Mengenal Interaksi Sosial: Pengertian, Syarat, dan Bentuknya

Infokekinian.com – Interaksi merupakan hal yang tak pernah lepas dari manusia yang berperan sebagai makhluk sosial. Untuk mengenal interaksi sosial lebih jauh, yuk kita simak artikel ini hingga selesai.

Membicarakan topik penting bukanlah satu-satunya interaksi untuk berinteraksi, kadang-kadang, pembicaraan sepele mungkin merupakan cara yang sangat penting untuk memberikan detail.

Apa Itu Interaksi Sosial
Misalnya, jika seseorang mengalami masalah, mereka pasti akan berbagi pengalamannya dengan teman, orang tua, atau anggota keluarga lainnya untuk mengungkapkan perasaan lega dan mendapatkan bimbingan terbaik. Lalu apa sebenarnya interaksi sosial itu?

Apa Itu Interaksi Sosial?

Untuk mengenal interaksi sosial, tentu kita harus mengetahui pengertiannya terlebih dahulu.

Dimana kata interaksi ini mengacu pada tindakan yang terjadi pada dua orang atau lebih yang bereaksi secara timbal balik melalui sentuhan langsung atau tidak langsung, merupakan akar dari frasa “interaksi sosial“.

Karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat bertahan hidup sendiri dan bergantung pada orang lain, maka ia bersifat sosial, yang menunjukkan adanya saling rejeki atau gotong royong.

Ide interaksi sosial secara sederhana adalah hubungan timbal balik antara istilah dan kelompok untuk menciptakan persahabatan, percakapan, dan kemitraan yang digunakan dalam kehidupan sosial.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Charles P. Loomis, seorang sosiolog, mengidentifikasi ciri-ciri interaksi sosial sebagai berikut:

  1. Ada lebih dari satu atau mungkin lebih dari jumlah pelaku
  2. Para pelaku dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan simbol-simbol
  3. Adanya tujuan tertentu, baik sama atau tidak sama.

Syarat Interaksi Sosial

Syarat Interaksi Sosial
Karena manusia akan selalu membutuhkan satu sama lain untuk berkembang, kita tidak dapat mengisolasi diri dari hubungan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih tepatnya, interaksi sosial harus memenuhi 2 syarat sebagai berikut agar dapat berlangsung:

1. Kontak Sosial

Dalam pengertian sosiologis, kontak sosial tidak hanya mencakup interaksi tatap muka tetapi juga menjalin kontak tanpa ada secara fisik.

Seperti pertukaran informasi melalui telepon, radio, atau bahkan email, serta interaksi sosial yang telah berkembang dari waktu ke waktu.

Interaksi sosial terbagi menjadi dua kategori:

  1. Kontak sosial primer, merupakan kontak tatap muka langsung terjadi
  2. Kontak sosial sekunder, merupakan jenis interaksi yang terjadi melalui telepon, email, atau bahkan melalui media sosial.

2. Komunikasi

Komunikasi penting dalam interaksi sosial dengan tujuan saling mengungkapkan perilaku, termasuk interaksi, sikap, bahkan gerak tubuh yang mengirimkan sinyal.

Namun, ada sejumlah komponen penting untuk komunikasi, termasuk:

  1. Komunikator dalam suatu kemitraan atau hubungan adalah seseorang atau sekelompok individu yang mengkomunikasikan suatu pesan
  2. Seorang individu atau kelompok yang berkomunikasi dengan komunikator dikenal sebagai komunikan
  3. Pesan adalah sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan sering kali mencakup fakta, pertanyaan, dan bahkan ekspresi perasaan dan emosi
  4. Media merupakan perantara untuk menyampakian pesan yang dapat berbentuk lisan, tulisan, film, gambar dan pesan tersurat.
  5. Efek perubahan yang diharapkan pada komunikan sebagai akibat dari menerima pesan dari komunikator.
  6. Komunikasi interpersonal, yang memiliki banyak teori di dalamnya, dapat didefinisikan sebagai komunikasi yang terjadi antara dua individu.

Jenis dan Contoh Interaksi Sosial

Jenis dan Contoh Interaksi Sosial
Untuk pemahaman yang lebih baik dalam mengenal interaksi sosial, Berikut adalah jenis dab contohnya:

1. Interaksi Sosial Individu ke Individu

Interaksi sosial individu adalah pertemuan antara dua orang dengan tujuan untuk menimbulkan respon atau tindakan yang akan menimbulkan persahabatan dan kerjasama jika reaksinya menguntungkan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan muncul konflik atau ketidaksepakatan jika reaksinya buruk.

Contoh:

  1. Saat bertemu, sampaikan salam ramah dan tanyakan kebutuhan apa pun
  2. Mengajak adik naik sepeda
  3. Seorang siswa diberikan pelajaran bahasa oleh guru les.

2. Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Interaksi sosial individu dengan kelompok biasanya melibatkan lebih dari tiga orang yang akan menyampaikan informasi, apakah itu tentang promosi atau bahkan seminar.

Selain itu, interaksi sosial ini biasanya dikomunikasikan oleh sejumlah beberapa orang saja, setelah itu banyak individu atau kelompok akan mendengarkan informasi yang dikomunikasikan.

Contoh:

  1. Jadikan diri kamu sebagai narasumber untuk kegiatan seminar
  2. Mendistribusikan materi iklan ke lingkungan
  3. Dalam upacara, kepala sekolah berbicara kepada para siswa.

3. Interaksi Kelompok dengan kelompok

Pertemuan dua atau lebih kelompok dengan kelompok yang beragam, untuk membahas topik yang relevan tetapi tidak bersifat pribadi, disebut sebagai interaksi kelompok.

Untuk berkomunikasi di antara kelompok, kamu mungkin perlu ekstra hati-hati saat mempresentasikan keuntungan dan kerugian karena sudut pandang semua orang dapat digunakan untuk melawan kamu.

Contoh:

  1. Untuk memenangkan lomba kebersihan pada perayaan HUT RI 17 Agustus, ormas-ormas muda mengajak masyarakat untuk gotong royong membersihkan pekarangan
  2. Untuk mengakhiri kejahatan di lingkungan mereka, kelompok TNI dan kelompok Polisi berkomunikasi secara sosial.

Sulit untuk menyatukan orang-orang dengan kepribadian yang berbeda, tetapi penting untuk mengomunikasikan tujuan interaksi dengan jelas dan sopan.

Karena komunikasi yang efektif akan membawa keharmonisan dan kesepakatan, ini mungkin merupakan fenomena jangka panjang.

Misalnya, hubungan antara usaha perusahaan dan pelanggan, orang yang dapat Anda percayai, dan hal-hal lain.

Pola Interaksi Sosial

Pola Interaksi Sosial
Pola Interaksi Sosial Ketika hubungan sosial yang baik terwujud, interaksi sosial antara individu dan kelompok yang dinamis dan mengikuti pola tertentu, seperti kebiasaan lama, akan bertahan.

Berikut adalah ciri-ciri yang menggambarkan pola interaksi sosial:

  1. Berdasarkan kedudukan (status) dan peran sosial. Misalnya, seorang guru harus bertindak tepat ketika mengajar siswa. Namun, siswa harus mengikuti instruksi guru mereka
  2. Kegiatan yang berlanjut hingga mencapai titik balik untuk menghasilkan hasil terbaik dan terus mengembangkan ide atau pemikiran. Misalnya, pertemuan dapat menimbulkan kolaborasi perusahaan, konflik, daya saing, dan banyak lagi.
  3. Siapa pun yang tidak mengetahui waktu, tempat, atau kondisi dapat terlibat dalam interaksi sosial, karena pemikiran komunitas akan terbentuk.
  4. Sebagai gambaran, salah satu sekolah mendapat sambutan positif atas prestasi, ketertiban, dan kedisiplinan siswanya. Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah selalu tinggi, namun ada kalanya bukan karena ulah sebagian siswanya yang bertindak tidak profesional.

Faktor-Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

Berikut adalah beberapa faktor yang mendorong terbentuknya interaksi sosial:

1. Imitasi

Imitasi adalah tindakan meniru penampilan, sikap, atau perilaku orang lain hingga menyerupai istilah fisik mereka.

Unsur interaksi sosial ini biasanya terjadi pada orang-orang yang menjadi pengagum salah satu pahlawannya.

Seorang pengagum idola mereka akan sering mencoba untuk berpakaian dengan gaya yang sama. Selain itu, seorang penggemar kadang-kadang dapat mengadopsi gaya rambut idolanya.

2. Sugesti

Sugesti mengacu pada seseorang yang, sebagai akibat dari dorongan yang mereka terima dari orang lain dengan cara tertentu, kadang-kadang akan bertindak berdasarkan nasihat tanpa terlalu memikirkannya.

Unsur ini terlihat ketika seorang anak mendapat bimbingan dari orang tuanya.

Selain itu, selain menerima nasihat dari orang tua atau guru mereka, anak-anak juga dapat mengalami keadaan sugestif yang dapat mengakibatkan interaksi sosial.

