8 Contoh Resensi Buku, Novel, Cerpen, Fiksi, Non Fiksi, Film, Pengetahuan

Contoh Resensi Buku – Pernahkah Anda mengetahui mengenai resensi? Mungkin Anda mengetahui, tapi belum memahaminya. Sehingga, ketika diminta membuat sebuah resensi buku, maka Anda masih merasa kesulitan. Padahal jika Anda memahaminya, proses pembuatan resensi buku, musik, atau film akan lebih mudah dibuat.

Artikel ini akan menjabarkan mengenai pengertian resensi buku secara detail dan beberapa contoh judul resensi. Untuk itu, silahkan simak penjelasan berikut ini, mudah-mudahan setelah itu Anda bisa membuat resensi dengan mudah.

Apa Itu Resensi Buku?

Resensi adalah mengulas sebuah karya kreatif seseorang, bisa berupa buku, musik, film, atau bahkan pertunjukan. Kata ini berasal dari kata “resentie” (bahasa Belanda) dan “recensio” (bahasa Latin), dengan makna sama artinya yaitu mengulas. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pun memiliki arti yang tidak jauh berbeda dengan pengertian diatas.

Resensi dibuat dengan dasar objektivitas. Tapi meskipun begitu tetap saja ada unsur subjektivitas yang kental yang tertuang dalam sebuah resensi. Sebab, pada dasarnya, setiap orang memiliki subjektivitasnya sendiri-sendiri yang berbeda satu sama lainnya.

Setelah mengetahui pengertian resensi, ada hal lain yang harus Anda ketahui sebelum membuat sebuah resensi. Apa itu? Yaitu unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah resensi. Apa saja unsur-unsur ini?

Unsur-unsur Resensi Buku

Anda mungkin pernah mendapat informasi tentang materi membuat resensi ketika duduk di bangku sekolah. Sekadar mengingatkan kembali, ketika Anda hendak membuat sebuah resensi buku, maka Anda perlu mengetahui unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah resensi.

Ada empat unsur-unsur resensi, yaitu penyusunan data, judul resensi, pembuka resensi, isi resensi, dan penutup resensi. Berikut penjelasannya!

1. Informasi Buku

Dalam bagian ini, Anda sebaiknya menulis buku berdasarkan informasi yang Anda ketahui. Informasi buku meliputi judul buku, pengarang buku, penerbit buku, tahun terbit, harga, dan bahan kertas dalam dan cover.

Itulah kenapa Anda perlu membeli buku supaya mengetahui soal informasi buku secara lebih gamblang. Namun, saat ini, Anda bisa mencari informasi buku ini di internet, silakan dibuat berdasarkan sumber-sumber yang sudah tersedia.

2. Judul Resensi

Anda perlu membuat judul resensi kala membuat sebuah resensi. Judul ibarat nama yang bisa memberikan informasi kepada para pembaca. Untuk itulah judul resensi wajib hadir dalam sebuah resensi.

Meresensi buku bisa dilakukan dari membuat judulnya terlebih dulu atau isinya terlebih dulu. Atur saja mana yang membuat Anda enjoy atau telah terkonsep di pikiran Anda.

Hal yang perlu Anda lakukan dalam membuat judul resensi adalah terdiri dari beberapa kata saja dan dibuat semenarik mungkin. Jika Anda ingin meletakkan resensi ke dalam blog atau website pastikan judul mengandung 71 karakter.

3. Isi Resensi

Secara garis besar, isi resensi memuat soal ulasan singkat disertai sinopsis buku. Anda bisa menambahkan kutipan yang diambil dari dalam buku fiksi ataupun non fiksi. Untuk itu, Anda bisa membaca bukunya terlebih dulu. Tidak perlu membaca keseluruhan isinya, jika Anda telah terampil membuat resensi. Anda bisa membaca bagian-bagian buku yang penting, lalu membuat kesimpulan berdasarkan hal itu.’

Karena resensi bukan karya yang bersifat opini atau pendapat, maka Anda perlu menambahkan kelebihan maupun kekurangan dari buku. Anda bisa mengulik dari cara penulis menyusun kata atau membahas gaya bahasanya.

