Contoh Cerita Anekdot dan Penjelasan Tujuan, Ciri dan Struktur dari Anekdot

Pastinya sudah tak  asing lagi bukan dengan contoh cerita anekdot? Anekdot merupakan sebuah teks atau cerita lucu, mengesankan, dan menarik. Biasanya teks anekdot berdasarkan peristiwa atau kejadian yang dialami oleh tokoh terkenal.

Ya, banyak sekali contoh anekdot yang menceritakan peristiwa dari tokoh terkenal, bahkan tokoh penting di salah satu negara. Di Indonesia sendiri banyak anekdot tentang Gus Dur atau presiden RI ke-4. Hal tersebut karena Gus Dur memang tokoh yang gemar melawak, banyak lelucon yang beliau tunjukkan pada khalayak. Jadi, banyak pula anekdot yang berdasar pada percakapan Gus Dur.

 

Karena dikemas secara unik, pendek, dan singkat, maka anekdot cenderung lebih lentur dari cerita lainnya. Karena alasan itu pula banyak yang tertarik membaca anekdot, bagi sebagian orang, anekdot merupakan hiburan.

Anekdot pun dibuat dengan banyak tujuan, untuk lebih jelasnya, berikut ini tujuan dari teks anekdot:

  1. Membuat pembaca maupun pendengar ceritanya terhibur.
  2. Membangkitkan tawa seseorang.
  3. Mengandung makna atau amanat untuk pembaca atau pendengar.
  4. Menggambarkan karakter seorang tokoh secara singkat.

Dapat disimpulkan bahwa anekdot memang bertujuan untuk memberi hiburan bagi pembaca atau pendengarnya melalui peristiwa seorang tokoh. Adapun ciri-ciri dari anekdot yang membedakannya dengan teks atau cerita lain, yaitu sebagai berikut:

  1. Mirip dengan dongeng.
  2. Bersifat lelucon, menyindir dan menggelitik.
  3. Menceritakan peristiwa secara realistis.
  4. Menceritakan atau menyangkut tokoh-tokoh terkenal.

Nah, sebelum mengetahui contoh cerita anekdot, Anda harus mengetahui struktur dari cerita anekdot tersebut. Apa saja struktur anekdot itu? Inilah jawabannya:

Abstrak: Abstrak merupakan bagian paling awal dalam sebuah paragrap. Abstrak berisi gambaran suatu cerita yang akan diceritakan.

Orientasi: Jika abstrak adalah gambaran dari teks cerita, maka orientasi adalah bagian permulaan sebuah cerita tersebut. Sering pula orientasi disebut latar belakang peristiwa.

Even: Even merupakan bagian yang menjelaskan watak tokoh serta latar cerita.

Krisis: Bagian dari cerita yang mulai menampakkan masalah dinamakan krisis.

Reaksi: Nah, bagian cerita yang menjelaskan penyelesaian masalah disebut reaksi.

Koda: etelah masalah terselesaikan, kesimpulan cerita akan dijelaskan pada bagian koda.

Reorientasi: Struktur anekdot yang terakhir adalah re-orientasi, yang merupakan penutup cerita.

Itu dia beberapa penjelasan dari anekdot, mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, hingga strukturnya. Agar lebih memahami tentang teks anekdot, simaklah  contoh cerita anekdot mengenai tokoh penting di Indonesia berikut ini!

Suatu hari, Presiden RI keempat, yakni Gus Dur, sedang berbincang dengan Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih. Gus Dur bercerita tentang presiden yang menjabat sebelum beliau.

“Semua presiden di Indonesia itu gila.” Kata Gus Dur.

“Mengapa Anda berbicara demikian?” Tanya penasaran Presiden AS.

“Presiden yang pertama gila wanita, yang kedua gila harga, dan presiden yang ketiga gila teknologi.” Sahut Gus Dur.

“Lalu bagaimana dengan Anda?”

Gus Dur pun menjawab sambil tertawa, “Kalau yang sekarang, yang gila bukan presidennya, tapi orang-orang yang milih saya sebagai presiden.”

Dari kutipan contoh anekdot singkat di atas, cukup menghibur pada pembaca bukan? Presiden keempat Indonesia pada saat itu mengatakan demikian karena dirinya sudah berumur dan kondisi fisiknya sudah tidak fit lagi. Sementara syarat menjadi presiden adalah sehat jasmani rohani. Jadi, beliau menyimpulkan bahwa orang yang memilihnya adalah orang gila.

Tentu masih banyak lagi contoh cerita anekdot lain yang menghibur pembacanya, disamping itu juga mengandung amanat baik tersurat maupun tersurat. Anekdot pun memiliki susunan yang terstruktur, sehingga mudah dipahami pembacanya.

Tinggalkan komentar