Jenis-Jenis Presipitasi, Pengertian dan Faktornya

Infokekinian.com – Jika berbicara tahapan terjadinya hujan, rasanya akan kurang jika kita tidak membahas proses dan jenis-jenis presipitasi. Untuk itu, yuk simak artikel ini hingga selesai.

Seperti yang kita pahami saat ini, atmosfer memiliki peran untuk melindungi dunia. Atmosfer adalah lapisan udara setebal 300 km yang menyelimuti planet ini.

Maka bisa dibayangkan betapa luasnya atmosfer yang berisi berbagai macam gas, seperti nitrogen, argon, dan oksigen.

Apa Itu Presipitasi
Atmosfer berfungsi sebagai perisai yang senantiasa disiapkan untuk melindungi bumi dari sinar UV matahari yang berbahaya.

Sehingga manusia di bumi dapat hidup dengan aman dan nyaman sambil memanfaatkan sinar matahari yang melimpah setiap hari tanpa khawatir terkena radiasi sinar ultraviolet matahari yang berbahaya.

Apa Itu Presipitasi?

Fenomena tetesan air dan partikel padat, seperti debu yang terkondensasi yang kemudian jatuh dari awan dan mencapai tanah disebut sebagai presipitasi.

Ketika menyentuh tanah, itu akan jatuh sebagai gerimis, hujan, salju, butiran es, dan hujan es. Perbedaan yang mendasar antara partikel presipitasi dengan partikel awan ini adalah ukurannya.

Tetes hujan mempunyai berat dengan rata-rata setara dengan 1 juta tetesan air atau droplet. Karena memiliki ukuran yang besar, partikel presipitasi ini mempunyai kecepatan jatuh yang cukup cepat.

Tetesan awan yang mampu membeku secara tiba-tiba pada suhu 40 °C, atau 40 °F, sangat penting untuk produksi presipitasi melalui kristal es (supercooling).

Presipitasi biasanya terbentuk di awan pada saat uap air terkondensasi, yang kemudian menjadi tetesan air atau droplet yang lebih besar.

Dan pada saat tetesan air ini mencapai titik tertentu, maka tetesan tersebut akan jatuh ke tanah. Dan droplet pun dapat berubah menjadi air jika awan berada pada tempat yang lebih tinggi.

Dan kristal es ini akan jatuh ke bumi dalam bentuk salju ataupun hujan es, tergantung dengan seberapa dingin temperatur awan tersebut.

Faktanya, pada saat berada di awan, sebagian besar hujan awalnya berbentuk salju. Namun, itu berubah menjadi tetesan air ketika turun dan bersentuhan dengan permukaan yang lebih hangat.

Asap atau partikel debu yang berada di atmosfer ini merupakan sebuah hal yang begitu penting bagi proses presipatasi.

Partikel ini juga sering disebut sebagai “condensation nuclei”, yang merupkan tempat bagi uap air untuk bersangga pada saat kondensasi.

Hal ini lah yang membantu tetesan air berkumpul hingga menjadi berat dan kemudian jatuh ke tanah dan presipitasi ini selalu menggunakan air tawar.

Namun pada beberapa keadaan, polutan atmosfer dapat mencemari tetesan air sebelum menyentuh tanah. Dan presipitasi yang di hasilkan dari air yang telah tercemar ini disebut sebagai hujan asam.

Meskipun hujan asam tidak secara langsung merugikan manusia, namun dapat meningkatkan keasaman sungai dan saluran air lainnya.

Ekosistem perairan akan terancam karena tanaman dan hewan sering tidak dapat menyesuaikan diri dengan keasaman.

Sejarah Presipitasi

Sejarah Presipitasi
Menurut para ilmuwan di California, pemanasan global dapat meningkatkan kelembapan, membuat daerah kering menjadi lebih kering dan daerah basah menjadi lebih basah.

Pola sirkulasi di atmosfer yang mengarahkan benda-benda ke daerah kutub dipengaruhi oleh kenaikan gas rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.

Menurut para peneliti di Lawrence Livermore National Laboratory di California, variasi curah hujan di darat dan di perairan memiliki pengaruh langsung pada aktivitas manusia dan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh variabilitas alami.

Dalam studi baru-baru ini, Kate Marve dan Celine Bonfils membandingkan proyeksi model iklim dengan data meteorologi yang dikumpulkan selama periode tiga dekade.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal akademik “Proceedings of the National Academy of Sciences,” jarang terjadi dua efek ini terjadi secara alami pada waktu yang sama.

Meskipun perubahan iklim secara alami dapat menyebabkan intensifikasi hujan atau salju atau pergeseran ke daerah kutub.

Kate Marvel sampai pada kesimpulan bahwa faktor eksternal, termasuk kenaikan gas rumah kaca, memiliki dampak signifikan terhadap perubahan yang terjadi.

Jenis-Jenis dan Presipitasi

Berikut adalah jenis-jenis presipitasi yang perlu kamu ketahui:

1. Hujan

Hujan merupakan cairan yang turun dari awan di langit yang digambarkan sebagai tetesan air dengan ukuran 0,5 mm atau bisa lebih besar.

Dan tetesan yang kurang dari setengah milimiter inilah yang didefinisikan sebagai gerimis.

2. Salju

Hampir setiap kali hujan, salju turun. Namun, salju sering mencair sebelum mencapai permukaan bumi. Ini adalah presipitasi yang terbawa awan dalam bentuk virga, atau serpihan air es.

Biasanya, awan cirrus yang tinggi, tipis, dan lemah dikaitkan dengan salju. Meskipun salju kadang-kadang dapat turun di udara yang lebih hangat daripada titik beku, sebagian besar jatuh pada suhu di bawah titik beku.

3. Sleet (Pelet Es)

Pada saat atmosfer dalam kondisi yang membeku, maka pada saat inilah sleet akan terbentuk ketika salju jatuh ke lapisan yang hangat dan kemudian akan mencair menjadi hujan.

Yang kemudian tetesan tersebut akan jatuh ke lapisan udara yang membeku dan menjadu pelet es.

4. Hujan Beku

Hujan beku biasa terjadi saat hujan dalam kondisi atau suhu di bawah titik beku, dan biasanya akan menghasilkan pemadatan dari tetesan hujan.

Tetesan air hujan itu terasa sangat dingin ketika melewati lapisan atmosfer dan kemudian membeku saat mencapai tanah.

5. Hujan Es

Hujan es merupakan sebuah bola besar dengan potongan es besar yang tidak menentu dari badai yang kuat, hujan es juga merupakan presipitasi yang murni.

Hujan es biasanya dialami dalam cuaca dingin atau musim dingin, berbeda dengan hujan es, yang dapat terbentuk dalam cuaca apa pun saat ada badai petir.

6. Gerimis

Gerimis merupakan hujan ringan yang lebih kuat dari kabut. Dan kabut ini merupakan kabut tipis dengan kondensasi di dekat tanag.

Kristal es atau tetesan air awan yang menggantung di atmosfer dekat atau di permukaan planet membentuk kabut.

7. Sun Shower

Sun shower merupakan presipitasi yang telah terdaftar saat hujan turun sementara matahari bersinar dan itu terjadi ketika angin yang membawa hujan dari badai petir dibawa ratusan mil jauhnya, membawa hujan ke daerah tanpa awan.

8. Butir Salju

Butir Salju
Butir salju merupakan butiran es putih yang kecil dan juga beram, dimana kepingan salju ini biasanya lebih kecil dari diameter 1mm dan cukup datar. Mereka menyerupai taburan dalam ukuran hampir persis.

9. Debu Intan

Kristal es yang sangat kecil, yang dikenal sebagai debu intan, biasanya terbentuk pada ketinggian rendah dan pada suhu di bawah -30 °C.

Penampilan mempesona yang dihasilkan ketika cahaya memantulkan kristal es di udara memberi nama debu intan.

Faktor Yang Mempengaruhi Presipitasi

Berikut adalah faktor yang mempengaruhi presipitasi:

  1. Garis lintang
  2. Jarak sumber air
  3. Ketinggian lokasi
  4. Ukuran dan posisi suatu daratam
  5. Arah mata angin.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan seputar jenis-jenis presipitasi:

Apakah Embun Termasuk Presipitasi?

Jawabannya adalah iya, karena presipitasi merupakan sebuah proses pengendapan baik dari dalam larutan maupun udara ke permukaan bumi.

Apa Empat Jenis Utama Presipitasi?

Berikut adalah empat jenis utama dari presipitasi:

  1. Hujan
  2. Hujan es
  3. Kepingan salju
  4. Debu berlian atau intan.

Bagaimana proses presipitasi pada siklus air?

Hujan yang turun dari atmosfer ke permukaan bumi, dalam bentuk titik air ataupun salju. Dan presipitasi ini terjadi saat awan yang sudah tidak mampu memahan sebuah massa air yang dikandungnya dan kemudian awan tersebut menurunkan iar hujan.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis presipitasi yang bisa kamu simpulkan jika presipitasi ini merupakan proses jatuhnya segala materi atau partikel yang telah dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk cair (hujan).

/* */