Semoga nasehat tersebut dapat diterima dengan baik oleh penerimanya dan bermanfaat sebagai pedoman hidup di masa yang akan datang.

3. Simpati

Simpati adalah bagaimana kita menampilkan sikap tertarik pada seseorang terhadap sesuatu atau sikap yang menarik baginya seperti penampilan, pola pikir bahkan kebijaksanaan dengan menerapkan nilai-nilai yang dianut oleh mereka yang bersimpati.

Elemen ini akan menginspirasi seseorang untuk mengulurkan tangan kepada orang lain.

Membantu lebih banyak orang akan membuat kehidupan sosial lebih damai dan memungkinkan pemeliharaan interaksi sosial yang benar.

4. Identifikasi

Identifikasi adalah gejala dari suatu sifat, dan dengan demikian, itu terkait dengan meniru seseorang yang memiliki keinginan yang sama atau sebanding dengan dirinya sendiri, atau bahkan seseorang yang mirip dengan pahlawannya, hingga menghapus identitasnya sendiri.

Hal-hal seperti ini harus dihindari dengan segala cara karena kehilangan identitas dapat menyebabkan seseorang melupakan aset dan kekurangan pribadinya.

5. Empati

Empati adalah kemampuan untuk berbagi suka atau duka orang lain dengan merasakan apa yang mereka alami.

Misalnya, orang tua siswa dan bahkan teman sekelasnya akan senang ketika dia memasuki PTN yang dinanti.

Interaksi sosial yang positif, seperti yang melibatkan kerjasama timbal balik, adalah contoh bagaimana interaksi sosial dapat merangsang interaksi hubungan yang saling memperkuat dan mengubah kondisi masyarakat.

Interaksi sosial asosiatif dan disosiatif adalah dua kategori di mana mereka jatuh. Mari kita periksa perbedaannya secara lebih rinci.

Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial
Berikut adalah bentuk dari interaksi sosial:

Interaksi Sosial Asosiatif (Positif)

Interaksi sosial asosiatif adalah jenis interaksi sosial asosiatif yang menumbuhkan kerjasama yang sangat baik dan membangun hubungan antar individu untuk mencapai tujuan yang bermanfaat.

Untuk lebih memecah interaksi sosial yang terkait ini, ada empat kategori:

1. Kerjasama

proyek yang dilakukan oleh sekelompok orang atau orang yang saling membantu untuk melakukan tindakan konstruktif.

Kamu akan selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam hidup, tetapi hanya dalam batas-batas yang tepat. Pertimbangkan bagaimana tetangga dapat bekerja sama satu sama lain.

2. Akomodasi

Akomodasi adalah penyesuaian individu atau bahkan sekelompok individu yang sebelumnya saling bertentangan. Akomodasi diperlukan untuk mengurangi ketegangan antara pihak-pihak yang bersengketa.

Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan interaksi sosial dengan cara yang konsisten dengan aturan dan nilai masyarakat. Akomodasi ini selanjutnya dipecah menjadi beberapa bagian, termasuk:

Ajudikasi

Ajudikasi, biasa disebut akomodasi, adalah proses penyelesaian masalah sosial. Interaksi sosial antara orang atau kelompok dengan kelompok lain dalam banyak hal menimbulkan ketidaksepakatan ini.

Misalnya, dalam kasus perceraian, pemaksaan, penipuan, fitnah, pembunuhan, bahkan pelanggaran hak cipta.

Arbitrase

Upaya penyelesaian sengketa dengan pihak ketiga sebagai keputusan yang mengikat tidak dapat diganggu gugat oleh para pihak yang bersengketa.

Sebagai ilustrasi, seorang instruktur BK mendisiplinkan dua siswa yang berkelahi setelah kalah dalam pertandingan sepak bola.

Kompromi

Kompromi adalah upaya mencapai kesepahaman antara dua pihak yang berselisih satu sama lain dengan tujuan menyelesaikan konflik.

Konsiliasi

metode penyelesaian perselisihan antara pihak-pihak di mana seorang konsiliator, pihak ketiga yang tidak memihak dan bekerja untuk menemukan solusi yang memuaskan semua pihak, dibawa untuk menengahi situasi.

Mediasi

Serupa dengan arbitrase, mediasi adalah upaya penyelesaian suatu sengketa dengan membawa pihak ketiga yang netral, tetapi hanya sebagai mediator.

Stalemate

Stalemate terjadi ketika dua pihak memiliki pandangan yang berlawanan namun perselisihan tersebut diselesaikan karena suatu keadaan, menyebabkan keduanya berhenti menyerang satu sama lain.

Contoh: Berakhirnya perang dingin antara blok barat pimpinan Amerika dan blok timur pimpinan Uni Soviet pada 1990-an.

Toleransi

Toleransi adalah pola pikir saling menghormati satu sama lain dan terhadap kelompok serta individu dalam masyarakat.

Dalam hal ini, sama saja dengan orang yang saling mendukung tanpa memandang ras, agama, atau suku mereka.

Hal ini terlihat pada masyarakat Indonesia yang telah berkembang menjadi warisan budaya negara dan tercermin dalam komponen budaya yang sudah ada termasuk simbol, norma sosial, dan adat istiadat.

4. Akulturasi

Akulturasi adalah adopsi semua komponen kontemporer ke dalam budaya baru dengan tetap mempertahankan ciri-ciri atau aspek-aspek yang terkait dengan unsur-unsur tradisional.

Contohnya:

  1. Pertunjukan wayang India yang menggambarkan narasi Mahabharata
  2. Masjid Kudus, yang menggambarkan interaksi tradisi Jawa, Islam, dan Hindu
  3. Lifestyle adalah cara hidup seseorang yang mengadopsi tren mode, termasuk dalam pakaian, gaya rambut, dan bidang lainnya.

5. Asimilasi

Asimilasi adalah perpaduan dua budaya dengan menghilangkan ciri-ciri budaya asli, menciptakan budaya baru, dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Contohnya:

  1. Sebuah ras baru diciptakan di Benua Asia sebagai hasil dari asimilasi Ras Mongoloid dan Ras Negroid
  2. Pasangan ras dan etnis yang berbeda akan menikah
  3. Di beberapa lokasi, desain arsitektur rumah menyatu dengan elemen kontemporer seperti desain Eropa.

Interaksi Sosial Disosiatif (Negatif)

Interaksi Sosial Disosiatif
Berikut adalah interaksi sosial yang bersifat negatif:

1. Persaingan (Kompetisi)

Kamu pasti sudah mengenal istilah “‘Kompetisi’”. Persaingan adalah interaksi sosial di mana individu atau organisasi bersaing satu sama lain untuk melihat siapa yang dapat menghasilkan lebih banyak uang dalam industri tertentu tanpa menggunakan kekerasan sebagai ancaman.

Misalnya, pertandingan bulu tangkis antara Anthony Ginting dan Antonsen Anders di Olimpiade 2020.

2. Kontravensi

Upaya seseorang untuk secara diam-diam menentang suatu kasus untuk menyelesaikannya dikenal sebagai kontravensi.

Dengan tidak mengungkapkannya secara terbuka, seseorang biasanya akan merasa tidak pasti, ragu, penyangkalan, dan bahkan ditolak.

Ini adalah hasil dari perbedaan pendapat di antara beberapa kelompok orang. Misalnya, menceritakan rahasia teman kepada pihak ketiga.

Adapun perilaku-perilaku yang merupakan pelanggaran taktis, misalnya: Membuat tuduhan gegabah tanpa alasan, menyesatkan seseorang dengan berbagai sebab, dan lain sebagainya.

3. Pertentangan

Perselisihan seringkali disebabkan oleh kontradiksi atau kelanjutan dari konflik yang sedang berlangsung.

Penyebabnya adalah perbedaan pendapat dalam perselisihan dapat menumbuhkan kebencian dan menyebabkan orang saling menyerang bahkan merugikan suatu kelompok atau individu.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Interaksi Sosial Ada Berapa?

Secara umu, interaksi sosial ini dapat di bedakan menjadi dua bentu, yaiut:

  1. Interaksi sosial asosiatif
  2. Interaksi sosial disosiati.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi dalam mengenal interaksi sosial, yang mana setiap hari nya kita melakukan kegiatan interaksi tersebut.

Di mana pun itu terjadi, interaksi sosial penting untuk menjalin hubungan positif, ikatan sosial, dan bahkan usaha ekonomi yang menguntungkan. Keterampilan yang dapat dikembangkan adalah interaksi sosial.

Dengan kata lain, selama ia terus berupaya meningkatkan kemampuan interaksi sosialnya, setiap orang dapat memiliki kemampuan berinteraksi dengan baik dengan orang lain.

Selain itu, bekerja sama atau dalam kelompok dengan orang lain akan membantu kita menemukan ide atau pemikiran yang sebelumnya tidak terlintas di otak kita.

Kerjasama atau kolaborasi akan mempermudah pelaksanaan suatu tugas secara maksimal. Oleh karena itu, menjaga hubungan sosial yang positif sangat penting untuk saling menghormati dan membantu.

/* */