Mari Belajar Membuat Cerita Lucu dengan Menganalisis Contoh Teks Anekdot

Contoh teks anekdot – Setiap orang yang pernah sekolah tentu mempelajari struktur tulisan dan berbagai jenis teks. Setiap teks tentu memiliki aturan tertentu dalam pembuatanya. Aturan ini ada agar tiap teks bisa dipisahkan dan dibedakan. Sebagai contoh saja, Anda pasti bisa melihat perbedaan struktur teks antara cerpen dengan puisi.

Walaupun tiap teks memiliki aturan tersendiri, Anda tentu bisa membuat konten dan bahasan dalam teks tersebut dengan bebas. Contoh saja Anda membuat cerpen dengan konten fiksi dan drama ataupun membuat puisi tentang emosi perasaan senang. Semua bentuk teks tentu bisa digunakan dengan bebas, tapi ada jenis teks yang lebih baik untuk tujuan tertentu.

Nah, dalam hal menceritakan hal lucu, sindiran ringan ataupun lelucon, bentuk teks Anekdot adalah yang paling sesuai. Bentuk utama dari teks yang satu ini adalah sisi ringkas dan terstruktur untuk mudah dibaca. Hal seperti ini tentu membuat penggunaanya lebih mudah untuk twist, perubahan ekspektasi dan juga punch line.

Lelucon dan cerita lucu yang terlalu panjang memang ada, tapi tidak semuanya efektif digunakan. Individu umumnya lebih mudah tertawa jika konten mudah diserap. Cerita yang dimaksudkan untuk membuat tertawa tapi terlalu panjang, malah membuat efek lucu tidak efektif. Pembaca biasanya lebih suka menikmati cerita singkat yang langsung memberi impact lucu.

Penggunaan dan Tujuan Anekdot

Penggunaan paling umum dari anekdot adalah menghibur orang lain. Anda yang membuat teks singkat ini tentu bisa dinilai sukses jika berhasil membuat orang lain tertawa. Tentu saja tidak semua anekdot akan lucu. Beberapa contoh teks anekdot lucu tentu ada banyak, tapi Anda jangan melupakan anekdot yang hanya digunakan untuk menyindir dan menceritakan cerita menarik.

Jika Anda serius dalam membuat anekdot, tentu Anda harus berusaha sebaik mungkin membuat cerita anekdot yang menarik. Menarik di sini tentu tidak harus lucu, untuk contoh sederhana saja, Anda bisa buat cerita yang lebih ke arah menghangatkan hati daripada lucu. Hal ini tentu tetap membuat cerita anekdot Anda menarik walau tidak membuat orang tertawa.

Sebagai teks untuk menghibur, Anda tentu harus perhatikan formatnya agar mudah dinikmati. Banyak orang menggunakan anekdot ini dengan bentuk orang mengobrol ataupun full teks tapi berparagraf pendek. Seperti yang disinggung di atas, efek teks yang mudah diserap akan membuat orang tidak perlu banyak berpikir untuk menikmatinya.

Perkembangan Teks Anekdot di Internet

Dalam dunia internet, cerita anekdot yang menarik sering di share dan berkembang secara viral dari satu orang ke orang lain. Jika Anda tertarik untuk lihat persebarannya, coba search beberapa contoh teks anekdot lewat Google. Dari search ini Anda bisa temukan ratusan ribu kompilasi anekdot untuk dinikmati.

Penyebab utama popularitas dari bentuk teks lucu ini adalah social media. Hal seperti Facebook dan Twitter adalah dua platform sosial media yang paling umum digunakan oleh masyarakat sekarang. Jika Anda perhatikan, banyak orang sengaja menulis cerita pendek dan meluncurkannya di social media agar banyak dilihat orang. Penggunaan parameter seperti like dan retweet adalah indikator utama mengapa orang melakukan hal ini.

Tentu saja jumlah like dan retweet yang banyak bisa dijadikan dasar nama yang famous. Sekarang ini popularitas akun pembuat komik lucu dan anekdot sudah menjadi makin populer. Jika nama dan brand sudah besar di sosial media, mereka tentu bisa memanfaatkan untuk berbagai prestasi lain. Misal saja seperti menjadi influencer dan juga pembuat konten yang terkenal di internet.

Jika ingin tes untuk melihat apakah kreasi anekdot Anda lucu ataupun menarik, Anda bisa coba post teks tersebut ke internet lewat sosial media. Sekarang ini konten kreator sudah banyak yang sukses dengan kreasi seperti ini. Mulai web novel, web komik dan bahkan sekedar fan fic sudah mudah di-post agar orang lain bisa membaca dan tentunya mudah mendatangkan fame. Jika sudah disebar, Anda tidak hanya mendapatkan feedback dari pembaca secara langsung dan mengasah kemampuan menulis Anda, tapi juga secara tidak langsung dapat dikenal banyak orang.

Nah, jika ingin sukses menjadi pembuat anekdot ini, Anda tentu harus mau belajar lebih detail tentang apa itu anekdot dan cara membuatnya. Sekedar mereka – reka dari contoh teks anekdot menarik di internet terkadang tidak cukup untuk membantu Anda membuat kreasi yang berkualitas. Jadi mari melihat bahasan berikut ini untuk mulai belajar.

Struktur Teks Anekdot

Pada dasarnya anekdot adalah bentuk teks yang berasal dari luar negeri. Bentuk teks ini biasanya banyak digunakan di koran dan majalah untuk menghibur pembaca. Nah, sekarang ini penggunaanya tentu sudah bergeser menjadi post di sosial media. Walaupun begitu, tujuan teks ini masih sama. Anda membuat anekdot agar orang yang membacanya senang.

Tentu saja, bentuk teks ini tidak bisa asal membuat orang tersenyum ataupun tertawa. Anda perlu belajar tentang struktur dan kerangkanya dulu agar anekdot yang dibuat berkualitas. Tanpa struktur ini, hal yang Anda buat nantinya tidak bisa disebut anekdot, tapi hanya lelucon biasa. Berikut ini adalah susunan kerangka untuk anekdot beserta penjelasannya:

Abstraksi

Abstraksi ini adalah bagian teks anekdot di mana Anda memberi gambaran setting dimana cerita Anda terjadi. Umumnya abstraksi ini bisa mengandung lokasi, waktu dan suasana umum. Penggunaan hal ini tentu sangat penting untuk memastikan pembaca Anda dapat menggambarkan setting dengan baik sebelum cerita dimulai.

Berikut adalah contoh – contoh abstraksi tersebut:

  • Pagi kemarin di dekat pinggir sawah, terlihat ada dua anak kecil duduk saling berhadapan dalam sebuah gubuk kecil.
  • Pada suatu pagi hari yang cerah.
  • Kesibukan jalanan kota besar tentu sudah biasa bagi para karyawan. Di tengah hari yang panas tersebut, bisa terlihat Joan dan Joko duduk di bangku jalan sedang beristirahat.

Dari contoh di atas, Anda bisa melihat bahwa abstraksi ini bisa singkat ataupun panjang bentuknya. Biasanya proporsi bagian ini tergantung dari panjang anekdot yang Anda buat. Contoh saja untuk anekdot lucu percakapan yang tidak terlalu penting settingnya, Anda bisa cukup deskripsikan waktu dan kondisi cuaca. Tapi untuk anekdot panjang, Anda harus berusaha lebih detail.

Pengenalan

Bagian yang satu ini merupakan tempat cerita berawal. Biasanya orang susah membedakan abstrak dengan pengenalan karena hampir mirip. Abstraksi lebih fokus pada setting secara umum, sedangkan pengenalan lebih berhubungan tentang deskripsi yang relevan dengan cerita.

Deskripsi ini tentu masih bisa menyentuh hal seperti deskripsi waktu yang lebih detail, perkenalan tokoh, relevansi lokasi dan masih banyak hal lain. Bisa dibilang, bagian pengenalan ini, memperkenalkan pembaca Anda agar mulai masuk ke naratif anekdot.

Agar lebih jelas berikut adalah beberapa contoh pengenalan tersebut:

  • Dalam gubuk kecil tersebut, terlihat kedua anak sedang asik makan pempek dengan lahap. Satu anak terlihat gemuk dan yang satunya terlihat lebih kurus.
  • Terlihat ada kakek – kakek berjalan semangat dengan pakaian olah raga trendy.
  • Joan adalah seorang pemuda yang berpakaian rapi dengan rambut licin. Sedangkan Joko tampil berantakan dan berkeringat. Keduanya sudah pulang kantor dan mengobrol di pinggir jalan ini untuk menunggu bis datang.

Dalam contoh di atas, Anda bisa melihat detail yang lebih baik daripada abstrak. Pada bagian ini juga, Anda mulai melihat bagaimana cerita mulai bergulir menjadi lebih jelas.

Krisis Anekdot

Krisis anekdot adalah bagian di mana Anda mulai menerangkan hal yang aneh dan unik pada cerita Anda. Hal seperti ini biasanya berupa event ataupun masalh yang dihadapi karakter dalam anekdot. Bagian ini merupakan hook awal yang membuat pembaca ingin melihat ending cerita.

Untuk agar lebih jelas, berikut adalah contoh dari krisis anekdot melanjutkan contoh sebelumnya:

  • Saat sedang asik melahap makanan, si gendut tersedak dan mulai batuk – batuk tidak karuan. Si kurus terlihat panic dan berusaha membantu dengan menepuk – nepuk punggung si gendut. Si gendut akhirnya membuat gestur orang minum karena tidak bisa berbicara.
  • Si kakek yang sedang jogging ini melihat dengan dua wanita yang juga sedang olah raga di depannya. Kedua wanita tersebut tampak bohai dari belakang. Kakek yang melihat pemandangan indah di depannya, berusaha berlari mengejar kedua wanita di depannya. Pace lari si kakek sepertinya tidak bisa mengimbangi dan nafasnya mulai kehabisan. Beberapa saat kemudian, si kakek sepertinya jatuh sambil memegang dadanya. Sepertinya si kakek kena serangan jantung.
  • Joko bertanya pada Joan, “Kok masih rapi aja kamu Jo? Seharian tadi pasti kamu ga kerja ya?”

Pada bagian ini, Anda berusaha menyiapkan cerita untuk nantinya dilanjutkan dengan reaksi dan juga punch line. Karena hal itu, Anda bisa buat bagian ini terkesan biasa saja, tapi nantinya akan dibuat tidak biasa pada bagian reaksi krisis dan koda anekdot.

Reaksi Krisis

Nah, bagian yang ini merupakan reaksi ataupun kelanjutan cerita yang melengkapi krisis anekdot. Anda bisa buat bagian ini sebagai persiapan untuk lelucon yang akan Anda utarakan di akhir cerita. Biasanya pada bagian ini, Anda bisa gunakan 2 jalur yang umum dipakai.

Jalur yang pertama merupakan penurunan eskalasi pada masalah dan yang kedua adalah eskalasi cerita menjadi lebih besar. Pilihan ini tentu tergantung dari naratif cerita dan juga style lelucon Anda. Tapi ingat, apapun yang Anda pilih, bagian ini merupakan setup untuk punch line. Karena itu buat sebaik mungkin agar impact lelucon di bagian koda lebih terasa dalam anekdot lucu.

Berikut adalah contoh bagian reaksi krisis melanjutkan cerita anekdot dari contoh sebelumnya:

  • Si kurus yang melihat hal ini langsung mengambilkan botol air yang ada di dekatnya untuk di minum si gendut.
  • Mendengar suara orang jatuh, kedua wanita tersebut berbalik badan dan berburu – buru menolong si kakek.
  • Joan pun menjawab Joko sambil tersenyum sombong, “Enak aja, gue tetep kerja, kok.” Joko dengan tampang bingung dan akhirnya bertanya, “Trus ini bisa rapi terus, gimana caranya?”

Koda Anekdot

Pada bagian ini Anda gunakan punch line untuk memberi impact pada cerita secara keseluruhan. Pada bagian ini, Anda berusaha memberi kontras dan twist pada cerita yang tidak diduga pembaca. Ekspektasi yang pecah karena twist inilah yang membuat cerita anekdot bisa terasa lucu.

Berikut adalah contoh koda anekdot yang merupakan punchline dari contoh sebelumnya:

  • Si gendut minum air dalam botol tersebut dengan cepat – cepat dan menyembur keluar air yang ia minum. Mukanya tampak kaget tapi rasa tersedaknya hilang saat itu juga. Saat ia melihat botol yang ia minum, ternyata botol tersebut berisi kuah pempek yang dia beli.
  • Melihat kedua wanita berlari ke arahnya dengan melon yang naik turun, denyut jantung si kakek tambah kencang. Hal ini membuat si kakek yang jantungnya nyaris berhenti bisa langsung berdiri dan berkata “Neng, kenalan dong!”
  • “Gua cukup pastiin aja gue kerjain pekerjaan separuh dan sisanya gua oper ke karyawan lain.” Mendengar jawaban Joant itu, si Joko langsung naik pitam, “Oalah, pantes kerjaanku ga selesai – selesai, kamu toh yang nambahin!”

Tergantung dari setup dan eksekusi twist, koda ini bisa menghasilkan hal yang berbeda. Beberapa anekdot gagal menghibur orang karena impact leluconnya kurang baik. Jadi pastikan membuat koda yang terasa berbobot dan cocok disebut climax dari cerita lucu Anda.

Ciri Khas Anekdot

Setelah Anda tahu bagaimana struktur dari teks anekdot, sekarang waktunya belajar tentang ciri khas dari anekdot ini. Dalam hal ini, Anda bisa melihat lebih jelas elemen – elemen yang membuat anekdot ini berbeda dengan format teks cerita lainnya. Berikut ini adalah ciri – ciri khas-nya:

  1. Menggunakan bentuk kata lampau. Dalam penggunaannya di bahasa Inggris, anekdot menggunakan past tense, yang bisa berupa simple past, past continuous dan past perfect tense. Untuk dalam bahasa Indonesia, hal ini tidak terlalu ditunjukan.
  2. Banyak menggunakan empasisi dan tanda seru. Penggunaan tanda seru dalam teks ini akan lebih terlihat dalam kontek percakapan.
  3. Menggunakan banyak kata sambung. Hal seperti setelah, sementara, sebelum, sampai, pada waktu itu, selanjutnya, berikutnya dan masih banyak kata sambung lain biasanya digunakan pada teks ini. Penggunaan kata sambung ini biasanya untuk menggerakan cerita.
  4. Beberapa contoh teks anekdot lucu yang tidak banyak mengandung percakapan biasanya menggunakan pertanyaan rhetoric. Pertanyaan seperti ini tidak mencari jawaban dan hanya digunakan untuk interaksi dengan pembaca.
  5. Kebanyakan anekdot biasanya menggunakan rhetoric question. Bagi Anda yang tidak tahu, pertanyaan rhetoric question ini merupakan pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Biasanya si karakter bertanya pada diri sediri ataupun pembaca sebagai bentuk interaksi.
  6. Untuk teks anekdot, Anda juga akan melihat banyak penggunaan kata – kata hiperbola. Hal ini biasanya digunakan untuk membuat situasi lebih dramatis dan menarik.
  7. Menggunakan konsep cerita yang lurus dan bergerak sesuai pergerakan waktu (linear). Hal ini digunakan untuk membuat cerita anekdot mudah diikuti.

Anda tentu tidak perlu membuat anekdot buatan Anda mengandung semua unsur ciri di atas. Sekarang ini Anda bisa menemukan beberapa contoh teks anekdot menarik yang tidak memiliki semua ciri khas tersebut. Hal seperti bentuk kata lampau contohnya adalah hal yang paling fleksibel dihilangkan jika menggunakan teks bahasa Indonesia.

Berbagai Jenis Anekdot

Setelah mengetahui struktur dan cirinya, mari melihat jenis – jenis dari teks anekdot ini. Jika Anda searching di internet, Anda tentu akan melihat sangat banyak anekdot yang memiliki perbedaan konten, panjangnya dan juga tampilannya. Sebagian besar anekdot – anekdot ini bisa dipisahkan menjadi golongan tertentu, antara lain:

  • Anekdot Berdasarkan Panjang Teks

Sama seperti hanya cerita yang bisa dibuat menjadi cerpen, cerbung dan bahkan sampai novel, anekdot juga bisa dipisahkan berdasarkan panjangnya. Tentu saja panjang anekdot tidak akan sepanjang cerpen, tapi tetap saja panjang cerita bisa belasan paragraf lebih dengan susunan masing – masing 3 atau 4 kalimat saja.

Anekdote berdasarkan panjang ini bisa dibedakan menjadi, anekdot panjang dan pendek. Untuk anekdot panjang, popularitasnya lebih rendah daripada anekdot pendek. Hal ini tentu karena lebih sulit dibuat dan pembaca lebih mudah menyerap cerita anekdot yang hanya terdiri dari beberapa kalimat saja.

  • Anekdot Berdasarkan Peristiwa

Anekdot golongan ini biasanya masih dibagi lagi menjadi cerita fiksi dan non-fiksi. Pada anekdot cerita fiksi, peristiwa yang terjadi di dalamnya merupakan rekaan dan tidak bisa dibuktikan pernah terjadi. Sedangkan untuk yang non-fiksi biasanya berupa anekdot dari pengalaman yang benar – benar terjadi.

Anekdot yang ini terkadang bercampur elemen – elemen-nya sehingga terkadang sulit dibedakan. Untuk contoh teks anekdot berdasarkan cerita yang sulit dibedakan, misalkan saja Anda mendengar cerita dengan tokoh nama artis yang benar ada tapi kejadian peristiwa yang terjadi merupakan rekaan. Hal seperti ini tentu jadi blur apakah memang terjadi ataupun tidak jika hanya didengar dan tanpa mencari tahu lebih lanjut buktinya.

  • Anekdot Berdasarkan Tokoh

Tergantung dari tokoh yang digunakan, Anda bisa membedakan anekdot menjadi banyak hal. Nah, jenis yang berdasarkan tokoh ini antara lain anekdot non-fiksi, anekdot fiksi, anekdot fabel dan anekdot sufi.

Anekdot non-fiksi yang menggunakan nama orang sungguhan untuk ceritanya. Peristiwa yang terjadi dalam cerita bisa rekaan tapi selama menggunakan tokoh yang benar – benar ada, dalam penggolongan ini anekdot tersebut termasuk non-fiksi.

Anekdot fiksi menggunakan tokoh yang tidak nyata. Anda bisa membuat karakter baru untuk cerita ataupun mengambil tokoh rekaan yang sudah ada. Sebagai contoh teks anekdot golongan ini, Anda bisa saja menggunakan tokoh Spiderman yang sudah terkenal untuk membuat anekdot.

Anekdot fabel menggunakan anekdot dengan tokoh binatang. Jenis yang ini sampai sekarang paling populer dikalangan anak – anak. Contoh cerita anecdote di Indonesia yang berupa anekdot fable adalah Si Kancil.

Jenis terakhir adalah anekdot sufi. Cerita pada anekdot ini melibatkan tokoh – tokoh agama dan biasanya digunakan untuk memberi pelajaran keagamaan. Model cerita ini pasti sangat terkenal digunakan oleh para ulama ataupun akun – akun sosial media Islami.

  • Anekdot Berdasarkan Tujuan

Anekdot juga bisa dipisahkan berdasarkan tujuan dari pembuatnya. Sebagai tujuan utama, anekdot tentu harus menghibur si pembaca, tapi pelajaran yang bisa diambil dari cerita bisa mempengaruhi orang secara berbeda. Untuk pengaruh yang ditimbulkan dari cerita ini, anekdot dipisahkan menjadi anekdot kritik, anekdot nasihat dan anekdot hiburan.

Anekdot kritik biasanya digunakan untuk menyinggung seseorang. Kritik ini tentu bisa berupa konstruktif atau sekedar menjelekan. Untuk anekdot nasihat, ceritanya biasanya mencoba memberi wejangan. Yang terakhir untuk anekdot hiburan, jenis yang pure sebagai cerita lucu belaka.

Kumpulan Contoh Teks Anekdot

Dari informasi di atas, waktunya melihat beberapa contoh teks anekdot dan melakukan analisa atas cerita tersebut.

Kumpulan Contoh Teks Anekdot

Contoh 1

Judul: Kesetrika

Pada hari yang cerah, terlihat seorang laki – laki muda datang ke rumah sakit dengan kedua telinga yang terlihat luka. Sepertinya itu terkena luka bakar.

Setelah sampai, di ruang periksa, Dokter-pun bertanya, “Loh, itu kenapa telinganya, pak?”

Si Pasienpun menjelaskan, “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika baju. Saat sedang asik, tiba – tiba telpon saya bordering. Nah, karena reflek, saya langsung menempelkan strikaan ke telinga saya, jadi terbakar, deh.”

“Oh, jadi begitu, saya paham sekarang masalah bapak, tapi kok telinga kanan juga kebakar pak?” Dokter bertanya penasaran.

“Nah, itu dok, saya sedang kesakitan, si begi itu telepon lagi dan saya reflek nempelin strikaan lagi.” Jawab si Pasien agak jengkel plus malu.

Berdasarkan jumlah baris, paragraf dan juga bentuknya, contoh anekdot ini termasuk anekdot singkat. Penggunaan anekdot ini lebih sering dipost untuk sosial media. Bentuknya yang pendek bisa dinikmati dengan mudah oleh siapa saja, tanpa harus meluangkan waktu yang banyak.

Contoh 2

Judul: Pak Dora dan Lomba Renang

“Anak – anak, dengerin Bapak ya! Sekarang berkumpul sama kelompok renang kalian sesuai keahlian”, kata Pak Dorar sambil mengumumkan.

Setelah mendengar itu, semua siswa dan siswi pun segera berkumpul dan membentuk kelompok sendiri – sendiri. Kelompok ini antara lain, kelompok gaya dada, kelompok gaya punggung, kelompok gaya bebas dan kelompok gaya kupu – kupu.

Namun, ternyata ada satu orang siswi yang tidak termasuk dalam kelompok tersebut.

“Yuni, kok kamu gak masuk kelompok manapun?” Tanya Pak Dora.

“Hmmm…. anu pak, saya bikin kelompok sendiri saja… tapi…” Yuni menjawab dengan ragu.

“Anu, kenapa?” Tanya Pak Dora lagi.

“Tapi itu pak, gak ada yang mau gabung, soalnya kelompok renang saya namanya gaya batu. Hehehe…” Jawab Yuni.

Jika dilihat dari jumlah baris dan paragraph yang digunakan, contoh anekdot lucu ini juga merupakan anekdot pendek. Dalam pembahasannya, tujuan anekdot ini juga lebih ke arah menghibur daripada memberi wejangan. Dari segi kejadiaan, hal ini bisa fiksi maupun non-fiksi, namun karena tidak ada bukti bahwa cerita tersebut berasal dari pengalaman asli, untuk sementara cerita ini tergolong anekdot fiksi.

Contoh 3

Judul: Mencuri Sandal

Di hari yang cerah, Angga terlihat sedang asik melahap soto di warung tempat makan favoritnya. Saat sudah kenyang, Angga merasa puas dan ingin segera pulang.

Di tengah jalan, Angga ternyata terkena musibah. Tiba – tiba saja ada motor yang ugal – ugalan menyerempet badan si Angga. Walaupun selamat dengan luka ringan, hal yang paling disayangkan adalah sandalnya yang putus.

Secara terpaksa, Angga akhirnya harus memilih berjalan pulang tanpa alas kaki. Di jalan, si Angga merasa bahwa perjalanan pulang akan sulit dan jauh. Untuk bisa kuat sampai rumah, akhirnya si Angga memutuskan mampir ke toko terdekat untuk beli sandal baru. Sayangnya, apa daya, uang yang ada di dompetnya saat itu ternyata kurang. Ia menyesal kenapa ia memilih nambah sampai 3 mangkok saat makan tadi!

Karena tidak merasa tidak punya pilihan lain, Angga akhirnya memutuskan untuk mencuri sandal yang ada di Masjid dekat situ. Lokasi Masjid tersebut kira – kira hanya beberapa meter dengan toko sandal. Saat sampai di Masjid, ia lihat kanan kiri berusaha mencari sandal paling bagus di situ.

Saat menemukan target ia-pun segera beraksi. Pada awalnya ia duduk di teras Masjid sambil mengawasi sekitar. Saat terlihat tidak ada orang memperhatikan, sandal-pun langsug ia sambar. Dari hasil tindakan tercela ini, si Angga berhasil menggondol sandal warna hitam yang tergolong paling bagus di Masjid itu. Tapi tanpa diketahui oleh Angga. Sang pemilik sandal ternyata melihat saat ia mulai meninggalkan Masjid bersama sandal gondolannya.

Nah, spontan si pemilik sandal langsung mengejar dan berteriak ke arah Angga. Malang betul nasib si Angga ini. Karena perutnya yang buncit, Angga tidak bisa lari kencang dan akhirnya tertangkap.

Karena perbuatannya ini, si Angga masuk ke kantor polisi. Setelah dilaksanakan penyelidikan, Angga dijatuhi hukuman pasal pencurian. Kasusnya ini akan disidangkan pada satu minggu kedepan. Nasib Angga ini sungguh malang, mengingat perkara sepele tapi di sidang sampai meja hijau.

Saat persidangan, Hakim memutuskan hukuman untuk Angga. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun karena telah terbukti mencuri sandal seharga 30 ribu Rupiah. Mendengar hal ini, Angga protes. Ia mengutarakan bahwa panjang tahanan ini bahkan lebih lama daripada koruptor yang ada di TV. Para koruptor itu hanya dihukum 2 sampai 3 tahun saja.

Mendengarkan hal ini, si Hakim menerangkan dengan sabar bahwa perbuatan si Angga lebih merugikan secara individu dibandingkan koruptor. Ia menyuruh si Angga membayangkan besar uang yang diambil oleh koruptor itu adalah 2 miliyar Rupiah dan diambil dari rakyat Indonesia. Nah, jumlah rakyat Indonesia ada lebih dari 200 juta orang. Jika dihitung, si koruptor hanya mengambil sekitar 10 Rupiah dari setiap orang.

Setelah menerangkan hal itu, si Hakim-pun bertanya, menurut Angga banyak mana nyolong 30 ribu Rupiah dengan 10 Rupiah?

Untuk contoh teks anekdot lucu di atas, cerita ini tergolong anekdot panjang. Mulai dari informasi dan peristiwa yang diceritakan di atas lebih panjang dan detail dari contoh – contoh sebelumnya. Anekdot yang ini biasanya lebih disebarkan dalam bentuk cerita di blog post. Bentuk anekdot yang seperti ini tentu tetap menghibur, tapi kurang mudah disebarkan seperti anekdot pendek.

Sekian bahasan, penjelasan dan contoh untuk teks anekdot. Mudah – mudahan bahasan di atas dapat berguna bagi Anda. Terima kasih sudah membaca!

Tinggalkan komentar