Pembuatan Proposal, Jenis dan Belajar dari Contoh Proposal Kegiatan

Cukup dengan melihat dan menyalin sebuah contoh proposal kegiatan untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan dan tujuan, sebuah proposal siap dicetak dan dikirimkan ke pihak yang dikehendaki. Apa benar seperti itu? Dulu, realitas seperti itu kerap mewarnai kehidupan mahasiswa terutama yang aktif di organisasi atau komunitas dan punya rencana kegiatan tertentu.

Metode salin dan tempel dari sebuah contoh bukanlah sebuah solusi membuat proposal, apa pun itu. Kebiasaan tersebut sayangnya terwariskan dari generasi ke generasi. Dampaknya justru merugikan pihak yang sedang membuat proposal. Ia yang semestinya menggunakan contoh proposal sebagai bahan justru malah menyonteknya habis-habisan tapi sangat mengabaikan faktor ketelitian.

Sudah jelas karena sebuah contoh dari proposal yang sudah jadi tidak mungkin kita tiru seratus persen isinya. Mesti ada penyesuaian dari nama kegiatan, jenis kegiatan, tanggal, nama pihak penerima, dan sebagainya. Singkatnya, satu atau beberapa proposal yang dijadikan contoh atau bahan penulisan sebenarnya untuk memberikan gambaran alur dan sejumlah rincian yang akan disesuaikan konteks dan kebutuhan proposal itu sendiri.

Dengan kata lain, Anda tetap harus membuat proposal baru, tapi masih dapat menggunakan sejumlah bahan referensi seperti contoh dan sumber-sumber lainnya.

 

Mengapa Harus Membuat Proposal?

Untuk apa sih proposal ditulis? Lalu, apakah pihak yang dikirimi proposal itu akan benar-benar membacanya? Sebelumnya, mari kita uraikan dulu apa yang dimaksud sebagai proposal.

Proposal didefinisikan sebagai sebuah rancangan sebuah kegiatan yang memuat setiap rangkaian alur dan rincian terkait kegiatan tersebut. Muatan dalam proposal itulah yang akan diselenggarakan sebagai sebuah program atau agenda dari pihak yang mengajukannya.

Biar lebih jelas kita gunakan definisi resminya dari KBBI. Menurut kamus ini, proposal merupakan:

Rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melakukan penelitian, baik penelitian di lapangan (field research) maupun penelitian di perpustakaan (library research). (KBBI, 2002)

Kalau mau mengadakan acara, bukannya cukup dengan membuat perencanaan tanpa perlu mengirimkannya ke pihak lain? Bukan seperti itu. Yang namanya acara atau kegiatan, penyelenggaraannya tentu melibatkan partisipasi atau kontribusi pihak lain, bahkan meski perannya kecil. Namun kalau ada pihak yang menjadi tujuan pengajuan proposal, berarti peran atau kontribusinya signifikan.

Apakah mungkin ada lebih dari satu pihak penerima proposal? Anda dapat mengecek sejumlah contoh proposal kegiatan dan bila skalanya besar/luas, ada beberapa alamat tembusan penerima. Bahkan penyusunan muatan proposal sebuah acara yang sama dapat berbeda-beda tergantung dari pihak yang menjadi penerimanya.

 

Jenis-jenis Proposal

Pembuatan proposal mesti dituangkan dalam gaya tulis yang sistematis, dan tidak sembarangan. Khususnya lagi jika merujuk pada tujuan pembuatan proposal yang dapat dibedakan berdasarkan jenisnya. Nah, secara umum, ada beberapa jenis proposal yang sekiranya perlu diketahui, antara lain:

Proposal Kegiatan

Sesuai jenisnya, proposal ini dimaksudkan untuk mengajukan permintaan atau pemberitahuan demi penyelenggaraan kegiatan. Jenis proposal ini bisa diajukan siapa saja bahkan untuk perseorangan. Penyusunan proposal kegiatan wajib memuat serangkaian informasi yang dibutuhkan untuk memberikan deskripsi kepada penerima terkait rencana dan rancangan kegiatan yang diajukan.

Proposal Penelitian

Jenis proposal yang kerap dijumpai dalam ranah akademis. Paling populer tentu saja adalah proposal skripsi. Di samping itu masih banyak lagi jenis proposal penelitian, baik untuk tesis, magang, KKN, dan sebagainya, dan tidak hanya di ranah sekolah atau kampus, namun juga instansi pemerintah hingga lembaga/perusahaan swasta.

Proposal Usaha

Sebuah proposal yang diajukan kepada investor demi memberikan penawaran supaya mendapatkan keuntungan untuk modal investasi serta sejumlah kesepakatan untuk dinegosiasikan. Jenis proposal ini pun dapat diajukan secara tunggal atau berkelompok dengan visi dan misi masing-masing.

Pada dasarnya, proposal kegiatan dilayangkan ke pihak-pihak yang berkaitan dengan urusan perizinan dan pendanaan. Misalnya Anda hendak menggelar sebuah kegiatan dan membutuhkan perizinan penggunaan lokasi, fasilitas, atau sarana lain, maka proposal wajib dibuat. Begitu juga kalau membutuhkan pendanaan dari sponsor atau pihak tertentu, proposal wajib diajukan ke pihak-pihak terkait.

Dari semua contoh proposal singkat yang mungkin pernah Anda baca atau jumpai, rata-rata pasti berkaitan dengan dua urusan tersebut. Bisa jadi dua hal itulah yang jadi tujuan pembuatan dan penyerahan proposal, tapi kadang juga cuma salah satu dari dua tujuan tadi.

 

Pembuatan Proposal Memudahkan Perizinan dan Pendanaan

Sebuah proposal yang dibuat untuk mendapatkan perizinan harus tepat sasaran. Maksudnya, jangan sampai pihak sebagai penerima proposal itu ternyata tidak ada kaitannya langsung terkait dengan hal yang akan dimintakan izin. Contohnya, kalau Anda hendak menyelenggarakan sebuah acara di gedung atau lokasi tertentu, pastikan bahwa pihak yang menerima proposal itu memang punya otoritas pemberian izin.

Sering dijumpai salah kaprah pengiriman proposal yang tidak tepat. Konsekuensinya tentu saja pembuatan ulang proposal yang harus menghadapi risiko keterbatasan waktu yang dapat berimbas pada sulitnya menjangkau pihak yang akan dimintai izin.

Balik lagi ke contoh, misalnya saat akan membuat proposal kegiatan sekolah. Bila yang menyelenggarakan acara itu adalah siswa-siswi berlokasi di area sekolah itu sendiri, proposal wajib dialamatkan pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah dan sejumlah tembusan ke masing-masing kepala urusan terkait. Proposal semacam ini biasanya bersifat pemberitahuan untuk memastikan bahwa pada tanggal dan jam sekian di area dimaksud akan ada penyelenggaraan kegiatan dari proposal tersebut.

Biasanya pula, model proposal kegiatan semacam itu cukup sederhana karena cakupan atau skalanya cenderung terbatas, atau tidak melibatkan elemen-elemen luar sekolah. Anda dapat mengecek sendiri bagaimana contoh proposal kegiatan sekolah yang dimaksud.

Tapi bagaimana jika acara atau kegiatan tersebut ternyata jangkauannya luas alias melibatkan hal atau pihak di luar sekolah? Contohnya, rancangan kegiatan perayaan ulang tahun sekolah yang menggunakan lokasi lain. Dalam hal ini, pihak yang akan menyelenggarakan kegiatan itu wajib membuat proposal yang ditujukan ke pihak yang punya otoritas pemberian izin lokasi. Selain itu, kalau yang mengadakan adalah siswa-siswi, sebelum ada proposal yang diajukan ke luar tadi, biasanya mereka harus mengajukan proposal ke pihak otoritas yang punya wewenang merepresentasikan ke luar.

Prosedur yang sama jika Anda hendak mengajukan proposal untuk pendanaan. Dan tujuan pembuatan proposal inilah yang juga paling sering dimaksud. Pertama-tama, sebelum pembuatan proposal setidaknya telah menyusun daftar dari beberapa pihak yang kira-kira potensial dan berminat memberikan bantuan dana penyelenggaraan acara. Di mana-mana, inilah yang wajib dilakukan kalau hendak menyukseskan penyelenggaraan acara yang butuh dana besar, termasuk keharusan membuat proposal kegiatan sekolah demi memperoleh sponsor.

Setelah menyusun daftar dari sponsor yang hendak dituju, pembuatan proposal dilakukan sesuai struktur dan redaksionalnya. Dan jumlah surat proposal untuk pengajuan sponsor ini selalu tergantung berapa banyak pihak kandidat penyandang dana sponsor.

Pemilihan pihak kandidat sponsor ini sebaiknya dipertimbangkan setepat mungkin. Lebih diutamakan atau diprioritaskan pihak kandidat penyandang dana sponsor yang punya persentase terkuat untuk memberikan bantuan. Beberapa contoh proposal singkat proposal sponsor bisa Anda bandingkan supaya mendapatkan gambaran yang pas dari segi konsep dan cara penyampaian sesuai pihak penerima surat proposal.

Segala tujuan pengajuan perizinan atau dana akan tersampaikan dalam struktur penyampaian deskriptif di dalam proposal. Tiap proposal yang hendak ditulis wajib disesuaikan dengan tujuannya. Asalkan Anda punya tujuan dan konsep yang jelas, serta mengambil rujukan contoh proposal lengkap, niscaya prosedur pembuatan dan pengajuannya tidak akan rumit.

Bagaimana kita tahu atau setidaknya punya kepastian sebuah pihak sponsor bakal memberikan bantuan pendanaan setelah membaca proposal kita? Biasanya, persetujuan sebuah pihak sebagai sponsor acara didasarkan oleh sejumlah elemen terkait proposal yang sudah diajukan itu, yakni:

Memenuhi standar atau pedoman pihak sponsor

Tidak mungkin sebuah perusahaan atau calon pemberi sponsor mau memberikan bantuan kalau ada sedikit saja hal yang tidak sesuai standar atau pedoman mereka. Umumnya, kalau ketidak cocokan itu skalanya sangat kecil, dan pihak perusahaan menaruh minat dengan isi proposal, biasanya akan ada tawaran untuk perubahan atau modifikasi sehingga memenuhi standar tersebut. Silakan dilihat di beberapa contoh proposal sederhana untuk diajukan ke perusahaan.

 

Isu yang serius atau punya dampak signifikan khususnya bagi pihak sponsor

Ada banyak isu yang berkenaan dengan masyarakat, mulai dari isu lingkungan hidup, kemasyarakatan, dan sebagainya. Tapi apakah isu yang dituangkan dalam proposal itu punya dampak atau keterkaitan signifikan bagi calon penyandang dana? Ingatlah bahwa Anda sedang mengajukan proposal untuk pemberian bantuan dana, jadi pihak yang Anda mintai tolong tentu setidaknya melihat sesuatu hal yang potensial atau berkaitan dengan mereka.

Inovatif dan strategis

Tantangan membikin proposal adalah menghadirkan konsep yang bernas dan bisa bersaing dengan yang lain. Pembuat proposal mestinya menyerap informasi seluas mungkin yang relevan dan kontekstual dengan tujuan pembuatan proposal. Di samping itu, konsepnya mesti inovatif dan strategis. Jangan harap mau dilirik oleh calon pemberi dana jika tidak punya kemampuan artikulasi gagasan yang bukan sekadar berbeda, namun harus dinamis.

Didukung data akurat dan valid

Pembuatan proposal harus didukung oleh data-data yang akurat dan valid. Aspek validitas data inilah yang akan memperkuat alasan dan pertimbangan kandidat pemberi dana setelah membaca proposal. Jangan sampai memalsukan data atau mencoba memanipulasi. Pasalnya, risikonya sangat besar dan sekarang pun lebih gampang melakukan verifikasi alias pengecekan data langsung secara online.

Berkelanjutan

 Sebetulnya opsional, tapi akan lebih baik lagi jika program yang ditawarkan dalam proposal itu berlanjutan. Apalagi program berkelanjutan itu sama-sama membuka peluang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Tidak menyalahi hukum

Hal ini pun sudah sangat jelas. Segala macam hal yang melanggar hukum tidak akan pernah masuk dalam pertimbangan.

Potensi profit bagi pihak sponsor

Anda mau mengajukan permohonan bantuan, berarti yang dimintai pertolongan itu pun harus dapat keuntungan. Pihak kandidat pemberi dana akan mempertimbangkan lagi apakah ada potensi profit jika mencairkan dana proposal.

Tampilan

Jangan sepelekan cara Anda menyusun sebuah proposal. Sekarang ini banyak cara kreatif membuat proposal entah dari kemasan, desain, warna, dan sebagainya. Tapi konsep tampilan itu pun jangan sampai norak dan membuat pihak penerima proposal jadi merasa tak nyaman atau risih. Harus pintar-pintar mengolah gagasan kreatif mengolah tampilan yang relevan berdasarkan tema dan konteksnya.

Isi dan cara penyampaian

Jangan abaikan isi di dalam proposal itu. Di dalam isi itu harus ada kejelasan, struktur, dan alur yang langsung to the point, namun tidak terlalu singkat, dan wajib ditunjang data-data akurat/valid.

Banyak orang yang merasa tidak dapat membuat proposal padahal belum pernah mencobanya sendiri. Sudah dijabarkan tadi bahwa proposal dibuat atas dasar tujuan tertentu yang berisi rancangan kegiatan dengan struktur dan isi yang disampaikan sejelas mungkin kepada pihak penerima suratnya.

Rincian Isi Proposal

Kita gunakan lagi contoh pembanding yang pas. Seorang mahasiswa tingkat akhir tinggal menuntaskan kewajibannya menyusun skripsi. Namun sebelum skripsi itu disusun, ia terlebih dahulu harus mengajukan proposal berisi rancangan judul, latar belakang, isi, teori yang digunakan, referensi, dan berbagai elemen yang wajib dicantumkan dalam sebuah proposal skripsi. Jika proposal itu sudah disetujui pihak dosen, proposal itu kemudian disahkan dan si mahasiswa baru bisa memulai penulisan skripsi.

Contoh yang sama kalau hendak mengadakan penelitian tentu saja harus mengajukan proposal. Ada banyak contoh membuat proposal skripsi, tesis, penelitian, atau seputar aktivitas di bidang akademis lainnya. Dan jika kita buka dan bandingkan dengan jenis-jenis proposal kegiatan sebenarnya ada cukup banyak kemiripan.

rincian isi proposal sebagai berikut.

  • Judul Proposal
  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Keterangan Waktu dan Tempat
  • Susunan Acara
  • Susunan Penyelenggara
  • Anggaran Dana
  • Penutup

Urutan di atas merupakan contoh paling umum proposal kegiatan. Jenis kegiatannya bisa berupa acara rutin di desa, penyelenggaraan acara di sekolah, atau aktivitas lain yang berskala kecil/menengah. Sedangkan gaya tutur bahasanya dapat dilihat dari contoh teks proposal, yang mana harus formal dan mudah dipahami.

Pembuatan proposal setelah judul harus diikuti oleh latar belakang. Nah, apa yang dimaksud sebagai latar belakang proposal? Latar belakang berarti menjelaskan alasan kenapa acara atau program ini diselenggarakan. Lebih bagus lagi kalau dijelaskan dalam narasi yang enak dibaca, detil, namun jangan sampai bertele-tele. Makin jelas bahasa yang digunakan dan cara penyampaiannya, proposal itu akan lebih mudah dipahami.

Beberapa contoh proposal kegiatan kampus mungkin bisa dijadikan rujukan semisal pengajuan untuk proyek acara seni, pameran, lomba, pentas musik, acara amal, dan sebagainya. Latar belakang dalam proposal itulah yang menjadi pijakan untuk menguraikan poin-poin berikutnya yang mengalir.

 

Tips Membuat Proposal yang Baik dan Benar

Cara membuat proposal yang baik dan benar hanya tercapai dari pengalaman, kebiasaan, dan kemampuan. Untuk itulah beberapa tips di bawah ini semoga dapat membantu pembuatan proposal sesuai jenis dan tujuannya.

Judul Jelas dan Tegas

Pertama, judul harus jelas dan tegas. Judul ini mewakili semua yang akan dibaca oleh penerima proposal. Dan artinya, judul itu harus menarik tapi juga bukan asal kontroversial. Mungkin akan lebih mudah membuat judul kalau sudah benar-benar memahami isi dan tujuan proposal, serta membandingkannya dengan berbagai contoh atau referensi.

Disampaikan dalam Bahasa Formal

Silakan tulis proposal dengan gaya kasual namun tidak meninggalkan aspek formal. Bagaimana pun juga, surat proposal ini hendak diserahkan ke pihak yang Anda hormati, jadi jangan sembarangan membuatnya. Di berbagai contoh proposal pun sangat jelas bahwa rata-rata cara penulisannya formal namun tidak terlalu kaku. Yang penting enak dibaca dan tidak membuat orang bingung saat membacanya.

Struktural

Artinya, harus ada struktur yang jelas di dalam proposal ini seperti dalam contoh proposal formal. Dimulai dari judul, latar belakang, isi, data, keterangan, lampiran, dan sebagainya, semua harus disusun secara berurutan dan jangan acak. Penyusunan yang acak selain membingungkan juga dapat menimbulkan kesan bahwa si pembuat proposal tidak serius.

Data Lengkap dan Akurat

Penulisan data-data sebagai sumber atau rujukan dalam proposal harus harusnya lengkap dan akurat. Kesalahan menulis data akan berakibat fatal apalagi proposal yang diajukan mengangkat isu yang sangat serius dan berdampak signifikan ke banyak pihak. Cara penulisan data dan sumbernya pun wajib memenuhi kaidah sebagaimana yang bisa Anda lihat dari beberapa contoh proposal bahasa indonesia.

Buat Berdasarkan Jenisnya

Jika Anda mau membuat proposal pengajuan dana, berarti isi dan cara penyusunan proposal mesti sesuai dengan tujuan tersebut. Jangan sampai tertukar dengan cara penulisan proposal untuk jenis dan tujuan lain. Dari judul proposal sudah menjelaskan apa jenis dan tujuannya secara umum. Ada banyak contoh kegiatan dengan masing-masing jenis proposalnya. Bandingkan dan telusuri mana saja yang kiranya relevan.

Sesuaikan dengan Pihak Penerima Proposal

Biasanya berpengaruh pada cara penyampaian bahasa yang lebih segar. Misalnya, pihak yang akan Anda kirimi proposal dana punya reputasi yang unik dan khas semisal dekat dengan kalangan muda dan terbiasa memakai gaya bahasa semi formal. Nah, Anda mungkin dapat mempertimbangkan cara penulisan proposal dengan gaya bahasa semacam itu. Tapi sebelumnya pastikan dulu apakah sudah pernah ada yang menulis dengan cara semacam itu, atau apalah pihak yang mau Anda kirimi proposal itu nanti tidak akan bermasalah dengan gaya bahasa proposal yang direncanakan.

Memakai Rujukan Contoh-contoh Terpercaya

Anda mesti membuat sebuah proposal yang kredibel dan benar-benar dapat dipercaya selama membacanya dari awal sampai akhir. Dan tidak mungkin juga Anda mencari contoh dari yang berbeda tingkatannya. Misal, kalau Anda mau membuat proposal bisnis ke perusahaan, mana mungkin Anda mencari contohnya dari proposal kegiatan osis?

 

Hindari Beberapa Kesalahan Umum Membuat Proposal

Orang yang sudah terbiasa membuat proposal biasanya tidak kesulitan menyusunnya bahkan dalam waktu terbatas. Jika terjadi kesalahan pun umumnya tidak fatal dan masih dapat diperbaiki sesuai konteks dan tujuan. Meski demikian, si pembuat proposal yang berpengalaman tidak akan sembarangan membikinnya. Apalagi bagi yang masih dalam tahapan belajar membuat proposal dan mencoba-cobanya, harus menghindari sejumlah kesalahan umum.

Kesalahan dalam membuat proposal berarti harus menyiapkan diri ditolak bahkan sebelum dibaca. Apa saja contoh kesalahan itu?

Judul Tidak Jelas

Semua proposal harus punya judul. Bagaimana jika dari judulnya saja susah dipahami? Perkara membuat judul memang agak merepotkan bagi sebagian orang. Namun sebagai judul, itulah yang akan menaungi seluruh isi yang akan disampaikan dalam proposal.

Jika dari judul saja sudah enggan dibaca karena membingungkan, jangan harap proposal itu dibaca, meskipun dibaca juga belum tentu akan serius. Kita bisa menggunakan contoh proposal dana. Dari jenis dan tujuannya jelas bahwa proposal itu dibuat untuk mengajukan permintaan dana.

Nah, buatlah judul yang merepresentasikan tujuan dan isi dari proposal tersebut. Jangan bertele-tele dalam judul apalagi mengaburkan pesan atau tujuan utama yang hendak disampaikan.

