Tahapan Proses Pembentukan Urine Pada Manusia

Infokekinian.com – Ekskresi merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup, dimana ekskresi adalah tahapan proses pembentukan urine pada manusia.

Bentuk ekskresi yang dilakukan manusia adalah buang air kecil dimana zat sisa yang dibuang tersebut adalah urine.

Proses pembentukan urin melibatkan beberapa tahapan, yang akan dibahas pada ulasan berikut. Namun pertama-tama, kamu harus memahami arti dari air seni.

Organ yang Terlibat Proses Pembentukan Urine

Urine, di sisi lain, adalah hasil sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal dan kemudian dikeluarkan karena dapat meracuni tubuh.

Proses buang air kecil merupakan cara alami tubuh untuk membuang racun dan kandungan air berlebih guna menjaga kesehatan. Semakin banyak cairan yang dikonsumsi tubuh, semakin banyak urin yang dikeluarkan.

Dua ginjal, dua ureter, satu kandung kemih, dan satu uretra adalah organ yang membentuk sistem kemih manusia.

Jika tubuh telah menyerap komponen makanan yang diperlukan dalam bentuk nutrisi, produk limbah yang tidak lagi diperlukan akan dikeluarkan di usus dan darah.

Sistem kemih manusia membantu tubuh dalam pembuangan dan penyaringan produk limbah. Namun, tetap akan menyimpan bahan kimia yang dibutuhkan tubuh manusia.

Ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Urine dikumpulkan di kandung kemih dan dikeluarkan melalui uretra. Sistem kemih menyaring dan mengeluarkan produk limbah.

Selanjutnya, terlibat dalam pemeliharaan keseimbangan air atau homeostasis, ion, tekanan darah, pH, kalsium, dan sel darah merah.

Organ yang Terlibat Proses Pembentukan Urine

Beberapa organ yang terlibat dalam proses pembentukan urin, antara lain:

Ginjal

Ginjal merupakan organ pertama yang terlibat dalam proses pembentukan urin. Ginjal terletak di sisi kanan dan kiri tubuh. Di kedua sisi tulang belakang, mereka terletak di bawah tulang rusuk.

Ginjal berbentuk kacang merah dan dapat tumbuh sebesar kepalan tangan. Organ ini berisi satu juta nefron, yang menyaring darah dan mengubah limbah menjadi urin.

Ureter

Ureter

Ureter merupakan tabung dengan bentuk seperti tabung (tube). Fungsi organ ini adalah menghubungkan ginjal dengan sisi kandung kemih. Ureter pada orang dewasa panjangnya 25 sampai 30 cm.

Kandung kemih

Kandung kemih berbentuk seperti balon elastis yang terletak di antara tulang panggul. Karena kandung kemih sangat elastis, bisa mengecil ketika tidak ada urin di dalamnya dan membesar saat ada urin di dalamnya. Kapasitas kandung kemih untuk urin adalah sekitar 400 sampai 600 ml.

Uretra

Bentuk uretra mirip dengan ureter, yaitu berbentuk seperti tabung. Meskipun demikian, hanya ada satu dari mereka.

Pada wanita, uretra memiliki panjang 4 cm dan memiliki saluran keluar urin antara klitoris dan vagina.

Panjang uretra pada pria berkisar antara 15 hingga 25 cm. Sedangkan tempat keluarnya air seni adalah di ujung penis.

Proses Pembentukan Urine

Pembentukan urin terjadi dalam tiga tahap. Filtrasi atau filtrasi, reabsorpsi atau reabsorpsi, dan augmentasi atau pengumpulan adalah tahapan-tahapan (sekresi). Setiap proses akan dibahas secara rinci dalam ulasan berikut:

Filtrasi (Penyaringan)

Filtrasi (Penyaringan)

Tahap penyaringan atau filtrasi merupakan langkah awal dalam proses pembentukan urin. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ginjal mengandung setidaknya satu juta nefron, yang berfungsi untuk menghasilkan urin.

Pada waktu tertentu, 20% darah melewati ginjal dan kemudian disaring, memungkinkan tubuh untuk membuang sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan cairan, kadar darah, dan pH darah.

Awalnya, proses pembentukan urin adalah filtrasi, yaitu proses penyaringan darah yang mengandung zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh.

Badan malpighi, yang meliputi glomerulus dan kapsula Bowman, adalah tempat berlangsungnya proses ini.

Fungsi glomerulus adalah menyaring garam, air, glukosa, urea, asam amino, dan limbah lainnya sehingga dapat melewati kapsul Bowman.

Urin primer merupakan hasil akhir dari proses filtrasi. Urea hadir dalam urin primer. Zat ini terbentuk dari amonia, yang terakumulasi di hati selama pemrosesan asam amino dan disaring oleh glomerulus.

Reabsorpsi

Reabsorpsi adalah langkah selanjutnya dalam proses pembentukan urin. Proses filtrasi menyaring 43 galon cairan, tetapi sebagian besar diserap kembali sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Proses reabsorpsi berlangsung di tubulus nefron proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, dan tubulus pengumpul.

Air, glukosa, natrium, asam amino, dan nutrisi lainnya diserap kembali ke dalam aliran darah di kapiler yang mengelilingi tubulus selama proses ini.

Air akan bergerak melalui proses osmosis, yaitu perpindahan air dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah. Urin sekunder diproduksi selama pembentukan urin yang diserap kembali.

Meskipun glukosa akan diserap kembali, beberapa penderita diabetes akan mengalami deposisi glukosa dalam filtrat.

Sementara itu, natrium dan ion akan diserap secara tidak lengkap, dengan proporsi yang lebih besar daripada filtrat.

Hormon juga akan mengontrol proses transpor aktif, yang akan menyerap kembali natrium, ion, dan fosfor.

Augmentasi (Sekresi)

Proses terakhir dalam pembentukan urin adalah augmentasi atau sekresi. Urin akan dikeluarkan pada saat ini.

Beberapa zat, misalnya, akan mengalir langsung dari darah ke tubulus distal dan tubulus pengumpul.

Proses ini melibatkan sekresi atau pembuangan ion hidrogen, yang merupakan bagian dari mekanisme tubuh untuk mempertahankan pH yang tepat serta keseimbangan asam-basa.

Ion kalsium, kalium, dan amonia, serta beberapa obat, akan dikeluarkan pada tahap ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga komposisi kimia darah seimbang dan normal.

Proses ini terjadi dengan meningkatkan pembuangan kalium dan kalsium pada konsentrasi tinggi, meningkatkan reabsorpsi, dan menurunkan sekresi ketika kadarnya rendah.

Urin yang dihasilkan selama proses ini akan mengalir ke pelvis ginjal, yang terletak di bagian tengah ginjal.

Kemudian akan mengalir ke ureter dan disimpan di kandung kemih. Urine akan mengalir dari kandung kemih melalui uretra dan dikeluarkan pada saat proses berkemih.

Gangguan Akibat Terhambatnya Pengeluaran Urine

Urine memiliki manfaat untuk mengeluarkan racun dan limbah yang tidak dibutuhkan tubuh. Jika sistem kemih terganggu selama proses produksi urin, akibatnya akan berbahaya bagi tubuh.

Batu ginjal dan gagal ginjal adalah dua penyakit yang disebabkan oleh terhambatnya pengeluaran urin.

Agar proses pembentukan urin di dalam tubuh berjalan lancar, maka perlu konsumsi air putih yang cukup, yaitu kurang lebih 2 hingga 3 liter.

Hal lain yang dapat kamu lakukan untuk membantu proses pembentukan urin berjalan lancar adalah dengan makan makanan yang sehat, membatasi asupan garam dan gula, istirahat yang cukup, berolahraga secara teratur, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol.

Jika kamu memiliki masalah dengan proses buang air kecil, segera temui dokter. Kencing berdarah, pembengkakan di seluruh tubuh, rasa lemas, dan berbagai gejala yang berujung pada masalah pada organ ekskresi adalah beberapa keluhan yang bisa terjadi pada proses pembentukan urine yang tidak lancar.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi keluaran urin adalah sering menahan buang air kecil. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh retensi urin antara lain:

Infeksi Saluran Kencing

Infeksi Saluran Kencing

Menahan urin untuk waktu yang lama memungkinkan bakteri berkumpul di sekitar lubang uretra dan masuk ke dalamnya. Menahan urin dalam waktu lama menyebabkan bakteri berkembang biak lebih cepat.

Kandung Kemih yang Sensitif

Apa yang kamu makan dan minum berdampak pada sensitivitas kandung kemih kamu. Menahan urin kamu dapat menyebabkan kandung kemih kamu menjadi lebih sensitif.

Karena kandung kemih akan meregang seiring dengan bertambahnya jumlah urin di dalamnya. Akibatnya, sensor kandung kemih akan menjadi terlalu aktif, menyebabkan kamu buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Pembengkakan Kandung Kemih

Salah satu alasan mengapa sangat penting untuk minum cukup air adalah membantu membersihkan ginjal.

Hal ini dapat dicapai jika kamu mengeluarkannya secara seimbang. Akibatnya, menahan buang air kecil dapat menyebabkan pembengkakan kandung kemih.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai tahapan proses pembentukan urine pada manusia secara lengkap, yang mana setiap prosesnya sangan penting untuk membuang racun serta kotoran yang ada pada dalam tubuh.

Demikianlah artikel mengenai Tahapan Proses Pembentukan Urine Pada Manusia dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */