Fakta Unik Anak Kedua Dalam Keluarga

Infokekinian.com – Kita akan berbicara tentang fakta unik anak kedua dalam keluarga, yang dituntut mengalah pada si bungsu maupun si sulung.

Dalam keluarga, apalagi jika tidak ada saudara kandung, anak sulung dikenal sebagai pelindung keluarga dan biasanya memiliki jiwa seorang pemimpin.

Berbeda dengan anak sulung, anak bungsu biasanya paling manja. Bagaimana dengan anak tengah, juga dikenal sebagai anak kedua?

Fakta Tentang Anak Kedua

Anak sulung atau bungsu sering dibicarakan, sedangkan anak kedua jarang dibicarakan. Selain itu, anak kedua sering kali diharapkan lebih dewasa, menghormati saudaranya, dan terbiasa mengalah pada saudara perempuannya.

Fakta Tentang Anak Kedua

Menurut Alfred Adler, seorang psikolog dan dokter, urutan kelahiran berperan dalam menentukan kepribadian seseorang. Berikut adalah beberapa fakta tentang anak kedua yang harus diketahui pembaca:

Mudah Bergaul Dan Fleksibel

Sebagai anak kedua, mereka biasanya sangat ramah dan mudah beradaptasi. Karena anak kedua atau tengah harus berperan sebagai perantara antara kakak dan adik dalam hal ini.

Anak kedua, yang terbiasa beradaptasi dengan sikap saudara-saudaranya, lebih mudah beradaptasi dengan orang lain.

Anak Kedua Lebih Mandiri

Sebagai anak kedua, mereka terbiasa harus bersikap positif, sabar, dan tidak iri pada saudara kandung yang lebih diasuh oleh orang tuanya. Akibatnya, anak kedua lebih cenderung mandiri.

Seorang yang Kreatif

Fakta anak kedua selanjutnya adalah anak kedua memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Hal ini merupakan upaya anak kedua untuk mendapatkan perhatian kedua orang tuanya.

Suka Berbagi dan Sangat Loyal

Menjadi anak kedua bisa jadi kesepian, jadi anak kedua akan sering setia dan suka berbagi agar banyak teman karena biasanya akan membentuk pergaulan anak.

Mengedepankan Persahabatan

Mengedepankan Persahabatan

Lebih jauh lagi, karena persahabatan sangat penting bagi anak kedua, dia selalu mengatasnamakan persahabatan.

Fakta ini terkait dengan persepsi anak kedua yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya, yang menyebabkan dia mencari perhatian orang lain atau sahabatnya.

Sehingga, beberapa dari mereka sering percaya bahwa hanya teman terdekat mereka yang memahami mereka lebih baik daripada keluarga mereka.

Memiliki Empati yang Tinggi

Menjadi anak kedua memiliki tingkat empati yang tinggi. Hal ini dikarenakan kemampuan anak kedua untuk melihat suatu masalah dari segala sudut.

Hal ini juga mendorong anak untuk tumbuh menjadi orang yang sangat berempati terhadap orang lain.

Beberapa juga karena terbiasa mencari perhatian orang lain dan akan merasa kasihan dengan masalah yang juga dialami orang lain, sehingga mereka akan merasa terdorong untuk membantu.

Ramah dan Murah Senyum

Fakta selanjutnya adalah mereka sangat ramah dan ceria. Anak kedua lebih cenderung ingin bersikap baik kepada semua orang di sekitar mereka.

Mereka selalu bersedia membantu teman-teman mereka dengan masalah mereka. Sehingga anak kedua diketahui memiliki banyak teman dalam pergaulan sehari-harinya

Kurang Baik Sebagai Kekasih

Hal ini dipengaruhi oleh sifat anak kedua yang sering mencari perhatian lebih, sehingga tidak cocok sebagai pasangan kekasih.

Mereka memiliki kecenderungan untuk menuntut lebih banyak perhatian dari pasangannya. Mereka juga tidak mau diatur karena terbiasa mandiri.

Kabar baiknya hal ini tidak semua terjadi pada anak kedua, karena anak kedua tidak memiliki sifat dan karakter yang sama dengan anak pertama.

