Macam – Macam Pakaian Adat Indonesia

Infokekinian.com – Berikut ini kami akan jelaskan mengenai Macam – Macam Pakaian Adat Indonesia mari simak artikel yang sudah kami rangkum secara detail untuk sobat kekinian!

Kita akan membahas tentang pakaian tradisional Indonesia hari ini. Selamat datang di mondoggiesmusic website kami. Yang memberikan berbagai fakta penting yang ada di seluruh planet ini. Kali ini kita akan membahas tentang pakaian adat di Indonesia.

Baju Adat Indonesia

Daftar Isi:

Baju Adat Indonesia

Gambar dan Nama Pakaian Adat Indonesia dari 33 Provinsi – Dengan kekayaan warisan budaya Indonesia, mungkin saja anak-anak muda saat ini termasuk barang langka. Mungkin ini karena mereka terlalu disibukkan dengan hal-hal pribadi seperti berbelanja, berkencan, pergi ke salon, atau kegiatan lainnya.

Namun, jika bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi? Paling tidak, kita bisa melestarikan budaya satu sama lain jika tidak. Di bawah ini adalah pakaian adat dari 33 provinsi beserta gambar-gambar yang terlihat di bangsa Indonesia ini.

1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam – Baju Adat Ulee Balang

Pakaian adat dari Aceh ini biasa disebut dengan pakaian Ulee Balang, pakaian ini khusus dikenakan oleh para raja dan kerabatnya.

2. Provinsi Sumatera Utara – Baju Adat Ulos

Istilah ulos digunakan untuk menyebut jenis pakaian tradisional dari Sumatera Utara ini. Pakaian adat Batak Karo ini dianggap sebagai jimat karena dipercaya memiliki kekuatan magis yang kuat.

3. Provinsi Sumatera Barat – Baju Adat Bundo Kanduang

Pakaian adat dari Sumatera Barat biasanya dipisahkan menjadi dua jenis yaitu pakaian adat dan pakaian penghulu, pakaian adat bundo kanduang ini terutama terdapat di Minangkabau, Sumatera Barat.

4. Provinsi Riau – Pakaian Adat Melayu

Pakaian adat dari Riau ini biasa diistilahkan dengan pakaian Melayu. Indragiri, Siak, dan Bengkalis Riau adalah tiga jenis yang terdapat di Riau.

5. Provinsi Kepulauan Riau – Pakaian pot tradisional

Dalam budaya Melayu, khususnya laki-laki, pakaian adat yang digunakan terutama berupa pakaian adat yang disebut dengan Teluk Belanga. Hal ini mengacu pada pakaian adat Kepulauan Riau yang meliputi kain samping, celana panjang, dan kopiah. Pakaian wanita sering memilikinya dalam bentuk selendang dan dasi. Membungkusnya di leher kamu dan meletakkannya di atas bahu kamu adalah salah satu metode untuk memakainya.

6. Pakaian Adat Melayu Jambi dari Provinsi Jambi

Pakaian dari Jambi ini bisa dibilang sama dengan pakaian adat di pulau sumatera pada umumnya, khususnya pakaian adat melayu. Penggunaan sulaman benang emas dan hiasan mewah lainnya membuat busana daerah Jambi memiliki daya tarik tersendiri.

7. Provinsi Sumatera Selatan – Pakaian Adat Aesan Gede

Aesan gede adalah nama yang diberikan untuk pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat Sumatera Utara. Pakaian adat ini pada awalnya dipengaruhi oleh kerajaan Sriwijaya, dimana kerajaan Sriwijaya pada saat itu merupakan kerajaan yang berjaya di wilayah Sumatera Selatan.

8. Pakaian adat Bangladesh dari Provinsi Bangka Belitung

Istilah paksian mengacu pada pakaian tradisional yang dikenakan oleh masyarakat Bangka Belitung. Untuk wanita kebanyakan memakai kurung merah yang terbuat dari sutra, dan di kepala mereka umumnya memakai mahkota yang disebut paksian. Untuk laki-laki, mereka biasa memakai sorban atau lebih dikenal dengan sebutan Sungkon.

9. Provinsi Bengkulu – Pakaian Adat Bengkulu

Secara tradisional, wanita mengenakan lengan panjang dengan sulaman emas dalam gaya piring melingkar yang tampak seperti koin di lengan panjang mereka. Namun jika pakaian adat yang digunakan oleh laki-laki biasanya memakai jas, celana, alas kaki, dan sarung serta alas kaki juga lengkap dengan penutup kepala dan keris.

10. Provinsi Lampung – Pakaian Adat Tradisional Tulang Bawang

Ada banyak perbedaan antara Lampung pesisir dan Lampung daratan dalam pakaian pakaian tradisional mereka, tetapi ada juga beberapa kesamaan, seperti penggunaan kain saring yang dihias dengan logam kuningan, yang indah dan glamor. Kain saring mengacu pada kain yang ditenun dengan tangan menggunakan tinta emas dan dicetak oleh tangan-tangan terampil.

11. Pakaian adat Betawi dari Provinsi DKI Jakarta

Pakaian tradisional Jakarta dikenal sebagai pakaian tradisional Betawi dan sangat dipengaruhi oleh banyak budaya penduduk kota, seperti pengaruh Arab, Barat, dan Melayu.

12. Kebaya adalah pakaian tradisional Indonesia dari Jawa Barat.

Pakaian adat dari Jawa Barat ini memiliki kontras yang cukup signifikan, terutama untuk pria dan wanita. Kain ini banyak digunakan oleh para wanita dari segala lapisan, baik dari kalangan bangsawan maupun masyarakat biasa. Sangat mudah untuk melihat perbedaan antara keduanya karena desain dan jenis kain yang digunakan.

Pakaian Pangsi Tradisional dari Provinsi Banten

13. Pakaian Pangsi Tradisional dari Provinsi Banten

Penduduk Badui tetap mempertahankan kehadiran visual yang kuat melalui penggunaan pakaian tradisional. Suku Badui Dalam umumnya memakai pakaian adat berwarna putih dimana rona direpresentasikan sebagai warna suci. Dan orang Badui luar umumnya memakai pakaian adat berwarna hitam.

14. Provinsi Jawa Tengah – Pakaian Adat Kebaya

Pakaian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah paling dikenal dengan menggunakan kain kebaya yang memakai motif batik, dimana batiknya adalah batik murni.

15. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta – Pakaian Adat Ksatria

Ansambel ini terdiri dari dua pakaian tradisional yang tidak dapat dipisahkan karena pentingnya komponen masing-masing. Pakaian merupakan elemen tertentu untuk menyampaikan identitas yang sangat vital. Dengan demikian dilarang untuk berpakaian sembarangan dalam pakaian ini, yang suci dan membutuhkan perhatian khusus.

16. Provinsi Jawa Timur – Pakaian Adat Pesa’an

Pesa’an adalah nama yang diberikan untuk pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat Madura di Jawa Timur. T-shirt putih dengan pola bergaris-garis dan celana panjang longgar membentuk ansambel ini, yang sengaja dibuat bersahaja. Wanita yang memanfaatkannya sering melakukannya saat mengenakan kebaya.

17. Provinsi Bali – Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali ini memiliki beberapa ragam, namun pada tampilan pertama memiliki kemiripan bentuk. Setiap pakaian adat daerah Bali memiliki unsur estetika dan simbolik yang ditentukan oleh upacara, usia, dan jenis kelamin yang memakainya. Kita dapat mengetahui banyak tentang status sosial pakaian dengan melihat apa yang mereka kenakan dan perhiasan apa yang mereka kenakan.

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat – Pakaian Adat Lombok

Pakaian adat dari Nusa Tenggara Barat adalah pakaian adat Lombok. Pakaian ini sering dikenakan pada acara-acara khusus seperti ritual adat, pernikahan dan lain-lain.

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur – Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur

Rote laki-laki biasa memakai ti’langga untuk aksesoris pakaian adat dari Nusa Tenggara Timur. Dan untuk wanita, memakai kebaya pendek dan memakai kain tenun untuk bagian bawah.

20. Provinsi Kalimantan Barat – Pakaian Perang Adat

Pakaian adat ini sudah lama dipakai oleh penduduk Kalimantan Barat sejak lama. Bahan utama untuk memproduksi pakaian ini adalah kulit kayu yang diubah menjadi kain.

Kulit ampuro adalah sumber zat tersebut. Teknik pembuatannya adalah dengan cara dipukul di dalam air dan juga dilakukan di dalam air agar mendapatkan hasil yang sangat baik.

Bakat masyarakat Kalimantan Barat untuk memproduksi pakaian ini diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang mereka.

21. Pakaian adat Kalimantan Tengah dapat ditemukan di seluruh provinsi.

Untuk menjadi mempelai pria di Kalimantan Tengah, kamu membutuhkan celana panjang yang panjangnya sampai ke lutut, serta tali pinggang, selempang perak, dan hiasan kepala.

Selain itu, masyarakat juga memakai perhiasan berupa inuk atau kalung panjang, cengkoang yang dibuat dari gigi binatang. Untuk kaum hawa sendiri memakai kain berupa rok pendek, bando, kalung, anting-anting, hiasan burung enggang dan rompi.

22. Provinsi Kalimantan Selatan – Pakaian adat pernikahan gajah gamuling baular lulut

Berbagai pakaian adat suku Banjar Kalimantan Selatan dikenakan oleh para pengantin, antara lain gamuling balar lulut bagajah, pengantin pacinan, pengantin galung pancaran sinar matahari, dan pengantin kubaya babaju panjang (gamuling balar lulut bagajah).

23.Pakaian Khas Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia

Penduduk setempat menggunakan pakaian tradisional ini terutama tergantung pada penggunaan sehari-hari mereka. Pakaian yang digunakan dalam upacara adat atau saat menari, misalnya, sudah berbeda.

24. Provinsi Kalimantan Utara

Titik paling utara di pulau Kalimantan. Terlepas dari luasnya wilayah seluas 75.467,70 km2, populasi hanya 600.000 orang yang tinggal di sana. Sebagian besar penduduknya diperintah oleh suku Dayak.

Meski terlihat sama dengan pakaian adat Kalimantan Timur, namun pakaian ini memiliki variasi dan ciri khas tersendiri.

25.Provinsi Sulawesi Utara – Adat Laku Tepu

Saat ada upacara tulude, inilah pakaian adat yang dikenakan. Bahan yang digunakan untuk membuat pakaian adat yang dikenal dengan serat kofo ini diperoleh dari serat tanaman pisang sehingga menjadikannya unik. Serat batang serat kofo kuat dan tahan banting, menjadikannya bahan utama yang ideal untuk menenun atau memintal.

26. Adat mandar dari provinsi sulawesi barat

Sarung sutra dari mkamur tampak mirip dengan kain sutra pada umumnya, namun pada setiap varietasnya masing-masing memiliki ciri khas, terutama dari desain dan cara pembuatannya.

Provinsi Sulawesi Tengah - Pakaian Adat Adat nggembe

27. Provinsi Sulawesi Tengah – Pakaian Adat Adat nggembe

Pakaian yang dikenal sebagai nggembe secara tradisional dikenakan oleh para remaja putri untuk acara-acara tradisional seperti pakaian dan perayaan. Keistimewaan kemeja ini sendiri adalah memiliki bentuk persegi panjang, lengan lebar selebar bahan, leher bulat, panjang blouse hingga pinggang dan santai.

28. Provinsi Sulawesi Tenggara – Pakaian Adat Suku Tolaki

Pakaian dari suku Tolaki merupakan jenis pakaian adat yang paling tradisional di provinsi Sulawesi Tenggara.

29. Provinsi Sulawesi Selatan – Pakaian Adat Bodo

Baju Bodo adalah baju adat wanita Bugis, Sulawesi Selatan, Indonesia. Baju ini berlengan pendek, dan memiliki bentuk persegi panjang, baju ini merupakan salah satu baju tertua di dunia.

30. Provinsi Gorontalo – Pakaian Adat Adat Gorontalo

Pakaian adat ini biasa diberi nama Billu (pakaian pengantin) dan Mukuta (pakaian anak laki-laki). Warna pakaian adat ini adalah kuning cerah, hijau, dan ungu, dan masing-masing memiliki makna khusus.

31. Provinsi Maluku – Pakaian adat tradisional cele

Kemeja cele dibedakan dengan kotak-kotak kecil dan garis-garis geometris. Pada umumnya baju-baju tersebut disandingkan dengan sarung yang memiliki warna yang tidak berbeda jauh, yang terpenting harus serasi dan seimbang. Baju cele ini hanya dikenakan pada upacara adat.

32. Provinsi Maluku Utara –  Adat Manteren lemo

Pakaian adat ini terdiri dari celana hitam yang dipadukan dengan bus berwarna merah tua yang membujur dari atas hingga bawah. Pakaiannya bergaya mantel tertutup dengan kancing besar yang terbuat dari perak yang berjumlah sembilan. Aksen merah setelan itu termasuk manset, saku, dan kerah.

33. Provinsi Papua Barat – Adat Ewer

Pakaian adat ewer adalah pakaian adat tradisional yang berasal dari daerah Papua Barat.

34. Provinsi Papua – Pakaian Adat Papua

Di Papua, pakaian adat pria dan wanita bisa dibilang sama. Busana dan penutup bawah dengan bentuk yang sebanding merupakan busana khas dari busana tersebut. Selain itu dilengkapi dengan hiasan kepala berbentuk burung cenderawasih, kalung, gelang, bahkan ikat pinggang dari manik-manik dan jumbai di bagian mata kaki.

Kreasi baru ditampilkan dalam lukisan ini sebagai pola pakaian. Diiringi tameng dan tombak yang dipegang oleh laki-laki, menghasilkan sensasi yang sangat dahsyat bagi orang Papua.

Kesimpulan

Nah itu saja artikel yang bisa kami sampaikan kepada sobat kekinian mengenai macam – macam pakaian adat indonesia. Jika ada salah kata mohon dimaafkan,semoga bermanfaat dan mendidik. Artikel lainnya juga bisa kamu lihat di Infokekinian, kami membahas banyak mengenai teknologi, pendidikan dan info lainnya

/* */