Review Film Jurassic World Dominion, Yuk Simak!

Infokekinian.com – Kami akan memberikan beberapa review mengenai film Jurassic world dominion yang tayang pada selasa 7 Juni 2022. Yuk simak!

Dengan dirilisnya Jurassic World pada tahun 2015, Universal Pictures menghidupkan kembali franchise film dinosaurus yang sangat dicintai. Jurassic World dibuat sebagai sekuel dari film pertama Jurassic Park, bukan sebagai reboot (1993).

Jurassic World sangat sukses sehingga diubah menjadi trilogi dengan dirilisnya Jurassic World: Fallen Kingdom (2018) dan Jurassic World Dominion.

Dominion sedang digarap oleh Colin Trevorrow, yang sebelumnya menggarap film pertama Jurassic World. Isabella Sermon, yang memerankan Maisie Lockwood di Fallen Kingdom, akan mengulangi tambahannya di Dominion bersama Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard.

Laura Dern, Jeff Goldblum, dan Sam Neill, tiga karakter utama dari Jurassic Park, semuanya dibawa kembali ke Dominion.

Jurassic World Dominion terjadi empat tahun setelah peristiwa Jurassic World: Fallen Kingdom, di dunia di mana manusia dan dinosaurus hidup berdampingan. Tiba-tiba, wabah belalang raksasa muncul, menghancurkan berbagai ladang di seluruh Amerika Serikat, di tengah upaya manusia untuk hidup damai dengan dinosaurus.

Film Jurassic World yang Paling Penuh Aksi dan Dinosaurusnya Paling Variatif

Film Dinosaurus yang Plotnya Semakin Jauh dari Dinosaurus

Maisie membebaskan semua dinosaurus yang dipenjara oleh Eli Mills di akhir Kerajaan Jatuh, memungkinkan mereka untuk hidup bebas di daerah berpenduduk manusia.

Beberapa dari kamu mungkin percaya bahwa Dominion akan menceritakan kisah manusia yang bertahan hidup dan beradaptasi dengan dinosaurus. Faktanya, film ini mengangkat masalah yang sama sekali baru yang tidak terkait dengan dinosaurus.

Karena Dominion terjadi empat tahun setelah peristiwa Fallen Kingdom, itu segera menunjukkan bagaimana dunia telah berdamai dengan dinosaurus. Solusi pemerintah adalah memberikan Biosyn kepemilikan dinosaurus, serta fasilitas penangkaran dinosaurus di Dolomites, Italia.

Biosyn yang diduga sebagai jawabannya, diam-diam telah menciptakan wabah belalang besar yang mengganggu rantai makanan.

Ellie Sattler, karakter lama dari Jurassic Park, mengajak Alan Grant dan Ian Malcolm untuk mengungkap perbuatan jahat Biosyn setelah mengetahui rencana jahat Biosyn. Namun, kamu harus menyadari bahwa masalah Dominion tidak terbatas pada ini.

Maisie diturunkan menjadi manusia kloning dari anaknya Benjamin Lockwood di Fallen Kingdom. Biosyn menculik Maisie untuk penelitian serta menyebabkan wabah belalang. Owen Grady dan Claire Dearing melakukan eksplorasi ke Biosyn setelah mengadopsi Maisie sebagai seorang anak.

Dapat dimengerti mengapa plot Dominion semakin jauh dari dinosaurus, bukan? Karena para karakter disibukkan dengan wabah belalang dan penyelamatan Maisie, kehadiran dinosaurus hanya menjadi sumber teror bagi mereka. Siapa sangka film terakhir dari trilogi Jurassic World akan lebih disibukkan dengan isu belalang raksasa?

Lemah dari Segi Cerita, Cuma Andalkan Nostalgia – Review Film Jurassic World Dominion

Tiga karakter utama, Ellie Sattler, Alan Grant, dan Ian Malcolm, pasti sudah tidak asing lagi bagi siapa saja yang pernah melihat film Jurassic Park pertama. Dominion menyatukan tiga karakter 29 tahun setelah rilis Jurassic Park.

Dominion jelas merupakan film layanan penggemar untuk penggemar lama Jurassic Park karena kehadiran mereka bertiga.

Ellie, Alan, dan Ian mendapat peran penting dan banyak tampil di Dominion, jadi bukan sekadar pemanis. Kehadiran mereka sangat mirip dengan Owen Grady (Chris Pratt) dan Claire Dearing (Bryce Dallas Howard), karakter utama di Jurassic World dan Jurassic World: Fallen Kingdom.

Kehadiran mereka jelas dimaksudkan untuk menarik penggemar lama. Sutradara Colin Trevorrow memanfaatkan kehadiran Ellie, Alan, dan Ian untuk menciptakan kembali adegan atau momen tak terlupakan dari film-film Jurassic Park sebelumnya.

Memang, Trevorrow memasukkan meme Jurassic Park yang populer, salah satunya adalah baju Ian yang sobek. Kehadiran Ellie, Alan, dan Ian tidak berdampak signifikan terhadap cerita Dominion, selain menjual nostalgia. Parahnya, peran Alan di film itu dibuat, dan peran Ian direduksi menjadi bantuan komedi.

Hal ini memungkinkan ketidakmampuan mereka untuk bertindak seperti dulu karena usia mereka yang sudah lanjut.

Film Jurassic World yang Paling Penuh Aksi dan Dinosaurusnya Paling Variatif

Dominion bisa dibilang kurang memuaskan dari segi cerita. Namun, penggemar film aksi akan menikmati Dominion karena berisi lebih banyak aksi daripada film-film Jurassic World sebelumnya. Aksi Dominion jelas didominasi oleh kejar-kejaran dinosaurus, tetapi jenis kejar-kejarannya lebih bervariasi daripada di film Jurassic Park mana pun.

Bukankah Dominion menggambarkan dunia di mana manusia dan dinosaurus hidup berdampingan? Aksi kejar-kejaran dinosaurus dalam film ini mengambil setting di kota ketimbang di hutan.

Owen yang mengendarai sepeda motor harus melewati jalanan padat sambil dikejar dinosaurus. Setelah itu, kamu bisa melihat Claire berlari di atas atap untuk menghindari kejaran dinosaurus.

Dominion menampilkan variasi dinosaurus yang lebih besar, selain aksi mengejar mereka. Dinosaurus dengan bulu di tubuhnya dapat ditemukan tidak hanya dari era Jurassic, tetapi juga dari era Cretaceous, termasuk dinosaurus yang fosilnya baru ditemukan di dunia nyata, seperti Dreadnoughtus dan Moros Intrepidus.

Dominion, sebagai angsuran terakhir dari trilogi Jurassic World, jauh dari sempurna. Fokusnya malah teralihkan dari dinosaurus, dan formula ceritanya pun tidak jauh berbeda dengan film-film sebelumnya. Adegan aksi dalam film ini terkadang bisa sedikit menghibur.

Kesimpulan

Nah itulah review film Jurassic World Dominion. Nah penggemar jurassic jangan sampai kelewatan ya film Jurassic yang season 3, kalian bisa menyaksikan di Bioskop ya!