Teks Prosedur, Pengertian, Jenis-jenis, Cara Menyusunnya

Contoh teks prosedur – Kalau Anda masih ingat, dulu dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada bagian pembahasan perihal contoh teks prosedur. Topik bahasan itu biasanya dilanjutkan pemberian tugas menulis teks yang dimaksud setelah seluruh penghuni kelas dianggap memahami definisi dan contohnya. Nah, apakah Anda masih ingat, atau jangan-jangan malah tak pernah merasa diajari di sekolah?

Pengertian Teks Prosedur

Langsung saja kita bahas mengenai teks prosedur ini karena disadari atau tidak, pemakaiannya sangat penting terutama yang beraktivitas tulis menulis, blogging, editing, praktik bisnis, promosi, dan bahkan kehidupan sehari-hari di rumah.

Jadi, apa yang dimaksud sebagai teks prosedur?

Teks prosedur adalah jenis teks yang penulisannya ditujukan untuk menjelaskan bagaimana cara melakukan sesuatu melalui rincian langkah demi langkah yang sistematis alias berurutan. Bentuk paling umum teks ini biasanya berupa susunan poin atau angka yang berurutan, dan kadang disertai gambar atau ilustrasi sebagai penjelasan atas teks atau sebaliknya.

Kenapa harus menulis teks prosedur? Misalnya begini. Dalam sebuah perusahaan, Anda membawahi sejumlah anggota yang tergabung dalam satu tim. Kebetulan Anda ditunjuk sebagai pemimpin karena punya kemampuan khusus terkait misi pekerjaan tertentu. Namun misi pekerjaan itu tidak dapat diselesaikan sendiri, dan karena itulah Anda mesti bekerja sama dengan seluruh anggota dalam tim.

Masalahnya, satu-satunya yang punya pengetahuan untuk mengerjakan tugas itu adalah Anda. Perumpamaannya; Anda sangat paham dan hafal diluar kepala soal teori pengerjaan tugas itu, namun sebaliknya dengan rekan-rekan anggota tim yang lain. Oleh karena itulah Anda bertanggung jawab membuat sebuah teks prosedur kompleks. Teks ini memuat penjelasan sistematis perihal bagaimana langkah-langkah menuntaskan pekerjaan tersebut, mulai dari proses awal hingga selesainya misi.

Kenapa tidak menjelaskannya langsung secara lisan? Kalau cuma dijelaskan secara lisan, risikonya mudah terlupakan. Bahkan Anda yang merasa kuat ingatannya pun tidak akan berbuat gegabah tanpa menuliskan catatan khusus apalagi untuk sebuah misi atau pekerjaan yang sangat penting. Dan dengan ditulisnya teks tersebut sekaligus menjadi panduan bagi rekan lain supaya proses pengerjaan jadi lebih efektif dan efisien.

Sama halnya di rumah, sewaktu ibu atau bapak sedang pergi dan meninggalkan catatan pesan bagi anak-anaknya mengenai apa saja yang mesti dilakukan misalnya menyalakan lampu, menutup jendela, instruksi memasak nasi, dan sebagainya. Pesan tertulis yang ditinggalkan di dalam rumah itu biasanya termasuk contoh teks prosedur sederhana. Teks itu harus dapat dibaca jelas dan dipahami karena sifat dan tujuannya tadi. Jika teks itu sulit dipahami, maka teks itu kurang layak disebut teks prosedur. Dan akibatnya pun fatal karena pesan yang tidak tersampaikan sebagaimana mestinya dan menimbulkan kekacauan proses dan hasil.

Ciri-ciri Teks Prosedur

Alhasil, sudah seharusnya kita membekali diri dengan kemampuan menulis teks prosedur, setidaknya dari level yang sederhana. Artikulasi secara lisan kadang kurang tepat sasaran karena mudah terlupakan atau luputnya beberapa bagian yang seharusnya disimak. Untuk menguasai kemampuan menulis teks tersebut, pertama-tama harus mengenali dan memahami ciri-cirinya.

Apa sajakah ciri dari teks prosedur?

  1. Jenis Kalimat Imperatif

Silakan mengamati beberapa contoh teks prosedur kompleks dan sederhana. Jenis kalimat yang dipakai selalu kalimat imperatif atau kalimat perintah. Berkaitan erat dengan tujuan penulisan teks prosedur supaya pembaca mengikuti setiap instruksi yang dituliskan dalam teks tersebut.

Beberapa contoh jenis kalimat imperatif ini semakin kentara jika membaca contoh-contoh teks resep makanan, misalnya kata-kata yang dipakai seperti …tuangkan, … nyalakan, …aduklah…, dan sebagainya.

Kadang-kadang intonasi kalimat imperatif yang dipakai cenderung memaksa atau melarang. Contohnya penggunaan kata-kata seperti jangan, hindari, hentikan, dan sebagainya.

Nah, sampai di sini sudah jelas tentang kalimat imperatif dalam teks prosedur, bukan? Kita lanjutkan ke berikutnya.

  1. Menggunakan Kata Kerja Aktif

Teks prosedur lebih dominan penggunaan kata kerja aktif. Kata kerja merupakan jenis semua kata yang menjelaskan atau menyatakan perbuatan/kegiatan. Atau singkatnya, kata kerja merupakan kata yang mengandung makna aktivitas.

Setiap menit atau bahkan detik kita nyaris tak terpisahkan dari pemakaian kata kerja ini. Contoh dari kata-kata kerja adalah berlari, mengambil, duduk, tidur, menulis, menabung, dan sebagainya.

Lalu, apa yang dimaksud sebagai kata kerja aktif?

Kata kerja aktif menunjukkan subjek yang memegang peran sebagai pelaku. Cirinya ialah awalan me- dan ber-.

Contoh kata kerja aktif antara lain: mengetik, membaca, menghapus, berlari, bersandar, bersama, dan sebagainya.

Dalam struktur teks prosedur kita bahkan bisa mengidentifikasi jumlah kata kerja yang dominan dalam sebuah paragraf.

  1. Penggunaan Konjungsi atau Kata Penghubung

Kata penghubung atau konjungsi atau kata sambung berfungsi menghubungkan kata demi kata dalam sebuah susunan kalimat atau paragraf. Sifat-sifat kata penghubung ini beragam tergantung dari tujuan dan konteks pemakaiannya dalam kalimat. Sifat-sifat tersebut adalah:

  • Menggabungkan
  • Mempertentangkan
  • Membetulkan
  • Menegaskan
  • Membatasi
  • Mengurutkan
  • Menyamakan
  • Menyimpulkan
  • Menyatakan sebab
  • Menyatakan syarat
  • Menyatakan tujuan
  • Menyatakan waktu
  • Menyatakan sasaran
  • Menyatakan perbandingan
  • Menyatakan tempat

Ciri-ciri di atas akan selalu dijumpai bahkan dalam sebuah teks prosedur sederhana yang umumnya cuma terdiri dari beberapa baris kalimat.

  1. Penggunaan Kata Keterangan

Sebuah teks prosedur selalu menunjukkan adanya waktu, lokasi, atau cara. Nah, hal itu ditunjukkan melalui pemakaian kata keterangan sesuai fungsinya.

teks prosedur sederhana

Apakah dengan semua ciri di atas, kita ada kewajiban menggunakannya sewaktu menulis sebuah teks prosedur? Sadar atau tidak, sewaktu kita membuat tulisan prosedural, nyaris semua ciri-ciri di atas kita gunakan. Tapi alangkah baiknya jika penulisan teks prosedur berlandaskan pada proporsi yang tepat dan artinya memenuhi kaidah sesuai ciri-ciri yang disebutkan di atas.

Kerangka Teks Prosedur

Semua jenis tulisan seharusnya disusun dari kerangka atau struktur yang tepat. Mau menulis surat, cerpen, laporan, atau bahkan curhatan pun jika menggunakan kerangka atau struktur niscaya jadi mudah dipahami.

Sebelum menerapkan cara membuat teks prosedur, pahamilah strukturnya. Struktur teks ini terbagi dalam tiga hal, yaitu tujuan, bahan, dan terakhir adalah langkah-langkahnya. Terkesan sederhana? Mari kita uraikan dulu satu persatu.

Tujuan

Coba amati beberapa contoh prosedur dan apakah Anda langsung bisa menemukan atau memahami tujuannya? Tidak usah jauh-jauh atau terlalu sibuk mencari di bagian badan tulisan itu karena dalam teks prosedur tujuan dicantumkan langsung sebagai judul. Ya. Dengan sebuah judul yang kuat, menjelaskan dan sekaligus menegaskan apa tujuan yang hendak dicapai dengan teks prosedur itu.

