Pengertian Akomodasi Dalam Sosiologi: Tujuan dan Bentuknya

InfoKekinian.com – Akomodasi merupakan kata yang tidak begitu asing untuk didengar, terutama saat masih dibangku sekolah. Lantas, apa pengertian akomodasi dalam sosiologi? dan bagaimana tujuan serta bentuknya?

Kata “akomodasi” adalah salah satu yang sering digunakan dan terkenal di dunia kerja.

Sesuai dengan situasi dan kondisi di tempat kerja, akomodasi biasanya digunakan untuk menyelesaikan perselisihan yang muncul antara karyawan di suatu perusahaan. Ini mungkin permanen atau sementara.

Apa Itu Akomodasi
Seperti yang telah disebutkan, kata “akomodasi” agak asing bagi kita. Kamu yang belum memasuki dunia kerja mungkin ingin tahu apa arti istilah khusus ini dan bagaimana pemahamannya.

Berikut adalah pengertian akomodasi dan jenis akomodasi yang perlu kamu ketahui, bagi kamu yang belum tahu!

Apa Itu Akomodasi?

Pengertian akomodasi dalam sosiologi, merupakan hanya sebuah istilah dari kata “akomodasi”. Namun, ada banyak interpretasi yang berbeda dari frasa tunggal ini.

Dalam pengertian sosiologi, akomodasi terutama mengacu pada situasi di mana interaksi sosial antara dua individu, atau dua kelompok, seimbang.

Akomodasi itu sendiri terkait erat dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam suatu komunitas.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau yang biasa kita sebut dengan KBBI, mendefinisikan akomodasi sebagai proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara satu orang dengan orang lain.

Atau bisa juga penyesuaian sosial antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Jika akomodasi digambarkan oleh sosiologi sebagai suatu kondisi yang memiliki keseimbangan antara manusia atau kelompok masyarakat lokal lainnya.

Lain lagi dalam antropologi dan sosiologi. Dalam antropologi, akomodasi mengacu pada perubahan yang dilakukan orang atau kelompok tertentu untuk mencegah atau mengurangi ketegangan yang berkembang sebagai akibat dari suatu perselisihan.

Bentuk-Bentuk Akomodasi

Bentuk-Bentuk Akomodasi
Selain memiliki banyak definisi yang beragam, akomodasi juga hadir dalam berbagai bentuk.

Toleransi, kebuntuan, ajudikasi, paksaan, kompromi, arbitrase, mediasi, dan konsiliasi adalah contoh bentuk akomodasi.

Apa yang membedakan jenis akomodasi ini? Berikut adalahpenjelasannya:

1. Toleransi

Toleransi adalah istilah yang tidak asing lagi bagi kita orang Indonesia.

Akan tetapi, kita harus memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap orang lain yang berbeda latar belakang dengan kita karena kita hidup di negara dengan penduduk beragam suku, ras, agama, dan tradisi.

Meski tidak semua, masyarakat Indonesia seringkali menunjukkan toleransi yang tinggi terhadap keragaman. Kami memilih untuk menghormati perbedaan daripada merasa aneh tentang mereka.

Tindakan toleransi adalah jenis akomodasi yang secara umum mengacu pada pola pikir yang menghargai dan menghormati keragaman orang lain.

Dengan catatan, perbedaan tersebut tidak berdampak negatif dan merugikan orang-orang di sekitarnya.

2. Stalemate

Kata yang satu ini sedikit lebih asing dari toleransi. Mirip dengan toleransi, stalemate adalah jenis akomodasi di mana pihak-pihak yang berselisih memilih untuk berhenti saling bertentangan.

Stalemate yang sebenarnya disebabkan oleh kurangnya pilihan lain bagi salah satu pihak untuk maju atau mundur. Konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan adalah salah satu contohnya.

Perang Korea dimulai pada tahun 1950 dan belum secara resmi dinyatakan berakhir sampai sekarang. Kedua negara masih dalam keadaan gencatan senjata.

Namun, karena keseimbangan kekuatan relatif kedua negara sama, perang harus diakhiri. Akibatnya, kedua negara terus mewajibkan warganya untuk bertugas di militer jika perang lain pecah di masa depan.

Bahkan saat Korea Utara dan Korea Selatan masih berkomunikasi, sayangnya percakapan ini tidak pernah menghasilkan perdamaian.

3. Ajudikasi

Ajudikasi adalah proses penyelesaian masalah yang dilakukan dengan bantuan orang atau pihak ketiga yang tidak memihak dan tidak memihak salah satu pihak, berbeda dengan akomodasi stalemate, ketika konflik tidak kunjung berhenti.

Biasanya, ajudikasi berlangsung selama persidangan. Sebelum mengabulkan gugatan cerai, misalnya, pengadilan akan berusaha mempertemukan para pihak agar dapat mempertahankan rumah tangganya. Pendekatan ini terkadang berhasil, tetapi juga sering gagal.

4. Koersi

Jenis akomodasi lainnya adalah koersi, yang artinya memaksa. Pemaksaan, seperti bentuk akomodasi lainnya, digunakan untuk meredakan konflik.

Selain karena kedua belah pihak ingin mencapai kesepakatan, muncul juga paksaan dan memaksa mereka untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui negosiasi.

Contoh utama adalah akhir 1945 dari Perang Dunia II. Untuk membuat Jepang menyerah dan mengakui kekalahan, pasukan Sekutu di bawah arahan Amerika Serikat melepaskan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Setelah banyak tekanan, Jepang akhirnya membuat keputusan untuk menyerah dan menandatangani kesepakatan damai.

5. Kompromi

Kompromi
Kompromi adalah kebalikan dari koersi, yang di lakukan secara paksa. Kompromi adalah jenis akomodasi ketika pihak-pihak yang berkonflik mencoba mengurangi tuntutan mereka untuk mencapai perdamaian.

Meskipun kelihatannya sangat sederhana, kompromi kadang-kadang bisa menjadi sulit ketika kedua belah pihak keras kepala dan tidak mau menebus kesalahan.

6. Arbitrasi

Seperti yang telah disebutkan, terkadang kompromi menjadi terlalu ekstrem karena tidak ada pihak yang ingin mengurangi tuntutan mereka di pihak lain.

Kedua belah pihak membutuhkan pihak ketiga yang berfungsi sebagai perantara ketika kompromi gagal. Arbitrase adalah nama untuk individu atau pihak ketiga ini.

Kedua pihak yang berkonflik biasanya telah memilih dan memercayai orang ketiga ini. Pihak ketiga yang bertindak sebagai mediator harus tidak memihak.

7. Mediasi

Jenis akomodasi lainnya adalah mediasi. Dalam banyak kasus, mediasi tidak akan terjadi kecuali arbitrase berjalan lancar.

Penyelesaian konflik melalui negosiasi merupakan metode mediasi, dimana para pihak-pihak yang berkonflik akan berkumpul untuk berunding di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa negosiasi dapat berjalan dengan baik juga menghadiri mediasi, selain pihak-pihak yang terlibat dalam masalah tersebut.

Selain itu, kedua belah pihak menerima saran dari sumber lain. Mediasi dianggap efektif jika kedua belah pihak menyepakati solusi untuk menyelesaikan konflik.

8. Konsiliasi

Sebenarnya, konsiliasi adalah istana lain untuk perdamaian. Kedua pihak yang terlibat dalam masalah ini telah memutuskan untuk berdamai tanpa menggunakan kekuatan pada saat ini.

Konsiliasi biasanya jauh lebih sedikit stres daripada paksaan dan mediasi, yang kadang-kadang bisa sulit dan berlarut-larut karena kedua belah pihak telah sepakat untuk berhenti berperang dan memulai proses perdamaian.

Konsiliasi melibatkan dua pihak yang bersengketa serta pihak ketiga, seperti halnya mediasi.

Bedanya, alih-alih berunding selama konferensi ini, kedua belah pihak memilih untuk menandatangani perjanjian damai yang telah dinegosiasikan pada fase-fase sebelumnya.

Tujuan dari Akomodasi

Seperti banyak hal lainnya, akomodasi pada dasarnya melayani tujuan di luar penampilan luarnya. Lebih dari sekedar mencoba untuk mengakhiri perselisihan, akomodasi melayani tujuan yang lebih besar.

Berikut adalah beberapa tujuan dari akomodasi:

1. Mencegah Meledaknya Pertentangan

Menyelesaikan perselisihan antara dua kelompok atau individu adalah salah satu tujuan utama akomodasi. Sebaliknya, akomodasi juga berusaha untuk menghentikan perselisihan agar tidak meningkat.

Memang benar bahwa proses akomodasi tidak selalu berhasil membawa perdamaian antara pihak-pihak yang berseberangan.

Tetapi setidaknya akomodasi dapat menghentikan dan bahkan menahan konflik sehingga tidak meluas menjadi konflik skala besar yang tidak hanya merugikan pihak yang terlibat.

2. Menciptakan Hubungan Kerja Sama

Menciptakan Hubungan Kerja Sama
Meskipun tujuan utama akomodasi adalah untuk mengurangi konflik, ini tidak menunjukkan bahwa akomodasi selesai setelah masalah diselesaikan.

Dasar pemikirannya adalah bahwa akomodasi berusaha untuk membina hubungan yang harmonis antar kelompok di samping mengurangi dan menyelesaikan masalah yang terus-menerus.

Hubungan kooperatif ini biasanya dipertahankan oleh kelompok sosial yang gaya hidup anggotanya terpisah karena berbagai alasan.

Pihak-pihak yang baru saja berdamai satu sama lain juga dapat bekerja sama.

3. Meleburkan Kelompok

Kolaborasi kelompok tidak hanya menguntungkan kedua pihak yang terlibat, tetapi juga meningkatkan hubungan antara dua kelompok yang berbeda.

Apalagi jika kedua kelompok yang berkolaborasi memiliki sejarah konflik. Sebuah hubungan yang sebelumnya goyah bisa menjadi lebih kuat dan lebih dekat karena kemitraan ini.

4. Mengurangi Konflik

Selain menyelesaikan konflik, akomodasi berusaha untuk mengurangi potensi konflik di masa depan. Baik itu perselisihan yang disebabkan oleh kesalahpahaman atau perbedaan pendapat.

Dengan akomodasi, pihak-pihak yang disalahpahami dapat berkomunikasi satu sama lain dan mengurangi kemungkinan terjadinya kekerasan, sehingga tercipta perdamaian.

Faktor Pendorong Akomodasi

Penyelesaian konflik tidak selalu sederhana, dimana proses penyelesaian perselisihan biasanya akan lebih menantang, semakin kuat kedua belah pihak dan semakin signifikan sumber masalahnya.

Ambil contoh, konfrontasi saat ini antara Rusia dan Ukraina. Skenario perang antara kedua negara semakin dipermasalahkan dengan fakta bahwa mereka berdua cukup kuat, di samping adanya pihak lain yang membantu Ukraina.

Seperti yang telah ditetapkan, mencapai akomodasi atau menyelesaikan konflik tidak selalu sederhana. Berikut adalah faktor pendorong akomodasi:

1. Adanya Paksaan Terhadap Pihak Yang Lemah

Terkadang sulit untuk mencapai akomodasi karena salah satu pihak tidak mau menyerah.

Jika demikian, pihak yang lebih kuat pasti akan menggunakan tekanan untuk memaksa lawannya menyerah dan mengakhiri pertarungan.

Keputusan ini tidak selalu bijaksana, kadang-kadang, itu juga menghasilkan kerugian yang signifikan.

Namun, pihak yang lebih kuat harus menyelesaikan masalah jika ini adalah satu-satunya pilihan.

2. Pihak Yang Terlibat Mau Mengurangi Tuntutan

Pihak Yang Terlibat Mau Mengurangi Tuntutan
Pepatah “tidak ada asap, jika tidak ada api” juga berlaku untuk perkelahian. Misalnya, sejumlah masalah saat ini berkontribusi pada perang antara Rusia dan Ukraina.

Dari tuntutan Rusia untuk kemerdekaan dua wilayah pro-Rusia di Ukraina hingga ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Isu-isu ini pada akhirnya membuat sulit untuk mengakhiri perang atau konflik lainnya karena masing-masing pihak terus menekan tuntutan mereka sendiri.

Kedua negara harus bersedia berkompromi atas tuntutan mereka untuk mengakhiri konflik. Setiap perselisihan memiliki hasil yang sama.

Kedua belah pihak harus bersedia untuk berkompromi, menurunkan ego mereka, dan mengurangi tuntutan satu sama lain jika ingin perdamaian tercapai. Semua jenis akomodasi tidak akan pernah berhasil tanpanya.

3. Adanya Usaha Untuk Mempertemukan Kedua Belah Pihak Yang Sedang Terlibat Konflik

Semakin banyak kamu berdebat dengan seseorang, semakin menjengkelkan dia secara umum.

Bahkan tanpa melihatnya, hanya dengan menyebut namanya saja sudah cukup untuk membuat jantung kita berdebar kencang.

Baik individu maupun komunitas, serta negara-negara yang bertikai, mengalami hal ini.

Kedua belah pihak yang berseberangan bahkan tidak mau bertemu secara langsung, apalagi berjabat tangan atau terlibat dalam percakapan.

Untuk menyelesaikan pertengkaran, diperlukan perantara. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mengatur akomodasi tidak akan berhasil jika orang yang terlibat tidak pernah bertemu.

Mediator harus terlebih dahulu mendorong kedua belah pihak untuk mau bertemu dan mengobrol sebelum membahas perdamaian dengan semua pihak.

Dibutuhkan banyak pekerjaan dan tidak sederhana. Namun, jika berhasil, akan ada banyak ruang untuk menyelesaikan perselisihan.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Bagaimana Akomodasi Dapat Terjadi?

Umumnya akomodasi terjadi untuk sebagai upaya mengurangi berbagai sumber konflik pada pihak yang sedang bertikai hingga dapat diatasi dengan segera.

Apa Saja Contoh Akomodasi?

Berikut adalah contoh dari akomodasi:

  1. Pemaksaan pada kaum yang lemah
  2. Penyelesaian karyawan yang terPHK
  3. Mediasi yang bersengketa
  4. Toleransi terhadap agama, dsb.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian akomodasi dalam sosiologi yang perlu kamu ketahui serta tujuan dan bentuknya.

Dari artikel ini bisa kita simpulkan jika akomodasi bukan hal yang mudah untuk dilakukan.Apalagi jika pihak yang bersengketa, atau pihak yang bertentangan, adalah pihak yang cukup besar dengan kekuasaan yang signifikan.

Di sisi lain, mengabaikan masalah dan membiarkannya berlanjut juga bukan tindakan yang tepat. Konflik adalah namanya yang kita tidak pernah tahu ke mana arahnya.

Perselisihan yang dulunya sederhana dan hanya melibatkan dua pihak mau tidak mau akan tumbuh dan menyebar jika dibiarkan. Konflik tersebut akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

/* */