Pahlawan Nasional Indonesia dan Asalnya

Infokekinian.com – Kemerdekaan Indonesia yang kita dapat ini, tentunya merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan. Maka dari itu, untuk mengenang jasanya kami akan membagikan informasi mengenai nama Pahlawan nasional indonesia dan asalnya.

Beberapa orang telah menerima gelar Pahlawan Nasional Indonesia dari Presiden sejak tahun 1959.

Nomenklatur terus berubah seiring berjalannya waktu. Namun, kini telah diselaraskan dengan peraturan terbaru dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, yang menyatakan bahwa gelar Pahlawan Nasional mencakup semua gelar sebelumnya.

Daftar Pahlawan Nasional Indonesia

Pahlawan Nasional menurut pengertiannya adalah warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang saat ini menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan gugur dalam perjuangan membela bangsa dan negara.

Atau mereka yang hidup data mengambil tindakan heroik, mencapai prestasi luar biasa, dan bekerja untuk pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara ini.

Kementerian Sosial RI menetapkan tujuh syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ini dia kriterianya:

  1. Warga negara Indonesia (warga negara Indonesia) yang telah meninggal atau masih hidup
  2. Memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan di bidang politik atau bidang lain untuk mencapai atau merebut kemerdekaan dan mewujudkan persatuan nasional
  3. Melahirkan beberapa ide atau pemikiran hebat yang dapat membantu bangsa dan negara berkembang.
  4. Menghasilkan karya-karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas dan mengangkat harkat dan martabat bangsa
  5. Perjuangan dan dedikasinya untuk Indonesia membentang sepanjang hidupnya dan melampaui tugas yang ada. Perjuangan yang dilancarkan bukanlah iseng-iseng.
  6. Perjuangan orang-orang ini meluas dan berdampak nasional.
  7. Memiliki jiwa yang konsisten dan rasa nasionalisme yang kuat.
  8. Memiliki moral dan karakter yang kuat.
  9. Jangan menyerah pada lawan dalam perjuangannya.
  10. Dia tidak memiliki sejarah melakukan tindakan keji yang dapat mengurangi nilai perjuangannya.

Daftar Pahlawan Nasional Indonesia

Setidaknya ada 15 nama pahlawan nasional Indonesia yang harus kamu kenal, karena tanpa jasa mereka, kamu tetaplah bangsa terjajah.

Para pahlawan yang tercantum di bawah ini telah memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa dan negara. Berikut putusannya.

Ahmad Yani

Pada 19 Juni 1922, Pahlawan Nasional ini lahir di Jenar, Purworejo, Jawa Tengah. Awalnya, semua anggota keluarga Ahmad Yani bekerja di pabrik gula milik Belanda.

Ia dan keluarganya pindah ke Batavia pada tahun 1927. Ayahnya adalah seorang jenderal Belanda saat itu.

Ahmad Yani kemudian masuk tentara Hindia Belanda setelah putus sekolah pada tahun 1940. Kemudian ia pergi ke Malang, Jawa Timur, untuk belajar topografi.

Pasukan Jepang tiba pada tahun 1942, mengganggu proses pembelajaran. Pada saat yang sama, Ahmad Yani dan keluarganya pindah kembali ke Jawa Tengah.

Ia bergabung dengan tentara Peta (Pembela Tanah Air) dukungan Jepang pada tahun 1943 dan melanjutkan pelatihannya di Magelang.

Setelah menyelesaikan pelatihannya, ia diangkat menjadi komandan peleton Peta dan dipindahkan ke Bogor, Jawa Barat. Ia kembali ke Magelang sebagai instruktur setelah itu.

As’ad Syamsul

K.H.R As’ad Syamsul Arifin, lahir pada tahun 1897, adalah seorang ulama besar dan tokoh Nahdlatul Ulama’. Ia lahir di Mekkah dan meninggal pada 4 Agustus 1990, pada usia 93 tahun, di Situbondo.

Hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Musyawarah Musyawarah (Musytasyar) NU. Ia mengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syaf’iyah di Desa Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Pahlawan Nasional ini adalah utusan atau isyarah berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan tongkat dari Kyai Kholil Al-Bangkalani untuk KH. Hasyim Asy’ari yang kemudian menjadi cikal bakal NU.

Cut Mutia

Cut Mutia lahir pada tahun 1970 di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara. Ia meninggal dunia pada tanggal 24 Oktober 1910.

Cut Mutia adalah seorang pahlawan nasional Aceh. Awalnya, ia berjuang bersama suaminya, Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong, melawan Belanda.

Ketika Teuku Muhammad meninggal, ia menikah lagi dengan Pang Nanggroe dan bergabung dengan gerakan Teuku Muda Gantoe.

Para wanita yang dipimpin oleh Cut Mutia melarikan diri ke tengah hutan saat pertempuran di Paya Cicem. Sementara itu, Pang Nanggroe meninggal Belanda hingga wafatnya pada tanggal 26 September 1910.

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia yang namanya diabadikan sebagai bandar udara di Meulaboh.

Beliau adalah seorang pahlawan yang lahir di Kerajaan Aceh, Lampadang, pada tahun 1984. Karena keberaniannya dalam menghadapi penjajah, ia meninggal dalam usia 24 tahun pada 6 November 1908.

Ia juga berselisih paham dengan suaminya, Teuku Umar. Pada 11 Januari 1899, suaminya meninggal. Nyak Dien dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat.

Ir. Soekarno

Soekarno adalah Presiden pertama Indonesia dan pendukung kemerdekaan yang terkemuka. Soekarno adalah orang yang mengusulkan dasar negara Pancasila.

Hal itu disampaikan dalam Sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Rumusan Pancasila ini diterima sebagai dasar negara dan dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Ia dikenal sebagai orator handal yang mampu menggerakkan hati para pendengarnya. Dia adalah politisi patriotik yang juga sangat cerdas. Dia fasih dalam delapan bahasa.

Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Dia telah menerima gelar Doktor Honoris Causa dari universitas dalam dan luar negeri, serta penghargaan bintang kelas satu untuk The Order of The Supreme Companions of atau Tambo.

Kartini

Kartini, meski berstatus bangsawan, memiliki pemikiran yang moderat. Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya berjuang untuk kesetaraan gender bagi perempuan.

Pada tahun 1912, ia memulai perjuangannya dengan mendirikan sekolah Kartini di kota Semarang. Kartini bercita-cita mengubah paradigma gender masyarakat Indonesia.

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara. Pada tanggal 12 November 1903, Kartini menikah dengan Bupati Rembang Singgih Djojo Adhiningrat; dia memiliki tiga istri.

Setelah itu, ia pindah ke Rembang dan diberi izin untuk mendirikan sekolah perempuan di kompleksnya.

Struktur ini sekarang dikenal sebagai Gedung Pramuka. Kartini meninggal pada 17 September 1879, dalam usia 25 tahun. Hari Kartini diperingati pada hari ulang tahunnya untuk menghormati kontribusinya.

Idham Chalid

Ia adalah pahlawan nasional yang lahir pada 27 Agustus 1921 di Satui, Kalimantan Selatan. Dia meninggal pada 11 Juli 2010, pada usia 88 tahun. Dia adalah pahlawan yang kuat dalam situasi tersebut.

Idham Chalid adalah pemimpin termuda dan terlama di sebuah organisasi besar. Ia dikenal sebagai tokoh terkemuka baik di orde lama maupun orde baru.

Organisasi yang dipimpinnya memiliki bola dunia dengan sembilan bintang sebagai logonya. Dia unggul dalam karirnya sampai dia mencapai puncak ambisinya.

Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman

Anumerta Sudirman adalah Pahlawan Nasional Indonesia yang bergelar Mayjen TNI. Ia menerima gelar tersebut pada usia 31 tahun.

Ia memainkan peran penting dalam Revolusi Nasional Indonesia. Dia adalah tokoh kunci dalam perang dan serangan gerilya 1 Maret 1949.

Pada 18 Desember 1948, ia diangkat menjadi Panglima Tertinggi. Belanda melancarkan serangan militer kedua untuk menduduki Yogyakarta.

Selama tujuh bulan, ia memimpin kampanye gerilya ke selatan dengan sekelompok kecil tentara dan dokter swasta.

Soedirman berpartisipasi dalam sejumlah operasi militer di pulau Jawa, termasuk serangan Suharto 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Soedirman meninggal pada 29 Januari 1950, dalam usia 34 tahun, di Magelang.

John Lie

John Lie adalah pahlawan nasional yang lahir dari keluarga Tionghoa di Manado pada 9 Maret 1911.

Ia bekerja di KPM, sebuah perusahaan pelayaran niaga milik pemerintah Belanda (Koninklijke Pakertvaart Maatchappij). Ia akhirnya bergabung dengan ALRI.

John memainkan peran penting dalam membersihkan ranjau yang ditanam oleh Jepang untuk mengusir pasukan sekutu.

Dia dipromosikan menjadi Mayor sebagai hasil dari pengabdiannya. Angkatan Laut Belanda dengan berani menerobos blokade laut dengan menggunakan perahu motor di sekitar perairan Selat Malaka.

Tercatat, John menerobos blokade Belanda setidaknya 15 kali. Antara 1947 dan 1949, John berhasil memasok amunisi, senjata, dan obat-obatan dalam jumlah besar untuk perjuangan Sumatera.

KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan, nama asli Muhammad Darwis, adalah pahlawan nasional Indonesia dan pendiri organisasi Islam Muhammadiyah.

Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868. Kh. Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga KH. Abu Bakar (Abu Bakar).

Di Kauman, Yogyakarta, ia mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melakukan pembaruan pemikiran dan perbuatan baik sesuai dengan tuntunan Islam.

Ia berusaha membujuk umat Islam untuk kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan Hadits. KH. Ahmad Dahlan meninggal dunia pada 23 Februari 1923 dalam usia 54 tahun.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara yang bernama asli Raden Soewardi Soerjaningrat adalah seorang pahlawan nasional, kolumnis, politikus, dan pelopor dalam bidang pendidikan pada masa penjajahan Belanda.

Ia mendirikan Sekolah Tinggi Taman Siswa Yogyakarta. Lembaga pendidikan ini memberikan hak kepada penduduk asli, seperti priyayi dan Belanda, atas pendidikan.

Ia lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889, dan meninggal pada 26 April 1959. Ki Hajar Dewantara dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional ke-2 oleh Presiden Soekarno setelah wafatnya.

Lafran Pane

Lafran Pane

Pada tanggal 5 Februari 1922, ia lahir di Padang Sidempuan dan memulai pendidikannya di Pondok Pesantren Muhammadiyah Sipirok sebelum melanjutkan ke Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan dari Desa Setia.

Pada tanggal 5 Februari 1957, ia menjadi pendiri HMI, atau Himpunan Mahasiswa Islam. Lafran Pane dinobatkan sebagai penggagas HMI pada kongres XI HMI tahun 1974. Ia meninggal dunia pada 24 Januari 1991.

Laksamana Mala

Laksamana Mala Bio adalah nama lengkap wanita asal Kesultanan Aceh ini. Menurut berbagai akun, dia adalah laksamana laut wanita pertama di dunia.

Ia adalah seorang panglima perang Aceh yang terkenal dengan keberaniannya dalam melawan armada angkatan laut Belanda dan Portugis pada abad ke-16.

Laksamana Mala tidak hanya piawai di medan perang, tetapi juga pandai berunding dan berunding, terbukti dengan ia mewakili Sultan Aceh dalam perundingan damai dengan Belanda.

Dia juga salah satu Lancaster, utusan Ratu Elizabeth I di tanah Inggris. Mala Biologi meninggal antara tahun 1550 dan 1615. Ia akhirnya dimakamkan di Desa Lamreh, Kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta adalah salah satu proklamator dan menjadi wakil presiden pertama Indonesia. Ia juga dikenal sebagai Bung Hatta.

Ulang tahunnya adalah 12 Agustus 1902, dan ia lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Dia adalah pahlawan nasional, negarawan, dan ekonom yang dapat diandalkan.

Ia berjasa dalam kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda. Republik Indonesia kemudian diproklamasikan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dia menulis buku tentang koperasi saat menjabat sebagai wakil presiden. Akibatnya, ia mendapatkan julukan “Bapak Koperasi.”

Pangeran Antasari

Di daerah Banjar Kalimantan Selatan, Pangeran Antasari berperang melawan penjajahan Belanda. Ia lahir di Banjar pada tahun 1797. Gusti Inu Kartapati adalah nama kecil Pangeran Antasari.

Ia diangkat menjadi Sultan Banjar pada tanggal 14 Maret 1862, dan menyandang gelar “Panembahan Amirudin Mukminin,” atau pemimpin pemerintahan, panglima perang, dan pemimpin agama yang tinggi.

Pada 27 Maret 1968, ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Pada 11 Oktober 1862, ia meninggal di Tanah Kampung Bayan Begok Sampirang.

FAQ

Berikut kami telah merangkum pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Siapa pahlawan Indonesia yang pertama?

Presiden pertama Ri, Ir Soekarno, menetapkan Abdul Muis pri asal Bukittinggi, Sumatera Barat sebagai pahlawan nasional pada 30 Agustus 1959.

Penetapan itu menjadikannya sekaligus sebagai pahlawan nasional pertama Indonesia

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi pahlawan nasional indonesia dan asalnya yang tidak pernah takut dan mundur demi memperjuangkan negara ini.

Berkat perjuangan merekalah akhirnya kita semua dapat merasakan kemerdekaan di tanah ibu pertiwi ini dan yang perlu kita lakukan saat ini adalah mengenang jasa-jasanya dan ikut serta dalam membangun negara ini menjadi negara yang maju.

Demikianlah artikel mengenai Pahlawan Nasional Indonesia dan Asalnya dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */