Contoh Present Perfect Tense dan Pengertiannya

Memahami contoh present perfect tense bukanlah hal rumit. Selama memahami makna dan rumusnya, Anda bisa membedakan kalimat present perfect tense dengan lainnya.

Pada dasarnya, present perfect tense adalah kata kerja yang dipakai untuk menerangkan aksi yang sudah lampau, tapi masih berlanjut sampai saat ini, atau selesai satu waktu di masa lampau.

Fungsi kata kerja ini adalah untuk menyatakan aksi yang sudah terjadi masa lampau, akan tetapi efeknya bisa dirasakan sampai saat ini. Selain itu juga berfungsi untuk menerangkan aksi lampau yang masih berlanjut sampai saat ini.

Rumus Present Perfect Tense

Ada dua rumus yang berlaku dalam membuat present perfect tense. Pertama, kalimat menggunakan kata kerja atau kalimat verbal. Kedua, kalimat bukan dengan kata kerja atau kalimat nominal.

  • Present perfect verbal

Kalimat ini menggunakan kata kerja. Polanya adalah subject, have atau has, verb 3, dan complement. Subject yang digunakan adalah they, we, I, you, he, she, it.

Have digunakan untuk I, you, we, dan they. Sementara has dipakai untuk he, she, it. Contohnya adalah I have eaten apple. 

  • Present perfect nominal

Predikat dalam kalimat present perfect nominal bukanlah kata kerja. Rumusnya adalah subject, have atau has, been, dan complement.

Subjek berupa they, we, I, you, he, she, dan it. Have digunakan untuk subject they, we, I, you. Sedangkan subjek he, she, it menggunakan has. Jika diterapkan dalam kalimat, maka bentuknya adalah She has been here since March 3rd.

Present perfect tense terdiri dalam dua bentuk. Yakni present perfect tense positif, dan present perfect tense negatif.

Present perfect tense bentuk negatif selalu menggunakan kata not. Lalu, seperti apa contoh present perfect tense bentuk negatif?

  • Present Perfect Tense Negatif

Kata not pada present perfect tense negatif diletakkan setelah has atau have. Sehingga rumusnya adalah subject, have atau has, not, verb 3, dan complement. Rumus kedua adalah subject, have atau has, never, verb 3, dan complement. 

Have digunakan pada subject they, we, I, you. Sementara has digunakan pada subject he, she, it. Kata never digunakan untuk tindakan yang belum atau tidak pernah dilakukan. Di akhir kalimat present perfect tense digunakan kata yet. 

Contoh penerapan present perfect tense negatif dalam sebuah kalimat adalah I have never eaten banana. 

  • Present Perfect Tense Nominal Negatif

Pada present perfect tense nominal negatif, rumus yang berlaku adalah subject, have atau has, not, been, dan complement. Rumus kedua adalah subject, have atau has, never, been, dan complement. 

Have dipakai untuk subject they, we, I, you dan has digunakan untuk he, she, it. Sementara never digunakan untuk menerangkan sesuatu yang belum atau tidak pernah dilakukan.

Jika diterapkan dalam bentuk kalimat, maka bentuknya adalah demikian She hasn’t been here since March 2nd. 

  • Present Perfect Tense Nominal Interogatif

Rumus present perfect tense jika diterapkan dalam bentuk kalimat tanya yang memiliki jawaban ya/tidak adalah have atau has, subject, verb 3, dan complement. Bentuk lainnya adalah have atau has, subject, ever, verb 3, dan complement. 

Ever diperuntukkan ketika mengajukan pertanyaan sudah pernahkah? Jika diterapkan dalam kalimat, contoh dari present perfect tense interogatif adalah Have you ever gone to Berlin? 

  • Present Perfect Tense Verbal Interogatif

Untuk membuat kalimat tanya diperlukan w/h (What, Who, Where, When, Why dan How). W/H diletakkan sebelum have atau has pada awal kalimat.

Rumus yang digunakan adalah W/H, have atau has, subject, verb 3, dan complement. Contohnya dalam kalimat adalah What have they done?

  • Present Perfect Tense Nominal Interogatif

Untuk kalimat tanya yang membutuhkan jawaban yes/no, letak have atau has adalah di awal kalimat. Rumus pertama yang digunakan ialah have atau has, subject, been, dan complement. 

Rumus kedua adalah have atau has, subject, ever, been, dan complement. Bila diterapkan dalam bentuk kalimat bentuknya menjadi Have you ever been to England?

Bagaimana, mudah bukan?

Tinggalkan komentar