4. Penutup Resensi

Dalam penutup sebuah resensi, Anda sebaiknya mengakhirinya dengan kesimpulan dan kesan maupun pesan selama membaca buku yang diresensi. Anda juga bisa memaksimalkannya dengan memperkirakan siapakah pembaca yang tepat untuk buku itu? Murid, guru, remaja cowok/cewek usia 13-17 tahun, dll.

Tujuan Pembuatan Resensi Buku

Apapun yang Anda buat tentunya memiliki sebuah tujuan, termasuk resensi buku. Apa saja tujuan pembuatan resensi buku? Silahkan disimak ulasan berikut ini!

Membicarakan tentang topik/tema yang diangkat penulis ke dalam karyanya, buku fiksi atau buku non fiksi. Anda juga bisa menambahkan apakah topik/tema yang diangkat dalam buku itu dibangun dengan sangat baik atau tidak.

Memberikan informasi secara gamblang kepada calon pembaca buku bersangkutan, setelah Anda membaca tuntas buku tersebut. Namun, Anda tidak boleh memberikan spoiler disini. Jika Anda memberikan spoiler itu artinya calon pembaca buku bersangkutan tidak perlu membeli bukunya. Buat apa? Toh, mereka sudah tahu semua dalam resensi yang Anda buat.

Memberikan kesempatan pada calon pembaca buku bersangkutan untuk memutuskan apakah mau membeli buku itu atau tidak. Jika Anda telah piawai membuat resensi buku, Anda mungkin juga bisa menjadi “algojo” yang menilai apakah buku tersebut layak dibeli atau tidak. Meskipun, keputusan akhir, tetap berada di tangan pembaca.

Menjawab kebingungan yang mungkin saja hadir di benak calon pembaca buku bersangkutan. Dengan begitu, apa yang menjadi kebingungan (pertanyaan) mereka bisa terjawab, sehingga mereka teryakinkan dengan isi buku yang ditawarkan.

Anda sudah tahu soal pengertian resensi buku, baik itu resensi buku fiksi maupun non fiksi. Selain itu, Anda juga sudah mengetahui unsur-unsur yang terkandung didalam sebuah resensi buku dan tujuan meresensi buku. Oleh karena itu, Anda tentu penasaran dengan cara menulis resensi buku, ya kan? Berikut ini ada beberapa contoh resensi buku non fiksi dan fiksi yang bisa Anda baca sebagai latihan dasar.

1. Contoh Resensi Buku  Non-Fiksi

God, Do You Speak English?

Informasi Buku

Judul Buku    : God, Do You Speak English?

Penulis        : Nina Silvia, Jeff Kristianto, Rini Hanifa

Penerbit    : Rene Books

Terbit         : 2013

Total halaman    : 348

Sinopsis Buku

Resensi buku God, Do You Speak English? mengisahkan ketiga penulis dalam mengunjungi beragam tempat menarik. Ketiganya merupakan sukarelawan dari VSO (Voluntary Service Organization) Indonesia – sebuah organisasi nirlaba yang memiliki visi “Dunia Tanpa Kemiskinan”.

Ketiga orang berbeda latar belakang itu masing-masing bernama Nina silvia, Jeff kristanto serta Rini hanifa. Mereka bertiga menjadi angkatan pertama VSO Indonesia, yang ditempatkan di beberapa negara.

Jeff yang merupakan pebisnis kerajinan tangan dan restoran di Bali ditempatkan di Taikistan – sebuah eks jajahan Uni Soviet yang masuk benua Asia. Nina yang merupakan pekerja LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Padang ditempatkan di Bangladesh untuk mendukung lembaga swadaya yang ada di sana. Terakhir, Rini yang merupakan staf lembaga donor internasional ditempatkan di Guyana untuk bekerjasama dengan LSM lokal.

Dalam menjalankan tugasnya, mereka bertiga tentu mengalami pengalaman suka dan duka. Semua pengalaman mereka bertiga selama bertugas di negara-negara itu dituangkan dalam buku ini.

Kelebihan Buku

  • Pengalaman ketiga penulis yang dituangkan dalam buku ini memberi inspirasi pada para pembacanya, yang takkan ditemui dalam buku lain, karena didasarkan pada pengalaman sendiri.

Kekurangan Buku

  • Plot buku ini, khususnya bagian cerita Nina Silvia, terkesan monoton dan membuat jenuh pembaca. Sebab, ia mengungkapkan ceritanya bak sedang bernarasi.
  • Istilah-istilah asing yang terdapat di buku ini tidak diterjemahkan untuk memahamkan orang awam.

2. Contoh Resensi Buku Novel

Mozachiko

 

Informasi Buku

Judul        : Mozachiko

Penulis        : Poppi Pertiwi

Penerbit     : Loveable

Terbit        : 2019 (cetakan ke empat)

Total halaman    : 352

Sinopsis Buku

Tampaknya Poppi Pertiwi, penulis muda asal Bali ini, merupakan penulis novel memiliki taste cerita yang kena dengan pasarnya. Hal ini dibuktikan oleh buku Mozachiko ini, yang telah memasuki cetakan keempat dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Dari covernya, buku Mozachiko ini sangat bagus, dimana terdapat ilustrasi karakter Chiko Gadangga dengan latar belakang putih bersih. Judul dan ilustrasi karakter ini diemboss. Enak sekali untuk dielus-elus, memberi kesan kepada pembaca bahwa penerbit memang niat betul dalam membuat buku ini.

Sementara dari plot cerita keseluruhan, buku fiksi Mozachiko sudah sangat oke. Hanya ada beberapa kelemahan dari konflik yang coba dibangun Poppi Pertiwi. Misalnya, Chiko hanya digambarkan sebagai cowok dingin yang ditinggal kerja ayah-ibunya yang sibuk, tapi kehidupan orangtua Chiko itu tidak digambarkan secara detail. Hal ini berbanding terbalik dengan kehidupan Moza yang lebih banyak dieksplor. Ia hidup bak Cinderella yang dibenci orangtua dan adik tirinya.

Konflik makin mengambang tatkala Moza mendapat kekuatan untuk berubah menjadi lebih garang. Itu hanya tampak di permukaan saja. Sebab, Chiko berhasil “menjatuhkan” Moza, sehingga gadis itu kembali menjadi gadis tanpa daya.

Tingkat kegalauan yang dialami para tokohnya juga diketahui sangat kompleks. Jauh lebih kompleks dibandingkan kesulitan hidup yang dijalani orang dewasa.

Well, itu hanya hal-hal minor, tapi sedikit diperparah dengan font yang terlalu kecil untuk ukuran buku novel. Dan masih terdapat typo, meski tidak banyak.

Kelebihan Buku

  • Plot keseluruhan novel ini sangat baik, dimana para pembaca akan mengikuti lika-liku kehidupan Chiko yang keras. Sisipan konflik membikin pembaca makin penasaran.

Kekurangan Buku

  • Novel ini kurang detail.
  • Beberapa bagian cerita dikhawatirkan memiliki dampak buruk bagi pembaca, tepatnya saat Chiko kecewa mengetahui Moza dan Draco pacaran dan memilih untuk mabuk-mabukkan.

3. Contoh Resensi Buku Pengetahuan

Memahami Film

Informasi Buku

Judul        : Memahami Film

Penulis        : Himawan pratists

Penerbit    : Homerian pustaka

Terbit         : Tahun 2008

Total halaman     : 223

Sinopsis buku

Sebagian besar orang pasti berpikir membuat film adalah hal yang sulit. Padahal, film bisa dibuat siapapun dengan latar belakang apapun. Syaratnya, orang tersebut memahami unsur-unsur yang diperlukan dalam membuat film.

Walaupun, film tak bisa dibuat hanya dengan bekal minat tinggi saja. Faktanya, untuk memahami cara membuat film yang baik dan benar seseorang harus makan bangku kuliah di dunia sinematografi, setidaknya teknis membuat film diperlukan seseorang yang berniat membuat film.

Resensi buku Memahami Film ini coba membantu para pembaca untuk melihat sebuah film secara keseluruhan sebagai karya seni. Pembaca bisa belajar mengenai apa yang mendasari sutradara menerapkan teknik tertentu dalam sebuah film, baik teknik pengambilan gambar, teknik editing, teknik penceritaan, dll.

Sayangnya, penulis tidak menyediakan informasi tambahan, berupa video yang bisa membantu pembaca merealisasikan apa yang diterangkan penulis dalam buku tersebut. Pembaca harus berimajinasi sendiri tentang semua penjelasan dan gambar-gambar ilustrasi.

Kelebihan Buku

  • Topik yang dibahas cukup detail – genre, narasi, struktur tiga babak dan alternatifnya, sinematografi, audio, dan sebagainya.
  • Ilustrasi yang disediakan sangat memberikan kemudahan kepada para pembaca.
  • Pembaca pemula bisa mengenal alat-alat produksi film.

Kekurangan Buku

  • Tampaknya buku ini tidak diedarkan secara luas. Untuk mendapatkannya, Anda diharuskan mencari via website toko online atau instagram sebuah lapak pedagang buku yang menyediakannya. Itupun tidak semuanya.

4. Contoh Resensi Buku Fiksi

Mariposa

Informasi Buku

Judul            : Mariposa

Penulis            : Luluk Hidayatul Fajriyah

Penerbit        : Coconut Books

Terbit            : 2018

Total halaman         : 482

Sinopsis Buku

Novel ini mengisahkan tentang Natasha Kay Loovi, biasa disebut Acha. Ia berusaha mendekati Iqbal, pemuda ganteng yang mengisi relung di hatinya. Keduanya bersekolah di SMA.

Perjuangan Acha sangat sulit, sebab Iqbal adalah pemuda dengan tipe yang sangat aneh. Ia tampak tidak bergeming didekati gadis secantik Acha.

Acha sendiri tidak mundur, dan memutuskan terus melanjutkan perjuangan cintanya demi mendapatkan Iqbal. Ia bahkan tidak bergeming ketika dirinya didekati oleh Juna. Hatinya tetap memilih Iqbal.

Kelebihan Buku

  • Novel Mariposa ini bergaya bahasa ringan, sederhana, dan enak dibaca. Pembaca takkan merasakan tebalnya halaman buku novel ini, karena genrenya berbalut antara romantis-komedi. Cocok dibaca para remaja zaman sekarang.

Kekurangan Buku

  • Konflik buku ini lebih menonjol dibandingkan karakter tokohnya. Hal ini memang membuat novel menjadi lebih menarik untuk dibaca, tapi pembaca kurang mendapat informasi mengenai kepribadian dari tokoh-tokoh di novel.

5. Contoh Resensi Buku Kumpulan Cerpen

Gerhana (Kumpulan Cerpen)

Informasi Buku

Judul            : Gerhana (Kumpulan Cerpen)

Penulis         : Muhammad Ali

Penerbit        : Pustaka Utama Grafiti

Terbit            : 2008

Total Halaman         : 164

Sinopsis Buku

Muhammad Ali merupakan seorang penulis kawakan yang telah makan asam garam dunia kepenulisan. Ia yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Surabaya (1976-1978) ini mencurahkan rasa simpatinya terhadap masyarakat kalangan bawah ke dalam buku kumpulan cerpen: Gerhana. Buku yang diterbitkan Pustaka Utama Grafiti ini memiliki 21 cerpen yang rata-rata kisahnya mengenai kehidupan orang-orang kecil.

Dengan bahasa yang ringan, Muhammad Ali menceritakan cerpen-cerpennya satu per satu. Semua dilakukannya demi menghadirkan kisah-kisah yang menyenangkan dan menarik. Salah satu contohnya adalah cerpen Gerhana.

Cerpen Gerhana mengisahkan tentang pembunuhan pohon pepaya milik Sali. Hal itu membuat Sali berniat menuntut balas. Ia pun melapor ke Pak Lurah, sialnya Pak Lurah tidak menggubris permintaan Sali gara-gara menilai laporan Sali terlalu remeh. Sali mendatangi kantor kecamatan. Di sana, ia menemui juru tulis untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Juru tulis menyindirnya secara halus. Sali pergi lagi, dan menyambangi kantor Polisi untuk membuat laporan. Ia justru mendapat dampratan.

Sali menyerah. Ia berniat pulang. Ketika tiba di rumah, ia mendadak ambruk tak sadarkan diri. Berbagai dukun didatangkan untuk menyembuhkan kondisi Sali. Hingga Sali pun harus menghembuskan napas terakhir. Orang yang menebang pohon diketahui istri Sali sendiri. Meskipun berjudul gerhana, tapi cerpen ini sama sekali tidak mengisahkan tentang gerhana. Hal ini memberi kita bukti Muhammad Ali memang pintar menulis cerpen.

Selain cerpen Gerhana, buku cerpen-cerpen ringan lain yang berjudul Kalung, Kipas Angin, Kursi Antik, Si Pukul Tujuh, Sepatu, Kuntilanak, Sarinah, Cak Nyoto, Telegram kepada Abu Nawas, dan Sampah.

6. Contoh Resensi Buku Cerita Fiksi

After School Club

Informasi Buku

Judul            : After School Club

Penulis            : Orizuka

Penerbit        : Bentang Belia (PT. Bentang Pustaka)

Terbit            : 2012

Total halaman        : 240

Sinopsis Buku

Dalam contoh ulasan buku After School Club, Orizuka menunjukkan kepiawaiannya menulis kisah-kisah yang lain daripada lainnya. Cerita yang ditawarkan Orizuka dalam buku ini memiliki sudut pandang dan teknik penulisan yang berbeda. Sehingga cerita didalamnya tetap menawan sekaligus menghanyutkan pembaca di tiap-tiap babnya.

After School Club sendiri mengisahkan tentang seorang Putra, yang terpaksa masuk ke kelas After School (kelas diluar jam sekolah) gara-gara nilai fisikanya anjlok. Kehadiran Putra bak oase di padang pasir bagi para penghuni kelas After School. Putra yang ganteng dan kaya berhasil memikat gadis-gadis yang haus akan belaian.

Meski begitu, Putra sendiri tidak senang diperlakukan demikian. Ia merasa ditempatkan di “neraka”. Karena itu, ia sempat niat kabur dari kelas After School, tapi sayangnya niatnya digagalkan Pak Romli, wali kelasnya. Perubahan terjadi kala hati Putra tercuri oleh seorang gadis bernama Cleo.

Ketika Cleo juga jatuh hati pada Putra, seisi kelas After School menggila. Mereka berniat mencomblangi antara Putra dan Cleo untuk jadian.

Resensi buku novel melihat pesan tersemat yang di dalam novel karangan Orizuka ini. Secara garis besar, novel ini berpesan bahwa orangtua yang baik wajib mendukung kemauan anak-anaknya sepanjang kemauan itu bukanlah hal yang buruk.

Kelebihan Buku

  • Buku After School Club ini disampaikan dengan gaya bercerita yang lugas, menarik, dan sangat menggambarkan kondisi lingkungan SMA. Hal ini tentu membuat para pembaca novel ini yang telah lulus SMA bisa merasakan masa-masa itu.
  • Pesan yang diusung buku After School Club sangat jelas, dimana pembaca diajak untuk terus semangat tanpa kenal lelah saat menerima nilai buruk dalam mata pelajaran. Satu hal yang pasti, usaha tidak akan mengkhianati hasil!

Kekurangan Buku

  • Sebagian pembaca akan merasa kurang nyaman dengan karakter Cleo. Ia seorang gadis, tapi memiliki kekurang-sopanan yang berbeda dari kebanyakan gadis Indonesia. Meskipun kita pasti memaklumi bahwa itu merupakan tujuan penulis membuat perbedaan kontras terhadap karakter buatannya.
  • Untuk novel sebagus ini, para pembaca lain merasa kualitas buku makin terkurangi saat menemukan fakta bahan kertas bukunya adalah buram.

7. Contoh Resensi Buku Pelajaran

Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi Ejaan yang Disempurnakan

Informasi Buku

Judul        : Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi Ejaan yang Disempurnakan

Penulis        : Emawati Faridah

Penerbit    : Ruang Kata

Terbit        : 2014

Total Halaman    : 207

Sinopsis Buku

Kata dibagi menjadi dua: kata baku dan tidak baku. Menurut pengertiannya, kata baku merupakan kata yang memenuhi kaidah berbahasa yang resmi dan kata tidak baku merupakan kata yang tidak memenuhi kaidah bahasa yang resmi. Kedua kata ini wajib memahami tentang perbedaan ini supaya bisa menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, buku non fiksi Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi Ejaan yang Disempurnakan sangat dianjurkan untuk dibaca anak-anak sekolah. Isi buku ini cukup komplit, dimana terdapat pengertian kata baku dan tidak baku, ciri-ciri, dan contoh pengaplikasiannya dalam berkomunikasi. Semua disusun secara lengkap dan ringkas, dari A-Z.

Tidak hanya itu, buku ini juga mengulas tentang hal-hal yang memiliki keterkaitan yang berhubungan dengan tata bahasa dan grammar bahasa Indonesia. Kemudian, buku nonfiksi ini juga membahas mengenai pedoman penggunaan huruf, kata, dan tanda baca. Semua pembahasan menggunakan bahasa baku yang mudah dipahami pembaca.

Walaupun buku tidak mendalam, tapi cukup layak dijadikan bahan bacaan untuk para siswa dalam memahami kata baku dan kata tidak baku. Buku ini, selain dijadikan pegangan siswa, juga bisa dijadikan pegangan guru bahasa Indonesia dalam mengajar tata bahasa.

8. Contoh Resensi Film

Gile Lu Ndro!

Resensi film sebenarnya tidak termasuk ke dalam resensi buku. Tapi, resensi buku maupun resensi film, itu sama-sama merupakan karya tulis yang dibangun dengan dasar opini. Jadi, pada intinya sama. Kami tampilkan format resensi film ini agar Anda memiliki pemahaman yang lebih baik bahwa resensi film da n resensi buku memiliki esensi yang sama.

Informasi Film

Judul            : Gile Lu Ndro!

Sutradara         : Herwin Novianto

Penulis  Naskah     : Upi dan Aline Djayasukmana

Tahun Rilis        : 2018

Produsen        : Falcon

Sinopsis Film

Sebuah ekspektasi melambung tinggi pada film Indonesia yang berjudul Gile Lu Ndro! Lebih-lebih sang sutradara, Herwin Novianto, pernah membidani film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara. Sebagaimana diketahui bersama, film tersebut diganjar dua penghargaan sekaligus Film Terbaik Piala Maya 2016 dan Skenario Asli Terbaik FFI 2016.

Film bioskop Gile Lu Ndro! menceritakan tentang Indro (Tora Sudiro) yang dimarahi Nita (Mieke Amalia) gara-gara kedapatan pulang terlalu malam tanpa pemberitahuan lebih lanjut. Nita pun memberondong Indro dengan beragam pertanyaan, khawatir suaminya main perempuan lain diluaran. Indro berkilah bahwa dirinya bertemu dengan Alien (Indro Warkop) yang datang ke Bumi untuk mendapatkan perdamaian. Nita tidak mempercayai ucapan Indro begitu saja.

Gile Lu Ndro! digadang-gadang sebagai komedi satir. Hal ini terlihat dari berbagai isu sosial yang kerap disorot – mulai dari pegawai rajin yang dianggap menjilat atasan, kebiasaan anggota dewan perwakilan rakyat yang sering tertidur saat sidang soal rakyat, pejabat tercyduk oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), hoaks yang kerap muncul di dunia maya, dan cewek itu tidak pernah salah.

Bahkan bisa dibilang, film ini terlihat sangat lugas sehingga menyebabkan permasalahan tersendiri pada keseluruhan cerita. Alih-alih membuat penonton tertawa, yang ada film ini justru sibuk dengan dunianya sendiri – selalu menempatkan dirinya sebagai komedi satir – dan melupakan tugas utamanya: membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal karena kelucuan adegan-adegannya.

Saking sibuknya dengan kesatirannya, film ini sampai menyorot cangkir milik Nita yang tercantum tulisan “Woman is Always Right”. Kemudian, ada juga foto-foto suasana rapat di Senayan dan adegan emak-emak melabrak pedagang buah yang ada di Taman Kota. Hal ini sangat gambling, tapi terbukti dengan minimnya tawa yang tercipta dari bibirku saat menonton adegan ini.

Momen paling kocak hadir dari pemeran pendukung, seperti sopir bajaj (Beddu) dan emak kompleks (Maya). Adegan emak kompleks berseteru dengan orang gila di pinggir jalan benar-benar konyol habis. Tingkat kekonyolannya mengingatkanku dengan adegan di film Bodyguard Ugal-ugalan. Dimana saat itu, Syahrini berinteraksi dengan pelayan warung makan steik (Chika Jessica).

Kesimpulan

Apa yang dipaparkan di atas hanyalah contoh meresensi buku. Setelah Anda mengetahui itu semua, hal yang perlu dilakukan ada berpraktik secara berkesinambungan. Sehingga pengetahuan Anda tidak hanya sebatas pengetahuan tapi juga mencakup praktik.

Anda telah memiliki contoh resensi buku yang ditulis sendiri? Coba informasikan pada kami melalui kolom komentar! Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda semua.

Tinggalkan komentar