Pengertian Usus Halus: Fungsi dan Gangguan

InfoKekinian.com – Untuk mengetahui salah satu organ pencernaan manusia, kami akan mengajak kamu untuk mengenal pengertian usus halus beserta fungsi dan gangguannya.

Proses pencernaan berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, dimana usus halus menjadi salah satu organ yang berperan penting dalam proses pencernaan.

Apa itu Usus Halus

Organ terpanjang sistem pencernaan adalah usus halus yang juga disebut sebagai usus kecil. Usus kecil pun memanjang dari lambung ke usus besar.

Duodenum, jejunum, dan ileum adalah tiga bagian yang membentuk usus kecil itu sendiri.

Usus halus melakukan tugas lain selain menyelesaikan proses pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi. Proses penting lainnya juga dilakukan oleh usus kecil.

Menjaga kesehatan usus kecil merupakan suatu hal yang harus dilakukan karena jika terjadi disfungsi, maka kamu bisa merasakan beberapa hal yang tidak nyaman seperti diare.

Artikel ini akan membantu kamu memahami pengertian usus halus lengkap dengan fungsinya dalam sistem pencernaan. So, stay tune!

Apa itu Usus Halus?

Sebelum mengetahuinya lebih lanjut, yang pertama harus kamu ketahui adalah pengertian usus halus atau bisa dikenal sebagai usus kecil yang merupakan organ berbentuk tabung yang menjadi tempat terjadinya penyerapan nutrisi dan pencernaan.

Disebut sebagai usus halus, karena memiliki diameter lumen (bukaan) 2,5 cm lebih kecil dari usus besar. Kamu harus tahu bahwa ada dua tahap dalam proses pencernaan itu sendiri.

Ada tahapan apa saja? Mulut dan lambung digunakan dalam proses pencernaan mekanis untuk mengunyah dan memecah makanan.

Proses pencernaan kimiawi, yang menggunakan enzim untuk membantu memecah makanan sehingga dapat diserap oleh tubuh dan diedarkan ke jaringan tubuh lainnya, adalah jenis pencernaan kedua.

Usus halus atau usus kecil dan banyak area lain dari saluran pencernaan adalah tempat proses pencernaan kimiawi terjadi.

Salah satu organ yang sangat penting untuk proses pencernaan adalah usus halus, yang membentang dari perut ke awal usus besar.

Usus halus atau usus kecil panjangnya kira-kira 6 meter ketika seukuran orang dewasa. Karena itu, usus kecil sering disebut sebagai komponen sistem pencernaan terpanjang.

Bagian-bagian Usus Halus

Bagian-bagian Usus Halus

Usus halus, merupakan salah satu organ sistem pencernaan, yang terdiri dari duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

Masing-masing dari tiga komponen usus kecil memiliki tujuan tertentu. Tiga komponen usus halus dijelaskan secara lengkap dibawah ini:

1. Duodenum

Bagian pertama dari usus kecil adalah duodenum, yang juga disebut sebagai usus dua belas jari.

Duodenum ini terletak tepat setelah lambung yang membentang cukup panjang untuk menghubungkan ke jejunum atau usus kosong.

Bagian ini panjangnya antara 25 hingga 38 cm, yang merupakan bagian terpendek dari usus halus.

Dimana bulbo duodenale adalah tempat dimulainya, dan ligamen Treitz adalah tempat berakhirnya.

Makanan harus dipindahkan melalui duodenum untuk mencapai usus kecil. Menurut histologinya, duodenum mengandung kelenjar Brunner, yang bertanggung jawab untuk memproduksi lendir.

Duodenum memainkan peran penting di area ini, menyelesaikan tahap pertama pencernaan yang terjadi di usus kecil.

Empedu dan enzim digunakan di duodenum untuk membantu pencernaan makanan. Setelah itu, sel-sel diatur dalam lapisan yang sangat tipis untuk membuat mukosa otot yang menutupi duodenum atau dinding duodenum.

2. Jejunum

Bagian kedua dari usus kecil adalah jejunum, yang juga disebut sebagai usus kosong. Makanan berpindah ke jejunum setelah duodenum menyelesaikan tugasnya untuk mencerna.

Dinding bagian dalam jejunum kemudian akan bekerja untuk membantu penyerapan nutrisi dari makanan ini.

Usus kosong, juga dikenal sebagai jejunum, terletak di antara ileum (usus penyerapan) dan duodenum.

Bagian kedua dari usus kecil ini memiliki ukuran antara 1-2 meter pada orang dewasa. Jejunum dan ileum digantung di dalam tubuh oleh mesenterium.

Usus halus bertanggung jawab atas lebih dari 90% penyerapan nutrisi tubuh dari makanan yang dicernanya.

Partikel makanan kecil yang sudah dipecah oleh duodenum atau duodenum akan dipecah lagi. Bagaimana bisa? Prosedur ini dilakukan untuk memudahkan tubuh menyerap nutrisi dari makanan.

Makanan dicerna secara kimiawi di jejunum, juga dikenal sebagai usus kosong. Usus halus menghasilkan beberapa enzim yang diperlukan untuk pencernaan kimiawi.

3. Ileum

Bagian ketiga dari usus kecil adalah ileum, yang juga disebut sebagai usus serap. Ileum, bagian dari usus kecil, membantu penyerapan vitamin B12 dan asam empedu oleh tubuh.

Bagian terakhir dari usus kecil adalah ileum, atau penyerapan usus. Ileum, juga dikenal sebagai usus penyerapan, adalah segmen terakhir dari usus kecil dan berukuran panjang 2-4 meter pada manusia.

Setelah duodenum dan jejunum, ileum, segmen terakhir dari usus halus, yang terletak sebelum apendiks.

Ileum, atau penyerapan usus, berperan aktif dalam menyerap vitamin B12 bersama dengan garam empedu ketika pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa).

Usus penyerapan memiliki beberapa lipatan dan lekukan yang sering disebut sebagai jonjot-jonjot usus (vili).

Agar semua makanan diserap sepenuhnya, lipatan ini membantu memperluas permukaan penyerapan.

Penyerapan usus atau ileum juga mengambil nutrisi dari makanan yang tidak diambil selama prosedur sebelumnya.

Selain itu, ileum, atau penyerapan usus, berkontribusi pada kontrol katup ileocecal.

Katup ileocecal, apa itu? Katup ileocecal mempunyai peran untuk menjaga terhadap refluks ke usus kecil dari usus besar.

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Usus halus berperan penting sebagai salah satu organ tubuh. Sebenarnya, usus halus menangani 90% pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi.

Lambung dan usus besar menangani sisa 10% dari proses pencernaan. Seperti diketahui, usus halus memiliki dampak yang signifikan terhadap seberapa baik nutrisi dan mineral diserap dari makanan.

Sekarang setelah kamu mengetahui komponen penting dari usus kecil, kamu dapat mulai memahami cara kerja atau fungsi organ tubuh. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Mencerna Protein

Usus halus berfungsi mencerna protein sebagai salah satu organ tubuh. Protein, peptida, dan asam amino berfungsi sebagai bahan bakar untuk enzim tripsin dan kimotripsin tubuh, yang dilepaskan oleh pankreas.

Kedua enzim tersebut berfungsi untuk membantu disintegrasi komponen nutrisi makanan.

2. Mencerna Lemak

Usus halus bertanggung jawab untuk mencerna lemak, dimana Lipid dan lemak makanan mengaktifkan enzim lipase tubuh, yang diproduksi oleh pankreas.

Trigliserida dapat diubah menjadi monogliserida dan asam lemak bebas menggunakan metode ini.

3. Mencerna Karbohidrat

Selain itu, usus kecil membantu pencernaan karbohidrat. Karbohidrat diubah selama pencernaan menjadi monosakarida seperti glukosa.

Enzim amilase kemudian diproduksi oleh pankreas, membantu pemecahan karbohidrat tertentu.

4. Proses Penyerapan Nutrisi

Setelah makanan dicerna, nutrisi diserap oleh dinding bagian dalam usus kecil dan masuk ke aliran darah.

Lokasi optimal untuk penyerapan nutrisi dari makanan adalah di usus kecil karena luas permukaan bagian dalamnya yang cukup.

Berbagai nutrisi yang tertelan akan beredar ke seluruh tubuh sebagai darah.

Usus halus kemudian akan menyerap racun jika manusia mengkonsumsi makanan yang mengandung racun. Kemungkinan kamu akan mengalami gangguan pencernaan jika hal ini terjadi.

5. Menyerap Air dan Elektrolit

Selain itu, usus halus berperan dalam proses penyerapan air dan elektrolit. Sekitar 80% air dalam tubuh diserap oleh usus kecil, dengan 20% lainnya diserap oleh usus besar atau dikeluarkan melalui feses.

Difusi dan transfer aktif keduanya terlibat dalam proses penyerapan elektrolit di usus kecil.

6. Menyerap Mineral dan Vitamin

Menyerap Mineral dan Vitamin

Ternyata usus halus berfungsi sebagai tempat penyerapan vitamin dan mineral. A, D, E, dan K adalah contoh vitamin yang larut dalam lemak.

Bersama dengan lemak makanan, vitamin ini akan diserap. Proses difusi kemudian akan digunakan untuk menyerap vitamin B dan C yang larut dalam air.

Setelah itu, vitamin B12 akan diserap menggunakan mekanisme transpor aktif dan faktor intrinsik lambung.

Karena ileum adalah satu-satunya organ yang secara khusus dapat menyerap garam empedu dan vitamin B12.

Bagaimana dengan zat besi? Duodenum dan jejunum akan secara khusus bertanggung jawab untuk menyerap zat besi.

7. Penetralan Makanan

Kemampuan usus kecil untuk menetralkan makanan selama pencernaan adalah fungsi lain. Duodenum atau usus dua belas jari akan mensekresi hormon sekretin.

Sejumlah tertentu natrium bikarbonat akan disekresikan oleh pankreas sebagai akibat dari hormon ini.

PH makanan yang dicerna oleh tubuh akan dinaikkan oleh natrium bikarbonat dari asam menjadi netral.

Setelah itu, empedu dan lendir menetralkan asam. Makanan yang sudah dicerna akan bersifat asam di lambung.

Usus kecil akan menggunakan komponen yang mencakup molekul basa dan bikarbonat untuk menetralkan diet asam.

8. Berperan Dalam Imunitas

Usus halus melakukan lebih dari sekedar pencernaan dan penyerapan makanan. Selain itu, usus halus mendukung sistem imunologis tubuh.

Flora usus yang bermanfaat bagi tubuh manusia dapat ditemukan di usus halus. Kemudian ada nodul limfoid di ileum yang disebut patch Peyer.

Ini merupakan komponen penting dari sistem kekebalan tubuh manusia dan terletak di saluran pencernaan.

Sebuah sistem limfatik juga hadir di daerah ini, yang dapat membantu dalam produksi antigen dari bakteri atau organisme berbahaya.

Sistem kekebalan tubuh akan mendeteksi bakteri atau organisme berbahaya melalui saluran pencernaan.

Tips Menjaga Kesehatan Usus Halus

Kamu sudah mengetahui beberapa pekerjaan penting usus kecil, sehingga kamu harus terlebih dahulu memahami cara kerjanya sebelum mempelajari cara menjaga usus halus dalam kondisi baik.

Untuk mempelajari cara menjaga kesehatan usus halus, simak penjelasannya berikut ini:

1. Mengurangi Stres

Menjaga agar stres tetap terkendali adalah salah satu strategi untuk menjaga kesehatan usus.

Kesehatan usus kamu akan dipengaruhi oleh sejumlah variabel penyebab stres, seperti stres lingkungan, stres psikologis, dan stres kurang tidur.

Ada banyak metode yang dapat kamu gunakan untuk mengatasi stres, termasuk latihan pernapasan dalam, meditasi, dan teknik relaksasi lainnya.

2. Menerapkan Pola Makan yang Sehat

Menerapkan Pola Makan yang Sehat

Mengadopsi diet seimbang diperlukan selain menurunkan tingkat stres kamu. kamu akan dapat menjaga usus kamu dalam kondisi yang baik dengan makan berbagai makanan sehat.

Sayuran mengandung banyak serat prebiotik untuk tubuh, oleh karena itu kamu perlu makan banyak untuk meningkatkan kesehatan usus.

Selain itu, kamu harus membatasi asupan makanan manis dengan kandungan gula tinggi.

Ketidakseimbangan mikroorganisme di usus kamu akan dihasilkan dari penggunaan gula yang berlebihan atau makanan yang dimaniskan dengan pemanis buatan.

3. Olahraga Teratur

Kamu dapat menjaga usus kamu tetap sehat dengan sering berolahraga. Menurut penelitian, sering berolahraga dapat meningkatkan kesehatan tubuh kamu.

Olahraga teratur juga akan membantu dalam mencegah obesitas.

4. Tidur yang Cukup

Suasana hati, kognisi, dan kesehatan usus kamu semuanya dapat ditingkatkan dengan mendapatkan kualitas tidur yang cukup.

Setidaknya 8 jam tidur setiap malam disarankan untuk orang dewasa. Dengan mendapatkan tidur yang cukup dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, kamu dapat mengembangkan pola gaya hidup yang baik.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Mengapa Usus Halus Panjang?

Usus halus mempunyai ukuran sekitar 3-5 meter supaya proses penyerapan pada zat makanan bisa berlangsung lebih optimal dan cepat.

Karena, jika ukurannya pedek, tentu proses penyerapan pada zat makanan akan lama dan kurang optimal bagi tubuh

Enzim Apa yang Ada di Usus Halus?

Terdapat tiga jenis enzim yang terdapat pada usus halus, antara lain:

  1. Karbohidrase
  2. Protease
  3. Lipase.

Berapa Berat Usus Manusia?

Menurut ebebrapa penelitian, manusia mempunyai usus halus dengan berat sekitar 2kg dan 1,5kg untuk usus besar dengan diameter yang mencapai hingga 7cm.

Berapa Panjang Usus Pada Manusia?

Rata-rata manusia mempunyai usus dengan panjang sekitar 3-5m tetapi, menurut laporan lain mengatakan jika panjang usus pada manusia sekitar 6-7m.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian usus halus, lengkap dengan fungsi, serta gangguan dan tips untuk menjaga usus halus agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Dan dari tulisan di atas bisa kita simpulkan jika, usus halus adalah salah satu organ pada sistem pencernaan yang mempunyai fungsi sebagai pemecah dan penyerap nutrisi dari makanan atau minuman yang kita konsumsi.

/* */