Tips Investasi Reksadana Agar Tidak Rugi

Infokekinian.com – Kamu berencana untuk investasi reksadana? Baca artikel ini agar kamu tau tips investasi reksadana agar tidak rugi.

Kemajuan teknologi telah memudahkan banyak orang untuk memasuki dunia investasi reksa dana. Seiring waktu, jumlah manajer investasi telah berkembang menjadi puluhan.

Nah, sebelum salah pilih, simak dulu rekomendasi investasi reksa dana yang ditawarkan Infokekinian berikut ini.

Tips Investasi Reksadana

Tips Investasi Reksadana

Berikut adalah tips yang perlu kamu ketahu:

1. Memahami Profil Risiko

Saat pertama kali ingin berinvestasi, investor harus terlebih dahulu menilai profil risikonya masing-masing.

Tingkat risiko yang tinggi lebih mungkin ditanggung oleh investor yang berpengalaman dalam dunia investasi (agresif).

Di sisi lain, jika investor adalah seorang pemula dan belum memahami dunia investasi, maka alokasi investasinya moderat.

Menyesuaikan profil risiko adalah langkah yang perlu. Ini adalah kunci untuk mengembangkan portofolio.

2. Tetapkan Tujuanatau Jangka Waktu Investasi

Setelah memahami profil risiko investasi, investor dapat membuat tujuan investasi jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang. Misalnya, bayangkan kamu mencurahkan 50 persen dana investasi kamu untuk reksa dana.

Untuk tujuan jangka panjang, kamu juga memiliki 10 persen saham. Selanjutnya 20 persen dari anggaran SBN ritel dicadangkan untuk kebutuhan jangka pendek (SBN).

Untuk kebutuhan jangka pendek, kamu menginvestasikan 20 persen dana kamu ke reksa dana pasar uang.

3. Instrumen Investasi Yang Benar

Saham dan reksa dana saham merupakan alat investasi yang berisiko tinggi sehingga harus dimiliki untuk tujuan jangka panjang.

Di sisi lain, SBN ritel dapat mempermudah pengelolaan dana investasi sekaligus atau penyetoran dana dalam jumlah besar di awal investasi.

SBN Ritel merupakan alat investasi yang berisiko rendah karena diterbitkan oleh pemerintah. Reksa dana pasar uang juga merupakan instrumen investasi yang berisiko rendah.

Deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang merupakan SBN jangka pendek merupakan dana utama reksa dana pasar uang.

Sekuritas utang (obligasi dan sukuk) dan reksa dana dengan kepemilikan efek utang, seperti reksa dana pendapatan tetap, adalah contoh kendaraan investasi berisiko rendah.

4. Evaluasi

Setelah mengidentifikasi profil risiko dan memahami tujuan investasi, penting juga bagi investor untuk melakukan evaluasi.

Investor yang mempertimbangkan untuk membeli instrumen investasi harus melakukan pekerjaan rumah mereka dengan membaca aset tersebut.

Evaluasi sangat penting karena memungkinkan penyelarasan yang lebih baik sehubungan dengan likuiditas yang tersedia.

Kesimpulan

Itulah bebrapa faktor dasar yang perlu Sobat kekinian perhatikan ketika ingin mulai berinvestasi.

Investor juga harus berhati-hati saat mencari panduan investasi. Investor tidak boleh tunduk pada saran investasi yang tidak sesuai.

Demikianlah artikel mengenai Tips Investasi Reksadana Agar Tidak Rugi dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */