Cara Mudah Setor Tunai Bank BSI Melalui 3 Cara

Infokekinian.com – Berikut ini akan kami jelaskan cara mudah setor tunai melalui form Bank BSI, dan kami akan jelaskan juga cara tarik tunai melalui form. Yuk simak!

Keharusan menyetor uang tunai mungkin menjadi salah satu aktivitas sehari-hari sebagian besar nasabah bank syariah di Indonesia.

Limit dan Biaya Setor Tunai BSI

Jika kamu nasabah Bank BSI, kamu memiliki dua pilihan untuk melakukan setor tunai, pertama, melalui teller, dan kedua, melalui mesin ATM setor tunai.

Dibandingkan dengan pendekatan teller, menyetor uang tunai menggunakan ATM adalah opsi yang lebih disukai.

Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, nasabah bank BSI memiliki rentang usia mulai dari anak muda hingga orang tua.

Nasabah, terutama lansia, biasanya tidak mengetahui bahwa setoran tunai ini dapat dilakukan dengan menggunakan ATM.

Karena mereka percaya bahwa hanya teller bank yang boleh menerima setoran tunai. Oleh karena itu, kami akan menjelaskan pelajaran setor tunai di Bank Syariah Indonesia, baik melalui ATM setor tunai maupun teller bank.

Selain itu, perlu disebutkan bahwa setoran tunai BSI dapat dilakukan secara online melalui situs resmi BSI di webform.bsm.co.id/setor.

Di sana, kamu hanya perlu melengkapi formulir setor tunai sesuai petunjuk yang diberikan. Kami juga akan menyampaikan informasi ini nanti dalam percakapan ini.

Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa setoran tunai BSI online paling berbeda dengan setoran tunai BRI dan bank lain.

Selain berbagi informasi tentang prosesnya, kami juga akan memberikan informasi lainnya.

Untuk mempelajari cara setor tunai di Bank Syariah Indonesia, kamu perlu terus memperhatikan pembicaraan saat ini hingga selesai.

Setiap kali kamu melakukan setoran tunai, kamu harus mengetahui kelebihan dan kekurangan metode ini.

Oleh karena itu, sebelum memilih untuk menggunakan strategi yang dipilih, kamu dapat mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Informasi terlengkap tentang cara setor tunai di Bank Syariah Indonesia telah dirangkum oleh InfoKekinian.com dibawah ini, jadi simak artikel ini hingga selesai ya!

Apa Itu Bank Syariah Indonesia (BSI)?

Apa Itu Bank Syariah Indonesia

Menjadi salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tentunya membuka potensi industri keuangan syariah yang tentunya cukup menjanjikan dimasa mendatang.

Hal ini bisa terjadi jika ada sinergi yang harus ditegakkan dalam prinsip-prinsip ekonomi antara kesadaran masyarakat akan transaksi halal yang berbasis syariah dan pemegang kebijakan.

Beberapa tahun belakangan ini layanan dan produk berbasis syariah di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sehingga pemerintah Indonesia mengamati hal ini dan menganggap sebagai momen penting dalam dasar perkonomian syariah di Indonesia.

Dari sikap optimis inilah yang menjadikan pemerintah mengambil keputusan untuk menggabungkan 3 daftar bank syariah besar buatan BUMN.

Yakni PT Bank BNI Syariah Tbk, PT Bank BRI Syariah Tbk, dan PT Bank Syariah Mandiri Tbk yang kemudian menjadikan intensitas baru yang dinamakan sebagai Bank Syariah Indonesia atau BSI.

Presiden RI Joko Widodo dengan tegas mengatakan jika pemerintah begitu serius dalam perkembangan layanan yang berbasis syariah dan mampu bertahan ditengah kondisi ekonomi yang masih bergejolak.

Dan penggabungan 3 bank syariah ini juga diresmikan secara langsung pada 01 Februari 2021.

Dengan adanya BSI, pemerintah berkomitmen untuk bisa mendorong perekonomian dan berharap dapat menjadi energi baru dalam ekonomi nasional.

BSI pun menjadi cerminan wajah syariah di Indonesia yang universal, modern, dan dapat memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dengan terjadinya merger membuat BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan total asset keseluruhan sebesar Rp 239,56 triliun yang memiliki lebih dari 1.000 kantor cabagan dengan jumlah karyawan sebanyak 20.000 orang.

Tiga Bank yang Merger Menjadi Bank Syariah Indonesia

Tiga Bank yang Merger Menjadi Bank Syariah Indonesia
Proses merger tiga bank syariah besar di Indonesia merupakan tonggak sejarah yang akan membuka banyak peluang baru untuk mendukung perekonomian nasional masyarakat.

Setiap bank syariah tentu mempunyai latar belakang dan sejarah masing-masing yang semakin memperkuat posisi BSI di masa mendatang.

Berikut adalah sedikit informasi mengenai 3 Bank BUMN yang bergabung menjadi BSI:

1. PT BRI Syariah Tbk (BRIS)

PT BRI Syariah Tbk yang biasa disebut BRIS, awalnya dibentuk melalui akuisisi Bank Jasa Arta oleh BRI pada tanggal 19 Desember 2007.

Setelah itu, BRI Syariah mulai beroperasi pada tanggal 17 November 2008 dengan landasan prinsip Syariah Islam.

BRI Syariah fokus terhadap berbagai segmen masyarakat dan terus berkembang luas untuk menawarkan berbagai macam produk Syariah kepada nasabahnya.

Lalu pada tahun 2018, BRI Syariah mulai melakukan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia dan menjadi BUMN pertama di bidang Syariah yang melakukan penawaran umum saham.

2. PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS)

Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) didirikan pada tanggal 29 April 2000, dengan dibukanya 5 kantor cabang utama di Yogyakarta, Pekalongan, Malang, Banjarmasin, dan Jepara.

Pendirian BNI terjadi setelah melihat kondisi bank syariah pada saat krisis moneter tahun 1998 yang mampu berdiri tetap tanpa perubahan yang berarti.

Dalam proses operasional perbankan, BNI Syariah selalu memperhatikan aspek Syariah yang diawasi langsung oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah) yang telah melalui pengujian untuk memenuhi ketentuan Syariah.

3. PT Bank Mandiri Syariah (BMS)

Bank Mandiri Syariah (BMS) pada awalnya merupakan bank yang didirikan dari penggabungan empat bank, yaitu Bank Dagang Negara, Bank Exim, Bank Bumi Daya,dan Bapindo yang mulai terkena dampak krisis moneter tahun 1998.

Setelah itu, dibentuklah tim konsolidasi untuk melakukan pengembangan perbankan syariah, dan pada 1 November 1999, Bank Syariah Mandiri dibentuk.

Hingga saat ini, Bank Mandiri Syariah mampu memadukan idealisme bisnis dengan nilai-nilai spiritual sebagai landasan operasionalnya.

Hal inilah yang membuat Bank Syariah Mandiri terus berkembang hingga saat ini dan menjadi bagian dari BSI.

Ciri-Ciri Bank Syariah

Ciri-Ciri Bank Syariah
Setelah mengenal sedikit informasi mengenai bank syariah, berikut ini adalah beberapa ciri mengenai bank syariah, antara lain:

1. Ada Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Salah satu ciri bank syariah adalah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai pengawas, selain Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

DPS merupakan perwakilan langsung dari Dewan Syariah Nasional Indonesia (DSN-MUI) di setiap lembaga yang menyediakan produk dan layanan syariah.

Kehadiran SSB di bank syariah tentunya untuk memastikan kepatuhan Syariah terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Dari tahap perencanaan hingga proses peluncuran produk atau jasa dan siap untuk ditawarkan kepada nasabah.

2. Tidak ada Fixed Return

Ciri selanjutnya yaitu tidak adanya sistem fixed return, karena jika menetapkan fixed return akan memberikan ruang terjadinya gharar atau ketidak pastian.

Sedangkan gharar merupakan hal yang tak boleh dalam syariat Islam.

Maka dari itu, kamu perlu pastikan nominal pembiayaannya sebelum mengetahui proyek tersebut mengalam untung atau rugi yang tidak boleh ada pada bank syariah.

3. Menggunakan Sistem Nisbah atau Bagi Hasil

Satu hal yang berbeda dari bank konvensional lain, bank syariah ini menggunakan sistem bagi hasil atau nisbah sebagai bentuk atas pemberian keuntungan pada nasabahnya.

Tapi, kenapa sistem nisbah ini diperbolehkan sedangkan suku bunga disebut haram?

Sistem nisbah diperbolehkan karena adanya perbedaan akad diantara keduanya. Akad yang digunakan pada bank konvensional biasanya akan menimbulkan riba.

Sementara pada bank syariah, akad yang digunakan adalah mudharabh dan menjadikan nasabah sebagai pemilik dana tersebut, sedangkan pihak bank berperan sebagai pengelola dana.

4. Tidak Ada Persentase Tetap

Ciri selanjutnya bisa kamu temukan dalam produk pembiayaan yaitu tidak adanya persentase tetap/ Lho, kenapa tidak diperbolehkan?

Hal ini dikarenakan persentase tetap tersebut biasanya bersifat melekat pada sisa hutang meski batas waktu perjanjian telah selesai.

Fungsi Bank Syariah

Fungsi Bank Syariah
Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa fungsi bank syariah merupakan pengumpulan dan penyaluran dana ke masyarakat. Tetapi, masih terdapat beberapa fungsi lainnya antara lain:

1. Manajer Investasi

Salah satu fungsi bank syariah adalah sebagai manajer investasi. Dengan akad mudharabah yang telah dibahas sebelumnya, bank syariah juga langsung berfungsi sebagai manajer investasi.

Hal ini karena bank syariah sebagai pengelola dana nasabah yang menentukan tingkat profit and loss sharing yang nantinya akan diterima oleh nasabah selaku pemilik dana.

Keahlian, kehati-hatian, dan profesionalisme dari bank syariah sebagai manajer investasi memainkan peran penting dalam hal ini.

2. Investor

Fungsi kedua bank syariah adalah sebagai investor. Sebagai manajer investasi, bank syariah tentunya juga akan melakukan kegiatan investasi.

Tentunya instrumen investasi yang dipilih oleh bank syariah ini hanya yang diperbolehkan oleh syariah Islam.

Beberapa contoh instrumen yang diperbolehkan dalam syariat islam antara lain yang menggunakan akad musyarakah, sewa-menyewa, dan akad mudharabah didalam transaksinya.

3. Jasa Keuangan

Sebagai penyedia layanan transaksi keuangan, pada fungsi ini bank syariah akan mengacu pada fungsi dasarnya.

Dan dalam menjalan fungsi ini bank syariah akan berinovasi dalam menciptakan layanan dan produk baru yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah.

4. Fungsi Sosial

Fungsi terakhir yaitu mengacu pada fungsi sosial yang tentunya bank syariah akan mempunyai dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain itu bank syariah akan mempunyai layanan seperti infak, wakaf, zakat, serta pembiayaan dengan menggunakan akad qardul hasan.

Limit dan Biaya Setor Tunai BSI

Di awal pembicaraan ini, kami akan menjelaskan informasi limit dan biaya setor tunai Bank Syariah Indonesia untuk semua metode setor.

Serupa dengan batas harian transfer BSI, transaksi setor tunai memiliki batas maksimum harian.

Jumlah uang tunai yang dapat disetor melalui ATM, sebagaimana ditentukan oleh Bank BSI, paling sedikit adalah Rp 50.000.

Mengenai setoran tunai di loket teller, kamu dapat melakukan setoran dalam denominasi apa pun.

Mengenai biaya administrasi, kamu hanya akan dikenakan biaya administrasi berdasarkan jenis kartu yang digunakan, yaitu Rp2.000 untuk biaya administrasi Gold VISA, Rp3.000 untuk biaya administrasi VISA Platinum, dan Rp1.000 untuk biaya administrasi VISA Silver.

Cara Mudah Setor Tunai Bank Syariah Indonesia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bank Syariah Indonesia menerima simpanan dengan berbagai cara.

Pertama via teller bank, lalu ATM, dan terakhir online. Langkah-langkahnya tercantum di bawah ini:

1. Setor Tunai BSI Via Teller

Cara pertama menyetor uang tunai atau menabung adalah melalui teller BSI, cara ini bisa digunakan jika mesin ATM di wilayah kamu sedang dalam masa pemeliharaan.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Langkah awal adalah dengan mengunjungi kantor cabang BSI di wilayah kamu
  2. Sesampainya di lokasi, kamu bisa meminta bantuan mengisi formulir setor tunai kepada satpam
  3. Kemudian, serahkan formulir tersebut ke teller bank dan tunggu hingga nama kamu dipanggil
  4. Saat nama kamu dipanggil, berikan teller jumlah setoran tunai yang kamu cantumkan pada formulir setoran tunai
  5. Teller kemudian akan menyelesaikan transaksi setor tunai. Tanda terima setoran tunai dapat berfungsi sebagai bukti.

2. Setor Tunai BSI Via ATM BSI

Setor Tunai BSI Via ATM BSI

Pilihan kedua adalah menyetor uang tunai melalui mesin ATM BSI yang biasanya hanya ada beberapa ATM BSI dengan menu setor tunai di setiap area.

Kamu dapat mencari lokasi terlebih dahulu san jika kamu telah menemukannya, berikut adalah tindakan yang harus dilakukan:

  1. Lanjutkan ke ATM BSI terdekat yang sudah mengaktifkan fitur setor tunai
  2. Masukkan kartu ATM BSI kamu dan pilih setoran tunai ke rekening pribadi kamu di halaman utama
  3. Nanti akan muncul pesan yang menyatakan, “Mohon dipastikan kembali kondisi uang yang disetorkan: maksimal 50 lembar, tidak ada staples/penyekat, tidak sobek/lipatan, dan tidak lusuh/basah.”
  4. Jika demikian, kamu dapat menekan lanjutkan
  5. Masukkan jumlah setoran tunai kamu
  6. Kemudian akan muncul informasi mengenai setoran tunai, jika jumlah nominal uang yang disetor sudah pas, kamu bisa menekan setor
  7. Periksa kembali nomor rekening tujuan dan jumlah setoran di kotak konfirmasi. Jika sudah benar, tekan tombol setor
  8. Selesai, setoran tunai berhasil.

3. Setor Tunai BSI Via Online

Dan cara terakhir adalah online, cara ini hampir sama dengan yang pertama, kecuali kamu bisa mengisi formulir setor tunai online untuk mendapatkan nomor referensi.

Jika kamu memiliki nomor referensi ini, kamu tidak perlu mengantre di kantor BSI di masa mendatang.

Cukup tunjukkan nomor referensi ke teller dan setor tunai akan diselesaikan, tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Website resmi BSI dapat diakses di webform.bsm.co.id
  2. Di beranda, kamu dapat memilih setoran tunai dengan mengklik transaksi
  3. Formulir setoran moneter akan ditampilkan untuk kamu isi
  4. Isi formulir dengan hati-hati dan teliti, mulai dari nominal, nama rekening, dll
  5. Jika demikian, kamu dapat menekan tanda setor secara mudah dan nantinya kamu akan menerima nomor referensi, amu dapat memotret atau menuliskan nomor referensi untuk diberikan kepada teller sebagai bukti setoran
  6. Langkah selanjutnya adalah langsung ke bank dan memberikan nomor referensi kepada teller.

Kelebihan dan Kekurangan Setor Tunai di ATM Bank Syariah Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Setor Tunai di ATM Bank Syariah Indonesia

Perlu diketahui juga bahwa setiap opsi setoran tunai BSI yang dijelaskan di atas memiliki kelebihan dan keterbatasan.

Namun, kami hanya akan membahas kelebihan dan kekurangan setor tunai di ATM BSI, kelebihan dan kerugiannya adalah sebagai berikut:

Kelebihan

  1. Sangat berguna dan efektif
  2. Hemat waktu karena tidak perlu mengantri
  3. Bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun selam 24 jam pad mesin ATM CDM BSI.

Kekurangan

  1. Ada jumlah setoran maksimum
  2. Kegiatan malam hari rentan terhadap perampokan
  3. Mesin CDM BSI tidak menerima uang kertas yang rusak atau terlipat.

Tips Aman Setor Tunai

Tips Aman Setor Tunai

Ada juga beberapa tindakan pencegahan yang dapat kamu lakukan untuk memastikan keamanan transaksi setoran tunai Bank Syariah Indonesia kamu.

Berikut adalah beberapa tips aman untuk setor tunai:

  1. Verifikasi sekali lagi bahwa tidak ada kamera atau peralatan mencurigakan lainnya yang terhubung ke ATM
  2. Pilih lokasi ATM yang dekat dengan keramaian dan aman
  3. Coba ganti PIN ATM kamu sesering mungkin
  4. Segera ganti kartu ATM dengan kartu chip.

Tanya Jawab Seputar Setor Tunai BSI

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang seputar setor tunai di ATM:

1. Apakah Setor Tunai Dikenakan Biaya?

Menurut informasi yang kami rangkum mengatakan bahwa, setor tunai tidak dikenala biaya sepeser pun.

2. Apa yang Terjadi Kalo ATM Tidak Pernah Diisi?

Jika kamu tidak pernah mengisi saldo pada rekening dan tidak melakukan aktivtas transaksi di rekening bak tersebut, namun memiliki saldo yang cukup, maka rekening ATM kamu tidak akan diblokir oleh pihak Bank.

3. Apakah Saya Dapat Menyetor Uang di Semua ATM?

Ya, kebanyakan ATM memungkinkan kamu untuk menyetor uang. Namun, ada beberapa ATM yang hanya digunakan untuk menarik uang.

Jika kamu tidak begitu yakin, kamu bisa cek dengan bank atau cek tanda yang ada sekitar mesin ATM, seperti tulisan “Setor Tunai”.

4. Berapa Lama Waktu Yang Diperlukan Untuk Menyetor Uang di ATM?

Proses setor tunai di ATM biasanya akan selesai dalam beberapa menit saja.

Namun, jika kamu menyetor dengan banyak uang atau menggunakan mesin ATM yang sedang sibuk, mungkin akan perlu waktu lebih lama.

5. Apakah Ada Batas Jumlah Uang Yang dapat Saya Setor di ATM?

Ya, terdapat jumlah batasan yang dapat kamu setor di ATM. Batas ini cukup bervariasi tergantung pada bank dan mesin ATM yang kamu gunakan.

Kamu bisa cek dengan bank atau cek tanda-tanda di sekitar mesin ATM untuk mengetahui batas setoran kamu.

6. Apakah Saya Dapat Menyetor Uang ke Rekening Bank Lain di ATM?

Ya, Kebanyakan ATM memungkinkan kamu untuk menyetor uang ke rekening bank lain.

Namun, kamu mungkin perlu memasukan kartu ATM bank yang bersangkutan untuk menyetor uang ke rekening tersebut.

7. Apakah Saya Harus Membayar Biaya Untuk Menyetor Uang di ATM?

Jawabannya adalah tergantung pada bank yang kamu gunakan. Kamu mungkin atau mungkin tidak harus membayar biaya untuk menyetor uang di ATM.

Maka dari itu, cek dengan bank kamu untuk mengetahui apakah ada biaya yang terkait dengan setoran di ATM.

8. Apakah Setor Tunak ATM Merupakan Cara yang Aman Untuk Menyimpan Uang?

Setor tunai ATM merupakan suatu cara yang aman untuk menyimpan uang.

Hal ini dikarenakan uang yang disimpan di dalam rekening bank akan terlindungi oleh kebijakan Perlindungan Simpanan Nasabah Bank yang diterapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, ATM juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang ternilang canggih, seperti autentifikasi kartu dan juga kode PIN, sehingga hanya pemilik rekening tersebutlah yang bisa mengakses uang yang disimpan didalamnya.

9. Bagaimana Cara Menyetor Uang Tunai ke Dalam Rekening Melalu ATM?

Untuk menyetor uang tunai melalui ATM, maka kamu perlu kunjungi mesin ATM terdekat lalu masukan kartu serta PIN ATM kamu.

Kemudian kamu bisa pilih menu “setor tunai” atau “deposit”, lalu ikuti instruksi yang telah diberikan.

Dan jangan lupa untuk masukan uang tunai yang akan kamu setor ke dalam mesin ATM, setelah itu ambil struk setor tunai yang dikeluarkan oleh mesin ATM sebagai bukti transaksi.

10. Apakah Saya Bisa Menyetor Uang Kertas Yang Rusak di ATM?

Beberapa ATM menerima uang kertas yang rusak sebagai setoran. Namun, terdapat beberapa ketentuan jenis kerusakan yang tidak bisa diterima oleh mesin ATM, seperti uang yang terlalu rusak atau terbakar.

Jika uang yang kamu setorkan tidak diterima oleh ATM, maka kamu perlu mengambilnya kembali dan dapat mengirimkannya ke bank guna melakukan pengecakan lebih lanjut.

Kesimpulan

Kesimpulan yang ditarik dari pembahasan di atas menunjukkan bahwa setoran tunai Bank Syariah Indonesia dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai sarana, antara lain ATM, Teller, dan online.

Ketiganya dapat dilakukan tanpa biaya administrasi, dan saat menyetor uang tunai di ATM, kamu juga harus memperhatikan keadaan mata uang dan memilih lokasi yang dekat dengan keramaian agar tidak menjadi korban kejahatan.

Demikianlah informasi mengenai cara setor tunai di ATM BSI yang perlu kamu ketahui caranya. Bagaimana, cukup mudah bukan? Jadi sekarang kamu sudah gak perlu bingung lagi deh.

/* */