7 Unsur Pokok Seni Musik Yang Belum Banyak di Ketahui

InfoKekinian.com – Sebagai penikmat musik, tentu kita pasti sudah tidak asing lagi dengan unsur pokok seni musik yang terdapat di dalamnya yang membuat lagu tersebut menjadi indah dan enak untuk di dengar.

Musik muncul berdampingan dalam diri manusia sebagai pemanis, penghibur, dan pengatur suasana. Oleh karena itu tidak heran jika banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan musik.

Pengertian Seni Musik
Musik yang mungkin kita hargai saat ini memiliki sejarah dan perjalanan yang panjang sejak asal muasal musik.

Bahkan sekarang gaya seni sudah banyak sekali, sehingga konsep seni musik akan diasosiasikan dengan berbagai macam hal.

Seperti alat musik, artis, nyanyian, dan lagu. Bentuk seni multifaset musik memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kamu harus memahami uraian berikut tentang makna, sejarah, jenis, fungsi dan unsur pokok seni musik agar dapat memperoleh kualitas positif dari seni musik.

Pengertian Seni Musik

Memahami seni musik dalam bahasa membutuhkan dua kata, “seni” dan “musik”, yang masing-masing memiliki arti yang berbeda.

Seni adalah dimensi produksi atau emosi manusia yang dituangkan ke dalam media tertentu untuk menyampaikan atau mengeksekusinya kepada orang lain.

Kata “musik” berasal dari kata Yunani mousikos, yang berarti “dewa keindahan” dan memegang otoritas atas seni dan ilmu pengetahuan.

Pengertian seni musik kemudian diartikan sebagai suatu disiplin ilmu atau aliran seni yang menggunakan nada dan bunyi atau campuran hubungan waktu untuk menyampaikan ekspresi, pesan, atau nilai seni kepada orang lain sebagai satu kesatuan dan dalam kesinambungan.

Oleh karena itu, konsep seni musik adalah disiplin seni yang menekankan penggunaan harmoni, melodi, ritme, tempo, dan suara sebagai sarana untuk mengkomunikasikan kualitas seni dari seniman atau produsen seni kepada individu atau penikmat seni lainnya.

Banyak perspektif ilmiah ada di bidang ini karena popularitas musik yang meluas di seluruh dunia.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak ilmuwan yang berbeda pendapat mengenai makna musik berdasarkan pengalaman estetik mereka.

Sejarah Seni Musik

Seni musik memiliki sejarah dan perjalanan yang panjang, sejak manusia pertama kali muncul di bumi ini.

Keterampilan musik inilah yang kemudian berkembang pesat dalam popularitas hingga saat ini. Berikut sejarah evolusi musik dari zaman dahulu hingga sekarang:

1. Zaman Prasejarah

Sejarah ini dimulai antara 180.000 dan 100.000 tahun yang lalu dengan keberadaan Homo sapiens dan penemuan alat musik tertua, seruling yang terbuat dari tulang beruang berlubang.

Alat tersebut kemudian digunakan untuk mengeluarkan suara yang khas, dan manusia menggunakannya untuk berbagai alasan. Alat musik flute ini dikabarkan sudah berusia 40.000 tahun lebih.

2. Zaman Abad Pertengahan

Antara tahun 476 dan 1572, musik secara teratur digunakan pada acara-acara keagamaan Kristen. Banyak temuan lapangan baru mengarah pada evolusi musik untuk tujuan selain tujuan religius.

3. Zaman Renaissance

Antara tahun 1500 dan 1600, seni musik berkembang menjadi musik romantis dan pernikahan. Selama renaisans, musik gereja menurun, meskipun saat ini piano dan organ tunggal sudah umum ditemukan.

Musik ini juga melihat munculnya musisi dan komposer seperti Leonin, Perotin, dan Guillaume de Machaut.

4. Zaman Barok Dan Rokoko

Periode Baroque dan Rococo terjadi antara 1600 dan 1750 M, di mana penggunaan ornamen dan hiasan musik meningkat.

