Belajar Tentang Contoh Slip Gaji, Cara Membuat dan Juga Susunannya

Penggunaan slip gaji tentu menjadi hal yang penting dalam perusahaan. Slip ini tentu memiliki fungsi utama untuk tanda penerimaan gaji bagi karyawan. Walaupun begitu, slip gaji ini memiliki kekuatan hukum dan bahkan bisa jadi jadi dokumen penting untuk keperluan formal. Sebagai contoh saja, keperluan mendaftarkan asuransi, mengambil pinjaman bank dan juga KPR biasanya wajib menyertakan slip ini. Tergantung dari informasi yang ada di dalam slip, Anda nantinya dinilai mampu membayar kewajiban atau tidak oleh pihak peminjam bank maupun perusahaan asuransi.

Format gaji biasanya akan berbeda dari perusahaan ke perusahaan. Hal ini bisa dipengaruhi banyak faktor seperti model penghitungan gaji (per jam, hari atau bulan), jenis perusahaan, penggunaan potongan gaji, tunjangan dan pajak. Perusahaan bisa langsung memberitahukan penghitungan sederhana jumlah gaji yang dibayarkan pada slip ataupun memberi rincian detail yang sangat detail.

Jika Anda sekarang bertugas merancang punya usaha yang perlu membayar karyawan ataupun diperintahkan bos untuk mendesain slip baru perusahaan, Anda tentu harus mulai belajar membuatnya. Untuk keperluan belajar ini, mari bahas bersama serba – serbi, cara membuat serta melihat beberapa contoh slip gaji tersebut.

Apa itu Slip Gaji?

Secara sederhana, slip gaji adalah surat dokumen sederhana yang menunjukan perusahaan telah melakukan pembayaran atas karyawannya. Sebagai dokumen, slip ini memiliki guna dan format yang pasti walaupun bentuknya bisa berbeda. Slip gaji biasanya hanya berupa selembar ataupun sepotong kertas yang bisa berukuran kecil, tapi dari sisi penggunaannya sangat penting. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang fungsi slip gaji dan seberapa penting penggunaan, mari kita bahas lebih detail di bawah ini.

Pentingnya Slip Gaji

Seperti sudah disinggung sebelumnya, kegunaan slip ini adalah sebagai tanda bukti dan juga dokumen resmi untuk urusan tertentu. Walaupun begitu Anda harus tahu betapa pentingnya slip gaji karyawan ini untuk dibuat baik. Bagi Anda yang akan mendesain dan menyusun format surat gaji, Anda harus memperhatikan hal ini dengan baik.

Secara khusus, perusahaan memberikan slip gaji sebagai tanda bukti resmi sudah memberikan hak pegawai yang seharusnya. Tanpa tanda bukti ini, perusahaan bisa kena tuntut belum membayarkan gaji. Tentu saja bukti file dan keuangan perusahaan bisa menguatkan posisi Anda di mata hukum, tapi jika masalah kesalah pahaman ini bisa diselesaikan dengan bukti secarik kertas, mengapa tidak digunakan?

Bagi para penerima slip gaji adalah alat pemberi informasi yang baik tentang detail penghasilan. Dalam slip ini, perusahaan biasanya mencantumkan rangkaian hal – hal yang mempengaruhi penghitungan gaji. Baik itu upah normal, bonus, potongan dan juga pajak akan lebih jelas terlihat dalam slip gaji ini. Dari detail ini, Anda dapat informasi yang lebih transparent bagaimana perusahaan mengurusi gaji karyawannya. Jika dalam detail ini ada hal yang tidak sesuai dengan pengalaman kerja Anda, tentu sebagai karyawan Anda bisa complain dengan lebih mudah.

Sebagai contoh saja, perusahaan Anda membayar dengan sistem penghitungan gaji per jam. Dalam shift Anda bekerja, Anda pernah terlambat absen masuk, tapi tetap bekerja pada hari itu. Dalam slip gaji, tertulis bahwa pada hari itu jam kerja Anda terlihat kurang 8 jam. Lama 8 jam ini adalah waktu kerja Anda dalam satu hari di perusahaan. Nah, perhitungan keterlambatan tentu tidak seharusnya membuat Anda kehilangan gaji sehari. Untuk masalah seperti ini, Anda jadi punya bukti untuk complain.

Beberapa perusahaan juga menggunakan slip gaji ini untuk keperluan audit dan penilaian karyawan. Biasanya perusahaan menyimpan copy slip gaji sebagai dokumen di bawah nama si karyawan. Hal ini nantinya akan menunjukan sejarah si karyawan dalam bekerja di perusahaan tersebut. Tapi untuk keperluan audit ini, slip gaji karyawan biasanya mengandung data dan informasi kerja si karyawan yang lebih detail. Contoh saja, informasi jam kerja, informasi berapa kali absen, track record target penjualan yang tercapai, bonus yang didapat dan tentunya informasi produktivitas. Menggunakan informasi tersebut, perusahaan nantinya bisa menentukan apakah si karyawan berhak akan kenaikan posisi, gaji atau sekedar mendapatkan bonus sebagai reward.

Pada bagian sebelumnya, sudah disinggung tentang penggunaan slip gaji untuk keperluan permintaan gaji, asuransi dan hal – hal seputar itu. Tapi tahukah Anda bahwa slip ini bisa Anda gunakan untuk keperluan melamar pekerjaan? Slip gaji ini bisa dibilang sebagai kartu nama yang menunjukan nilai Anda dalam perusahaan. Semakin tinggi jumlah gaji yang ditunjukan di situ, Anda tentunya bisa jadi asset yang lebih baik. Bagi perusahaan yang ingin merekrut Anda, angka pada slip gaji ini bisa jadi indikator seberapa besar potensi Anda dan seberapa besar perusahaan harus membayar Anda.

Informasi Penghitungan yang Ada pada Slip Gaji

Dalam membuat slip gaji, Anda harus mengikuti aturan tertentu. Untuk hal yang harus ada pada slip gaji, Anda harus memastikan melampirkan info gaji pokok dan tunjangan. Dalam hal aturan tunjangan, hal ini sudah diatur berdasarkan Undang – Undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Menurut aturan ini, karyawan paling tidak memiliki 75% pendapatan pokok dari jumlah total pendapatan dan tunjangan. Nah, karena aturan ini penting, perusahaan wajib mencantumkan detail penghitungan gaji karyawan dalam surat gaji ini.

Untuk hal yang harus tertera di dalamnya, minimal ada cantuman komponen informasi untuk:

Gaji Pokok

Bagian ini biasanya mencantumkan nilai gaji yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Jumlah yang ada di bagian ini tentu akan berbeda tergantung posisi dan juga perusahaan yang Anda tempati. Hal yang jelas dari gaji ini adalah bayaran yang sesuai dengan nilai Anda sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Tunjangan

Bagian yang satu ini mengindikasikan bayaran yang diberikan untuk melengkapi gaji pokok. Pada bagian ini Anda akan menjumpai hal seperti tunjangan jabatan, tunjangan transport, tunjangan dinas dan masih banyak lagi. Tergantung dari tugas Anda selama bekerja, tunjangan ini pasti berbeda. Karena itu, tunjangan sering dibagi dua menjadi tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Tunjangan tetap adalah yang pasti didapatkan setiap gajian, hal ini contohnya tunjangan jabatan. Untuk tunjangan tidak tetap, hal ini diberikan saat ada tugas khusus yang tergolong tidak rutin namun dapat Anda kerjakan. Sebagai contoh tunjangan tidak tetap ini antara lain adalah tunjangan dinas dan tunjangan makan saat pelaksanaan proyek tertentu.

Potongan

Untuk potongan, hal ini dicantumkan jika gaji karyawan ada pengurangan yang disebabkan oleh sesuatu. Contoh saja potongan pajak penghasilan, potongan premi BPJS, iuran keanggotaan asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua. Potongan ini tentu bisa berbeda – beda tergantung aturan yang berlaku pada perusahaan. Untuk keperluan potongan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Beberapa perusahaan memiliki aturan berbeda untuk potongan ini sama seperti tunjangan. Tergantung perusahaannya, slip yang Anda buat harus dapat meliputi banyak hal. Tidak jarang beberapa perusahaan menggunakan code – code tertentu agar tulisan perihal potongan tidak terlalu padat di slip gaji.

Lembur

Hampir semua perusahaan tentu pernah memberikan gaji lembur pada karyawannya. Besar penentuan gaji lembur ini sebetulnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi No. 102 tahun 2004. Di dalamnya dijelaskan bahwa jam kerja yang berada diluar aturan 7 jam sehari dan/atau 40 jam dalam seminggu tergolong jam lembur. Untuk jam kerja lembur ini, upahnya tetap harus dibayarkan oleh perusahaan. Jadi saat Anda mengambil jam lembur ini, pada slip gaji karyawan pasti tercantum gaji lembur Anda.

Komisi dan Bonus

Untuk bagian ini, Anda akan mengetahui besaran uang tambahan yang diberikan perusahaan di luar aturan yang berlaku. Komisi dan bonus yang paling umum diberikan adalah saat akhir tahun ataupun pada bulan Ramadhan. Uang tambahan ini akan berbeda dan tidak menentu besarnya. Perusahaan juga bisa mengatur batasan atas untuk pendapatan bonus ini.

Format dan Elemen yang Harus Ada Pada Slip Gaji

Untuk memastikan Anda dapat membuat slip gaji dengan baik, Anda wajib belajar tentang format standar dan elemen dalam surat ini. Berikut adalah hal – hal yang harus Anda perhatikan:

Identitas Perusahaan

Hal pertama yang harus ada adalah identitas perusahaan. Identitas ini bisa ditunjukan dengan mencantumkan nama perusahaan beserta logo. Hal ini biasanya ditaruh pada bagian paling atas dengan ukuran besar. Perlu diperhatikan bahwa jika lupa menyertakan ini, slip gaji karyawan bisa disalah artikan surat pembayaran toko.

Tanpa ada bagian identitas ini juga, Anda tidak akan mendapatkan backing kuat untuk keperluan hukum. Beberapa bank pastinya akan menolak ajuan kredit Anda jika menunjukan slip gaji tanpa afiliasi perusahaan yang kelas. Jadi pastikan membuat slip yang memiliki identitas perusahaan dan jangan asal membuatnya.

Dalam identitas ini, Anda juga cantumkan informasi tambahan yang akan berguna. Hal seperti jenis perusahaan (Contoh, toko, developer software, penjual Material, produsen makanan, dll), alamat kantor dan nomor yang bisa dihubungi bisa menjadi informasi penting. Coba misalkan saja, slip gaji Anda jatuh di jalan. Jika ada informasi soal alamat dan nomor telepon perusahaan, orang yang menemukan hal ini bisa mencari Anda dengan mengontak perusahaan dari informasi yang tersedia di slip gaji.

Disclaimer Kerahasiaan

Bagian yang ini biasanya diisi dengan pesan ataupun peringatan tentang kerahasiaan dokumen. Tulisan ini penting untuk menunjukan bahwa slip gaji seharusnya merupakan informasi rahasia bagi karyawan dan perusahaan. Tentu saja, Anda bebas menggunakannya untuk keperluan seperti mengajukan pinjaman, tapi tetap ingat, Anda sebagai pemilik slip gaji tidak boleh menyebarkannya tanpa alasan.

Tanggal Pembayaran

Tanggal tentu penting untuk menunjukan gaji sudah diterima untuk periode tertentu. Tanpa adanya indikasi waktu, slip gaji tidak akan memberikan informasi yang akurat. Keperluan penggunaan slip gaji biasanya lebih fokus pada yang terakhir diterima. Untuk penggunaan seperti ini, mencantumkan tanggal dan waktu penerimaan gaji jadi sangat penting.

Identitas Karyawan

Hal berikutnya yang harus ada adalah identitas karyawan. Dalam hal ini kelengkapan identitas minimal adalah nama dan jabatan, tapi tentu Anda bisa mencantumkan hal lain seperti nomor pegawai dan juga NPWP.

Untuk penggunaan identitas yang dicantumkan, Anda sebaiknya memastikan agar detail tersebut tentu tidak terlalu banyak. Semakin detail informasi identitas biasanya bobot rahasia yang bisa bocor juga makin banyak. Hal lain yang bisa jadi konsiderasi tidak mencantumkan banyak identitas karyawan adalah memberi ruang lebih detail untuk keperluan informasi soal gaji.

