Tahap Penulisan Karya Ilmiah Yang Mudah

InfoKekinian.com – Setelah mengetahui makna dari karya tulis ilmiah, maka dari itu, sekarang adalah waktunya untuk mengetahui tahap penulisan karya ilmiah yang mudah untuk dipraktekan.

Saat ini, sudah menjadi kewajiban bagi seorang pengajar untuk mengerti dan memahami cara menulis karya ilmiah.

Karena karya ilmiah ini bisa menjadi salah satu syarat sebagai kenaikan jabatan maupun menjadi perkembangan pengetahuan dan tanggung jawab para akademisi.

Pengertian Karya Ilmiah

Dalam menulis karya ilmiah ini tentunya kita perlu membuat suatu penelitian yang ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga karya ilmiah ini tidak sama dalam menulis artikel non ilmiah pada umumnya.

Maka dari itu, menulis sebuah karya ilmiah ini tentunya tidak bisa sembarangan dalam pembuatannya.

Tetapi, meskipun begitu, karya tulis ilmiah non penelitian bukan berarti kualitas dalam keilmuannya bisa diragukan, lho Sobat Kekinian.

Karena, kualitas dari suatu karya ilmiah ini bukan sepenuhnya berdasarkan hasil penelitian ataupun non penelitian.

Namun, dilihat dari seberapa tajam dan kuat analisis dan justifikasi kesimpulan atau klaim keilmuannya, yang berdasarkan dari data empiris maupun teoritis terpercaya yang dipaparkan oleh penulisnya.

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah atau yang biasa disebut sebagai tulisan akademis adalah sebuah karya tulis yang berisikan suatu paparan pembahasan yang dibuat atau dilakukan oleh seorang penulis ataupun peneliti secara ilmiah.

Tulisan akademis ini dibuat dengan sengaja untuk memecahkan suatu masalah, maka dari itu, tulisan akademis ini biasanya akan berisikan fakta, data, hingga solusi mengenai isu yang diangkat pada tulisan akademis tersebut.

Salah satu karakteristik dari kepenulisannya tentu akan berdasarkan fakta dan realita yang tanpa dilebih-lebihkan, sehingga akan memuat unsur terbaru yang bisa membantu untuk mudah dipahami bagi pembacanya.

Pada tahap penulisan karya ilmiah ini tentunya akan melalui beberapa tahapan sistematis yang pastinya penting untuk dilakukan dalam karya ilmiah ini, baik pada saat pra penelitian, penulisan, maupun penyuntingan hasil.

Macam-Macam Karya Ilmiah

Berikut adalah jenis-jenis dari karya ilmiah:

1. Makalah

Jika mendengar kata makalah, pasti istilah ini sudah tidak asing untuk di dengar, bukan?

Makalah ini merupakan salah satu dari karya ilmiah, dari segi isi, makalah ini akan membahas topik atau permasalahan yang dilengkapi dengan pembahasan lengkap.

Proses dalam pembuatan makalah pun berdasarkan data yang di dapatkan di lapangan yang bersifat empiris-objektif.

Sehingga, makalah ini merupakan bentuk dari karya tulis ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan.

2. Skripsi

Skripsi adalah jenis karya ilmiah yang kedua, sehingga kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan tipe yang satu ini.

Dalam hal pengumpulan dan penulisan data, penelitian atau kajian penulis sendiri dijadikan sebagai landasan.

Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa sarjana, sebagaimana pengetahuan umum.

3. Kertas Kerja

Kertas kerja

Kertas kerja juga dianggap sebagai publikasi ilmiah, karena dalam penyajiannya memuat informasi yang dapat diverifikasi.

Kertas kerja berbeda dari makalah, karena kertas kerja ini ditulis lebih teliti dan lebih mendalam.

Oleh karena itu, sumber referensi untuk kertas kerja ini memuat topik tertentu, seperti materi seminar dan sejenisnya.

4. Tesis

Tesis ini mempunyai kemiripan yang hampir sama dengan sripsi dan biasaya diperuntukkan bagi mahasiswa pascasarjana atau S2, sebafau syarat kelulusan dengan gelas Magister.

Dari segi isi, tesis ini ditulis dan disusun berdasarkan kajian, penelitian, dan hipotesis penulis.

Manfaat Karya Ilmiah

Tulisan akademis ini tentunya memainkan peranan yang cukup besar dan juga penting. Oleh karena itu, karya ilmiah tidak semata-mata menjadi tugas dari kampus atau instansi saja, tetapi juga memiliki tujuan pendidikan.

Setidaknya ada tiga manfaat, antara lain fungsi penelitian, fungsi pendidikan, dan fungsi praktis. Manfaat karya ilmiah dalam bidang pendidikan turut menambah pengalaman penulis.

Ketika penulis mempelajari bahan referensi untuk mendukung karya ilmiah, mereka akan memperoleh berbagai perspektif dan banyak informasi yang relevan secara akademis yang membantu mereka dalam menulis publikasi ilmiah.

Apalagi dari segi fungsi penelitian tentunya akan memberikan ragam dan variasi model penelitian. Lebih banyak koleksi studi, maka akan menunjukkan bahwa negara ini meningkatkan warganya.

Karena hasil belajar akan memperkaya pengetahuan dan menjadi katalisator bagi regenerasi kita.

Selain itu, dari segi manfaat praktis atau fungsional, karya ilmiah merupakan sarana memperluas pengetahuan dari berbagai sudut.

Ada banyak cabang ilmu, yang masing-masing merupakan pendukung kuat bahan pustaka dan memainkan peran penting dalam memajukan ilmu-ilmu ilmiah.

Fungsi karya Ilmiah

Tulisan akademis ini tentunya memiliki fungsi yang banyak, diantarany adalah inisiatif untuk menangani atau menyelesaikan masalah di tingkat masyarakat.

Di bidang pertanian misalnya, banyak yang kesulitan dan tidak tahu bagaimana cara untuk budidaya sukulen.

Kemudian, studi dilakukan dalam bidangg ini dan kemudian solusi atau formula sederhana untuk budidaya sukulen ditemukan.

Melalui penelitian yang dikemas, maka akan ada banyak orang yang merupakan penggemar sukulen untuk dapat merawat tanaman sukulen dengan baik.

Kemudian ada fungsi lain yang digunakan untuk prediksi. Seperti yang sudah kamu ketahui, penelitian bukan hanya solusi, tetapi juga prediktor yang tidak atau belum diketahui.

Oleh karena itu, ada intervensi preventif atau antipasi untuk pencegahan.

Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah

Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah

Secara umum, metode penulisan artikel ilmiah adalah sama, meskipun terdiri dari tiga format publikasi yang berbeda.

Secara garis besar, perbedaan ini hanya tedapat pada struktur susunan penulisannya saja. Maka dari itu, berikut adalah tahap penulisan karya ilmiah yang baik:

1. Menentukan Topik atau Tema Penelitian

Tahap pertama dalam menghasilkan karya ilmiah adalah memilih topik penelitian. Penentuan topik ini sangat penting ketika menulis artikel ilmiah.

Karena topik merupakan fokus utama dari keseluruhan pesan yang akan diberikan kepada pembaca.

Menurut Wahab (1994:4), topik merupakan lapangan atau bidang masalah yang akan diangkat dalam karya tulis atau penelitian.

Sementara itu, tema didefinisikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan mendasar dari topik tersebut.

Topik yang masih terlalu luas harus dipersempit menjadi satu topik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan topik suatu artikel ilmiah adalah:

  1. Masalah yang hangat diperbincangkan
  2. Kejadian nasional atau global
  3. Sesuatu seperti benda, karya, individu, dll. yang berkaitan dengan masalah politik, pendidikan, dan lainnya
  4. Pengalaman pribadi yang signifikan atau berbobot.

2. Mengembangkan Kerangka Penelitian

Dalam proses pembuatan artikel ilmiah, kerangka atau outline penelitian harus dimanfaatkan.

Outline pada tulisan akademis ini berfungsi sebagai pedoman dalam melakukan proses pembuatan karya tulis ilmiah agar penulisan tidak melenceng jauh dari topik yang ditentukan.

Garis besar karya ilmiah disusun secara hierarkis untuk menampilkan garis besar dan arah penulisan dalam bentuk topik utama seperti judul dan bab.

Selain itu juga poin-poin penting yang diletakkan dalam BABbab ke anak sub BAB. Hal ini merupakan tahapan yang diperlukan agar karya ilmiah kamu memiliki arah atau pedoman yang jelas.

Lalu, apa yang harus kita lakukan jika kita sudah menyusun outline dan tiba-tiba ada pemikiran baru untuk mendukung topik penulisan?

Ketika ini terjadi, kamu tidak dilarang menambahkan poin garis besar yang telah disiapkan.

Tujuan dari outline ini adalah untuk memudahkan proses penulisan alur dan membuat tulisan menjadi detail, sehingga jika muncul ide, kamu akan tahu di mana harus menambahkan atau menghapus konten dari tulisan kamu.

Dengan adanya garis besar ini, merupakan tanda bahwa tulisan ilmiah yang kamu buat ini dihasilkan dengan perencanaan yang matang.

3. Mengumpulkan Bahan Materi

Mengumpulkan Bahan Materi

Setelah poin-poin outline diatur dengan cermat, penulis dapat mulai mengumpulkan materi. Materi dapat diperoleh melalui berbagai media cetak dan elektronik.

Sumber-sumber yang dikumpulkan terutama yang berkaitan dengan topik dan tema yang akan ditulis.

Pemilihan materi yang relevan dapat dilakukan dengan membaca atau mempelajari materi secara singkat dan mengevaluasi kualitas konten item.

Kamu bisa berburu bahan referensi material dari jurnal, disertasi, makalah, atau karya lain yang kredibel dan berkualitas.

Pencarian materi kamu tidak boleh terbatas pada satu sumber referensi. Maka dari itu, kamu harus mau berburu referensi di bidang lain dan menggunakan cara-cara baru agar sumber tulisan kamu lebih beragam.

4. Survei Lapangan

Langkah ini tentunya akan melibatkan pengamatan pada subjek penelitian. Menentukan masalah dan tujuan yang akan digali dan dimasukkan ke dalam karya ilmiah.

Dan hal inilah yang menjadi acuan bagi penulisan atau proses penelitian.

5. Buat Daftar Pustaka

Daftar pustaka mengacu pada kegiatan teknis membuat deskripsi dari catatan tertulis atau perpustakaan yang diterbitkan, yang kemudian disusun secara sistematis dalam bentuk daftar menurut prinsip-prinsip yang ditentukan.

Dengan demikian, tujuan pembuatan daftar pustaka adalah untuk mengetahui keberadaan atau sejumlah buku atau perpustakaan yang pernah diterbitkan.

6. Menyusun Hipotesis

Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghasilkan hipotesis yang menjelaskan objek studi kamu. Hipotesis ini merupakan prediksi yang terbentuk dari pengamatan terhadap subjek penelitian.

7. Buat Rencana Penelitian

Hal ini merupakan kerangka kerja untuk penelitian yang akan dilakukan, sehingga ini adalah kerangka kerja untuk penelitian yang akan datang.

8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan

Fase proses penelitian ini terdiri dari eksperimen aktual yang terhubung dengan penelitian yang dilakukan. Sehingga kamu bisa melakukan percobaan yang signifikan dengan subjek penelitian.

9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data

Setelah melakukan percobaan pada subjek penelitian dengan menggunakan metode yang dimaksudkan, maka selanjutnya kamu bisa milakukan pengamatan terhadap objek percobaan.

10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

Pada langkah ini, hasil observasi dianalisis dan diinterpretasikan. Dan tentunya kamu perlu mencoba untuk memahami semua kondisi yang terlihat pada saat observasi.

Pada langkah ini, kamu melakukan penelitian dan membuat prediksi berdasarkan pengamatan dan pengumpulan data.

11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori

Pada langkah ini melibatkan perumusan kesimpulan atau hipotesis mengenai keseluruhan percobaan, pengamatan, analisis, dan interpretasi hasil.

Langkah ini dilakukan untuk menarik kesimpulan dari semua informasi yang dikumpulkan selama eksperimen, observasi, analisis, dan interpretasi item studi.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Hal Hal Apa Saja yang Harus Diperhatikan Dalam Menulis Karya Ilmiah?

Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat tulisan akademis:

  1. Membuat judul
  2. Memberikan isi latar belakang
  3. Membuat rumusan masalah
  4. Membuat pembahasan yang sederhana dan sesuai dengan judul
  5. Membuat kesimpulan.

Bagaimana Struktur Karya Tulis Ilmiah?

Struktur dari karya ilmiah ini terdiri dari pendahulian, isi atau pembahasan dan penutup. Dan dalam penulisan karya ilmiah ini tentunnya menggunakan bahasa yang baku dan sistematis.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian hingga tahap penulisan karya ilmiah yang perlu kamu ketahui dan pahami.

Dan bisa kita simpulkan jika, tulisan akademis ini merupakan sebuah karya tulis yang dibuat oleh penulis atau peneliti, yang berisikan sebuah pembahasan secara ilmiah.

/* */