Contohnya? Baca judul di bawah ini.

“Cara Mengedit Foto dari Smartphone supaya Instagrammable”

Dari judul itu sudah jelas apa maksud atau tujuan yang hendak diwujudkan, yakni menghasilkan foto yang instagramable. Perkara apa yang dimaksud sebagai instagrammable itu bisa dijelaskan sekilas atau agak mendalam di bagian pengantar atau badan teks. Namun bagi yang sudah akrab dengan istilah tersebut otomatis sudah terbayangkan dan jika itu yang sedang ia butuhkan, maka bisa membacanya langsung dari awal tulisan.

Untuk membuat teks prosedur, kita seharusnya sudah memiliki gambaran konkrit seperti apa hasil yang nanti diwujudkan dari rangkaian langkah yang baja ditulis dalam teks tersebut. Oleh sebab itu, penulisan judul teks disarankan langsung ke sasaran (to the point), tidak usah kepanjangan, dan gunakan idiom-idiom yang lugas.

Bahan

Bagian kedua dari struktur ini adalah bahan atau material. Maksudnya bagaimana? Bagian ini akan nampak jelas kalau kita membaca sebuah tulisan resep makanan/minuman, atau tentang produksi/pembuatan sesuatu.

Namun tidak semua teks prosedur membutuhkan bahan atau material. Kita bisa melihatnya dari contoh teks prosedur melakukan sesuatu. Jenis teks prosedur ini langsung menguraikan setiap langkah untuk diikuti tanpa menggunakan bahan atau material. Mungkin lebih jelasnya adalah dengan contoh judul teks prosedur di bawah ini.

“Cara Mendaftar di Sekolah Swasta”

Judul itu sudah memuat tujuan mendaftarkan di sebuah sekolah swasta. Dan sudah pasti tidak ada material atau bahan yang digunakan karena setiap petunjuk atau poin dalam teks itu mengarah pada instruksi melakukan sesuatu. Tidak ada bahan atau material yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut kecuali sejumlah dokumen atau arsip yang mana menjadi bagian dari langkah-langkah proseduralnya.

Langkah-langkah

Bagian ini memuat apa saja yang mesti dilakukan sebagai cara untuk mencapai tujuan sesuai yang dimaksudkan dari judul teks prosedur. Cara menyusun langkah-langkah dalam teks prosedur sederhana dan kompleks mesti berurutan. Jangan sampai membingungkan pembaca karena ada bagian yang melompat-lompat atau tidak searah.

Langkah-langkah dalam teks ini berkaitan erat dengan bahan atau material yang dipaparkan sebelumnya. Jika teks prosedur ini tidak menggunakan bahan atau material, harus ada penjelasan di bagian pengantar atau detil yang lebih kuat di masing-masing poin langkah. Dapat dibandingkan dari beragam contoh teks resep makanan/minuman, cara mengunduh file dari internet, cara membuat kandang, dan sebagainya. Walau contoh-contoh tersebut berbeda, namun secara struktur atau kerangka sangat jelas dan tegas.

Jenis-jenis Teks Prosedur

Setelah mengenali bagian-bagian struktur atau kerangka, selanjutnya memahami perbedaan jenis teks prosedur. Secara umum, ada dua jenis teks prosedur, yakni yang sederhana dan kompleks. Berikut kita uraikan penjelasannya.

Teks Prosedur Sederhana

Teks prosedur sederhana berarti dibuat untuk tujuan yang simpel karena cara dan bahan/materialnya pun tak ribet. Artinya, semua sudah tersedia dan bisa dilakukan hanya dalam waktu beberapa menit atau bahkan detik.

Kita dapat melihat jenis ini dari contoh teks prosedur singkat pembuatan mie instan. Ya, dalam kemasan mie instan selalu dicantumkan langkah demi langkah pengolahan bahan hingga disajikan. Durasinya pun cuma memakan waktu sekitar 3 hingga 5 menit, lengkap dengan masing-masing gambar sebagai penjelas.

Contoh yang sama pun sering kita jumpai pada kemasan kopi instan, atau produk makanan dan minuman lainnya. Dari contoh-contoh tersebutlah kita bisa merangkai gambaran atau konsep seperti apa sebenarnya teks prosedur yang sederhana itu.

