Advertisements

5 Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup, Lengkap dengan Cirinya

Dalam dunia ilmu pengetahuan, terdapat berbagai sistem klasifikasi makhluk hidup yang dikelompokkan ke dalam beberapa kingdom kehidupan, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Setiap kingdom kehidupan memiliki ciri khas dan peran yang berbeda dalam ekosistem. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami masing-masing kingdom kehidupan tersebut.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
InfoKekinian akan membahas secara rinci tentang sistem klasifikasi makhluk hidup yang ada di Bumi dan peran pentingnya dalam ekosistem.

Dengan memahami berbagai jenis organisme hidup, kita dapat lebih menghargai keberadaan dan keberagaman makhluk hidup di Bumi serta membantu melindungi ekosistem agar tetap seimbang dan lestari.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Berikut adalah beberapa sistem klasifikasi makhluk hidup:

1. Kingdom Monera

Kingdom Monera
Kingdom Monera merupakan kingdom kehidupan yang terdiri dari bakteri. Bakteri merupakan mikroorganisme yang paling banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita.

Meskipun kecil, bakteri memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem, seperti membantu mencerna makanan dalam pencernaan hewan, menguraikan materi organik yang mati menjadi nutrisi bagi tanaman, dan membantu menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.

Bakteri memiliki bentuk yang bervariasi, ada yang berbentuk bulat, batang, spiral, bahkan ada yang memiliki bentuk aneh dan unik.

Selain itu, bakteri juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah, sehingga mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi ekstrem.

Ada dua jenis bakteri, yaitu bakteri autotrof dan bakteri heterotrof. Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis atau oksidasi senyawa anorganik.

Sedangkan bakteri heterotrof adalah bakteri yang tidak dapat menghasilkan makanan sendiri dan harus mencari makanan dari lingkungan sekitar.

Meskipun beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, kebanyakan jenis bakteri memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami lebih dalam tentang jenis-jenis bakteri dan peran pentingnya dalam ekosistem. Kingdom monera memiliki beberapa ciri khas, antara lain:

1. Struktur sel

Organisme dalam Kingdom Monera memiliki struktur sel yang sederhana, terdiri dari satu sel saja dan tidak memiliki inti sel.

Selain itu, mereka juga tidak memiliki organel-organel khusus seperti mitokondria, kloroplas, dan ribosom yang lebih besar.

2. Bentuk sel

Organisme dalam Kingdom Monera memiliki beragam bentuk sel, seperti bulat, spiral, atau batang.

Contoh bakteri bulat adalah Streptococcus, sedangkan contoh bakteri batang adalah Escherichia coli.

3. Metabolisme

Organisme dalam Kingdom Monera dapat melakukan berbagai macam metabolisme, seperti aerobik, anaerobik, dan fotosintesis.

Beberapa jenis bakteri juga dapat menghasilkan enzim yang dapat membantu dalam proses dekomposisi bahan organik.

4. Reproduksi

Organisme dalam Kingdom Monera berkembang biak secara aseksual melalui pembelahan sel.

Namun, beberapa jenis bakteri juga dapat melakukan pertukaran materi genetik antara satu sama lain melalui konjugasi.

5. Peran dalam Ekosistem

Organisme dalam Kingdom Monera memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti dalam proses dekomposisi bahan organik dan produksi makanan melalui fotosintesis.

Beberapa jenis bakteri juga dapat membantu dalam mengikat nitrogen dan membantu pertumbuhan tanaman.

2. Kingdom Protista

Kingdom Protista
Kingdom Protista merupakan kingdom kehidupan yang terdiri dari organisme bersel tunggal atau beberapa sel.

Organisme dalam kingdom Protista memiliki struktur dan fisiologi yang sangat beragam, sehingga sulit untuk melakukan klasifikasi yang jelas.

Protista hidup di berbagai lingkungan, baik itu di air tawar, air laut, tanah, dan bahkan di dalam tubuh organisme lain.

Beberapa jenis Protista memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti fitoplankton yang menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis dan menjadi makanan bagi hewan plankton.

Ada tiga kelompok utama dalam kingdom Protista, yaitu Protozoa, Algae, dan Slime Mold.

Protozoa adalah organisme bersel tunggal yang heterotrof dan sering kali bergerak dengan menggunakan bulu getar atau kaki semu.

Algae adalah organisme bersel tunggal atau beberapa sel yang melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Slime Mold adalah organisme bersel banyak yang memiliki struktur seperti jamur.

Berikut adalah beberapa ciri dari kingdoom protista:

1. Struktur Sel

Organisme dalam Kingdom Protista memiliki struktur sel yang lebih kompleks daripada organisme dalam Kingdom Monera.

Sel-selnya memiliki inti sel dan organel-organel seperti mitokondria, kloroplas, dan ribosom.

2. Bentuk sel

Organisme dalam Kingdom Protista memiliki beragam bentuk sel, dari yang sederhana hingga yang kompleks. Ada yang berbentuk bulat, spiral, atau bahkan berbentuk rantai.

3. Metabolisme

Organisme dalam Kingdom Protista dapat melakukan berbagai macam metabolisme, termasuk fotosintesis, respirasi, dan pemangsaan.

Beberapa jenis protista juga dapat membentuk koloni yang besar dan kompleks.

4. Reproduksi

Organisme dalam Kingdom Protista berkembang biak secara seksual dan aseksual. Beberapa jenis protista juga dapat melakukan reproduksi vegetatif, seperti pembentukan tunas dan pembelahan biner.

5. Peran dalam ekosistem

Organisme dalam Kingdom Protista memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti menjadi produsen dalam rantai makanan dan membantu dalam proses penguraian bahan organik.

Beberapa jenis protista juga dapat menjadi parasit pada hewan dan tanaman.

3. Kingdom Fungi

Kingdom Fungi
Kingdom Fungi merupakan kingdom kehidupan yang terdiri dari jamur, kapang, dan ragi.

Organisme dalam kingdom Fungi memiliki struktur tubuh yang berbeda-beda, ada yang berbentuk benang (hibrida), bulat, atau berbentuk cangkir (cup fungi).

Fungi tidak melakukan fotosintesis, sehingga tidak memerlukan cahaya matahari untuk bertahan hidup.

Fungi dapat ditemukan di berbagai lingkungan, seperti di dalam tanah, air, dan bahkan pada permukaan kulit manusia.

Fungi memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem, seperti mengurai bahan organik yang mati dan mengubahnya menjadi nutrisi bagi tanaman, serta membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah.

Beberapa jenis jamur memiliki manfaat dalam kehidupan manusia, seperti jamur tiram yang dapat dimakan, jamur shiitake yang digunakan dalam pengobatan tradisional, dan ragi yang digunakan dalam pembuatan roti dan minuman alkohol.

Namun, beberapa jenis jamur juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.

Organisme dalam Kingdom Fungi biasanya berbentuk miselium dan reproduksi seksual serta aseksual. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri Kingdom Fungi:

1. Struktur sel

Organisme dalam Kingdom Fungi memiliki dinding sel yang terbuat dari kitin. Sel-selnya tidak memiliki kloroplas dan memiliki inti sel yang lebih kompleks daripada organisme dalam Kingdom Monera.

2. Metabolisme

Organisme dalam Kingdom Fungi bersifat heterotrof, artinya mereka tidak dapat melakukan fotosintesis dan memperoleh nutrisi dari organisme lain.

Beberapa jenis fungi bersifat saprofit, artinya mereka memperoleh nutrisi dari bahan organik mati, sedangkan yang lain bersifat parasit atau simbiotik dengan organisme lain.

3. Reproduksi

Organisme dalam Kingdom Fungi berkembang biak secara seksual dan aseksual. Beberapa jenis fungi dapat membentuk spora yang tersebar di udara dan menjadi penyebab alergi pada manusia.

4. Peran dalam Ekosistem

Organisme dalam Kingdom Fungi memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti membantu dalam proses penguraian bahan organik dan membentuk hubungan simbiotik dengan akar tanaman.

Beberapa jenis fungi juga dapat menjadi bahan pangan dan obat-obatan.

5. Habitat

Organisme dalam Kingdom Fungi dapat ditemukan di berbagai habitat, seperti di tanah, di kayu, dan di dalam air. Beberapa jenis fungi juga dapat hidup sebagai parasit pada hewan dan tanaman.

4. Kingdom Animalia

Kingdom Animalia
Kingdom Animalia merupakan kingdom kehidupan yang terdiri dari hewan-hewan bersel banyak.

Organisme dalam kingdom Animalia memiliki struktur tubuh yang beragam, dari hewan yang sangat kecil seperti plankton, hingga hewan yang sangat besar seperti gajah atau paus.

Hewan-hewan dalam kingdom Animalia dapat ditemukan di berbagai lingkungan, seperti di darat, di air, atau bahkan di udara.

Mereka memiliki kemampuan untuk bergerak dan memperoleh makanan untuk bertahan hidup.

Kingdom Animalia dibagi menjadi beberapa filum, seperti Arthropoda, Chordata, dan Mollusca. Arthropoda merupakan filum yang terdiri dari serangga, laba-laba, dan kepiting.

Chordata merupakan filum yang terdiri dari vertebrata, seperti ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Mollusca merupakan filum yang terdiri dari hewan dengan cangkang, seperti siput dan kerang.

Hewan-hewan dalam kingdom Animalia memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer.

Beberapa hewan juga dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, seperti daging ayam, sapi, dan ikan.

Berdasarkan dari ada atau tidaknya tulang belakang, kingdom animalia ini dibagi menjadi dua bagian, anatara lain:

1. Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata atau hewan bertulang belakang adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung.

Tulang belakang ini merupakan struktur penting dalam tubuh hewan vertebrata yang berfungsi untuk melindungi sumsum tulang belakang dan organ-organ vital di dalam tubuh, serta memberikan dukungan pada tubuh.

Hewan vertebrata dapat dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu:

a. Ikan (Pisces)

Ikan adalah hewan vertebrata yang hidup di air dan memiliki insang sebagai alat pernapasan.

Tubuh ikan ditutupi dengan sisik yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari bahaya dan membantu mengatur suhu tubuh.

b. Amfibi (Amphibia)

Amfibi adalah hewan vertebrata yang dapat hidup di dua alam, yaitu di air dan di darat.

Beberapa jenis amfibi, seperti katak dan salamander, berkembang biak di air dan memiliki kulit yang lembab untuk membantu mereka bernapas di lingkungan air.

Sementara itu, beberapa jenis amfibi lainnya, seperti kadal dan tokek, hidup di darat dan memiliki kemampuan bernapas melalui paru-paru.

c. Reptil (Reptilia)

Reptil adalah hewan vertebrata yang hidup di darat dan memiliki sisik sebagai pelindung tubuh. Beberapa contoh reptil adalah ular, kadal, dan buaya.

Reptil berkembang biak dengan cara bertelur dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang kering.

d. Burung (Aves)

Burung adalah hewan vertebrata yang memiliki sayap sebagai alat terbang. Burung memiliki bulu sebagai pelindung tubuh dan memiliki paruh sebagai alat makan.

Burung berkembang biak dengan cara bertelur dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan.

e. Mamalia (Mammalia)

Mamalia adalah hewan vertebrata yang memiliki kelenjar susu untuk menyusui anaknya.

Mamalia memiliki rambut sebagai pelindung tubuh dan berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Beberapa contoh mamalia adalah manusia, kucing, dan gajah.

2. Hewan Avertebrata

Hewan avertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung.

Hewan-hewan ini memiliki struktur tubuh yang berbeda dengan hewan vertebrata, namun tetap memiliki sistem organ yang kompleks dan beraneka ragam.

Hewan avertebrata sangat beragam jenis dan spesiesnya. Beberapa di antaranya adalah:

a. Cacing (Annelida)

Cacing adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh silindris dan lunak. Beberapa jenis cacing dapat hidup di tanah, air tawar, atau laut.

Cacing memiliki sistem pencernaan, pernapasan, dan sirkulasi darah yang sederhana.

b. Molluska (Mollusca)

Molluska adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh lunak dan beberapa jenis memiliki cangkang sebagai pelindung tubuh.

Beberapa contoh molluska adalah siput, keong, dan cumi-cumi. Molluska memiliki sistem pencernaan, pernapasan, dan sirkulasi darah yang lebih kompleks daripada cacing.

c. Arthropoda (Arthropoda)

Arthropoda adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh bersendi-sendi dan dilindungi oleh eksoskeleton atau kulit luar yang keras.

Beberapa contoh arthropoda adalah serangga, laba-laba, kepiting, dan udang. Arthropoda memiliki sistem pencernaan, pernapasan, dan sirkulasi darah yang lebih kompleks daripada molluska.

d. Echinodermata (Echinodermata)

Echinodermata adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh yang lunak dengan spikula atau duri sebagai pelindung tubuh.

Beberapa contoh echinodermata adalah bintang laut, bulu babi, dan teripang. Echinodermata memiliki sistem pencernaan, pernapasan, dan sirkulasi darah yang kompleks.

e. Porifera (Porifera)

Porifera adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh berpori dan tidak memiliki organ-organ yang sejati. Beberapa contoh porifera adalah sponges atau spons.

Porifera memiliki sistem sirkulasi air yang sederhana dan biasanya hidup menempel pada permukaan lain seperti terumbu karang.

Ciri-Ciri Kingdom Animalia

Organisme yang termasuk dalam kingdom animalia adalah semua jenis hewan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri Kingdom Animalia:

1. Sel-sel

Organisme dalam kingdom animalia memiliki sel-sel yang tidak memiliki dinding sel. Sel-sel tersebut beragam bentuk dan ukuran, dan masing-masing memiliki fungsi tertentu.

3. Metabolisme

Organisme dalam kingdom animalia bersifat heterotrof, artinya mereka memperoleh nutrisi dari sumber makanan yang berasal dari organisme lain.

Beberapa hewan pemakan tumbuhan (herbivora), sedangkan yang lain adalah pemakan daging (karnivora).

4. Reproduksi

Organisme dalam kingdom animalia berkembang biak secara seksual dan aseksual. Beberapa hewan dapat berkembang biak dengan cara bertelur, seperti burung dan reptil, sedangkan yang lain melahirkan anak, seperti mamalia.

5. Struktur tubuh

Organisme dalam kingdom animalia memiliki struktur tubuh yang beragam, mulai dari hewan bersel satu hingga hewan bersel banyak.

Beberapa hewan memiliki sistem saraf yang kompleks, seperti manusia dan mamalia, sedangkan yang lain hanya memiliki sistem saraf sederhana.

6. Habitat

Organisme dalam kingdom animalia dapat ditemukan di berbagai habitat, seperti di laut, sungai, hutan, dan padang rumput.

Beberapa hewan hidup di lingkungan yang ekstrem, seperti di gurun atau di daerah yang sangat dingin.

5. Kingdom Plantae

Kingdom plantae merupakan salah satu dari lima kingdom kehidupan yang ada di dunia. kingdom ini terdiri dari tumbuhan yang memiliki berbagai macam jenis, dari tumbuhan kecil hingga pohon yang besar dan tinggi.

