Pahamilah 9 Pola Pengembangan Paragraf Sebelum Menulis Cerita!

Dalam sebuah teks tentu memiliki paragraf. Ya, karena teks pada umumnya berupa kumpulan paragraf yang saling berkesinambungan. Paragraf pula lah yang membedakan pokok gagasan sebuah teks.
Nah, dalam penyusunan teks, terutama narasi, ada yang dinamakan pola pengembangan paragraf. Pola ini dibagi menjadi 9, diantaranya klimaks-antiklimaks, perbandingan-pertentangan, sudut pandang, analogi, klausalitas, klasifikasi, analogi, contoh dan definisi luas.


9 pola pengembangan paragraf yang harus Anda pahami.

  1. Klimaks-Antiklimaks
    Pola paragraf yang satu ini terdiri dari 2 bagian, yakni bagian klimaks dan antiklimaks. Pada bagian klimaks berisi gagasan cerita yang menuju tahap puncak. Bisa pula dikatakan sebagai permasalahan cerita yang akhirnya menjadi puncak konflik cerita tersebut.
    Selain tahap klimaks, ada pula tahap antiklimaks, dimana konflik sudah berada di puncak kemudian berangsur reda. Dapat diartikan bahwa tahap antiklimaks ini adalah penurunan masalah.
  2. Sudut Pandang
    Pola pengembangan paragraf sudut pandang didasarkan pada tempat penulis dari sebuah teks tersebut. Sudut pandang dibagi menjadi 2, yakni sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.
    Pada sudut pandang orang pertama berarti penulis menempatkan diri sebagai pemeran utama dalam sebuah tulisan, ditandai dengan kata “aku” atau “saya”. Sementara sudut pandang orang ketiga ditandai dengan nama seseorang sebagai tokoh utama.
  3. Perbandingan dan Pertentangan
    Pola paragraf perbandingan dan pertentangan berisi upaya pengamatan dua buah benda atau lebih. Dalam hal perbandingan berarti benda-benda tersebut diamati persamaannya, sementara dalam hal pertentangan berarti menonjolkan perbedaan-perbedaan yang ada pada benda tersebut.
  4. Analogi
    Bila ada pola pengemangan paragraf perbandingan dan pertentangan, maka ada pula pola paragraf analogi. Analogi merupakan berisi ungkapan objek yang memiliki banyak kesamaan dengan objek lain.
  5. Contoh
    Pola paragraf yang satu ini berupaya untuk menegaskan penegasan penjelasan dari teks paragraf tersebut atau paragraf sebelumnya. Ya, untuk memperkuat penjelasan maka diperlukan sebuah contoh.
    Adanya pola paragraf contoh pun membuat pembaca mudah memahami maksud paragraf tersebut. Contoh bisa pula berupa perumpamaan agar semakin mudah dipahami.
  6. Pola Klausalitas
    Dalam pola ini terdiri dari sebab dan akibat. Yang menjadi gagasan utama disebut dengan sebab, sedangkan rincian dari gagasan utama tersebut dinamakan akibat.
    Akan tetapi seiring berkembangnya karangan, susunan tersebut bisa terbalik, yakni akibat sebagai gagasan utama, dan sebab menjadi rinciannya. Hal tersebut tidak menjadi masalah, asalkan keduanya saling berkesinambungan.
  7. Generalisasi
    Selain sebab-akibat, pola pengembangan paragraf bisa memiliki penjelasan umum-khusus atau sebaliknya. Nah, dalam hal ini pola paragraf disebut dengan pola generalisasi.
    Dalam pola ini paragraf bisa diawali dengan hal yang bersifat umum, kemudian dirinci dengan hal-hal yang bersifat khusus sebagai penjelas. Bisa pula sebaliknya, menjelaskan hal-hal yang bersifat khusus terlebih dahulu, kemudian disimpulkan dengan hal yang bersifat umum. Dengan begitu gagasan pokok paragraf terlihat jelas.
  8. Klasifikasi
    Berbagai hal yang dianggap memiliki kesamaan akan disatukan dalam satu kategori, itulah makna dari pola paragraf klasifikasi. Dengan begitu, hal yang berkategori sama berada dalam satu kesatuan.
    Pengelompokan tersebut juga dimaksudkan agar pembaca lebih mudah memahami maksud dari gagasan pokok sebuah paragraf.
  9. Definisi Luas
    Pola pengembangan paragraf yang satu ini berisi uraian gagasan yang memiliki kontroversi. Uraian tersebut berupa penjelasan rinci dari gagasan pokok paragraf, sehingga gagasan tak lagi abstrak dan mudah dipahami oleh pembaca.
    Pada paragraf jenis ini biasanya gagasan pokok terletak di awal, kemudian diikuti dengan penjelasan-penjelasan. Penjelasan tersebutlah yang disebut definisi luas.

Itu dia 9 pola pengembangan paragraf yang harus Anda ketahui dalam penyusunan cerita narasi. Dengan dibekali pemahaman pola paragraf, maka karangan lebih mudah dipahami dan memiliki makna yang jelas.

Tinggalkan komentar