Informasi Soal Gaji

Nah, sekarang ke bagian yang paling penting dalam slip gaji karyawan. Informasi gaji di sini harus menampung semua informasi yang sebelumnya sudah disinggung. Sekedar untuk mengingatkan, informasi ini adalah gaji pokok, tunjangan, potongan, lembur, komisi dan bonus. Detail ini harus tersusun rapi agar mudah terbaca dan tergantung dari model gaji yang diterima si karyawan.

Sebagai contoh saja, detail gaji ini bisa dibuat dengan menunjukan penghitungan dari banyak jam kerja jika model pembayaran gaji di perusahaan adalah per jam. Detail penghitungan ini akan memakan banyak tempat dari slip gaji, tapi Anda juga bisa pilih membuat versi slip gaji sederhana yang langsung menunjukan jam kerja dan total pendapatan tanpa detail. Hal yang harus dipastikan dari pilihan ini adalah agar informasi gaji mudah dibaca dan jelas.

Rincian untuk Kelengkapan

Untuk bagian yang ini, Anda bisa tambahkan tergantung kebutuhan. Biasanya hal yang ada di sini adalah informasi seperti bank yang digunakan untuk transfer gaji, detail aturan pebayaran, catatan khusus, informasi atasan dan pembuat surat gaji. Hal ini pastinya akan berbeda dari perusahaan ke perusahaan.

Tips dan Trik Menentukan Format Slip Gaji

Dari informasi yang sebelumnya, Anda sekarang sudah tahu apa unsur dan cara membuat slip gaji. Tapi bagi Anda yang ingin tahu cara menentukan format slip yang paling pas buat digunakan, Anda tentu akan terbantu dengan tips – tips berikut ini:

Gunakan Referensi Format Lama

Semisal Anda ditugaskan membuat format slip gaji baru bagi perusahaan dari bos, Anda tentu tidak boleh asal membuat. Untuk memastikan Anda menggunakan format gaji yang pas dengan perusahaan, lihatlah slip gaji yang sebelumnya. Format lama ini tentu dibuat dengan pandangan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tapi Anda tidak boleh mencontohnya seratus persen.

Atasan menyuruh Anda membuat format yang baru pasti ada alasannya. Jadi pastikan Anda bisa melihat kekurangan di format slip gaji yang lama dan mengubahnya agar sesuai dengan keperluan yang sekarang. Menggunakan contoh slip gaji ini, Anda tidak perlu lagi research dari nol untuk membuat format yang pas.

Sesuaikan dengan Kebutuhan Perusahaan dan Karyawan

Saat membuat slip gaji, pastikan pihak perusahaan dan karyawan juga bisa memanfaatkannya dengan baik. Bagi perusahaan, Anda harus pastikan, informasi seperti identitas karyawan yang diberi gaji dan juga pihak yang memberikan tercantum. Informasi ini nantinya menjadi penting jika terjadi kasus. Sebagai contoh saja, jika karyawan merasa gaji ada yang bermasalah dan komplain ke pihak perusahaan, dari slip gaji bisa dilihat pihak yang bertanggung jawab memberikan gaji. Hal ini membuat masalah bisa diurus dengan lebih baik.

Untuk karyawan, pastikan informasi detail soal angka pembayaran tertera baik. Hal ini penting agar si karyawan tidak terasa tercurangi dan mengetahui asal besaran gaji yang didapatkan. Format detail tentu bisa Anda reka sesuai kebutuhan, asalkan tampilan jelas.

Buat dengan Konsep Sederhana

Hal lain yang perlu diperhatikan saat membuat slip gaji adalah memastikan format yang sederhana tapi cukup rinci untuk kebutuhan perusahaan dan karyawan. Menggunakan format yang simple akan memudahkan pihak – pihak yang menggunakannya untuk mendapatkan informasi. Slip gaji yang baik adalah yang mudah dibaca tapi juga lengkap informasinya.

Sederhana di sini belum berarti sedikit kata – kata. Dalam beberapa perusahaan, mereka mengharuskan slip gaji untuk mencantumkan informasi kerja dari karyawan. Dalam slip yang seperti ini, Anda tentu tidak bisa mengurangi unsur jumlah hari kerja, hari absen, banyak overtime yang diambil dan info lain seputar jam kerja. Walaupun begitu, hal ini bisa Anda buat sederhana dengan memasukan data yang perlu saja. Jadi hal seperti izin karena sakit ataupun cuti bisa digolongkan hari non-kerja ataupun tidak ditulis sama sekali.

Gunakan Microsoft Exel Agar Lebih Rapi

Jika ingin membuat slip gaji yang rapi, mudah dibaca dan tersusun baik, Anda wajib gunakan Microsoft Excel untuk membuatnya. Bentuk kolom dan table di sini bisa membantu Anda menyusun bentuk susunan perhitungan dan data yang baik. Tentu saja jika slip gaji Anda berbentuk surat keterangan, Microsoft Word lebih sesuai tapi hal ini adalah pengecualian.

Menggunakan software ini, Anda juga memiliki akses untuk keperluan menghitung format table dan banyak lagi hal lain yang akan memudahkan Anda mengolah data. Format dengan menggunakan Microsoft Excel ini juga bisa diisi dengan rumus – rumus, sehingga saat angka masuk hitungan berjalan otomatis. Bentuk ini tentunya akan membantu saat Anda membuat untuk keperluan banyak karyawan.

Contoh – Contoh Slip Gaji yang Bisa Jadi Referensi

Pada bagian terakhir ini, mari lihat bersama beberapa contoh slip gaji yang bisa Anda jadikan referensi dan inspirasi untuk membuat format sendiri. Berikut adalah contoh – contohnya:

Slip Gaji Sederhana

Bentuk ini adalah yang paling standar digunakan. Di dalam format contoh slip gaji ini, Anda sudah menemukan unsur – unsur yang harus ada seperti identitas perusahaan, identitas karyawan, waktu dan tanggal, rincian jumlah gaji yang diberikan serta keterangan tanda tangan pihak yang memberi gaji. Bentuk yang seperti ini banyak disukai karena tergolong ringkas dan tidak banyak menggunakan tulisan, tapi tentu tetap jelas untuk keperluan si karyawan dan perusahaan.

Sumber Prakoso

Penjualan Kebutuhan Bangunanan dan Material

Jalan Cendrawasih Block C, No. 12, Kudus, Jawa Tengah. Telp. (0XXX)39XX91

Slip Gaji Karyawan

Periode 1 Juli – 1 Agustus 2017

 

NIK:        140XXXXXXXXX0004

Nama:        Gugun Danang

Jabatan:    Staff Bagian Marketing

Status:        Karyawan Tetap

Penghasilan        Potongan

Gaji Pokok:    Rp 1.200.000    Angsuran Asuransi:    Rp 120.000

Tunjangan:    Rp. 500.000    Potongan Absen:    Rp 50.000

Bonus Target:    Rp. 200.000

Total A:    Rp 1.900.000    Total B:            Rp 170.000

 

Total Penerimaan Bersih (A-B): Rp 1.730.000

Terbilang: Satu Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah

Kudus, 5 Agustus 2018

Accounting

 

Brian Santoso

 

Slip Gaji Keterangan

Berbeda dengan slip gaji yang sederhana, contoh slip gaji lebih mementingkan identitas pihak – pihak yang bersangkutan. Dari contoh di bawah ini, Anda bisa lihat format surat yang lebih mendetail pada identitas dan tidak memberikan rincian detail soal gaji. Surat yang seperti ini sekarang ini sudah jarang digunakan. Hal lain yang menarik dari format ini adalah bentuknya yang bisa cepat dibuat bagi perusahaan yang tidak rutin membuatkan slip gaji bagi karyawannya.

PT Bagus Jaya

Jalan Kaleng Block DE, No. 127, Magelang, Jawa Tengah

Hal:    Surat Keterangan Gaji

No:    77/HRD/55/2018

 

Yang bertandan tangan di bawah ini:

Nama:        Isra Diana Restu

Jabatan:    Manager HRD

NIK:        143XXXXXXXXX0024

Menyatakan bahwa pihak ini:

Nama:        Binar Cahya

Jabatan:    Staff Warehouse

NIK:        140XXXXXXXXX0004

Status:        Karyawan Tetap

 

Pada hari ini tertanggal 10 Agustus 2018 menyatakan telah memberikan penghasilan dengan rincian sebagai berikut:

Gaji Pokok:    Rp 1.200.000

Tunjangan Makan:    Rp 1.000.000

Tunjangan Transportasi:    Rp 600.000

Bonus Target:        Rp 300.000

Sehingga total gaji yang diterima adalah Rp 3.100.000 (Tiga juta seratus ribu rupiah). Demikian surat keterangan gaji ini, semoga dapat diterima dan dipergunakan dengan semestinya.

Hormat kami,

Manager HRD

 

Isra Diana Restu

 

Slip Gaji per Jam

Contoh slip gaji yang berikut ini adalah format yang bisa dicontoh jika perusahaan menggunakan perhitungan gaji per jam dan ingin informasi yang detail. Dalam slip gaji ini biasanya informasi identitas hanya menggunakan kode dan tidak perlu detail, tapi perlu ditambahkan status kerja per jam dari karyawan. Informasi status kerja ini bisa berupa total hari kerja datang, jumlah absensi, hari cuti, banyak jam overtime yang diambil dan keterangan lain yang mempengaruhi perhitungan gaji per jam-nya.

High Compression

Software Development Company

Slip Gaji Karyawan

Identitas:    94XXXX0055/Donny Hendarno/Sales

Nomor Slip:    010-XXX-002

Code Periode:    20-IE-201

Tanggal Cetak:    10-Des-2012

 

Data Jam Kerja dan Absensi

Hari Masuk:    19

Hari Absen:    2

Sakit SKD:    0

Sakit Non-SKD:    0

Ijin:    0

Overtime:    7

Hari Cuti:    0

 

Penghasilan        Potongan

Gaji Pokok:    Rp 2.000.000    Angsuran Asuransi:    Rp 100.000

Tunjangan:    Rp. 500.000    Potongan Absen:    Rp 100.000

Overtime:    Rp. 600.000

Bonus Target:    Rp. 200.000

Total Pendapatan:    Rp 1.900.000    Total Potongan:        Rp 170.000

 

Jumlah Gaji:    Rp 1.730.000

 

Slip Gaji List

Contoh slip gaji yang ini memiliki format bentuk data gaji yang lurus langsung ke bawah. Dalam slip ini pendapatan dan potongan harga langsung dihitung jadi satu dan tidak dipisah. Walaupun begitu format ini tetap mudah dibaca dan digunakan. Anda yang ingin menggunakan hal ini diharapkan menggunakan space yang cukup untuk memisahkan angka – angka agar tidak dikelompokan jadi satu. Slip gaji golongan ini juga tergolong sudah jarang digunakan, tapi saat masih populer, penggunaanya banyak ditemukan untuk toko – toko.

Toko Sumber Harapan

Jalan Balik Block EC, No. 1, Malang, Jawa Timur. Telp. (0XXX)39XX91

Slip Gaji Karyawan

Periode 1 April – 1 Mei 2012

 

NIK:        123XXXXXXXXX0024

Nama:        Sutrisno Rahadi

 

Penghasilan

Gaji Pokok:    Rp 1.500.000

Tunjangan:    Rp. 500.000

Bonus Target:    Rp. 400.000

Total:        Rp 2.400.000

 

Potongan

Cicilan Hutang:    Rp 200.000

Potongan Absen:    Rp 100.000

Total B:        Rp 300.000

 

Total yang Pendapatan Bersih:    Rp 2.100.000

Terbilang:        (Dua juta seratus ribu Rupiah)

Kudus, 5 Agustus 2018

Penerima

 

Sutrisno Rahadi

 

Dari beberapa contoh di atas, Anda tentu sekarang sudah memiliki gambaran bagaimana harus membuat slip gaji untuk perusahaan Anda. Pastikan kenali dulu semua elemen yang harus ada untuk digunakan pihak perusahaan dan karyawan, karena hal ini penting. Slip gaji yang baik tentu tidak hanya memiliki bentuk dan format yang baik, tapi juga harus dapat digunakan.

Sekian bahasan tentang cara membuat dan contoh slip gaji. Mudah – mudahan dengan informasi dalam artikel ini, Anda dapat terbantu. Terima kasih sudah membaca dan selamat mencoba membuat surat-nya!

Tinggalkan komentar