Latar Belakang dan Tujuan Tidak Jelas

Silakan memperbanyak referensi tentang contoh proposal acara. Kadang permasalahan ini bisa diselesaikan hanya dari menguraikan dan menyimpulkan apa yang sebenarnya sedang ditawarkan dalam proposal.

Kebingungan membuat latar belakang dan tujuan dalam proposal pun sering disebabkan oleh metode comot referensi sana-sini tanpa membacanya lagi. Padahal, jika mau membahasakan sendiri isi dan tujuan proposal pun sebenarnya mudah. Sekali lagi, perjelas apa yang menjadi latar belakang dan tujuan pembuatan proposal itu.

Elemen Tidak Lengkap

Hal ini pun sering terjadi karena lembar-lembar halaman proposal yang cenderung banyak, sementara si pembuat juga kurang teliti.

Memang benar bahwa pihak yang akan menerima surat proposal itu pun biasanya tidak terlalu mempedulikan struktur dan kelengkapannya. Namun khusus untuk beberapa elemen yang diwajibkan dan tidak tercantum, maka proposal itu otomatis cacat. Misalnya saja, pembuatan proposal untuk pengajuan bantuan dana.

Silakan dilihat di beberapa contoh proposal bantuan dana. Sebagai proposal untuk mengajukan bantuan dana, berarti di dalamnya termuat rincian berapa saja dan untuk apa saja nilai dana yang diajukan itu. Kurangnya satu elemen saja akan menimbulkan kecurigaan dan tidak percaya oleh pihak yang membaca proposal tersebut.

Bahasa Penyampaian

Lagi-lagi persoalannya adalah penggunaan bahasa. Cara penulisan proposal semestinya menggunakan kaidah baku yang tepat dan tidak seenaknya. Namun sayangnya masih jamak dijumpai cara penulisan proposal yang terkesan seenaknya. Bahkan lumayan sering dijumpai gaya tulis yang mencerminkan minimnya pengetahuan atas bahasa sendiri.

Kesalahan dari bahasa penyampaian juga bisa disebabkan karena kebiasaan menyalin dan menempel sumber yang dimaksudkan sebagai contoh namun justru malah menyonteknya.

Asumsi Tanpa Dasar

Jika sedang memberikan penawaran yang dituangkan dalam proposal, jangan sampai landasan argumentasinya sembarangan. Jangan membuat klaim yang tidak berdasar dan hanya ingin mengesankan efek bombastis sehingga pihak pembaca proposal tertarik. Cara semacam itu tidak akan pernah menggaet hati pihak pembaca proposal.

Kemasan Proposal

Sebenarnya bagaimana sih mengemas proposal yang baik dan benar itu? Kalau mau mengemasnya secara formal, Anda bisa membuatnya sebagai sebuah dokumen surat lengkap dengan cover yang kemudian diserahkan layaknya surat. Dan gaya konvensional semacam itu pun masih relevan hingga sekarang. Sedangkan beberapa perusahaan juga ternyata lebih merasa nyaman dengan cara kemas proposal yang standar itu. Tapi tidak ada salahnya merancang gagasan kreatif untuk sebuah proposal yang dikemas unik. Entah itu dari bentuknya, kemasan, atau medium yang digunakan. Setidaknya, ada nilai tawar yang menarik dari kemasan itu dan pihak yang akan menerimanya juga punya cita rasa sama.

Presentasi Kurang Maksimal

Jangan abaikan hal ini. Pembuatan proposal sudah selesai. Dari awal, Anda sudah melakukan riset, menggodok tema dan konsepnya, menyusun alur, memilah data, dan membandingkan contoh contoh proposal sampai akhirnya menyelesaikannya. Proses itu tidaklah singkat dan kebanyakan dilakukan secara berkelompok. Sampai tiba waktunya ketika proposal sudah selesai dan diterima, lalu Anda mendapatkan panggilan melakukan presentasi.

Berarti proses pertama sudah tembus. Proposal Anda tidak ditolak mentah-mentah, dan terbuka harapan dari presentasi ini. Nah, jangan sampai presentasi itu menimbulkan kegagalan karena Anda kurang maksimal membawakannya atau karena faktor lain. Oleh karena itu, selain kemahiran membuat proposal, Anda harus siap mempresentasikannya di muka umum.

Tinggalkan komentar