarut untuk komponen kimia.

Air juga didaur ulang di alam. Siklus biogeokimia melibatkan daur ulang air dan komponen kimia dengan makhluk hidup dan batuan (geofisika).

Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana air, karbon, nitrogen, dan belerang saling terkait dalam satu siklus.

Daur Air

Uap air adalah jenis air atmosfer yang paling umum. Uap air timbul dari air darat dan air laut yang menguap karena panasnya matahari.

Karena laut menutupi tiga perempat permukaan planet, sebagian besar air di atmosfer berasal dari laut.

Awan yang terbentuk dari uap air atmosfer jatuh ke darat dan laut sebagai hujan, sedangkan air hujan di darat masuk ke dalam tanah untuk menghasilkan air permukaan dan air tanah. Air hujan adalah sumber daya alam.

Tumbuhan darat menyerap air di dalam tanah. Di dalam tubuh tumbuhan air melewati tumbuhan. Selanjutnya melalui transpirasi, uap air dikeluarkan oleh tumbuhan ke atmosfer.

Manusia memanfaatkan sekitar seperempat dari air tanah yang tersedia untuk mereka, sementara hewan mendapatkan air terutama dari air permukaan dan tumbuhan dan hewan yang mereka konsumsi.

Manusia mengeluarkan sebagian besar air mereka dalam bentuk urin dan keringat. Sungai, danau, dan akhirnya laut menerima limpasan dari sumber bawah tanah dan di atas tanah.

Daur Karbon

Karbon dioksida, bentuk gas karbon, dapat ditemukan di atmosfer (CO2). Produsen membiarkan karbon dioksida masuk ke komponen biotik.

Karbon dioksida digunakan oleh produsen untuk membuat glukosa, sejenis karbon yang terbentuk selama fotosintesis. Hewan dan manusia mengkonsumsi bahan organik yang telah naik ke rantai makanan.

Daur Karbon

Respirasi oleh organisme autotrofik atau heterotrofik menghasilkan karbon dioksida. Kebutuhan tanaman akan karbon dioksida hampir setara dengan pengeluaran karbon dioksida oleh respirasi organisme.

Batang dan kayu adalah salah satu komponen tanaman yang paling kaya karbon. Tulang terdiri dari bahan karbon organik dan dapat ditemukan pada manusia dan hewan.

Karbon dioksida adalah produk sampingan dari penguraian semua makhluk hidup, termasuk manusia.

Di dalam kerak bumi, karbon dapat ditemukan dalam bentuk minyak bumi dan batu bara yang merupakan bahan bakar fosil.

Ketidakseimbangan dapat dihasilkan oleh jumlah karbon di atmosfer dan bahan bakar yang dikonsumsi oleh manusia.

Daur Sulfur

Tumbuhan menyerap belerang dalam bentuk sulfat (SO4) (SO4). Perjalanan sulfat mengikuti jalur rantai makanan.

Organisme yang membusuk bahan organik yang tersisa di tangan bakteri. Bakteri Desulfobio dan Desulfomaculumi berperan dalam siklus siklus belerang.

Hidrogen sulfida terbentuk sebagai hasil reduksi sulfat oleh bakteri ini menjadi sulfida (H2S). Bakteri kemolitotrofik seperti Thiobacillus mengoksidasi belerang menjadi sulfat.

Batas Panjang Rantai Makanan

Setiap rantai makanan, setiap jaring makanan dalam jaring makanan, biasanya hanya beberapa mata rantai.

Di jaringan Antartika, jarang ada lebih dari tujuh hubungan dari produsen ke predator puncak dalam bentuk apa pun, dan sebagian besar rantai memiliki rantai dengan panjang lima mata rantai atau kurang.

Berikut penjelasan mengapa rantai makanan cenderung pendek. Yang pertama adalah teori energi, yang menyatakan bahwa inefisiensi transfer energi dalam rantai makanan membatasi panjang rantai makanan.

Mengingat bahwa produksi fotosintesis yang lebih tinggi memiliki energi awal yang lebih besar daripada produksi fotosintesis yang lebih rendah.

Teori energi menunjukkan bahwa rantai makanan di lingkungan ini akan lebih kompleks dan karenanya lebih lama.

Rantai makanan yang lebih panjang dianggap kurang stabil daripada yang pendek, menurut gagasan “stabilitas dinamis.”

Fluktuasi populasi pada tingkat trofik yang meningkat diperparah pada tingkat yang lebih tinggi, berpotensi mengakibatkan kepunahan lokal predator puncak.

Sangat penting bahwa pemangsa puncak dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi iklim, seperti berkurangnya pasokan makanan untuk samoai yang lebih tinggi di rantai makanan (misalnya, musim dingin yang keras).

Semakin panjang rantai makanan, semakin lambat predator puncak akan pulih dari gangguan lingkungan. Teori ini menunjukkan bahwa rantai makanan akan lebih pendek dalam keadaan yang tidak terduga.

Sebagian besar bukti saat ini mendukung hipotesis energi. Para peneliti telah menggunakan pohon berlubang tropis sebagai model eksperimental untuk menguji asumsi energi, misalnya.

Banyak pohon memiliki bekas luka cabang kecil yang membusuk, meninggalkan lubang di batangnya.

Lubang pohon mengumpulkan air dan menyediakan habitat bagi koloni kecil mikroorganisme dan serangga pemakan daun yang mati.

Contoh-contoh rantai makanan

Berikut adalah contoh dari rantai makanan:

Contoh-contoh rantai makanan

1. Ekosistem Sawah

Padi → belalang → burung cicit → burung elang → dekomposer

Padi → tikus → ular → burung gagak → dekomposer

2. Ekosistem Hutan

Ekosistem Hutan

-rumput → rusa → harimau → singa

Rumput → kelinci → ular belang → ular piton → burung elang → dekomposer

3. Ekosistem Sungai

Lumut → ikan kecil → ikan besar → burung → pengurai

Tumbuhan air → ikan kecil → burung bangau → dekomposer

4. Ekosistem Laut

Rumput laut → cumi- cumi → anjing laut → paus besar

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai rantai makanan dan jaring jaringnya, yang perlu kamu ketahui untuk menambah pengetahuan kamu mengenai piramid ekologi.

Demikianlah artikel mengenai Apa Yang Dimaksud dengan Rantai Makanan dan Jaring Jaring Makanan dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */