Apa Itu Uang Kartal: Ciri-Ciri dan Fungsinya

Infokekinian.com Uang kartal merupakan uang yang biasa digunakan sebagai alat pembayaran. Tetapi, masih banyak orang yang bingung apa itu uang kartal? apa fungsinya? dan bagaimana ciri-cirinya?

Uang Kartal merupakan nama lain dari uang koin dan uang kertas, dimana uang tersebut merupakan uang yang biasa kamu gunakan untuk membeli sebuah barang ataupun jasa yang kamu butuhkan.

Pengertian Uang Kartal
Pengertian Uang Kartal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], common money atau uang kartal adalah uang yang digunakan untuk jual beli biasa yang berbentuk logam atau kertas.

Sehingga, kartal adalah uang kertas dan uang logam juga termasuk ke dalam commemorative yang dikeluarkan oleh Bank sentral.

Selain itu, uang ini diakui sebagai alat pembayaran yang sah dan diterima di masyarakat, menjadikannya sebagai uang asli atau real money.

Pemberlakuan uang ini dalam pengaturan regional tidak diragukan lagi, mengikat perbatasan suatu negara.

Sehingga, kamu tidak dapat menggunakan Rupiah di India, Timur Leste, atau mungkin Papua Nugini.

Dan begitupun sebaliknya, kamu tidak menggunakan Gina yang merupakan mata uang dari Papua Nugini dan Rupee dari India, di Indonesia.

Di sisi lain, menciptakan mata uang tidak boleh sembarangan alias hanya dapat dicetak oleh lembaga keuangan milik negara

Dalam konteks lembaga keuangan milik negara, tentu bisa diartikan sebagai bank resmi milik negara tersebut.

Seperti dimana Indonesia memberikan kewenangan kepada bank sentral Indonesia atau Bank Indonesia untuk mencetak uang.

Dari segi nilai, jumlah uang, dan ukuran pun memiliki aturannya sendiri. Hal ini bertujuan agar stabilitas nilai uang saat beredar itu tetap terjaga.

Jenis Uang Kartal

Jenis Uang Kartal
Secara umum, Indonesia menggunakan dua jenis mata common money yang berbeda, yaitu:

1. Uang Kartal Jenis Khusus

Berikut adalah yang termasuk kedalam uang kartal jenis khusus:

Uang Negara

Uang kartal adalah uang resmi yang diterima sebagai alat pembayaran yang sah untuk transaksi keuangan di suatu lokasi tertentu.

Berikut ini adalah beberapa aspek mata uang yang memenuhi syarat sebagai uang negara:

  1. Pemerintah yang berwenanglah yang menerbitkan common money atau kartal
  2. kartal terjadin oleh undang-undang
  3. Telah di tanda tangani serta disahkan oleh pejabat yang berwenang.
  4. Baik nama negara maupun nama bank penerbit dicantumkan. Misalnya, setiap nominal Rupiah yang kamu miliki sekarang mencantumkan nama Bank Sentral Indonesia, dalam hal ini Bank Indonesia, nama negara yang mengeluarkannya yaitu Indonesia, serta logo bank sentral dan lambang negara Indonesia.

Uang Bank

Selain uang Negara, uang kartal ini juga termasuk ke dalam uang bank, karena uang ini dikeluarkan oleh bank pemerintah.

Setiap negara, tentu akan hanya ada satu bank pemerintah yang memiliki segala kewenangan yang telah melekat di dalamnya.

Uang kartal di sebut sebagai uang bank, karena memiliki beberapa ciri-ciri yang ada, sebagai berikut:

  1. Uang kartal diterbitkan oleh bank sentral, yaitu bank Indonesia
  2. Terjamin dan tersimpan dengan emas atau valas
  3. Terdapat nama Bank Indonesia sebagai penerbitnya
  4. Terdapat tanda tangan deputi Bank Indonesia serta gubernur.

2. Jenis Umum

Berikut adalah jenis umum common money:

Uang Kertas

Uang yang terbuat dari kertas khusus dikenal sebagai uang kertas. Uang kertas memiliki denominasi dan fitur lainnya, seperti bank penerbit dan negara penerbit, yang melekat padanya.

Di Indonesia, ada tujuh perbedaan nominal uang kertas yang digunakan, antara lain:

  1. Pecahan nominal terendah adalah uang pecahan Rp. 1.000.
  2. Uang kertas Rp. 2.000
  3. Uang kertas Rp. 5.000
  4. Uang kertas Rp. 10.000
  5. Uang kertas Rp. 20.000
  6. Uang kertas Rp. 50.000
  7. Uang kertas tertinggi yang pernah dikeluarkan adalah uang kertas pecahan Rp. 100.000.

Uang Logam

Logam memiliki fungsi yang sama dengan uang kertas dalam transaksi keuangan karena terbuat dari logam atau bahan lain dan dapat digunakan sebagai uang.

Uang logam ini, bagaimanapun, bernilai lebih rendah dari kertas. Tujuan dari nominal ini adalah untuk menjaga agar uang digunakan secara efisien.

berikut adalah contoh nominal uang logam yang beredar di Indonesia:

  1. Uang logam Rp. 50
  2. Uang logam Rp. 100
  3. Uang logam Rp. 200
  4. Uang logam Rp. 500
  5. Uang logam Rp. 1000

Ciri-ciri Uang Kartal

Ciri-ciri Uang Kartal
Berikut adalah ciri dari common money yang sah dan di akui sebagai alat transaksi pembayaran:

1. Hanya bisa Diterbitkan oleh Bank Sentral

Hal ini menandakan bahwa bank atau badan keuangan lainnya tidak sembarangan mencetak uang. Mayoritas negara membiarkan bank sentral mengeluarkan uang.

Bank Indonesia adalah bank sentral bangsa Indonesi, yang merupakan satu-satunya bank yang memiliki kewenangan mencetak mata uang Rupiah.

2. Terdiri dari Dua Bentuk

Dalam hal ini, bentuk mata uang kartal mengacu pada mata uang yang dikeluarkan oleh bank sentral.

Dan seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bank sentral hanya mencetak koin atau logam dan uang kertas.

3. Dijamin Undang-undang

Uang harus dikeluarkan sesuai dengan hukum. Uang tersebut harus digunakan dalam transaksi keuangan karena merupakan uang yang sah.

4. Wajib Digunakan Sebagai Alat Pembayaran

Masyarakat umum wajib menggunakan uang sebagai alat pembayaran karena dijamin secara hukum.

Jenis pembayaran ini dapat digunakan untuk transaksi apa pun, seperti persewaan barang atau jasa, pembelian barang dan jasa, atau pelunasan utang.

Fungsi Uang Kartal

Fungsi Uang Kartal
Berikut adalah fungsi umum dari common money:

1. Sebagai Alat Tukar

Tentu saja fungsi pertama berkaitan dengan fungsi uang secara umum. Dengan kata lain, mata uang bertindak sebagai alat perdagangan untuk produk dan jasa.

2. Sebagai Alat Transaksi Pembayaran

Selain itu, kamu dapat menggunakan uang itu untuk membayar apa pun, termasuk barang atau jasa.

Semua masalah yang terkait dengan transaksi ini juga disertakan, seperti pengiriman uang antar bank domestik, pembayaran utang, dan hal lainnya.

3. Sebagai Satuan Nilai

Hal ini bermaksud pada nilai yang setara dengan jasa atau barang yang dibeli.

4. Sebagai Standar Pembayaran

Standar pembayaran yang dimasksud adalah mencakup segala pembayarn dalam transaksi, misalkan kamu membeli sebuah handphone iPhone keluaran terbaru di Jakarta.

Maka saat melakukan transaksi, standar yang digunakan adalah bertransasksi menggunakan uang tunai Rupiah atau juga bisa cashless.

5. Sebagai Penyimpan Nilai

Kamu dapat menyimpan nilai uang ini yang akan terus ada sampai kapanpun itu, jika nilai berubah kemungkinan besar diakibatkan karena devaluasi dan penurunan harga barang.

Contoh Uang Kartal

Berikut adalah beberapa contoh dari common money:

1. Uang Kartal Kertas

Berikut adalah contoh dari common money bentuk kertas yang ada di Indonesia:

Uang Kertas

2. Uang Logam

3. Uang Kartal Negara Lain

Berikut beberapa contoh uang kartal negara lain:

Uang kertas dan Logam Amerika Serikat [USD]

Uang kertas dan Logam Amerika Serikat [USD]

Uang Kertas dan Logam Won Korea Selatan

Uang Kertas dan Logam Won Korea Selatan

 

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan seputar uang kartal dan ciri-cirinya:

Uang Kartal Ada Berapa?

Common money mempunyai dua jenis, yaitu uang kertas dan uang logam.

Mengapa Uang Kartal Lebih Diterima oleh Masyarakat?

Common money mudah diterima masyakarat karena uang tersebut mempunyai tingkat likuiditas yang lebih bagus atau tinggi dibanding dengan uang giral.

Hal ini juga karena uang kertas dan logam lebih mudah untuk digunakan dalam proses transaksi atau pembayaran langsung sebuah barang atau jasa, dimanapun dan kapanpun.

Kesimpulan

Itulah sedikit penjelasan mengenai common money, lengkap dengan ciri dan fungsinya. Jadi sekarang kamu sudah tidak perlu bingung lagi jika di tanya mengenai uang kartal, ya.

Demikianlah artikel kali ini dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian, karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */