Mengenal Tekanan Darah Rendah: Faktor, Gejala, Penyebab

InfoKekinian.com – Pada kesempatan kali ini, kami akan mengajak kamu untuk mengenal tekanan darah rendah yang merupakan gangguan paling umum terjadi oleh penderita di Indonesia.

Jika tubuh berfungsi dengan baik, tekanan darah seseorang harus berada dalam kisaran normal. Namun, gangguan tertentu dapat menghasilkan tekanan darah rendah atau di bawah normal.

Apa Itu Tekanan Darah Rendah
Lantas, apa saja penyebab dan bagaimana cara mengobati gangguan ini? Yuk kita simak artikel ini hingga selesai untuk mengenal tekanan darah rendah lebih lanjut.

Apa Itu Tekanan Darah Rendah?

Untuk mengenal tekanan darah lebih jauh, tentu nya kamu harus mnegetahui apa itu tekanan darah atau yang biasa disebut sebagai hipotensi.

Pada tekanan darah rendah, biasanya tekanan darah di bawah tingkat normal. Akibat hipotensi, beberapa individu mengalami pusing dan bahkan kehilangan kesadaran.

Jika tekanan sistolik di bawah 90 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 60 mmHg, tekanan darah dianggap lebih rendah.

Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh dehidrasi, alergi, dan beberapa masalah lainnya.

Gejala Tekanan Darah Rendah

Setiap hari, gejala tekanan darah rendah dapat ditemui. Umumnya, ketika seseorang dengan hipotensi bergerak secara tiba-tiba atau berdiri terlalu alami, ciri-ciri hipotensi adalah sebagai berikut:

  1. Pusing
  2. Kehilangan kesadaran
  3. Mual
  4. Kelelahan
  5. Gangguan penglihatan
  6. Sulit berkonsentrasi.

Selain itu, ada gejala yang hanya muncul ketika tekanan darah sangat rendah. Penyakit ini dapat menghasilkan syok, dimanifestasikan oleh gejala-gejala berikut:

  1. Kebingungan, yang biasa sering terjadi pada orang tua
  2. Kulit pucat, dingin dan lembap
  3. Napas cepat dan singkat
  4. Detak jantung cepat dan lemah.

Syok adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa yang membutuhkan perawatan cepat. Hubungi praktisi kesehatan kamu segera jika kamu mengalami tanda-tanda syok.

Faktor-Faktor Risiko

Faktor-Faktor Risiko
Banyak faktor yang meningkatkan kemungkinan kamu terkena hipotensi. Diantara variabel tersebut adalah faktor keturunan atau genetik, umur, ras, dan jenis kelamin.

Usia biasanya dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Alasannya adalah karena seiring bertambahnya usia, tekanan darah kamu akan meningkat.

Ini terjadi karena pembuluh darah kita cenderung menebal dan menjadi kaku seiring waktu.

Seseorang dengan riwayat keluarga hipotensi juga memiliki risiko yang signifikan untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Gangguan ini lebih umum di antara orang-orang asal Afrika daripada orang-orang keturunan Asia. Wanita lebih mungkin dibandingkan pria untuk memiliki hipotensi seiring bertambahnya usia.

Bahkan jika kamu tidak termasuk dalam kelompok di atas, kamu tetap berisiko mengalami hipertensi.

Gaya hidup yang buruk atau tidak sehat merupakan faktor risiko utama hipotensi. Sebaliknya, seseorang dengan faktor risiko seperti keturunan, usia, dll juga bisa bebas dari hipotensi jika menerapkan pola hidup sehat.

Selain itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi hipotensi:

  1. Kelelahan
  2. Diabetes
  3. Asam urat
  4. Kegemukan
  5. Penyakit ginjal
  6. Kecanduan alkohol
  7. Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi.

Bahkan jika kamu tidak memiliki faktor risiko, kamu masih bisa terkena hipotensi. Komponen ini hanya untuk referensi dan tetalah untuk berkonsultasikan dengan dokter kamu untuk rincian tambahan.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Penyebab Tekanan Darah Rendah
Beberapa faktor berkontribusi terhadap hipotensi. Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan dan obat-obatan. Berikut ini adalah beberapa penyebab tekanan darah rendah:

1. Kehamilan

Tekanan darah rendah adalah kejadian khas di antara wanita hamil. Kelainan ini pada dasarnya normal dan akan kembali normal segera setelah lahir.

Hipotensi pada ibu hamil disebabkan oleh ekspansi yang cepat dari sirkulasi darah selama kehamilan.

2. Masalah Jantung

Karena jantung bertanggung jawab untuk memompa darah ke seluruh tubuh, penyakit ini mungkin terkait.

Kelainan jantung seperti bradikardia, masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung dapat menyebabkan hipotensi.

3. Masalah Endokrin

Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh gangguan endokrin atau tiroid, seperti penyakit paratiroid, penyakit Addison, hipoglikemia, dan diabetes.

4. Infeksi Berat

Infeksi berat atau sepsis juga dapat menyebabkan hipotensi. Ketika infeksi memasuki aliran darah, itu dapat mengubah tekanan darah dan menyebabkan syok septik, penyakit yang berpotensi fatal.

5. Anafilaksis

Kondisi yang dikenal sebagai anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah. Dalam kasus yang jarang terjadi, peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba dan ekstrem mungkin merupakan indikasi anafilaksis.

Gejala anafilaksis termasuk kesulitan bernapas, gatal-gatal pada kulit, iritasi tenggorokan, dan penurunan tekanan darah.

6. Kehilangan Banyak Darah atau Cairan Tubuh

Kehilangan sejumlah besar darah atau cairan tubuh juga dapat menyebabkan hipotensi. Kehilangan darah dapat disebabkan oleh perdarahan berat atau internal.

Kehilangan cairan dan dehidrasi dapat disebabkan oleh aktivitas berlebihan atau penggunaan obat diuretik.

7. Kekurangan Beberapa Nutrisi

Kekurangan mineral seperti vitamin B12 dan folat dapat menyebabkan anemia atau kekurangan sel darah merah. Gangguan ini juga sering berpengaruh pada tekanan darah.

8. Efek Samping Obat-Obatan

Penurunan tekanan darah adalah efek samping dari sejumlah obat.

Beberapa obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah termasuk obat diuretik, alpha blocker, beta blocker, obat penyakit Parkinson, beberapa antidepresan, dan obat disfungsi ereksi.

Diagnosis Tekanan Darah Rendah

Faktor-Faktor Risiko Diagnosis Tekanan Darah Rendah
Diagnosis tekanan darah dimulai dengan seorang dokter bertanya tentang riwayat kesehatan kamu. Setelah itu, tekanan darah akan diukur.

Jika tekanan yang diukur di bawah kisaran biasanya, dokter kamu sudah dapat mendiagnosis kamu dengan tekanan darah rendah atau hipotensi.

Namun, seperti yang ditunjukkan sebelumnya, masalah kesehatan tertentu dapat menyebabkan hipotensi.

Jika dokter merasa bahwa ada kondisi lain yang menyebabkan hipotensi, ia mungkin memerintahkan pengujian lebih lanjut untuk menemukan penyebabnya.

Penanganan Tekanan Darah Rendah

Jika tekanan darah rendah tidak disertai dengan indikasi dan gejala yang substansial, terapi seringkali tidak diperlukan.

Demikian pula jikahipotensi disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka pengobatannya tentu harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Untuk mengobati tekanan darah rendah yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, seseorang harus menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut atau mengurangi dosisnya.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi tekanan darah rendah:

Konsumsi Lebih Banyak Garam

Menurut studi mengatakan bahwa garam dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, orang dengan tekanan darah tinggi harus menghindari garam karena alasan ini.

Tentu saja untuk konsumsi garam ini harus tetap sesuai dengan takaran, agar tidak menimbulkan bahaya pada kesehatan lainnya.

Minum Lebih Banyak air

Cairan dapat meningkatkan volume darah dan menghindari dehidrasi, yang mana keduanya ini berkontribusi pada tekanan darah rendah.

Menggunakan Stoking Kompresi

Stoking ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit dan edema yang terkait dengan varises. Selain itu, stoking ini membantu mencegah pembekuan darah di kaki.

Obat-Obatan

Dokter juga dapat memberikan obat untuk tekanan darah rendah jika diperlukan. Jenis obat yang diberikan harus sesuai dengan jenis tekanan darah rendah.

FAQ

Berikut kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang biasa dipertanyakan:

Agar Darah Naik Makan Apa?

Berikut adalah beberapa makanan atau minuman yang bisa meningkatkan darah rendah:

  1. Kismis
  2. Wortel
  3. Lemon
  4. Buah Bit
  5. Sayur Bayam
  6. Kacang-kacangan
  7. Kopi
  8. Hati sapi.

Apa Penyebab Darah Rendah Pada Remaja?

Remaja yang mengalami darah rendah biasanya disebabkan karena gangguan pada sistem endokrin yang dapat menimbulkan darah rendah.

Dan kondisi ini bisa meliputi gangguan paratiroid, addison, hipoglikemia, dan diabetes.

Bagaimana Posisi Tidur Saat Darah Rendah?

Saat dalam kondisi hipotentsi, kamu bisa mengatur posisi tidur dengan berbaring beberapa menit, kemudian duduk dengan menyilangkan paha.

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi dalam mengenal tekanan darah rendah yang perlu kamu ketahui, dimana kondisi ini merupakan kondisi yang paling sering kita temui.

Dan bisa kita simpulkan jika, seseorang dengan tekanan darah dibawah 90/60 mmHg ini termasuk kedalam hipotensi.

Dimana angka 90 ini menunjukan pada tekanan darah saat jantung sedang sistolik atau berkontraksi, dan angka 60 menunjukan tekanan darah pada saat jantung sedang berelaksasi.

/* */