Teks sederhana ini tak melulu kita jumpai dalam kemasan produk makanan atau minuman instan. Silahkan dicek di spot-spot yang sering kita lewati sehari-hari. Mulai dari instruksi cara aman naik kereta api, instruksi penggunaan wastafel, atau bahkan dari pesan singkat yang kita kirimkan dengan tujuan prosedural.

Teks Prosedur Kompleks

Lalu apa yang dimaksud sebagai teks prosedur kompleks? Lagi-lagi kita mesti merujuk pada pengertian teks prosedur secara mendasar. Teks yang dimaksudkan untuk mencapai sebuah tujuan dengan keterangan detil berupa bahan/material dan langkah-langkahnya. Jika teks sederhana umumnya sangat singkat, maka berbeda dengan teks prosedur kompleks ini.

Ada banyak contoh teks prosedur beserta strukturnya yang langsung menandakan bahwa teks itu merupakan prosedur kompleks. Dan contohnya sendiri sangat bejibun mulai dari hal yang dianggap remeh temeh hingga yang paling aneh.

Intinya, teks prosedur kompleks merupakan jenis tulisan prosedural yang disusun dari banyak langkah atau tahapan. Dan kadang di antara tiap langkah atau tahapan itu masih memuat sub bagian yang berperan sebagai penjelas dan contoh-contohnya. Contohnya? Panduan untuk melakukan pembuatan email di Google.

Panduan itu akan diawali dengan pengantar singkat tentang email di Google, kenapa membuatnya, dan keterangan-keterangan tambahan lainnya, semisal apa yang mesti dipersiapkan. Nah, panduan tersebut kemudian langsung diikuti oleh tahapan-tahapan yang sistematis mulai dari pendaftaran username email, nama lengkap, kontak, dan data lain yang diwajibkan untuk pembuatan email.

Dalam setiap tahapan atau langkah itu terkadang masih diselipkan beberapa penjelasan yang merupakan sub bagian teks prosedural, seperti nama username apa yang disarankan, dan keterangan lain yang sifatnya bisa dianggap opsional oleh pembaca namun tetap penting.

Bagaimana dengan contoh yang lain? Semisal contoh teks prosedur kompleks membuat makanan? Prinsipnya tetap sama yakni menjabarkan instruksi sistematis mengenai pengolahan bahan-bahan makanan dan bumbu hingga menjadi menu yang diinginkan sesuai judul. Tapi dalam teks prosedur kompleks, jenis tulisan tentang resep makanan ini cenderung panjang dan bahkan sangat detil. Mulai dari penjelasan di awal sudah memuat sejumlah keterangan tambahan yang menunjang langkah atau tahapan yang dijelaskan dalam sebuah poin.

Contohnya, dalam sebuah langkah dijelaskan untuk mengaduk hingga merata kira-kira sekitar 3 menit. Nah, sub bagian langkah itu ternyata masih memaparkan bagaimana cara mengaduk yang disarankan, dan detil lain seperti gerakan mengaduk yang tepat, wadah yang disarankan, dan sebagainya.

Kesimpulannya, semua jenis teks prosedur bisa kita buat menjadi sederhana atau kompleks tergantung tujuan dan kebutuhan. Perbedaan antara dua jenis itu hanyalah sebagai pembanding dan memudahkan kita dalam menyusun teks prosedur sesuai target pembaca. Kalau teks prosedur itu dibuat untuk kemasan mie instan, tentu saja yang disasar adalah para konsumen yang tak ingin membuang banyak waktu membaca resep dan bisa segera mengolahnya di dapur dengan sedikit panduan.

Berbeda kalau pembuatan teks prosedur kompleks yang bersifat sangat spesifik, detil, dan hampir tidak mungkin kita jumpai dalam kemasan makanan/minuman instan atau spot-spot publik. Biasanya, teks prosedur kompleks ini ditujukan khusus bagi pembaca yang memang butuh informasi detil dan punya alokasi waktu yang mencukupi untuk membaca dan memahaminya. Teks-teks kompleks itu sering kita jumpai di dalam buku, koran, majalah, atau tulisan di website/blog.

Jangan Abaikan Detil

Satu masalah penting dalam pembuatan teks prosedur ialah jangan sampai mengabaikan detil. Bagaimana jika yang mau ditulis itu teks prosedur sederhana? Meskipun itu berupa teks prosedur sederhana, tetap saja detil tidak ditinggalkan, setidaknya yang penting dan signifikan. Anda bisa melihatnya dari contoh teks prosedur cara membuat sesuatu yang singkat. Meski tidak panjang, namun susunannya pun sangat jelas, terarah, padat, dan detil-detil penting sangat membantu.

Hal yang sama dapat kita bandingkan dengan teks prosedur makanan di produk kemasan. Biasanya untuk produk makanan jadi, ada prosedur khusus seperti penyimpanan. Nah, untuk cara menyimpannya sudah dijelaskan harus ada di dalam wadah apa, dan tak lupa detil khusus mengenai suhu yang disarankan di dalam ruangan. Itulah yang dimaksud sebagai detil.

Bagaimana jika tidak detil? Ada dua kemungkinan, pembaca masih bisa memahaminya, atau pembaca yang justru kebingungan. Ada banyak contoh prosedur teks yang tidak disusun secara detil dan menimbulkan banyak pertanyaan dan keraguan dari orang yang membacanya. Misal, prosedur untuk menyimpan makanan dalam lemari es, tapi di situ tidak dijelaskan sebaiknya dalam suhu berapa dan harus dibungkus atau tidak. Namun kadang-kadang detil yang tidak dicantumkan itu memang dianggap kurang signifikan oleh pihak yang membuat. Maksudnya, meskipun tidak dilakukan toh tidak akan mengganggu tujuan utama prosedur tersebut. Jadi, kalau tujuannya supaya makanan lebih awet jika disimpan dalam lemari es namun tidak ada detil tambahan lainnya, cukup ikuti saja prosedur yang sudah dituliskan itu.

Bagaimanapun juga, ada satu pelajaran penting terkait detil ini. Disarankan untuk selalu menulis teks prosedur secara detil meskipun itu teks sederhana. Detil yang dimaksud adalah informasi-informasi mendasar yang penting bagi hasil tujuan yang diinginkan. Supaya lebih terbiasa dengan detil memang harus sering membaca dan mengenali jenis-jenis contoh prosedur kompleks.

Masalah-masalah Umum Pembuatan Teks Prosedur

Menyusun sebuah teks prosedur itu gampang-gampang susah. Tapi seringkali orang tidak membuatnya secara optimal sehingga informasi dan keterangan yang disampaikan terkesan nanggung. Oleh karena itu, bagi Anda yang hendak menulis teks prosedur, biasakanlah untuk menghindari sejumlah masalah umum. Apa saja masalahnya?

Pembuatan Judul

Apa jadinya kalau dari judul saja sudah salah? Berapa banyak orang yang hingga hari ini masih sering menghadapi masalah pembuatan judul? Masalah judul memang klise, tapi Anda sebaiknya membiasakan diri dengan banyak referensi demi menyusun kalimat judul yang tepat dan ideal. Sekali lagi, prinsip penulisan judul dalam teks prosedur ialah menjelaskan tujuannya. Jadi, untuk mudahnya bisa diawali dari penyusunan beberapa kata kunci terkait tujuan yang hendak dicapai. Cobalah dirangkai dan disusun sehingga menjadi sebuah kalimat judul yang menarik dan tepat sasaran.

Tidak Rapi

Cobalah mengamati sekali lagi contoh teks prosedur lengkap dengan strukturnya. Dari awal hingga bagian paling bawah tulisan itu enak dilihat dan dibaca. Dengan kata lain, teks tersebut disusun dengan rapi. Apa yang dimaksud dengan teks yang tidak rapi? Teks yang tidak rapi ini bisa jadi karena susunannya yang acak, mulai dari judul, susunan kata, bahan/materi, hingga penomoran yang acak-acakan. Pembuatan teks prosedur akan melatih kita berpikir secara runut, konstruktif, dan tidak melebar ke mana-mana.

Bahasa Bertele-tele

Masalah yang kerap terjadi bahkan tanpa disadari. Banyak yang cenderung lupa bahwa menulis teks prosedur itu bukanlah tindakan mengarang indah. Semua poin dari awal sampai akhir merupakan konten yang memuat informasi terkait tujuan yang hendak dicapai. Jadi, hindarilah penggunaan bahasa yang bertele-tele. Di bagian awal tulisan ini sudah disinggung mengenai ciri-ciri teks prosedur yang salah satunya menggunakan kata kerja aktif. Nah, Anda dapat menerapkannya sebagai cara termudah membiasakan diri menulis teks prosedur. Selain itu, baca sebanyak-banyaknya contoh contoh teks prosedur sebagai perbandingan dan memudahkan proses belajar menulis teksnya.

Banyak Typo

Masalah ini sudah jelas dan sekaligus menjadi pengingat untuk selalu mengecek setiap kata per kata yang sudah dituliskan dalam teks. Typo memang hal yang manusiawi, dan wajar jika terjadi kesalahan pengetikan. Tapi dari poin ini hendaknya dapat dipahami bahwa ketelitian menulis kata dan susunan kalimat teks prosedur akan membuatnya berkualitas. Lagian, efeknya akan fatal jika typo dibiarkan saja dalam sebuah teks. Misal, dalam contoh teks prosedur sederhana membuat makanan kalau sampai terjadi typo, pembaca yang kurang cermat akan mengikuti begitu saja dan berdampak pada kesalahan bahan makanan.

Tidak Memahami Isinya

Bagaimana mungkin orang menulis tanpa memahami isinya? Hal ini bisa terjadi. Mungkin di awal sudah terbayang seperti apa konsep dan tujuan penulisan teks prosedurnya, bahkan dari judulnya pun meyakinkan. Namun pada saat menyusun tulisannya, ternyata banyak yang tidak nyambung dan bahkan tidak ada kaitannya sama sekali dengan topik yang sedang ditulis. Besar kemungkinannya si penulis tidak fokus atau lupa dengan topik yang seharusnya ia tulis. Maka dari itu, inilah pentingnya membuat struktur atau kerangka sebuah teks prosedur.

Tips Membuat Teks Prosedur

Setelah mengenali dan memahami beberapa jenis kesalahan umum dalam pembuatan teks prosedur, sekarang tinggal melanjutkan ke praktik penulisannya. Berikut ini adalah beberapa tips yang disarankan jika hendak menulis teks prosedur.

Pahami Konten dan Tujuan

Anda sebagai pembuatnya harus memahami apa yang menjadi konten dan tujuan teks prosedur ini. Misal hendak menulis prosedur perawatan sepeda motor, gagasan utamanya sudah Anda kuasai termasuk langkah-langkah yang hendak dijabarkan. Anda juga sudah menyiapkan target pembaca teks prosedur ini.

Buatlah Judul yang Menarik dan Jelas

Buatlah judul yang menarik dan tegas, tapi jangan lebay. Membuat judul untuk sebuah teks prosedur berarti harus memahami konten dan semua yang dituliskan, serta sasaran pembaca. Ada banyak contoh judul teks prosedur yang bisa dijadikan referensi. Untuk pembuatan judul pun sebaiknya jangan terlalu panjang. Triknya adalah menyusun judul dari beberapa kata kunci yang Anda gunakan dalam teks prosedur tersebut.

Buatlah Poin-poin

Kenapa harus dibikin per poin? Karena ini adalah teks prosedur, jadi harus ada langkah atau tahapan yang dituliskan secara berurutan. Tidak mungkin sebuah teks prosedur disusun tanpa menggunakan sistem penomoran atau poin karena bisa membingungkan orang yang membacanya. Sistem penomoran itu terserah si pembuat, mungkin dalam bentuk abjad, huruf, atau simbol.

Isi dengan Keterangan Informatif

Susunlah keterangan yang informatif sejak dari judul hingga kata terakhir di teks prosedur. Hal ini berkaitan dengan redaksional bahasa, yakni bagaimana cara menyusun kalimat yang enak dibaca sekaligus tidak membosankan, namun di saat bersamaan juga sangat informatif. Di sini perlu ditelusuri sumber-sumber informasi yang relevan dengan konsep teks prosedur itu.

Sesuaikan Kebutuhan

Sesuaikan saja dengan kebutuhan, yang mana berkaitan dengan target pembaca. Misal, Anda mau menulis teks prosedur dalam bahasa Indonesia, tentu sasarannya adalah mereka yang berbahasa sama. Tidak usah memaksakan diri ingin nampak keren dengan pemakaian bahasa asing karena yang utama ialah mudah dipahami dan tidak menyulitkan diikuti.

/* */