Sering Kali Terasingkan

Anak kedua dari tiga bersaudara, beberapa di antaranya dekat dengan salah satu saudara kandung, jika bukan kakak laki-laki, maka adik laki-laki.

Namun, kedekatan ini dapat dengan cepat berubah menjadi ketidakcocokan dan bahkan pertengkaran.

Untuk menghindari konflik seperti itu, anak kedua sering memilih untuk mengasingkan diri daripada bersandar pada pihak mana pun.

Pintar Bernegosiasi

Pintar Bernegosiasi

Ketika kamu menginginkan sesuatu, kamu harus ulet dalam mengejarnya. Umum bagi anak kedua untuk menyelesaikan dan mengusahakannya dengan terlebih dahulu bernegosiasi dengan kedua orang tua sampai mereka mendapatkan apa yang benar-benar mereka inginkan.

Ketika anak kedua berkelahi dengan anak pertama atau terakhir, dia akan mencoba bernegosiasi dengan mereka untuk mengakhiri perkelahian.

Sulit Diatur

Kebanyakan anak kedua sulit diatur karena kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya. Hal ini juga menyebabkan anak kedua lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman yang lebih memperhatikannya daripada di rumah.

Berbeda dengan kakak-kakaknya yang terus menerus merasa harus mengalah pada orang lain, anak kedua selalu ingin tampil beda dan memilih perilakunya sendiri.

Sering Baper atau Terbawa Perasaan

Anak kedua sering frustrasi karena mereka percaya bahwa tindakan dan kata-kata mereka tidak selalu diperhatikan atau didengar.

Akibatnya, anak kedua sering bingung dan sangat sensitif terhadap apa yang dilakukan orang-orang di rumah kepadanya.

Menjadi Pilihan Kedua

Jika anak pertama tidak bisa diandalkan oleh keluarga, anak kedua seringkali hanya menjadi rencana kedua yang bisa diandalkan oleh kedua orang tua.

Bersifat Tegas

Fakta anak kedua selanjutnya adalah mereka tegas dan berani. Anak kedua memiliki kepribadian yang kuat, terutama dalam hal pengambilan keputusan. Di antara anak-anak lain, anak kedua sering dapat bertindak sebagai orang dewasa.

Anak Kedua Sang Penengah

Anak Kedua Sang Penengah

Jika dibandingkan dengan anak bungsu yang lebih emosional, anak kedua seringkali dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dan sangat tenang.

Memiliki Sifat Berbeda dari Kakak dan Adiknya

Fakta berikut adalah bahwa anak kedua memiliki sikap dan kepribadian yang paling berbeda dari saudara-saudaranya.

Karena anak kedua lebih mandiri dan kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya dibandingkan kakak dan adiknya.

Santai Dalam Urusan Kehidupannya

Selanjutnya, anak kedua menanggapi kesehariannya dengan sikap santai. Anak kedua memang sangat santai karena hidup hanya untuknya dan tidak ada orang lain yang memperhatikannya, jadi terserah padanya untuk menghadapi hidup dengan cara yang benar. Lagi pula, tidak ada orang lain yang merasa tertipu.

Anak yang Bijaksana

Meskipun anak kedua tidak mendapat perhatian khusus dari orang tuanya dan akan berperilaku berbeda dari anak-anak lain, ia mampu bersikap bijak dalam situasi tertentu.

Sikap bijaksana ini berkembang lebih jauh ketika anak kedua, selain kakak laki-laki, memiliki adik laki-laki yang harus diasuh.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai fakta unik anak kedua dalam keluarga, yang tentunya hal ini tidak akan semua dimiliki mereka anak kedua.

Fakta unik tersebut memungkin terjadi karena mereka memiliki pemikiran yang sama sebagai anak kedua.

Demikianlah artikel mengenai Fakta Unik Anak Kedua Dalam Keluarga dan jangan lupa untuk terus kunjungi website Infokekinian.

Karena kami juga memiliki banyak informasi dan rekomendasi lain yang tentunya akan bermanfaat dan membantu sobat kekinian.

/* */