Penggunaan musik Rococo kemudian diatur dan direkam, dan penggunaan musik baru tersebar luas.

Johann Sebastian Bach, pendiri musik karang khotbah gereja dan komposer karya instrumental ini, adalah salah satu musisi paling terkenal pada periode ini.

5. Zaman Klasik

Dari tahun 1750 hingga 1820, seni musik mencapai puncaknya. Periode ini kemudian disebut sebagai periode klasik, di mana dinamika permainan melunak dan kecepatan berubah dengan akselerasi yang lebih cepat.

Selain itu, nyanyian ritardando menjadi lebih lembut, meski ornamen zaman ini sedikit.

Di zaman klasik ini, komponis seperti Wolfgang, Joseph Haydn, Ludwig Van Beethoven, dan Johann Christian Bach menonjol.

6. Zaman Romantik

Antara tahun 1810 dan 1900, seni musik sangat mementingkan dengan emosi subyektif. Selain itu, seni musik kental dengan aspek romantisme atau emosi.

Di zaman romantis ini, musik menggunakan banyak kecepatan dan dinamika.

7. Zaman Modern

Era kontemporer diyakini telah berlangsung dari akhir abad kedua puluh hingga saat ini, di mana pada saat itu banyak platform atau media untuk mendengarkan musik bermunculan.

Musik tabg modern lebih menekankan pada nada, bakat, dan ritme.

Kemajuan teknologi yang semakin canggih, seperti pengenalan perekam suara dan musik pengeditan musik, telah memperkenalkan genre baru pada musik klasik masa kini.

Karena itu, kita sekarang dapat mendengarkan musik dari genre apa pun.

Unsur-Unsur Pokok Seni Musik

Unsur-Unsur Pokok Seni Musik
Berikut adalah unsur pokok seni musik:

1. Suara

Suara adalah musik yang paling mendasar dari kreativitas musik. Menurut Djohan (2016, hlm. 10), suara adalah perubahan getaran udara yang memiliki panjang gelombang dan periode frekuensi.

Komponen dasar suara dalam musik dapat dikategorikan sebagai:

  1. Tala atau tinggi nada
  2. Durasi atau lama suara diluarkan
  3. Intensitas
  4. Timbre atau warna bunyi.

2. Nada

Nada adalah pembagian suara menjadi frekuensi tertentu. Nada adalah unit seni musik yang paling sederhana dan dapat dibagi menjadi nada tinggi dan rendah berdasarkan frekuensi dan jarak dari nada standar.

Nada dapat diatur dalam beberapa tangga nada, karena nada sendiri mempunyai tiga jenis tangga nada yaitu, mayor, minor, dan pentatonik (yang biasa digunakan dalam musik tradisional).

3. Melodi

Melodi terdiri dari rangkaian nada tinggi dan rendah yang berbunyi secara berurutan. Menurut Jamalus (1998, hlm. 16), melodi adalah susunan atau rangkaian nada dengan getaran teratur yang berbunyi secara berurutan dan menyampaikan suatu emosi atau gagasan.

4. Ritme

Ritme adalah perulangan rangkaian rangkaian gerak dalam komposisi musik yang tertata sedemikian rupa sehingga terdengar merdu atau menimbulkan efek tertentu bagi pendengarnya.

Sesuai dengan konsepsi tersebut, menurut Jamalus (1998, p.7), ritme adalah rangkaian rangkaian gerak yang terdiri dari unsur-unsur musik.

5. Birama

Birama adalah ketukan atau ayunan berulang yang terjadi secara berkala. Birama sendiri ditulis dalam bilangan pecahan seperti 2/4, 3/4, 6/8 , dst.

Angka sebelum garis miring menunjukkan nilai ketukan pada setiap birama, tetapi angka setelah garis miring menunjukkan nilai satu nada per ketukan.

6. Tangga Nada

Tangga nada, struktur, atau notasi adalah susunan nada seperti tangga (dari rendah ke tinggi). Dalam tangga nada ini terdapat dua tangga nada, yaitu diatonik dengan tujuh nada dan dua macam jarak (1/2 dan 1), dan tangga nada pentatonik dengan lima nada pokok.

Tangga nada terdiri dari nada dasar yang diikuti oleh nada yang lebih rendah atau lebih tinggi yang mengikuti pola interval tertentu dan merupakan ciri khas.

7. Harmoni

Harmoni adalah perpaduan nada-nada yang jika dimainkan secara bersamaan akan menghasilkan suara yang harmoni.

Elemen harmoni ini dikenal sebagai interval, dimana elemen harmoni tambahan termasuk kedalam akord. Chord mengacu pada harmoni yang melengkapi melodi.

Secara umum dikatakan bahwa harmoni menyusun integrasi vertikal seni musik, sedangkan harmoni menyusun keselarasan horizontal karya. Dalam seni musik, harmoni adalah keharmonisan paduan suara.

Prinsip Seni Musik (Unsur Ekspresi)

Prinsip Seni Musik
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, elemen utama adalah bentuk atau struktur bagian musik.

Sedangkan prinsip seni musik adalah sarana untuk menonjolkan bentuk atau aspek-aspek pokok yang telah dikemukakan sebelumnya.

Prinsip atau aspek ekspresi musik meliputi tempo atau kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume, keras dan lembutnya suara, dan timbre atau timbre, yang ditentukan oleh bagaimana suara itu dihasilkan.

Berikut beberapa konsep atau aspek ekspresi, yang juga bisa dianggap sebagai kelanjutan dari unsur-unsur seni musik yang telah dibahas sebelumnya:

1. Tempo

Tempo adalah kecepatan lagu dibawakan. Menurut Miller (Bramantyo, p. 24), tempo adalah istilah Italia yang menunjukkan waktu dalam seni musik, sehingga tempo menandakan kecepatan.

Berikut adalah macam-macam dari tempo:

  1. Presto: Sangat cepat
  2. Allegro: Sepat
  3. Vivace: Umum (juga disebut: kehidupan, atau kehidupan sehari-hari)
  4. Moderato: Sedang
  5. Andante: Agak lamban
  6. Adagio: Lebih lamban
  7. Lento: Lambat
  8. Largo: Sangat lambat.

Dengan demikian, kita dapat memodifikasi tempo untuk menciptakan melodi atau karya musik yang menyampaikan kesan tertentu.

Tempo yang sangat cepat, misalnya, memberikan kualitas energi dan semangat pada musik, sedangkan tempo yang sangat lambat menghasilkan musik sedih atau romantis.

2. Dinamik

Kekuatan atau kelemahan suatu penyajian bunyi adalah dinamikanya, dimana dinamika adalah gaya bunyi yang berperan penting dalam menghasilkan tegangan atau ketegangan musik.

Semakin kuat tingkat ketegangan atau dynamic tensionnya, maka akan semakin keras juga musiknya. Dan begitupun sebaliknya, akan semakin lembut musiknya maka akan semakin lemah juga tingkat ketegangannya.

Berikut adalah beberapa macam dinamik:

  1. Fortissimo: Sangat keras
  2. Forte: Keras
  3. Mezzo Forte: Agak keras
  4. Mezzo Piano: Agak lembut
  5. Piano: Lembut
  6. Pianossimo: Sangat lembut

3. Timbre atau Nada Warna

Timbre atau Nada Warna
Timbre adalah kualitas atau rona suara, atau sifat sonik yang membuat suara tampak berbeda. Berbagai metode pembuatan nada atau bahan sumber bunyi dapat menghasilkan warna nada yang beragam.

Fungsi Seni Musik

Kamu harus memahami fungsi seni musik dalam kehidupan sehari-hari setelah mempelajari tentang makna, sejarah, unsur-unsur, dan bentuk musik.

Atas dasar evolusinya, seni musik semakin terjalin dengan manusia dan melayani tujuan penting seperti berikut:

1. Sarana Mengekspresikan Diri

Musik dapat dimanfaatkan sebagai bentuk ekspresi diri karena dapat digunakan untuk menyampaikan emosi atau ide dari produsernya.

