Jenis-Jenis Siklus Air, Ini Pengertian dan Prosesnya

InfoKekinian.com – Sebelum mengetahui proses terjadinya siklus hidrologi, kamu perlu memahami terlebih dahulu pengertian serta jenis-jenis siklus air yang ada.

Siklus air atau siklus hidrologi adalah mekanisme bertenaga surya yang menggerakkan air antara laut, atmosfer, dan bumi.

Selain itu, air mengandung kompleks dua atom hidrogen, yang mengubah satu atom oksigen menjadi H2O.

Air juga dapat berwujud padat, gas, dan cair. Air berbentuk padat pada 0 ° C dan mendidih pada 100 ° C.

Apa Itu Siklus Air
Selain itu, air sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Air sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia, sehingga jika tanpanya manusia tidak dapat bertahan hidup.

Air harus jernih, tidak berbau, dan tidak berasa agar dapat digunakan di rumah, industri, dan kantor, dan lokasi lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, masyarakat dapat mengambil air dari mata air seperti sungai dan danau, atau mereka dapat mengalirkannya dari tanah dengan menggali sumur.

Apa Itu Siklus Air?

70% dari permukaan bumi, terutama perairan teritorial, permukaan bumi yang tertutup air dikenal sebagai hidrosfer.

Permukaan hidrosfer dapat terdiri dari laut, danau, sungai, salju, air tanah, gletser, atau bahkan uap air di atmosfer.

Bahkan ketika bentuk bumi berubah, jumlah air di permukaannya tetap konstan. Dari cair ke uap air dan kembali ke cair lagi.

Selain itu, air melewati siklus air yang beroperasi dengan sempurna. Dalam siklus air, air atmosfer jatuh ke permukaan bumi dan kemudian kembali ke atmosfer.

Matahari menguap dari lautan yang hangat ke atmosfer. Selain itu, uap air akan mengembun di atmosfer, dan menghasilkan tetesan air yang kemduain jatuh ke tanah dalam bentuk hujan.

Semua curah hujan yang jatuh di bumi akan mengalir ke sungai sebelum kembali ke laut. Sisanya akan disaring ke dalam tanah.

Dalam hal ini, air tanah menjadi sumber air bagi sungai hingga mencapai laut.Hal inilah yang dikenal sebagai siklus air atau pergerakan air.

Fungsi Siklus Air

Fungsi dari siklus air adalah untuk mendistribusikan air ke berbagai lokasi di permukaan bumi.

Siklus ini terutama bertanggung jawab untuk menjaga pasokan air bersih yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia.

Jenis Siklus Air

Jenis Siklus Air
Berdasarkan jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan molekul air, siklus air dibagi menjadi beberapa kategori. Berikut adalah jenis-jenis siklus air:

Siklus Air Pendek

Siklus air pendek ini terdiri dari air laut yang menguap ke atmosfer. Pada ketinggian tertentu, uap air akan mengalami pengembunan atau kondensasi, sehingga mengakibatkan terbentuknya awan.

Awan yang tidak mampu menampung beban air tentunya akan mengalami proses presipitasi yang mengakibatkan keluarnya air dalam bentuk hujan. Dalam prosedur ini, air akan kembali ke laut.

Siklus Air Sedang

Siklus air yang terjadi dengan tergolong sedang, berbeda dengan siklus yang pendek. Pada siklus ini akan menghasilkan presipitasi yang pada akhirnya akan jatuh di daratan.

Molekul cair dari hujan hujan kemudian akan kembali ke sumber air. Pada tahap pertama dari siklus hidrologi sedang tentunya akan ada banyak molekul cair dalam tubuh yang menguap atau evaporasi.

Hal ini kemudian akan berubah menjadi molekul gas atau uap, yang akan dibawa atau terangkat ke atmosfer atas. Penyebabnya adalah karena pengaruh sinar matahari.

Selain itu, dampak dari proses adveksi akan menyebabkan uap bergerak menuju daratan. Ketika proses ini memasuki atmosfer daratan, maka hal ini akan berubah menjadi awan.

Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah menjadi presipitasi atau hujan yang jatuh ke bumi. Selanjutnya, molekul cair presipitasi yang telah jatuh atau mencapai benua akan mengalami runoff atau limpasan.

Dan curah hujan kemudian akan melakukan perjalanan melalui beberapa jalur sebelum kembali ke laut.

Siklus Air Panjang

Hidrologi panjang merupakan jenis siklus air yang dapat diketahui. Siklus ini biasanya terjadi di daerah pegunungan.

Siklus air panjang ini dapat terjadi tidak hanya di wilayah pegunungan saja, tetapi juga di wilayah dengan iklim subtropis.

Berbeda dengan hidrologi lainnya, hidrologi panjang dibedakan oleh awan yang tidak langsung berubah menjadi hujan. Fase awal dari siklus ini terdiri dari air laut yang menguap.

Penguapan kemudian akan berubah kembali menjadi molekul uap atau gas. Panas matahari bertanggung jawab atas terjadinya perubahan yang diamati.

Uap tersebut kemudian akan mengalami fase sublimasi. Selanjutnya adalah pembentukan awan yang mengandung kristal es, yang diikuti oleh adveksi atau pergerakan awan ke lokasi lain.

Pada tahap ini, kristal hadir di dalam awan. Badai kemudian akan kembali menuju daratan dan mengalami berbagai jenis presipitasi.

Setelah itu, presipitasi akan jatuh sebagai salju, bukan sebagai molekul cair yang mengembun menjadi gletser.

Tahapan Proses Siklus Air

Tahapan Proses Siklus Air
Berikut adalah beberapa tahapan atau proses dari siklus hidrologi:

1. Penguapan atau Evaporasi

Penguapan mengacu pada transformasi cairan menjadi uap air. Misalnya, penguapan air dari sungai, lautan, dan danau.

Di antara banyak faktor yang dapat mempengaruhi penguapan salah satunya adalah unsur meteorologi.

Dimana pada unsur ini biasanya akan meliputi suhu air, kelembaban relatif, suhu udara, kecepatan angin, radiasi sinar matahari, dan tekanan udara.

Besarnya faktor air misalnya penguapan yang terjadi pada permukaan tanah yang jenuh akan air, yang berbeda dengan permukaan tanah tidak jenuh air.

2. Transpirasi

Transpirasi selanjutnya adalah penguapan air melalui stomata atau pori-pori daun. Faktor yang mempengaruhi proses ini adalah faktor meteorologi berupa sinar matahari.

Hal ini dikarenakan keringat terbentuk pada siang hari sedangkan stomata tumbuhan menutup pada malam hari.

Ukuran stomata tanaman dan kandungan air yang dibutuhkan tergantung pada jenis tanaman. Jenis tanah, yang merupakan status kelembaban tanah, membatasi pasokan air tanaman.

3. Evapotranspirasi

Gabungan dari evaporasi dan transpirasi disebut sebagai evapotranspirasi. Evapotranspirasi ini bepotensial menunjukkan bahwa evapotranspirasi terjadi ketika cukup air tersedia untuk presipitasi atau irigasi.

Potensi evapotranspirasi juga penting untuk evaluasi kebutuhan irigasi. Evapotranspirasi efektif adalah evapotranspirasi aktual yang terutama dapat terjadi dari sumber air improvisasi.

Evapotranspirasi aktual mungkin akan rendah jika pasokan air yang tersedia untuk implan berkurang.

4. Kondensasi

Tahapan Kondensasi
Tahap sederhana berikutnya dalam siklus air adalah kondensasi, yaitu transformasi atau perubahan antara molekul cair dari gas menjadi cair, atau proses kondensasi.

Proses ini merupakan kebalikan dari proses evaporasi, dimana pada siklus ini kondesasi pada atmosfer terjadi karena adanya perubahan suhu dan tekanan.

Molekul cair yang terkumpul akan mengembun untuk menghasilkan awan gelap. Seperti yang bisa dilihat banyak orang, ketika awan gelap mencapai titik jenuh, maka artinya mereka akan bersiap untuk melepaskan hujan.

5. Presipitasi

Karena pendinginan dan injeksi uap, molekul cairan pembentuk awan dapat mencapai kejenuhan dan pengendapan dapat terjadi.

Semakin banyak uap molekuler cair yang berkembang di atmosfer, maka akan semakin berat dan semakin banyak tetesan awan menjadi.

Jika awan tidak lagi mampu menampung sejumlah besar molekul cair yang telah tercipta, maka akan terjadi hujan.

Jika suhu turun di bawah titik beku, atau 0 derajat Celcius, maka molekul cair akan mengendap sebagai salju.

Karena suhu musim dingin yang rendah, uap air di atmosfer akan mengembun langsung menjadi es padat tanpa melewati fase cair.

Kristal es yang dihasilkan akan menyerap dan membekukan uap ekstra udara di sekitarnya untuk menjadi kristal salju. Kemudian, kristal salju inilah yang akan jatuh ke bumi.

Selain evaporasi, kondensasi, dan presipitasi, ada banyak istilah tambahan yang harus kamu ketahui lebih lanjut untuk memahami prosesnya sepenuhnya. Berikut adalah tahapan lainnya:

  1. Intersepsi, molekul cair berupa hujan akan menguap setelah dicegat di atas tanaman.
  2. Run off, molekul cair yang bergerak di daratan dari ketinggian yang lebih tinggi ke ketinggian yang lebih rendah.
  3. Adveksi, meruoakan awan yang akan melakukan perjalanan ke lokasi baru dengan bantuan angin.
  4. Infiltrasi, merupakan molekul-molekul cair yang akan menembus dan meresap pori-pori tanah.

Semua proses atau tahapan ini akan terus berulang, memastikan bahwa molekul cair bumi tidak akan pernah habis.

Aktivitas Yang Memberi Efek Buruk Pada Siklus Air

Aktivitas Yang Memberi Efek Buruk Pada Siklus Air
Berikut adalah beberapa aktivitas manusia yang bisa mengakibatkan efek buruk pada siklus hidrologi:

1. Pembukaan Lahan untuk Pemukiman

Ketika lahan dibuka untuk pemukiman baru, makan daerah resapan air pun akan berkurang.

Hal ini akan berpengaruh pada jumlah air yang dihasilkan pada akhir suatu siklus hidrologi dengan mengurangi jumlah uap air yang dihasilkan selama proses penguapan.

2. Penebangan Pohon

Penebangan liar juga dapat menurunkan kemampuan tanah untuk menyerap curah hujan.

Akibatnya, air akan mengalir langsung ke lokasi yang lebih rendah, dan tentunya akan mengganggu berbagai tahap siklus.

3. Zat Kimia

Pupuk kimia yang diberikan pada tanaman akan meresap ke dalam tanah dan mengubah komposisinya.

Dalam proses penguapan air, bahan kimia akan dilepaskan ke atmosfer dan berpengaruh pada air yang dihasilkan pada siklus berikutnya.

4. Memanipulasi Alam

Mengubah salinitas laut dengan cara buatan atau mengubah sifat biofisik tanah juga akan berdampak negatif pada siklus air.

Dimana dampaknya terhadap kualitas air sangat terasa dan lamanya proses siklus. Pada akhirnya, kebutuhan air tidak lagi dapat dipenuhi secara maksimal.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang umum dipertanyakan dalam seputar jenis-jenis siklus air:

Apa Nama Lain dari Siklus Air?

Nama lain dari siklus air adalah daur air ataupun siklus hidrologi, yang merupakan istilah dari sirkulasi air yang menggambarkan sebuah pergerakan molekul air (H2O).

Apa Perbedaan Siklus Pendek dan Siklus Panjang?

Singkatnya, dalam siklus pendek, presipitasi ini terjadi diatas laut. Sedangkan pada siklus sedang ataupun panjang, presipitasi terjadi di atas daratan berkat adanya adveksi.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis siklus air, lengkap dengan proses tahapan dari siklus hidrologi ini.

Sobat Kekinian, sudah menjadi rahasia umum bahwa air dibutuhkan di mana-mana, dan akan sulit bagi air untuk mencapai wilayah yang berbeda tanpa siklus ini.

Sehingga, salah satu tanggung jawab kita di masa depan adalah memastikan kelanjutan siklus ini untuk anak-anak dan cucu-cucu kita. nanti.

/* */