Contoh Daftar Pustaka dari Buku, Jurnal, Makalah, dan Internet

Contoh daftar pustaka – Seorang mahasiswa tentunya sudah akrab mendengar istilah “daftar pustaka”. Hal ini bisa dimaklumi, karena para mahasiswa selalu bergelut dengan tugas-tugas kuliah. Seperti pembuatan makalah, karya tulis ilmiah, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan lain sebagainya.

Keberadaan daftar pustaka ini tidak bisa diabaikan. Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan besar antara karya tulis ilmiah yang menggunakan daftar pustaka dan tidak menggunakan daftar pustaka.

Seperti apa perbedaannya? Artikel ini akan mencoba menjawabnya secara tuntas untuk Anda. Tidak hanya itu, Anda akan menemukan uraian lengkap mengenai pengertian daftar pustaka, formasi daftar pustaka, dan penulisan daftar pustaka yg benar. Silakan disimak.

Apa Itu Daftar Pustaka

Daftar pustaka dikenal sebagai daftar buku atau karya tulis yang terdapat pada akhir sebuah karya tulis baru – berupa nama penulis, judul tulisan/buku, nama dan identitas penerbit, serta kota dan tahun terbit. Daftar pustaka dimanfaatkan sebagai sumber rujukan penulis dalam membuat karya tulis baru tersebut.

Dengan begitu, karya tulis baru yang dibuat oleh si penulis dapat dipertanggung jawabkan dan tidak berdasarkan asumsi belaka. Jenis-jenis karya tulis yang menggunakan daftar isi adalah buku non-fiksi, skripsi, makalah, laporan, dan karya tulis lainnya yang dibuat seseorang. Daftar pustaka berbeda dengan catatan kaki atau catatan akhir, baik dari fungsi/manfaat maupun cara peletakkannya.

Kenapa perlu menulis daftar pustaka ditulis? Kapan daftar pustaka perlu ditulis? Apakah sebuah karya tulis bisa dikatakan ilmiah tanpa daftar pustaka? Bagian selanjutnya akan memberi Anda penjelasan mengenai hal ini.

Kenapa Daftar Pustaka Perlu Dicantumkan?

Anda mungkin bertanya-tanya: kenapa daftar pustaka perlu dicantumkan dalam sebuah karya tulis? Hal ini berkaitan dengan fungsi/manfaat yang dimiliki oleh daftar pustaka. Berdasarkan informasi yang kami rangkum, sedikitnya ada 7 fungsi/manfaat dari daftar pustaka, antara lain:

  • Karya tulis yang disusun menggunakan daftar pustaka bisa dikatakan valid, sebab telah melalui verifikasi pengumpulan sumber-sumbernya yang sesuai.
  • Karya tulis telah memenuhi kaidah penulisan ilmiah, sebab telah menyertakan sumber-sumber rujukannya.
  • Penulis karya tulis terhindar dari tudingan plagiat, sebab telah mencantumkan sumber-sumber yang dipakai dalam pembuatan karyanya.
  • Penulis karya tulis bisa mempertanggung jawabkan karya tulisnya secara ilmiah.
  • Daftar pustaka merupakan bentuk apresiasi dari penyusun/penulis karya tulis atas pemanfaatan ide maupun konsep orang lain didalam karya tulisnya.
  • Pembaca bisa mendapatkan gambaran penting mengenai sumber-sumber rujukan (artikel, majalah, atau buku) secara keseluruhan.
  • Pembaca bisa mendapatkan informasi tentang sumber aslinya, dan bisa mencarinya lebih lanjut jika ingin membacanya secara langsung.

Kapan Waktu Tepat Menyusun Daftar Pustaka?

Ketika Anda mengutip sedikit atau banyak dari sebuah karya, baik itu berupa kata, kalimat, hingga paragraf, maka Anda sebaiknya mencantumkan karya tersebut ke dalam daftar pustaka. Sebenarnya, Anda bisa-bisa saja tidak mencantumkannya dengan syarat tidak ketahuan.

Jika ketahuan, Anda bisa dicap sebagai plagiator karena menduplikasi konten milik karya orang lain dan seolah-olah menganggap milik Anda sendiri. Itu merupakan aturan umum tak terlihat (etika) yang ada di dunia akademis dan penulisan karya tulis yang sudah lazim dilakukan.

Bagaimana Ketentuan Umum Penulisan Daftar Pustaka?

Dalam membuat daftar pustaka, Anda tidak tidak diizinkan menulis dengan serampangan. Ada ketentuan umum yang biasa dipakai untuk membuat daftar pustaka itu sendiri, antara lain.

  • Buku atau karya tulis yang dijadikan rujukan bisa dicantumkan di dalam daftar pustaka jika disebutkan di dalam teks karya yang Anda tulis.
  • Gelar yang dimiliki penulis – gelar akademik, agama, dan keturunan – tidak perlu dicantumkan. Walaupun penulis mencantumkan gelarnya di dalam buku yang Anda kutip. Namun, Anda hanya perlu mencantumkan nama penulisnya saja.
  • Daftar pustaka yg benar diletakkan di bagian akhir tulisan.
  • Sumber yang didapatkan dari hasil wawancara, pidato, komunikasi pribadi, dan sejenisnya tidak usah dijadikan daftar pustaka. Kecuali, hal-hal itu telah dipublikasikan dalam bentuk buku, sehingga bisa dikutip dan dijadikan referensi.
  • Urutan daftar pustaka didasarkan abjad dari nama penulis, tapi tidak perlu memberinya nomor urut.
  • Nama penulis harus dibalik, dipisah dengan koma.
  • Jika nama penulis terdiri dari dua suku kata, maka Anda bisa menulisnya nama belakang penulis (koma) diikuti nama depan penulis. Sedangkan jika nama penulis terdiri dari tiga suku kata lebih, maka Anda sebaiknya mengambil nama belakang penulis (koma) diikuti inisial nama depan dan tengah penulis.
  • Dalam daftar pustaka, cara penulisan judul buku dicetak miring dan artikel tidak dicetak miring. Sementara itu, judul buku dan artikel menggunakan huruf kapital di bagian awalnya, kecuali pada kata tugas.
  • Penulis yang memiliki karya tulis lebih dari satu, dan dijadikan sumber referensi semuanya, maka nama penulis bisa diganti garis.
  • Jika penulis lebih dari satu orang, maka Anda perlu memisahkannya dengan nama penulis lainnya.
  • Spasi (jarak satu kalimat ke kalimat lainnya) satu judul buku dengan judul buku lainnya sama laiknya jarak/spasi yang terdapat pada makalah atau skripsi, sekitar 1,5 hingga 2.
  • Bila Anda menggunakan referensi dari satu penulis tapi berbeda judul (buku atau artikel), maka nama penulis yang berikutnya diganti garis.
  • Setiap pembuatan daftar pustaka diketik dengan jarak satu spasi – untuk sumber rujukan yang memiliki dua atau lebih baris.
  • Daftar pustaka dibuat tepat mulai dari tepi margin kertas kerja – tanpa menjorok atau indensi. Sambungan referensi diketik menjorok ke dalam 5 sampai 7 ketukan, lalu spasinya satu.

Format Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

Setelah mengetahui ketentuan umum daftar pustaka yang baik, maka Anda harus mengetahui urutan format menulis daftar pustaka yang benar. Apa saja format penulisan pustaka yang benar?

  • Format menulis daftar pustaka dari buku dimulai dari nama penulis, tahun terbit, judul, kota terbit, dan nama penerbit.
  • Setiap urutan format penulisan dipisahkan dengan tanda baca berupa “.”.
  • Hanya kota terbit ke nama penerbit yang dipisahkan dengan titik dua “:”.
  • Judul buku diketik miring atau italic, sedangkan judul artikel diketik normal apapun bahasanya. Bila dalam judul buku terdapat istilah asing, maka harus diketik miring.
  • Setiap kategori daftar pustaka memiliki kaidah sendiri-sendiri.
  • Gelar penulis yang karya Anda cantumkan di daftar pustaka tidak perlu ditambahi gelar apapun.

Tips Mudah Membuat Daftar Pustaka

Anda dapat menuliskan contoh daftar pustaka dengan sangat mudah, asalkan Anda tahu caranya. Berikut ini merupakan tips mudah menulis daftar pustaka yang bisa Anda ketahui, yaitu:

  1. Mengklasifikasikan sumber

Anda sebaiknya mengklasifikasikan sumber yang telah didapatkan berdasarkan kategori-kategori. Misalnya, Anda mengklasifikasikan sumber dengan kategori koran/majalah, makalah, buku, website, dll. Namun, pada dasarnya, cara menyusun daftar pustaka tidak jauh berbeda satu dengan lainnya.

  1. Urutkan berdasarkan abjad nama penulis

Anda juga bisa mengurutkan sumber referensi yang Anda gunakan di dalam daftar pustaka berdasarkan abjad nama penulis. Sebenarnya, saat mengetikkannya Anda tidak perlu langsung mengurutkannya, karena ada tools yang secara otomatis membuat urutan berdasarkan abjad di Words, Open Office, atau Libre Office.

  1. Sesuai ketentuan umum sumber

Tips terakhir adalah Anda wajib mengetik daftar pustaka sesuai ketentuan umum masing-masing sumber. Karena, sumber buku berbeda ketentuan umum menulisnya dengan sumber koran/majalah, dan juga dengan lainnya.

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Daftar pustaka memiliki beberapa kategori dan setiap kategori memiliki tata caranya masing-masing. Bagian ini akan memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

I. Cara menulis daftar pustaka dari buku

Inilah urutan penulisan daftar pustaka buku yang benar. Silakan diperhatikan secara seksama.

1. Nama penulis

Nama penulis harus diketik terbalik. Mulai dari nama belakangnya terlebih dulu baru nama depannya. Antara nama belakang dan nama depan dipisahkan memakai tanda koma “,”.

Bila penulis lebih dari satu penulis, maka susunannya dimulai dari penulis pertama dulu (format seperti diatas), lalu lanjut ke nama penulis kedua. Kedua nama penulis dipisahkan dengan koma.

2. Tahun terbit

Tahun terbit diketik dengan angka bukan kalimat dan dipisahkan oleh titik “.”.

3. Judul buku

Judul buku harus diketik sama seperti judul aslinya. Jika judul terjemahan, maka judul terjemahan ditulis terlebih dulu baru diketik judul bahasa yang diterjemahkannya. Semua kata depan diketik dengan huruf kapital, kecuali kata penghubung. Semua bagian judul yang ada di daftar pustaka karya ilmiah diitalic, kecuali judul dari bahasa terjemahan jika buku yang digunakan merupakan buku terjemahan.

4. Kota terbit dan penerbit

Anda juga sebaiknya mengetik nama kota terbit yang diikuti tanda titik dua “:”. Setelah itu, Anda baru bisa menulis nama penerbitnya.

II. Cara menulis daftar pustaka dari koran atau majalah

Inilah susunan daftar pustaka yang bersumber dari koran/majalah. Sekilas tampak mirip dengan daftar pustaka yang memakai buku sebagai referensi, tapi ada perbedaannya.

1. Nama penulis

Cara mengetik nama penulis sama dengan cara mengetik nama penulis daftar pustaka dari buku. Nama penulis harus diketik terbalik. Mulai dari nama belakangnya terlebih dulu baru nama depannya. Antara nama belakang dan nama depan dipisahkan memakai tanda koma “,”.

Bila penulis lebih dari satu penulis, maka susunannya dimulai dari penulis pertama dulu (format seperti diatas), lalu lanjut ke nama penulis kedua. Kedua nama penulis dipisahkan dengan koma.

2. Judul artikel koran/majalah

Pada judul juga sama dengan cara buat daftar pustaka dari buku, Anda perlu mengetik judul artikel koran/majalah, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

3. Judul artikel koran/majalah

Judul artikel koran/majalah ditulis memakai huruf normal, tapi huruf paling depannya memakai huruf kapital di setiap katanya, kecuali untuk kata penghubung.

4. Nama koran/majalah

Nama koran/majalah yang dipakai dalam daftar pustaka memakai huruf kapital di bagian awal.

5. Nomor halaman koran/majalah

Nomor halaman tempat artikel yang Anda muat di daftar pustaka.

Dari 5 daftar diatas, apakah Anda telah menemukan perbedaannya? Ya, daftar pustaka dari koran/majalah tidak menggunakan kota terbit dan nama penerbit.

III. Cara menulis daftar pustaka dari jurnal atau makalah

Jurnal, makalah, dan laporan terbagi menjadi dua bagian – cetak (offline) dan digital (online). Inilah cara penyusunan daftar pustaka dari jurnal, makalah, dan laporan.

  1. Nama penulis jurnal, makalah, dan laporan.
  2. Tahun penerbit jurnal, makalah, dan laporan.
  3. Judul jurnal, makalah, dan laporan.
  4. Nama penerbit dari jurnal, makalah, dan laporan.
  5. Anda juga sebaiknya mencantumkan volume atau edisi jurnal, makalah, dan laporan.
  6. Link url jurnal, makalah, dan laporan, jika mengambil sumber digital.
  7. Tanggal akses jurnal.

IV. Cara menulis daftar pustaka dari skripsi, tesis, dan disertasi

Inilah cara menulis daftar pustaka buku dari skripsi, tesis, atau disertasi. Formatnya sama semua.

  1. Nama penulis skripsi, tesis, atau disertasi.
  2. Tahun skripsi, tesis, atau disertasi selesai dibuat.
  3. Judul skripsi, tesis, atau disertasi diketik menggunakan tanda petik (“…”).
  4. Nama fakultas dan universitas.
  5. Kota universitas berada.

V. Cara menulis daftar pustaka dari internet (website/media online)

Anda sebaiknya bisa memilih website/media online yang terpercaya untuk dijadikan referensi. Inilah tata cara penulisannya, yaitu:

  1. Nama penulis artikel website/media online.
  2. Tahun artikel diterbitkan/dipublish.
  3. Judul artikel.
  4. Link url artikel.
  5. Tanggal dan waktu/jam akses artikel.

VI. Contoh daftar pustaka

Penjelasan panjang lebar mengenai cara menulis daftar pustaka yang dipaparkan diatas tentu sudah memberikan gambaran yang jelas pada Anda. Namun, kami akan memberikan contoh-contoh penulisan daftar pustaka yang benar supaya Anda makin memahaminya. Inilah contoh-contoh penulis daftar pustaka sesuai kategorinya masing-masing.

1. Contoh menulis daftar pustaka dari buku

Ada beberapa cara untuk mengetik daftar pustaka yang berasal dari buku. Berikut penjelasannya!

A. Nama penulis terdiri dari dua suku kata

Formatnya adalah nama belakang penulis [koma] nama depan penulis (inisial huruf pertamanya saja) [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] kota terbit [titik dua] penerbit.

Untuk lebih jelasnya silakan baca format cara bikin daftar pustaka.

  • Nama penulis: Jalaluddin Rahmat.

    Format penulisannya: Rahmat, J. 2000. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

  • Nama penulis: Susanto Zuhdi.

Format penulisannya: Zuhdi, S. 2002. Cilacap (1830-1942): Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

B. Nama penulis terdiri lebih dari dua suku kata

Formatnya adalah nama belakang penulis [koma] nama depan penulis (inisial huruf pertama dan kedua) [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] kota terbit [titik dua] penerbit.

Silakan baca format cara menulis daftar pustaka yang benar untuk mendapat gambaran lebih jelas.

  • Nama penulis: Thomas Stamford Raffles.

    Format penulisannya: Raffles, TS. 2009. History of Java. Yogyakarta: Narasi.

  • Nama penulis: Sarlito Wirawan Sarwono.

Format penulisannya: Sarwono, SW. 1997. Psikologi Sosial: Individu dan Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.

C. Nama penulis lebih dari satu orang penulis

Ada dua format mengetik daftar pustaka dari buku yang penulisnya lebih dari satu orang, yaitu:

  • Formatnya adalah nama belakang penulis pertama [koma] nama depan penulis pertama (inisial hurufnya saja) [koma] nama penulis kedua [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] kota terbit [titik dua] penerbit.
  • Formatnya adalah nama belakang pertama [koma] nama depan penulis pertama (inisial hurufnya saja) [koma] dkk. [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] kota terbit [titik dua] penerbit.

Silakan baca format cara membuat daftar pustaka yang benar untuk mendapat gambaran.

  • Nama penulis: Baharudin dan Esa Nur Wahyuni.

Format penulisannya: Baharudin dan Esa Nur Wahyuni. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

  • Nama penulis: Nyimas Aisyah, Siti Hawa, Somakim Purwoko, Yusuf Hartono, Masrinawatie AS.

Format penulisannya: Aisyah, N., dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Dikti Departemen Pendidikan Nasional.

D. Daftar pustaka memakai buku karya terjemahan

Formatnya adalah nama belakang penulis aslinya [koma] nama depan penulis aslinya (inisial hurufnya) [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] nama belakang penerjemah [koma] nama depan penerjemah (inisial hurufnya) [titik] kota terbit [titik dua] penerbit [titik] terjemahan dari [titik dua] judul asli.

Silakan baca format cara buat daftar pustaka dari buku terjemahan.

  • Nama penulis asli adalah Roger Simon dan nama penerjemahnya adalah Kamdani dan Imam Baehaqi.

Format penulisannya: Simon, R. 1999. Gagasan-gagasan Politik Gramsci. Kamdani dan Baehaqi, I., penerjemah. Yogyakarta: INSISTPress dan Pustaka Pelajar. Terjemahan dari: Gramsci’s Political Thought.

  • Nama penulis asli adalah Dom Helder Camara dan nama penerjemah adalah Komunitas Apiru.

Format penulisannya: Camara, DH. 2000. Spiral Kekerasan. Komunitas Apiru, penerjemah. Yogyakarta: INSISTPress dan Pustaka Pelajar. Terjemahan dari Spiral of Violence.

E. Daftar Pustaka memakai buku dengan nama editor

Formatnya adalah nama belakang editor [koma] nama depan editor (inisial huruf) [titik] ed [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] kota terbit [titik dua] nama penerbit [titik].

Lebih jelasnya, cara menulis daftar pustaka dari buku dengan nama editor adalah sebagai berikut.

  • Nama editor: Taufiq Ismail.

Format penulisannya: Ismail, T. ed. dkk. 2002. Horison Sastra Indonesia 1. Jakarta: Horison.

  • Nama editor: Hans Bague Jassin.

Format penulisannya: Jassin, HB. ed. 1961. Tifa, Penyair dan Daerahnya. Jakarta: PT Gunung Agung.

F. Daftar Pustaka memakai buku yang memiliki penulis dan editor

Formatnya adalah nama belakang penulis [titik] nama depan penulis (inisial huruf) [titik] tahun terbit [titik] judul buku (italic) [titik] nama editor [koma] ed [titik] kota terbit [titik dua] nama penerbit [titik].

Berikut ini penjelasan mengenai format cara penulisan daftar pustaka yang benar.

  • Nama penulis adalah Ansor Harahap dan nama editornya adalah Yulhasni dan Rasyud Assaf Dongoran.

Format penulisannya: Harahap, A. 2011. Melawan Tirani Lokal. Yulhasni dan Dongoran, RA., ed. Yogyakarta: Pustaka Sempu.

  • Nama penulis adalah  dan nama editornya adalah Yulhasni dan Rasyud Assaf Dongoran.

Rozaq, MKA., dan Irwandi. 2013. Teknik dan Peluang Bisnis Fotografi Selancar: Sebuah Pendekatan Studi Kasus di Bali. Maryani, Z., ed. Yogyakarta: Pustaka Sempu.

G. Daftar Pustaka memakai buku yang tidak tertera nama penulisnya

Ada aturan main tersendiri untuk cara penulisan daftar pustaka dari buku yang tidak tertera nama penulisnya. Dimana nama penulis bisa diganti oleh lembaga/badan yang menerbitkannya atau diganti dengan nama anonim. Namun, Anda perlu ingat bahwa nama anonim hanya bisa dicantumkan bila nama lembaga/badan penerbitnya juga tidak ada.

  • Nama penulis tidak tertera, tapi nama lembaga/badan yang menerbitkannya adalah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

Format penulisannya: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

  • Nama penulis tidak tertera dan nama lembaga yang menerbitkannya juga tidak tertera.

Format penulisannya: Anonim. 2010. Laporan Tahunan Bank Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia atau Anonim. 1937. Sang Prajurit Sejati. Jakarta: Balai Pustaka.

II. Contoh daftar pustaka dari jurnal atau makalah, atau laporan

1. Cara membuat daftar pustaka dari jurnal

Formatnya adalah nama penulis [titik (.)] tahun terbit [titik (.)] judul artikel yang terbit di jurnal (italic) [titik(.)] nama jurnal [titik(.)] nomor volume [titik dua(:)] halaman.

Lebih jelasnya, Anda bisa melihat dua contoh cara membuat daftar pustaka dari jurnal berikut ini.

  • Nama penulisnya Ari Prasetyo dan Intan Kusuma Pratiwi.

Format penulisannya: Prasetyo, A., dan Pratiwi, IK. 2016. Islamic Business Ethics Implementation in Marketing Communication of Hajj/Umroh Travel Agency ‘X’ Surabaya. Al-Iqtishad: Journal of Islamic Economics. Volume 8: 1-5.

  • Nama penulisnya: Budi  Agus

Riswandi, BA. 2002. Regulasi  Hukum  dalam  Transaksi  E-Commerce:  Menuju Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi. Jurnal Hukum. Vol. 9: 9-18.

2. Contoh Daftar Pustaka Makalah

Formatnya adalah nama penulis [titik] tahun seminar [titik] judul makalah (italic) [titik] dalam [titik dua] nama seminar dan lokasi [koma] tanggal [koma] dan bulan.

  • Nama penulis: Sofyan Sauri.

Format penulisannya: Sauri, S. 2010. (judul makalah secara lengkap) Membangun Bangsa Berkarakter …….. Makalah. Dalam: Seminar Nasional Pendidikan Karakter Membangun Bangsa Beradab di UPI, 28 Juli.

  • Nama penulis: Adian Husaini.

Husaini, A. 2010. (judul makalah secara lengkap)  Membentuk Manusia…. Makalah. Dalam: Seminar Nasional Pendidikan Karakter Membangun Bangsa Beradab di UPI, 28 Juli.

III. Contoh daftar pustaka karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi)

Formatnya adalah nama penulis [titik] tahun terbit [titik] judul karya ilmiah (normal) [jenis publikasi] [titik] nama institusi [titik dua] nama institusi tersedianya karya ilmiah.

Untuk contohnya, silakan melihat dua contoh berikut ini:

  • Mahmudah, Z. 1995. Pelecehan Seksual dalam Drama Der Besuch der Alten Dame [skripsi]. Yogyakarta (ID): Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, FPBS IKIP Yogyakarta.

  • Anggraeni, A. 2004. Respon Pemilih Pemula di Pedesaan terhadap Tayangan Iklan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Televisi (Kasus Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat) [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

IV. Contoh daftar pustaka dari koran atau majalah

Formatnya adalah nama penulis [titik] tahun terbit (tahun, bulan, dan tanggal) [titik] judul artikel (normal) [titik] nama surat kabar/koran [titik] informasi nama kolom/rubrik [titik dua] halaman/kolom.

  • Nama penulisnya: Indra Jaya Piliang

Format penulisannya: Piliang, IJ. 2010 Juni 10. Demokrasi di Era Otonomi.. (judul lengkap). Kompass. Rubrik Opini: 6 (kolom 1–6).

Sedangkan untuk format cara pembuatan daftar pustaka dari majalah memiliki format sedikit berbeda dari koran. Formatnya adalah nama penulis [titik] tahun terbit [titik] judul majalah (diberi tanda kutip) [titik] nama majalah [titik] edisi.

  • Nama penulisnya: Dedi Irawan dan Hendra Suryadi.

Irawan, D. dan Suryadi, H. 2014. “Tekanan dalam Kehidupan”. Hidayah. No. 20 tahun IXVIII.

V. Contoh daftar pustaka dari internet

Formatnya adalah nama penulis [titik] tahun terbit/publish [titik[ judul artikel online [titik] alamat domain [titik] (tanggal akses).

Untuk memudahkan gambaran, silakan lihat daftar pustaka berikut ini.

Nama penulisnya: Sugeng Wanto.

Format penulisannya: Wanto, Sugeng. 2013. Pemimpin Berkarakter  Ulul Albab. http://waspadamedan.com. (akses 23 Desember 2013).

Nama penulis: Budi Riko

Format penulisannya: Riko, Budi. 2016. Dampak Globalisasi di Indonesia. http://globalisasi.blogspot.com/2016/01/01-dampak-globalisasi-di-Indonesia.html. (1 Januari 2015).

Itulah penjelasan lengkap mengenai daftar pustaka – mulai dari pengertian, tips, hingga contoh daftar pustaka. Semoga artikel ini ada manfaatnya buat Anda yang sedang ingin membuat daftar pustaka (bibliografi) di karya tulis ilmiah.

Tinggalkan komentar