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak musisi yang membuat musik berdasarkan pengalaman hidup mereka kemudian diselingi dengan nada-nada yang menyenangkan.

2. Sarana Terapi

Musik telah digunakan sebagai semacam rehabilitasi sejak Perang Dunia Kedua, ketika banyak orang mengalami depresi karena kondisi konflik yang keras.

Kemudian, musik menyelamatkan mereka yang mengalami trauma, gangguan mental, dan kelumpuhan organ.

3. Sarana Hiburan

Nilai hiburan dari musik memang tidak bisa dipungkiri, karena dapat menawarkan keceriaan atau menambah sentuhan keindahan pada emosi orang yang mendengarkannya.

4. Sarana Upacara

Musik sering digunakan dalam ritual budaya, agama, ritual, resmi, dan formal. Musik upacara ini kemudian dapat meningkatkan kenikmatan upacara.

5. Sarana Tari

Musik sangat diperlukan untuk mengiringi pertunjukan tari agar lebih semarak dan menambah keindahan tarian.

Oleh karena itu, setiap kali ada pertunjukan tari, juga akan ada musik dalam acara tersebut.

6. Sarana Komersial

Industri ini menjadi kendaraan bisnis yang besar karena tingkat minat dan antusiasme terhadap musik.

Banyaknya peminat musik memungkinkan seniman dan musisi untuk mencari nafkah dari kreasi mereka.

Diawali dengan penjualan rekaman musik atau pertunjukan musik live di panggung konser.

Jenis-jenis Seni Musik

Jenis-jenis
Sejarah musik sebagai bentuk seni juga telah memberikan kontribusi terhadap diversifikasi genre musik berdasarkan penguasaan musik dan pendengarnya.

Kamu harus terbiasa dengan genre musik berikut untuk mendapatkan banyak referensi musik yang dapat didengar:

1. Musik Tradisional

Musik tradisional adalah jenis musik yang diturunkan dari nenek moyang kita secara turun temurun dengan tetap mempertahankan ciri khasnya pada generasi tertentu.

Selain itu, musik tradisional masih menggunakan alat musik tradisional untuk menciptakan nada-nada tertentu.

Musik gending Jawa yang menggunakan gamelan, saron, gong, dll untuk membuat alat musik karawitan Jawa adalah contoh dari musik tradisional di Indonesia.

2. Musik Modern

Atas dasar evolusinya, jenis musik modern yang lebih universal ini menggunakan banyak teknologi canggih dan budaya baru untuk menciptakan instrumennya.

Musik EDM adalah salah satu contoh musik kontemporer, karena menggunakan perlengkapan DJ yang mengandalkan teknologi canggih untuk menghasilkan alunan musik tertentu.

3. Musik Kontemporer

Musik kontemporer adalah musik musik yang memiliki kemiripan dengan musik tradisional dan musik modern.

Variasi nada, nada, ritme, tempo, dan corak musik musik klasik biasanya lebih rumit dan bervariasi.

Bahkan musik klasik menggunakan nada yang tidak eksklusif untuk musik instrumental.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Apa Ciri Ciri Seni Musik?

Berikut adalah ciri ciri dari seni musik:

  1. Di pelajari secara lisan
  2. Tidak memiliki notasi
  3. Musik tradisional bersifat informal
  4. Pemain yang dibutuhkan tidak terspesialisasi.

Kapan Musik Masuk ke Indonesia?

Menurut sejarah, musik mulai masuk ke Indonesia sejak abad ke-3 atau ke-2 SM, pada saat budaya zaman perunggu bermigrasi ke Nusantara yang umumnya menggunakan alat musik perkusi seperti gong dan gendang.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai unsur pokok seni musik yang perlu kamu ketahu, lengkap dengan fungsi hingga jenis-jenisnya.

Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika unsur pokok seni musik ini memiliki 7 unsur, seperti suara, nada, moledi, irama, birama, tangga nada, dan juga harmoni.

/* */