Tumbuhan adalah organisme autotrofik yang dapat memproduksi makanan mereka sendiri melalui proses fotosintesis.

Mereka menggunakan sinar matahari dan karbon dioksida untuk menghasilkan glukosa dan oksigen sebagai hasil samping.

Tumbuhan memainkan peran penting dalam siklus karbon dan oksigen di Bumi. Tumbuhan memiliki struktur tubuh yang unik, dengan akar, batang, dan daun yang berbeda-beda.

Akar berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi dari tanah, sedangkan batang berfungsi sebagai dukungan tubuh dan pengangkut nutrisi dari akar ke daun. Daun sendiri berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis.

Kingdom Plantae dibagi menjadi beberapa divisi, seperti Bryophyta, Pteridophyta, Coniferophyta, dan Angiospermae.

Bryophyta terdiri dari lumut, Pteridophyta terdiri dari tumbuhan paku, Coniferophyta terdiri dari tumbuhan konifer, dan Angiospermae terdiri dari tumbuhan berbunga.

Tumbuhan juga memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai sumber makanan, seperti sayuran dan buah-buahan, tumbuhan juga digunakan untuk obat-obatan dan produk-produk industri, seperti kayu dan kertas.

Namun, tumbuhan juga rentan terhadap perubahan lingkungan dan perusakan habitat.

Penebangan hutan dan perubahan iklim dapat mengancam kelangsungan hidup tumbuhan dan berdampak pada keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memperhatikan dampak dari kegiatan manusia terhadap alam.

Dengan memahami lebih dalam tentang kingdom Plantae dan peran pentingnya dalam ekosistem, kita dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup untuk keberlangsungan kehidupan di Bumi.

Organisme yang termasuk dalam Kingdom Plantae dikenal sebagai tumbuhan. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri Kingdom Plantae:

1. Struktur sel

Organisme dalam Kingdom Plantae memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Sel-selnya memiliki kloroplas yang mengandung pigmen hijau yang disebut klorofil, yang berperan dalam fotosintesis.

2. Metabolisme

Organisme dalam Kingdom Plantae bersifat autotrof, artinya mereka dapat melakukan fotosintesis dan memperoleh nutrisi dari sinar matahari, air, dan karbon dioksida. Mereka juga memerlukan mineral untuk tumbuh dan berkembang.

3. Reproduksi

Organisme dalam Kingdom Plantae berkembang biak secara seksual dan aseksual.

Beberapa jenis tumbuhan dapat menghasilkan biji sebagai hasil reproduksi seksual, sedangkan yang lain dapat memperbanyak diri melalui stolon atau rimpang.

4. Struktur Tubuh

Organisme dalam Kingdom Plantae memiliki struktur tubuh yang bervariasi, mulai dari tumbuhan yang berbiji (gymnospermae dan angiospermae) hingga tumbuhan yang tidak berbiji (paku-pakuan dan lumut).

Tumbuhan yang berbiji memiliki akar, batang, dan daun yang berperan dalam mengambil nutrisi dan memproses makanan.

5. Habitat

Organisme dalam Kingdom Plantae dapat ditemukan di berbagai habitat, seperti di darat, air tawar, dan laut.

Beberapa jenis tumbuhan juga dapat tumbuh di lingkungan yang ekstrem, seperti di gurun atau di daerah yang sangat dingin.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai sistem klasifikasi makhluk hidup yang perlu kamu ketahui, karena setiap kingdom mempunyai karakteristik dan struktur tubuh yang berbeda-beda, serta memiliki peran penting dalam ekosistem.

Dengan memahami lebih dalam tentang sistem klasifikasi makhluk hidup dalam kelima kingdom ini, kita dapat lebih memahami peran penting setiap organisme dalam ekosistem dan menjaga keseimbangan alam.

Kita juga dapat menghindari dampak negatif dari perusakan habitat dan perburuan liar yang berlebihan. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.